PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Bahwa menyangkut jejaring sosial khususnya facebook dengan akun "Sinar Ngawi" hanya sebagai tempat Sharing Link Berita saja. Bila ada akun FB dengan kemiripan nama dan atau beberapa ada history foto,catatan, yang ternyata untuk menawarkan jual beli "ONLINE" maka bukan tanggungjawab kami.----TTD Admin/ceo media SN ----
Custom Search

Senin, 10 Oktober 2011

Home > > KEKERINGAN ANCAM WARGA SEKITAR WADUK PONDOK

KEKERINGAN ANCAM WARGA SEKITAR WADUK PONDOK

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Masuk bulan Oktober saat ini, dirasa sebagian masyarakat Ngawi, khususnya di beberapa wilayah Ngawi timur meliputi Kecamatan Padas, Karangjati dan Bringin, sumber mata air dan sumur pompa milik warga nyaris kering. Dikawatirkan, bila dalam kurun waktu dekat tak juga turun hujan maka dipastikan akan terjadi kelangkaan air bersih.

Hal senada diungkapkan Nadi (45 th) warga Desa Gempol, Kecamatan Karangjati, sudah hampir dua bulan ini dirinya harus berjalan berpuluh-puluh meter untuk mendapatkan air bersih. ‘’Sumur pompa yang ada dirumah sudah satu bulan ini tidak ada airnya, ya terpaksa kita antri dulu mendapatkan air bersih,’’ terang Nadi, Senin (10/10). Selain Nadi diwilayah Desa Gempol saat ini jumlah warga yang terpaksa antri mencapai puluhan. Mereka pada umumnya harus sabar mendapatkan giliran air bersih dari sumur pompa milik warga lainya yang masih bisa mengalir kalau disedot dengan tenaga mesin diesel.

Kekeringan lantaran musim kemarau yang berkepanjangan juga berdampak lainya selain untuk kebutuhan sarana air bersih juga irigasi. Seperti yang terjadi di bendungan waduk Pondok, yang masuk wilayah Desa Gandong, Kecamatan Bringin, kondisi terakhir saat ini mengalami penurunan debit air sekitar 15 juta meter kubik dari total kapasitas volume waduk Pondok sekitar 30,9 juta meter kubik. Akibatnya berdampak terhadap kebutuhan irigasi pertanian di wilayah sekitar waduk tersebut. Padahal saat ini para petani sekitar waduk Pondok sangat membutuhkan ketersediaan air untuk mempertahankan tanaman tembakau dan jagung yang hampir panen. Niscaya dengan menurunya debit air waduk Pondok ancaman gagal panen bagi petani tembakau dan jagung.

Menurut Lasiman (50 th), warga Desa Ngandong, faktor lain yang ikut mempengaruhi menurunya debit air waduk Pondok adalah penebangan hutan sekitar waduk dengan seenaknya. Waduk Pondok dengan luas 64 ribu kilo meter persegi seharusnya menurut Lasiman, reboisasi harus dilakukan sebagai bentuk mempertahankan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada. “Tanpa kesadaran warga sekitar waduk, pastilah sulit untuk menciptakan waduk Pondok yang hijau kembali,’’ ungkap Lasiman.Dengan demikian waduk Pondok mendasar keterangan dari salah seorang penjaga, hanya akan mampu mengairi irigasi pertanian paling lama dua bulan kedepan.(pr-SN)

Artikel Terkait



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda