PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi tidak sekadar cabang pelopor di antara 38 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari empat cabang pelopor se-Jatim, DPC Kabupaten Ngawi menggelar musyawarah rencana kerja cabang (musrenjacab). "Bagi kami ideologi merupakan kunci utama untuk menterjemahkan Pancasila sesuai dengan porsinya, maka apa yang dihasilkan dalam musrenjacab ini sebagai landasan program pembangunan Kabupaten Ngawi seutuhnya jadi antara eksekutif dan legislative sebagai leading sector perlu adanya hubungan secara sinkron," tandas Ir H Budi Sulistyono, saat pidato mengawali pembukaan musrenjacab di Balai Megawati DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Ngawi Jl Kartini, Minggu (26/6) malam.
Tambahnya lagi, hampir semua persoalan yang dikeluhkan masyarakat, diapresiasi pengurus di tingkatan setempat dan dicarikan solusinya kepentingan masyarakat sangat di kedepankan, beberapa persoalan bersama, diakomodasi anak ranting, yang kemudian dilanjutkan ke ranting dan anak cabang. Permasalahan bersama itu di antaranya perbaikan jalan, sarana umum, pendidikan, kesehatan dan pemukiman.
Di arena musrenjacab ini, jelas Mbah Kung sapaan akrab Ir H Budi Sulistyono, jajaran DPC menginvetarisir aspirasi masyarakat yang dibawa 19 pengurus PAC se-Kabupaten Ngawi. Bersama kader di DPRD, berbagai permasalahan tadi akan disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Ngawi. ‘’Jadi keluhan yang dirasakan masyarakat Kabupaten Ngawi akan segera terjawab, kita dalam tahun sebelumnya didera persoalan devisit kesemuanya itu warisan pemimpin sebelumnya’’ terang Mbah Kung.
Dalam musrenjacab ikut hadir diantaranya wakil ketua bidang ideologi dan kaderisasi DPP PDI-Perjuangan pusat, Idham Samawi, wakil sekjen DPP PDI-Perjuangan pusat, Hasto Kristianto, jajaran pengurus DPD PDI-Perjuangan Propinsi Jawa, Handoyo dan Bambang Yuwono, para kepala dinas Kabupaten Ngawi dan camat. Musrenjacab di buka langsung oleh Idham Samawi mewakili kepengurusan pusat, dakam sambutanya Idham Samawi menjelaskan keterpurukan sendi-sendi kehidupan berbangsa saat ini hanya dipicu hilangnya ideologi Pancasila. ‘’Pemerintahan yang kita rasakan saat ini sangat mundur jauh dari cita-cita proklamasi, harga diri bangsa cukup tercoreng karena mereka tanpa didasari pemahaman Pancasila dan arti kebhinekaan’’ kata Idham Samawi. (kun/pr)
Tags:

0 komentar:
Poskan Komentar
Terima-kasih atas partisipasi anda