PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Bahwa menyangkut jejaring sosial khususnya facebook dengan akun "Sinar Ngawi" hanya sebagai tempat Sharing Link Berita saja. Bila ada akun FB dengan kemiripan nama dan atau beberapa ada history foto,catatan, yang ternyata untuk menawarkan jual beli "ONLINE" maka bukan tanggungjawab kami.----TTD Admin/ceo media SN ----
Custom Search

Rabu, 15 Desember 2010

Home > > DESA ( KARANGASRI ) DILANDA HAMA WERENG, PEMKAB (NGAWI) DIAM SAJA

DESA ( KARANGASRI ) DILANDA HAMA WERENG, PEMKAB (NGAWI) DIAM SAJA

|SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi|Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |KARANGASRI™ Ibarat terserang hama wereng, Desa Karangasri, Dungus Ngawi sudah saatnya Pemkab Ngawi mengambil ketegasan. Kurang Jelasnya Dana Banjir 2007, Dana BUMIDES, dan ADD anggaran 2010 perlu diselesaikan secepat mungkin, guna meredam keresahan masyarakat. Tiem Analisis mencoba melakukan infestigasi untuk menelusuri kejadian yang sebenarnya.

Keprihatinan warga Desa Karangasri Ngawi, terlihat pada mereka yang menjadi korban banjir tahun 2007 silam. Pasalnya, kepedulian pemerintah melalui Dinas Sosial Ngawi telah mengucurkan bantuan bagi para korban banjir (rumah roboh) tahun 2007. Bantuan yang telah dicairkan sejak tahun 2008 dan diperuntukkan bagi korban banjir (rumah roboh) yang berada di Dusun Dungus, Desa Karangasri, Ngawi ini berjumlah 4 rumah roboh dan berhak mendapatkan bantuan sebesar Rp.5 juta per korban rumah roboh. Namun dana bantuan tersebut dipinjam Kepala Desa Karangasri, Widodo. Dari keempat rumah roboh tersebut atas nama; Suratmin, Supriyono, Dwi Suprapti dan Wiwik, yang kesemuanya berdomisili di RT 01, RW 05, Dusun (DUNGUS), Desa Karangasri, Ngawi.

Menurut pengakuan korban, Suratmin ''saya baru diberi Rp. 500 ribu, itu dititipkan pada Supriyono (juga korban banjir-red) tahun 2008 dan sisanya sampai sekarang belum ada'' Lain lagi keterangan korban banjir, Wiwik ''sampai sekarang sepeser-pun saya belum menerima'' Hal ini pernah menjadi bahasan BPD yang tertuang dalam keputusan BPD nomor 14/A3/BPD/VII/2008 tanggal 09/07/2008, yang memutuskan ''agar saudara Kepala Desa segera melaksanakan pencairan keuangan kepada korban banjir'' namun kenyataan yang ada, sampai sekarang belum terselesaikan.

Selain ke-mandeg-kan dana bantuan korban banjir, ternyata Badan Usaha Milik Desa (BUMIDES) Desa Karangasri juga mengalami kemacetan. Dana yang seharusnya diperuntukan guna kegiatan Simpan Pinjam di desa, kini tidak bisa diteruskan karena dana tersebut telah habis. Kemacetan ini karena sebagian dana masih dipinjam oleh warga dan ada juga kwitansi sebesar Rp.6 juta tertanggal 01/10/2007 atas nama Widodo, KaDes Karangasri, yang disaksikan perangkat lain dan tertuang dalam Surat Keterangan nomor 400/ /404.310.08/2007.

Saat ANALISIS meng-konfirmasi masalah h ini pada pengurus, didapat penjelasan kalau pengurus saat ini sudah mengundurkan diri, dan itu semua menjadi tanggung jawab Kepala Desa.Masalah ini juga pernah menjadi bahasan BPD yang diketuai Sunarto, tertanggal 10/10/2007 dan juga pihak warga pernah melayangkan surat pengaduan kepada BANWASDA Ngawi tertanggal 26/01/2008. Namun semuanya itu nihil, tidak ada tindak lanjut.


Masalah masih belum selesai, kini kucuran dana ADD tahun anggaran 2010 termyn pertama sebesar Rp.32 juta, juga macet karena belum dijalankannya program. Menurut keterangan BPD melalui ketuanya, Sunarto ''uang ADD sebesar Rp.32 juta saat ini masih dipinjam Kepala Desa untuk kepentingan pribadi'' tuturnya. Dan, hal ini pihak BPD sudah memberi surat teguran pada KaDes untuk segera membuat Surat Pertanggung Jawaban (SPJ). Bahkan BPD juga telah memberi surat tembusan pada Kecamatan, LPMD, PKK dan Ketua RT/RW.

Pihak Kecamatan Ngawi selaku pembina Desa sesuai dalam PP No 72 Tahun 2005 Bab X tentang Pembinaan dan Pengawasan, pasal (2) disebutkan bahwa 'Pemerintah Kabupaten/Kota dan Camat wajib membina dan mengawasi penyelenggaraan pemerintahan desa dan lembaga kemasyarakatan' Desa Karangasri melalui Sekretaris Kecamatan, Slamet Sumarno, menjelaskan ''pihak Kecamatan telah melakukan koordinasi dan teguran kepada KaDes Karangasri dan melakukan monitoring / pengawasan'' Hingga berita ini diturunkan, pihak KaDes Karangasri Ngawi, Widodo, belum bisa ditemui untuk konfirmasinya. (mit)


Artikel Terkait



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda