media online pemberitaan kabupaten ngawi
media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Bahwa menyangkut jejaring sosial khususnya facebook dengan akun "Sinar Ngawi" hanya sebagai tempat Sharing Link Berita saja. Bila ada akun FB dengan kemiripan nama dan atau beberapa ada history foto,catatan, yang ternyata untuk menawarkan jual beli "ONLINE" maka bukan tanggungjawab kami.----TTD Admin/ceo media SN ----
Custom Search

Kamis, 31 Maret 2011

3 HARI TUTUP PINTU, WARGA KARANGTENGAH NGAWI DITEMUKAN TEWAS

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO INFORMASI SEPUTAR NGAWI WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI NAMA KETUA KEPALA ANGGOTA DAFTAR KADES KASUN KABID KABAG DESA NGAWI PARTAI LSM  (NGAWI)Andi Kurniawan alias Cong (57) Warga Dusun Siderejo Desa Karang Tengah Kec. Ngawi, ditemukan tewas di ruang tamu dengan kondisi yang mengenaskan. Dugaan, Korban diperkirakan meninggal sekitar 3 hari yang lalu karena sakit Asam urat yang dideritanya selama ini.

(Sidorejo Karangtengah Ngawi) Berawal dari kakak Korban yang selalu gagal menghubungi lewat Telephone, terpaksa mendatangi rumahnya. Namun menurut keterangan warga sekitar Bahwa Rumah Cong ( Sapaan akarab Andi K) sudah beberapa hari ini nampak tertutup rapat.

Kakak korbanpun melapor ke Rt setempat. Dibantu tetangga, akhirnya rumah Korban yang ditempati sendirian itu didobrak. Begitu pintu terbuka, Bau menyengatpun tercium. Tepat diruang tamu, tubuh Korban sudah terbujur kaku dengan kondisi yang mengenaskan. Wargapun berinisiatif melaporkan temuan ini ke POLSEKTA Ngawi guna penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Ngawi, AKBP Eko Trisnanto lewat Kasubag Humas, AKP I Wayan Murtika membenarkan atas kejadian ini. Dan Korban dipastikan meninggal karena Penyakit Asam Uratnya setelah Pihak RSUD dr. Soeroto ngawi melakukan Visum. (kun/Ris)




Rabu, 30 Maret 2011

MASYA ALLAH, DEMI ADIPURA PKL NGAWI AKTIVITASNYA DIBATASI

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO INFORMASI SEPUTAR WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI NAMA KETUA KEPALA ANGGOTA DAFTAR KADES KASUN KABID KABAG DESA NGAWI PARTAI LSM  (NGAWI)Dengan mengedepankan ADIPURA serta Alun-alun Ngawi menjadi skala prioritas dalam penilaian, Para pedagang kaki Lima(PKL) harus menjadi tumbal dengan dibatasi waktu dalam buka Jualannya. Tentu saja pendapatan para PKL turun drastis dan terancam gulung tikar.

(KABUPATEN NGAWI) Menjelang penilaian piala Adipura pekan depan berdampak pada Pedakang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal di seputaran alun-alun Merdeka Ngawi. Dimana petugas Satpol PP mulai menertibkan para PKL yang dianggap mengurangi keindahan alun-alun dengan membatasi waktu berjualan. Seperti terlihat disepanjang jalan lajur tengah alun-alun di saat siang hari terlihat lengang, yang biasanya tempat tersebut digunakan PKL untuk mengais rezeki dengan menggelar lapaknya. Kontan saja persoalan penertiban dari pihak Satpol PP membuat omzet para pedagang turun drastis. “Jelas saat ini penghasilan kami turun anjlok tidak seperti biasanya” kata Suharno, PKL yang sudah beroperasi sekitar tiga tahun di alun-alun Ngawi.

Namun, menurut Kasi Ops Satpol PP, Peggy Yudo, menjelaskan untuk saat ini apalagi menjelang penilaian piala Adipura kawasan alun-alun menjadi prioritas penilaian utama. Tim penilai akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap fasilitas umum yang ada. Tentu saja pihak Satpol PP mengoptimalkan kenyamanan dan keasrian alun-alun. “Kita membatasi para PKL waktu jualanya yang jelas mereka kita perbolehkan berjualan mulai pukul 14.00 WIB dan sesudahnya mereka wajib membersihkan bekas lapaknya” ujar Peggy Y. Untuk mengatasi para PKL yang membandel pihak Satpol PP melakukan operasi secara rutin. “Apabila ditemukan yang membandel pastinya kita beri sangsi” tandas Peggy Yudo. Akan tetapi untuk mengefektifkan program yang ada pastinya, lanjut Peggy, pihak Satpol PP selalu mengajak urun rembug guna menekan gejolak yang ditimbulkan kebijakan pembatasan waktu jualan saat ini. (pr)



Selasa, 29 Maret 2011

KONSULTASI PUBLIK, RENCANA PERDA NGAWI

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO NGAWI INFORMASI WARTA TRIBUN ORBIT SEPUTAR NGAWI NAMA KETUA KEPALA ANGGOTA DIREKTUR MANAGER DAFTAR KADES KASUN KABID KABAG KASUN DESA NGAWI PARTAI LSM (NGAWI) Aspek Hukum yang menyangkut persoalan Publik Khususnya di Kab. Ngawi yang sekian lama masyarakat dipaksa hanya menerima saja, kini telah terjadi pergeseran Paradigma yang mana telah mampu melibatkan 3 unsur penting antara lain Pemerintah, Dunia Usaha Swasta dan Masyarakat. Sayangnya, acara sepenting ini, separuh lebih kursi undangan nampak kosong.

( PEMKAB NGAWI) Konsultasi Publik Rencana Peraturan Daerah Kabupaten Ngawi Bagian Hukum SETDA Th. 2011 yang terlaksana hari ini di Ruang Rapat Hotel Sukowati Ngawi menekankan tentang PERDA perpajakan. Hadir dalam acara ini selain Dari Kabag Hukum dan instansi terkait juga dari masyarakat dan Dunia Usaha Swasta.

Ketentuan Undang Undang No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Restribusi Daerah, Maka Pajak Penerangan Jalan termasuk salah satu jenis jenis Pajak yang menjadi pertimbangan untuk perlunya membentuk Peratuaran Daerah Tentang Pajak Penerangan Jalan, Yang kebetulan Manager PT PLN Persero Ngawi, Mochamad Chamim.ST juga menghadiri acara ini.

Sementara, dari salahsatu peserta mengatakan bahwa, hal ini yang katanya membahas masalah Konsultasi Publik tentang Produk Hukum dinilai lebih tepat dibilang sosialisasi. Namun Kabag Hukum Kab. Ngawi, Sofyan SH.,M.Hum menepis anggapan itu.” Ini baru rencana. Jadi kalau dibilang sosialisasi berarti Produk Peraturan Daerah itu sudah jadi. Ini masih rencana dan itulah gunanya konsultasi publik ini diadakan” Katanya disela acara belum mulai.(kun)


Senin, 28 Maret 2011

SOSIALISASI PENGGUNAAN ELPIJI YANG AMAN

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI NAMA KETUA KEPALA ANGGOTA DAFTAR KADES KASUN) LSM LPK LPKNI HARKA SOSIALISASI PENGGUNAAN SELANG REGULATOR LPG ELPIJI YANG AMAN(NGAWI) Demi memberikan rasa aman terkait Penggunaan Kompor Gas Elpiji yang sering diberitakan meledak(Khususnya 3Kg), Hari ini Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia (LPKNI) menindaklanjuti dengan mensosialisasikan Produk Selang dan Regulator berstandart SNI. Sayangnya, Meski cukup murah, Konsumen masih harus membeli

(PENDOPO WEDYA GRAHA). Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia (LPKNI) menggelar Sosialisasi Keamanan Penggunaan Elpiji dan Aksesorinya di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Senin (28/3). Acara yang digelar merupakan hasil kerjasama antara LPKNI, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ngawi, Pertamina dan PT.Multi Lestari (Distributor regulator dan selang SNI yang ditunjuk pemerintah). Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Ngawi, Ir Budi Sulistyono, ditunjukan kepada tokoh masyarakat, perangkat kecamatan dan Kepala Desa seluruh Kabupaten Ngawi. Dalam sosialisai tersebut menghadirkan nara sumber yakni Nanang Nelson,SH (Presiden LPKNI), Kepala Dinas Disperindag Kabupaten Ngawi, Bambang Lestari dan pejabat Divre V Pertamina Jawa Timur.

Presiden LPKNI, Nanang Nelson, menjelaskan bahwa program sosialisasi ini merupakan tindak lanjut UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlidungan Konsumen, maka program sosialisasi akan diteruskan ke seluruh tingkat Kecamatan se-Kabupaten Ngawi. “Untuk harga regulator dan selang berstandar SNI cukup murah hanya 30 ribu untuk program regulator dan selang dengan standar SNI pihak masyarakat mendapatkan subsidi dari pemerintah” jelas Nanang Nelson. Kemudian dengan maraknya ledakan tabung elpiji menjadikan perhatian yang serius dari LPKNI untuk melakukan sosialisasi penggunaan tabung elpiji secara tepat dan benar. “Selain itu masyarakat kita juga harus waspada terhadap tabung elpiji dan aksesorinya yang tidak berstandar SNI dimana menurut data BPS di wilayah Ngawi saat ini telah beredar 249 ribu tabung elpiji” tambah Presiden LPKNI. (pr)


Minggu, 27 Maret 2011

PELAJAR SMP NGEBUT, 4 LUKA 1 TEWAS

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI NAMA KETUA KEPALA ANGGOTA DAFTAR) SMPN 5 NGAWI, KERSOHARJO KLITIK GENENG NGAWI(NGAWI) Kecelakaan yang terjadi di Jl, S. Sukowati Dungus ngawi yang melibatkan pelajar SMP (25/03/2011), menurut kesaksian warga, bahwa 2 pelajar tersebut berniat balapan selepas pulang sekolah. Dan benar, baru bebera meter Motor ditarik, tiba-tiba saling senggol dan kendaraanpun oleng. 1 Orang tewas dalam peristiwa ini.

(DUNGUS KARANGASRI). Bambang W. warga Kersoharjo Geneng Ngawi, seorang pelajar kelas III(3) disalahstu SMPN Ngawi akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit. Awal mula kejadian, 2 Sepeda motor ditengarai balapan dari arah timur. Setelah masuk dengan melawan arah arus lalu lintas di Jl. Menuju Jembatan Dungus lama, RX King AE 8474 KI yang dikendarai Bambang menyerempet GL Max AE 6788 JM yang berjalan menuju arah timur.

Keadaan yang tak terkendali, serta sedang padatnya pengguna jalan, kendaraan yang oleng justru menghantam Vario AE 2877 W, yang akhirnya terjungkal dengan salahsatu penumpangnya Balita 2 Tahun. Terakhir, karena begitu kencangnya Motor Yamaha RX King, baru berhenti setelah menghantam bagian depan Roda 4, Hijet warna merah AE 1080 NC. Warga sekitar yang mengetahui peristiwa itu segera memadati jalan untuk menolong para korban. Sementara sepatu yang disinyalir milik Bambang w, sampai tertinggal dijok depan Mobil Hijet. (kun)


Sabtu, 26 Maret 2011

TIPU WARGA, KADESPUN TIDUR DI BUI

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI NAMA KETUA KEPALA ANGGOTA DAFTAR) KADES KARANGASRI KASUS PENIPUAN SERTIFIKAT PRONA NGAWI(NGAWI) Ulah Oknum Kades Karangasri kec. Ngawi memang kelewatan. Selain minta uang 3 Juta yang katanya untuk biaya administrasi di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ngawi, kini sertifikat tanah itu ternyata malah digadaikan disalah satu lembaga Finansial senilai 15 Juta Rupiah. Korbanpun tak terima dan kini sang Kades harus rela tidur di sel Mapolres Ngawi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

(KARANGASRI NGAWI) Widodo (42) Oknum Kades Karangasri Kec.ngawi kini harus berurusan dengan pihak berwajib terkait tindakannya yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan atas selembar sertifikat tanah. Bermula ketika Sutarno warga desa Dampit Bringin Ngawi hendah membalik namakan sertifikat atas nama Dahlia Meirawati. Korbanpun dimintai uang sebesar 3 Juta untuk biaya Administrasi. Namun setelah ditunggu hampir 2 Bulan, Proses balik namapun tak kunjung selesai. Lebih Kaget lagi ketika korban mengetahui, ternyata sertifikat tanah itu malah digadaikan senilai 15 Juta oleh kades nakal tersebut.

Kapolres Ngawi, AKBP Eko Trisnanto lewat Kasubag Humas AKP I Wayan Murtika membenarkan bahwa sekitar pukul 15.00Wib (24/03/2011) telah menangkap Kades Karangasri, Widodo. “ Kami telah melakukan pemeriksaan dan untuk pelaku terjerat pasal 378 sub 372 KUHP tentang penggelapan dan penipuan dengan ancaman hukuman 4 Tahun penjara.” Jelas AKP I Wayan Murtika. (kun)



Jumat, 25 Maret 2011

BELIK TELU DIPERCAYA SEMBUHKAN PENYAKIT

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI NAMA KETUA KEPALA ANGGOTA DAFTAR) TEMPAT KERAMAT BELIK TELU SUMBER TOWO WISATA SPIRITUAL NGAWI(NGAWI) Asal-usul dari Belik Telu bermula Syekh Maulana Akshan, sekitar tahun 1700 M membuka daerah tersebut atau biasa disebut ‘babat alas’ melihat ada seekor kijang yang terluka kemudian kijang tersebut menenggelamkan bagian badanya yang terluka kedalam sumber air yang ada didekatnya, ajaibnya luka disekujur tubuh tiba-tiba sembuh seketika.

(SULURSEWU NGAWI)Tepatnya Di Dusun Sulursewu, Desa Teguhan, Kecamatan Paron ada semacam sumber air yang terdiri dari tiga lubang atau biasa dikenal dengan sebutan ‘Belik Telu’ yang mengeluarkan air tawar atau towo maka petilasan tersebut dikenal dengan nama Sumber Towo. Ketika tim lacak petilasan sinarngawi.com menanyakan kepada sesepuh atau juru kunci Belik Telu,Mbah Harjo Sentono, menuturkan bahwa asal-usul dari Belik Telu bermula Syekh Maulana Akshan pada sekitar tahun 1700 M membuka daerah tersebut atau biasa disebut ‘babat alas’ melihat ada seekor kijang yang terluka kemudian kijang tersebut menenggelamkan bagian badanya yang terluka kedalam sumber air yang ada didekatnya langsung lukanya sembuh seperti semula.

Saat itulah Syekh Maulana Akshan termangu melihat kijang yang berlari kembali tanpa meninggalkan luka sedikitpun.Kabar ampuhnya sumber air akhirnya tersiar sampai kemana-mana tak terkecuali para perampok atau durjana langsung mencoba dan hasilnya memang dapat menyembuhkan luka apapun termasuk luka dari senjata. Setelah sekian lama, Syekh Maulana Akshan menyadari bahwa kabar dari dirinya menimbulkan perbuatan syirik segolongan orang akhirnya sumber mata air langsung diutup dengan ‘duk’ atau serabut pohon aren. Sampai sekarang kemustajaban dari ‘Belik Telu’masih dipercaya dari berbagai kalangan masyarakat terbukti menurut Mbah Harjo Sentono setiap bulan Suro selalu didatangi peziarah dari berbagai daerah seperti Solo dan Yogjakarta.

Namun, Mbah Harjo Sentono mewanti-wanti bagi peziarah dilarang membuat ulah yang aneh-aneh kalu toh dilanggar pasinya cepat menerima resiko yang diluar akal seha. “Saya harapkan bagi pengunjung jangan sampai berbuat yang melanggar aturan yang sudah kita tetapkan” kata Mbah Harjo Sentono. Tambah Mbah Harjo, biasanya setiap malam 1 Suro banyak peziarah yang minta ‘tuah’ agar permohonanya terkabulkan. “Di Beluk Telu tersebut peziarah hanya berdoa kepada Allah SWT dan tidak ada isilah menyembah yang lain” jelasnya. Kesan keangkeranya yang sarat mistis sangat terasa saat tim lacak petilasan Sinar Ngawi.Online mendekati ‘Belik Telu Sumber Towo’ untuk membuktikan cerita misik itu hawa dingin langsung menerpa ke seluruh badan dan terlihat aneka bunga yang ditaruh didekat mata air tersebut tidak ketinggalan ada bekas sebatang menyan sodo yang baru saja dipakai upacara ritual.(tim)



Kamis, 24 Maret 2011

BEREDAR KABAR ORANG HANYUT, LALU LINTAS MACET

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI NAMA KETUA KEPALA ANGGOTA DAFTAR) TKW KORBAN TRAFFICKING TRAFFIKING NGAWI MALAYSIA JIRAN (NGAWI) Kabar orang Hanyut, menggegerkan warga sekitar Jembatan Klitik Geneng Ngawi. Saksi mata yang terdiri dari anak-anak yang kebetulan sedang mancing dibawah jembatan, mengaku melihat lambaian tangan ditengah aliran sungai Ketonngo. Mereka lantas lari dan berteriak minta tolong pada penduduk.

(KLITIK GENENG). Petugas terpaksa melakukan buka tutup Jalan siang itu (13.20.Wib) disepanjang Jembatan Klitik Geneng, untuk mengantisipasi kemacetan lalulintas, karena Kerumunan warga yang ingin menyaksikan kabar tentang Orang hanyut makin bertambah serta pengguna jalanpun ikut berhenti, ikut memperparah keadaan.

Setelah hampir satu jam, petugas melakukan penyisiran yang juga dibantu oleh para warga, tidak menemukan apa-apa, Namun dilokasi kejadian ditemukan Celana Panjang serta Kaos warna Hitam yang diduga milik Korban. Sampai berita ini diturunkan belum ada kepastian, apakah benar-benar ada korban yang hanyut disungai, namun masih menurut pengakuan beberapa saksi yang tak mau disebut namanya, menyatakan bahwa mereka juga melihat korban jatuh terpeleset, setelah habis mandi dan mau menuju pakaian yang diletakkan dekat Sayap Jembatan. Sementara dari Informasi lain yang didapat, menyebutkan bahwa Korban bukan warga sekitar. (kun)



Rabu, 23 Maret 2011

TKW NGAWI DIJADIKAN BUDAK NAFSU DI MALAYSIA

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI NAMA KETUA KEPALA ANGGOTA DAFTAR) TKW TRAFFIKING MALAYSIA JIRAN (NGAWI) Supriyati alias Yuliana (23) tergiur manisnya Madu di Negeri Orang ( Malaysia ). Apalagi setelah datang Agency TKW, tekatnyapun tak terbendung. Dan apa yang didapat, janji semula dijadikan Pembantu Rumah Tangga, Ternyata malah harus menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK). Tragisnya hali ini terpaksa dilakoninya lebih dari 6 Tahun.

( PARON ). Bermula 6 Tahun silam, Supriyati alias Yuliana, Warga Dusun Dawungan Desa Gentong Kec. Paron, didatangi salahsatu Agency PT. AMIRA PRIMA yang beralamat di Madiun. Pekerjaan Pembantu Rumahtanggapun menarik minat, dan tanpa pikir panjang, orangtua Korbanpun mengijinkan anaknya untuk pergi Kenegeri Jiran, Malaysia. Namun apa dikata, sesampainya di Malaysia bukannya pekerjaan yang dijanjikan, namun korban dipaksa Bekerja sebagai Pemuas Nafsu (PSK).

Karena meras tak kuat lagi, Korban nekat melarikan diri, setelah mendapat pertolongan dari rekan TKW yang kebetulan waktu itu sangat prihatin melihat kondisinya. Setelah mendapat perawatan medis Di Jakarta selama 1 Bulan, Tubuh kurus dengan tulang-tulang yang menonjol ini diantar ke Desa kelahirannya. “Jelas, sebagai orangtua, saya sangat menyesal dengan keadaan ini, dan kami mohon ada keadilan bagi keluarga kami.” Kata Sudarno, Orangtua kandung Korban. (kun).



Selasa, 22 Maret 2011

REKANAN KERJAKAN SWAKELOLA, BANGUNAN 2009 HANCUR

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI NAMA KETUA KEPALA ANGGOTA DAFTAR) SMPN I 1 BRINGIN NGAWI(NGAWI)Kondisi Gedung Labolatorium SMPN I Bringin Ngawi, dengan Plafon yang rontok tinggal menyisakan atap rangka kayu yang rawan jatuh, tentu saja hal ini sangat membahayakan dalam kegiatan Belajar Mengajar. Dituturkan oleh Salahsatu Staf TU, bahwa Swakelola tahun 2009 lalu, dikerjakan oleh Rekanan. Komisi II DPRD Ngawi-pun Geram dengan keadaan ini.

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI NAMA KETUA KEPALA ANGGOTA DAFTAR) SMPN I 1 BRINGIN NGAWI(BRINGIN) Gedung Laboraturium Komputer (Multi Media) SMPN I Bringin Kec. Bringin Ngawi ini sungguh memprihatinkan, dengan Plafon jebol menganga dengan sisa batang kayu bekas penyangga, sungguh sangat membahayakan untuk ditempati kegiatan Belajar-mengajar. Lewat salahsatu Staf TU, menegaskan bahwa pekerjaan Gedung ini dengan sistem Swakelola yang kemudian dikerjakan oleh rekanan ( Sambil menyebutt nama bos rekanan yang mengerjakan). “ Ini pada masa kepala sekolah yang lama, Kalau tidak salah Tahun 2008 – 2009 mas.” Ujarnya.

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI NAMA KETUA KEPALA ANGGOTA DAFTAR) SMPN I 1 BRINGIN NGAWIKeberadaan ini, Komisi II DPRD Ngawi, Agus Sulistiawan menegaskan untuk segera adanaya anggaran perbaikan dengan skala Prioritas. “ Jelas untuk kegiatan Belajar mengajar sangat membahayakan, baik bagi Guru maupun anak didik.” Papar Agus s. Dan ditambahkan pula bahwa Pihak UPT Seharusnya juga mengambil tindakan. “ Karena semestinya UPT juga merasa Hadarbeni merasa mempunyai khususnya SMPN I Bringin ini. Maka dengan demikian Guru bisa Tenang mengajar, sedang murid Juga Nyaman belajar, apalagi dalam waktu dekat akan menghadapi UNAS.” Ujarnya siang itu. (kun/Ris)



Senin, 21 Maret 2011

JAGAL BIDAN DESA TERNYATA PELAJAR SMA

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI NAMA KETUA ANGGOTA) DAFTAR PEMBUNUH BIDAN DESA DITANGKAP PELAJAR SMA SMU (NGAWI) Setelah kurang dari sepekan jajaran Sat Reskrim Polres Ngawi berhasil mengungkap pelaku pembunuhan dengan korban Supari,(39), Bidan Desa Klampisan, Kecamatan Geneng. Desca Sagitari H (18) yang berstatus pelajar SMA , warga Dusun Pilang Payung, Desa Geneng, Kecamatan Geneng akhirnya Digelandang ke Mapolres Ngawi Guna mempertangungjawabkan perbuatannya.

(MAPOLRES NGAWI) Kapolres Ngawi,AKBP Eko Trisnanto, saat gelar barang bukti dan tersangka di Aula Mapolres Ngawi, Senin (21/3), menjelaskan Desca Sagitari H (18), berhasil dibekuk dirumahnya pada Sabtu,(19/3), dengan barang bukti 1 unit sepeda motor jenis Supra Fit nopol AE 6842 K, 1 buah helm, 1 buah jaket, 1 buah celana jeans, sebuah pisau milik pelaku, 1 buah HP merk eTouch, 1 buah HP Nokia N73 milik korban, dan uang 500 ribu dari sisa penjualan laptop dan notebook milik korban yang dijual di Pasar Senin Jakarta sebesar 1 juta.

‘’Pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban motifnya dendam,” kata AKBP Eko Trisnanto, Kapolres Ngawi.

Tambah Kapolres, Desca nekat melakukan pembunuhan lantaran dendam terhadap korban (Supari-red) dimana pelaku dilarang berhubungan cinta dengan anak angkatnya, Ida Rukmanawati,16 th, akhirnya DSH ingin menunjukan kepada kekasih hatinya sanggup melakukan apa saja terhadap siapapun termasuk korban.

Langsung saja DSH bermaksud membuat pelajaran terhadap korban dengan hanya membuatnya pingsan, namun korban melawan saat itulah DSH nekat membunuh.

“Memang pelaku nekat membunuh korban dengan menyayat dua kali tepat pada lehernya menggunakan pisau yang dibawa dari rumah kemudian pelaku mengaku membawa pisau tiap hari dengan alasan untuk menjaga keamanan dirinya,” tambah AKBP Eko Trisnanto.

Tersangka kini dijerat pasal berlapis 340 KUHP Subsider 338 KUHP dan 365 KUHP ayat 1,2 dan ke 1e,3e dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup dan minimalnya 20 tahun penjara.(pr)

Minggu, 20 Maret 2011

KEGET BUNYI KLAKSON, SEPEDA MOTORPUN RINGSEK

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI NAMA KETUA ANGGOTA) DAFTAR KECELAKAAN TABRAKAN BUS SUMBERKENCONO NGAWI Kondisi Sepeda motor (AE 3156JQ), Rusak berat dengan roda depan lepas tak bebrbentuk lagi, tak disangka, Suyoto (45) warga Desa Klampisan Kec. Geneng Ngawi ini hanya mengalami lecet. Menurut pengakuan Suyoto bahwa dirinya kaget karena bunyi Bel Bus Sumberkencono. Dan Hingga berita ini diturunkan belum dapat dipastikan apakah motor yang hancur itu terlindas oleh Bus atau sebab lain.

KLITIK GENENG). Bermaksut menjemput anaknya, Sunyoto (45) warga Desa Klampisan Kec. Geneng Ngawi tepat setelah melewati Jembatan Klitik beberapa Meter kea rah Utara, tiba-tiba Sepeda motor Supra Fit Nopol AE 3156JQ yang di kendarainya oleng dan jatuh tersungkur (18/03/2011). Meski korban hanya mengalami luka lecet di sebagaian tubuhnya, namun roda depan kendaraannya patah dengan kondisi hancur.

Peristiwa kecelakaan tanpa korban jiwa ini, masih menurut pengakuan Suyoto, dirinya kaget karena bunyi bel dari Bus Sumber Kencono Jurusan Surabaya Jogja sore itu (17.30-Wib). Karena grogi, akhirnya sepeda motornya oleng, Sepeda motorpun ringsek dengan kondisi roda depan lepas. Petugaspun tak selang lama akhirnya datang dan hingga berita ini diturunkan, masih dalam pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah benar yang melindas sepeda motor itu Bus sumberkencono. (kun)


Sabtu, 19 Maret 2011

CEROBOH NGISI BENSIN, TABUNG GAS MELEDAK

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI NAMA KETUA ANGGOTA)  HARI INI NGAWI(NGAWI) Karena sembrono mengisi bensin kedalam botol dekat kompor Gas yang menyala, mengakibatkan Bangunan Salon kecantikan yang terletak di Desa Kedunggalar Ngawi ludes terbakar. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun kerugian ditafsir mencapai puluhan juta Rupiah

( KEDUNGGALAR ). Sebuah salon kecantikan ROSA, milik Rusmini (45), Desa Kedunggalar, Kecamatan Kedunggalar NGAWI, ludes terbakar pada jum’at,18/3. sekitar pukul 14.00 WIB. Kejadian berawal saat Hendra (17), salah satu anak korban mengisi bensin kedalam botol terlalu dekat dengan kompor Gas yang menyala. Ledakan hebatpun terjadi yang serta merta, kobaran api membesar tak terkendali.

Warga yang mengetahui hali ini, mencoba memberikan pertolongan dengan peralatan seadanya. Sedang selang beberapa saat, 2 Unit Pemadam kebakaran (PMK) Kab. Ngawi berhasil memadamkan Api. Meski begitu seluruh peralatan kecantikan ludes tak berbekas.

Sementara, Rusmini saat ditemui mengaku tidak berada dirumah ketika terjadinya peristiwa kebakaran .”Waktu peristiwa kebakaran saya sedang merias manten yang berjarak 200 meter dari salon kemudian ada kabar salon saya terbakar dan saya langsung shock”.Paparnya memelas. Sedangkan Hendra sendiri juga kaget ketika bensin yang ada didepannya tiba-tiba meledak dan membakar seluruh ruangan dapur dan menjalar keruangan depan yang dipakai salon orang tuanya.

Dari hasil olah TKP, menurut Kapolsek Kedunggalar ngawi, AKP Suratman, menjelaskan bahwa kebakaran diduga akibat kecerobohan. ”Kami baru bisa menyimpulkan, bahwa kebakaran ini akibat ulah anak korban yang menuang bensin terlalu dekat dengan kompor gas yang menyala. Sedang kerugian kami perkirakan sekitar 20 Jutaan”.ungkapnya.(Ris)

Jumat, 18 Maret 2011

KECAMUK DI TUBUH GOLKAR NGAWI MASIH BERLANJUT

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI NAMA KETUA ANGGOTA) RAPAT PLENO DPD GOLKAR NGAWI(NGAWI) Sementara, Kejadian tentang penguncian ruang Kesekretariatan DPD Golkar Ngawi, serta beberapa Pot Bunga pecah pada saat Rapat tertutup berlangsung (17/03/2011), akhirnya pada hari ini,Pihak DPD Golkar Ngawi, setelah cukup bukti dan saksi menindaklanjuti dengan melapor kepada yang berwajib

Rapat Pleno yang digelar di gedung DPD Tingkat II Kabupaten Ngawi Jawa Timur (17/03/2011), terkait kemelut yang terjadi di dalam tubuh Partai yang Identik dengan warna Kuning ini dihadiri salahsatunya dari Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Drs. H. Gatot Sujito.M.Si.

“Kedatangan kami, sebetulnya untuk melakukan Konsolidasi, dengan harapan bagi pihak DPD Golkar Ngawi segera bisa menyelesaikan kemelut internal ini sesegera mungkin.” Jelas Drs. H. Gatot Sujito.M.Si siang itu.

Sebenarnya, perang saudara ini dipicu lantaran Pemberhentian salah seorang PK (Pimpinan Kecamatan), yang dinilai tindakan ini terlalu Arogan. Meski begitu pihak H. Jeffery Arief Kusbudiman, Ketua DPD Golkar Ngawi, beberapa hari yang lalu menyatakan bahwa tindakan ini sudah Prosedural.

Acara rapat yang digelar tertutup inipun mengalami jalan buntu, setelah 4 PK (Pimpinan Kecamatan) melakukan walkout karena merasa dipojokkan yang kemudian diikuti 6 orang lainnya menyusul meninggalkan ruangan. Sementara, Kejadian tentang penguncian ruang Kesekretariatan DPD Golkar Ngawi, serta beberapa Pot Bunga pecah pada saat Rapat tertutup berlangsung, akhirnya Pihak DPD Golkar Ngawi, setelah cukup bukti dan saksi menindaklanjuti dengan melaporkan kepada yang berwajib.(kun)


Kamis, 17 Maret 2011

PELAKSANAAN UJIAN PERANGKAT DESA MAKIN TRANSPARAN

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI) UJIAN PERANGKAT DESA BABADAN PARON NGAWIPelaksanaan ujian Perangkat Ds Babadan, diumumkan setelah melewati tahapan koreksi secara terbuka oleh semua anggota panitia yang disaksikan peserta sendiri juga diawasi dari jajaran Muspika Kec. Paron. Menurut keterangan Ketua Panitia, Ruslan, menjelaskan pelaksanaan ujian pihak panitia sendiri menjaga kerahasiaan dengan mengkarantina panitia semalam di Kantor desa agar materi yang dibuat tidak bocor.

(BABADAN PARON). Rupanya untuk memberikan pelayanan secara maksimal terhadap masyarakat mengenai pelayanan harus mendasar jumlah tenaga Perangkat Desa yang ada. Itulah yang menjadi acuan di Desa Babadan, Kecamatan Paron, beberapa tahun terakhir sebanyak empat perangkat desa yang dinyatakan lowong pada Rabu,16/3, diadakan ujian Perangkat Desa sekaligus empat formasi yang ada yaitu, Staf Pembangunan, Staf Keuangan, Staf Umum dan Kasi Kesra bertempat di Aula Kantor Desa Babadan. Sebanyak 54 peserta saling beradu ilmu menyelesaikan materi soal ujian mulai pukul 08.00 WIB dan berakhir dua jam kemudian. Untuk Staf Umum diikuti 17 peserta, Staf Keuangan 15 peserta, Staf Pembangunan 15 peserta dan Kasi Kesra hanya 7 peserta.

Akhirnya pemenang dari pelaksanaan ujian Perangkat Desa langsung diumumkan setelah melewati tahapan koreksi secara terbuka oleh semua anggota panitia yang disaksikan oleh peserta sendiri juga diawasi dari jajaran Muspika Kecamatan Paron .Kemudian untuk Staf Umum dimenangkan Sunarti dengan nilai tertinggi 67, disusul Staf Keuangan diraih Sukardianto dengan nilai 80, dan Staf Pembangunan diraih oleh Mugiyanto dan untuk Kasi Kesra mendapatkan nilai 65 diraih oleh Marhadi. Menurut keterangan Ketua Panitia, Ruslan, menjelaskan pelaksanaan ujian Perangkat Desa pihak panitia sendiri menjaga kerahasiaan materi yang ada dengan mengkarantina panitia semalam di Kantor Desa agar materi yang dibuat tidak bocor kepada peserta. “Panitia sudah optimal melakukan pekerjaanya seperti pembuatan naskah materi soal memang dibuat secara mendadak pada malam sebelum pelaksanaan sehingga istilah kecurangan dari panitia tidak ada,” jelas Ruslan. (pr)


Rabu, 16 Maret 2011

LAYAKKAH KEBERADAAN GEPENG DI OYAK-OYAK..?!

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI) GEPENG SANTUNAN MAPOLRES POLRES NGAWI(NGAWI)komunitas anak jalanan yang tergabung dalam ‘Punk Street’ mengaku seringkali dioyak-oyak Satpol PP,yang dianggap keberadaannya mengganggu kamtibmas. Terlepas dari persoalan yang ada, Kapolres Ngawi,AKBP Eko Trisnanto, Justru Menganggap bahwa para GEPENG adalah bagian dari masyarakat kita yang juga perlu mendapat perhatian.

(POLRES NGAWI). Untuk menciptakan suasana kondusif demi terciptanya keamanan bermasyarakat memang perlu pendekatan ke semua kalangan meskipun kelompok tersebut kaum minoritas yang biasa disebut ‘Gepeng’ terdiri dari tuna wisma, pengemis dan pengamen jalanan. Kepedulian itulah yang digagas oleh Kapolres Ngawi,AKBP Eko Trisnanto, bentuk kepedulianya dengan apresiasi membagikan sedekah berupa paket bingkisan sembako kepada 75 orang gepeng yang beroperasi di wilayah Ngawi acara kemanusiaan ini bertempat di aula Mapolres Ngawi, Jum’at (11/3). Tujuan dari kegiatan kemanusiaan yang rutin digelar pada dasarnya memberi pendekatan kepada kaum gepeng untuk berperan aktif ikut menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban secara umum.

Menurut Kasat Bimas, AKP Munaji, saat mendampingi Kapolres Ngawi secara rinci menjelaskan dengan kegiatan tersebut satu sisi gepeng jangan dipandang sebelah mata oleh masyarakat, dimana gepeng selalu lekat dengan perilaku yang meresahkan. “Apapun mereka tetap bagian dari kita sebagai masyarakat yang perlu adanya perhatian dan kepedulian dengan demikian para gepeng ini sangat kita harapkan peran aktif ikut menjaga ketertiban,” ujar AKP Munaji.

Di tempat yang sama komunitas anak jalanan yang tergabung ‘Punk Street’ melalui salah satu anggotanya, Rafael, menuturkan seringkali pihak Satpol PP mengoyak-oyak keberadaanya yang dianggap mengganggu kamtibmas. Terlepas dari persoalan yang ada Kapolres Ngawi,AKBP Eko Trisnanto, selama ini keberadaan gepeng memang belum diperdayakan oleh sebagian masyarakat. ” Namun tidak salahnya mereka (gepeng-red) sangat kita harapkan menjaga keamanan secara bersama-sama dengan kita dan yang lebih penting Polres Ngawi bisa menjadi obyek wisata dalam artian mereka yang datang kesini tidak takut ataupun canggung karena kita pada dasarnya pelayan masyarakat dan mengayomi mereka,” jelas AKBP Eko Trisnanto yang dikenal murah senyum dan dekat dengan berbagai golongan masyarakat ini. (pr)


Selasa, 15 Maret 2011

SEORANG BIDAN DIRAMPOK DAN DIBUNUH

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI) PEMBUNUHAN DESA KLAMPISAN GENENG NGAWI(NGAWI). Di duga akibat korban Perompokan danPembunuhan, seorang Bidan, Janda beranak 2 warga Desa Klampisan Kec. Geneng ditemukan Tewas didalam kamarnya. Sontak saja hal ini membuat geger warga dan berbondong-bondong ke TKP yang mengakibatkan akses jalan Desa dipagi ini macet total.

(KLAMPISAN GENENG). Supari (40), Warga Rt 05/02 Desa Klampisan Kec. Geneng Kab. Ngawi ditemukan tewas didalam Kamarnya dengan kondisi yang mengenaskan. Bidan berstatus janda beranak 2 ini, lehernya hampir putus dan ada dugaan kuat akibat korban pembunuhan.

Korban Tewas pertamakali ditemukan pertamakali oleh pembantunya Ida. Menurut penuturannya, keadaan dalam Kamar tidur majikannya tampak acak-acakan. “ Saya lantas berteriak minta tolong warga karena saya ketakutan.” Ujar Ida. Dan masih menurutnya korban ditemukan tengkurap dengan bersimbah darah serta mngenakan Daster bermotif kembang.

Sampai berita ini diturunkan, Petugas Kepolisian masih melakukan penyelidikan dan Identifikasi TKP. Sementara diduga kuat, peristiwa ini adalah Perampokan, serta terindikasi Korban melawan karena lokasi kamar tidurnya terlihat berantakan. (kun)


Senin, 14 Maret 2011

PELANTIKAN UCENG DESA TEGUHAN

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI) PELANTIKAN KAUR KASUN PERTANIAN DESA UCENG NGAWI TEGUHAN PARON NGAWI  (NGAWI).konsolidasi ke internal pemerintahan desa dengan BPD sangat perlu, selain itu juga harus partisipasif mengajak seluruh warga untuk membangun desa, yang kedua transparansi atau keterbukaan, yang ketiga akuntabel bisa dipertanggung jawabkan secara administrasi maupun fisik.

(TEGUHAN PARON). Hasil dari pelaksanaan ujian perangkat Desa Teguhan,Kecamatan Paron khususnya Kasi Pertanian atau Uceng yang digelar seminggu lalu dengan pesrta 22 orang yang dimenangkan oleh Teguh Antowi,23 th, akhirnya dilantik oleh Kepala Desa Teguhan, Mujiono, bertempat di Aula Kantor Desa Teguhan, Minggu (13/03/2011). Acara pelantikan dihadiri Camat Paron, jajaran Muspika, BPD dan tokoh masyarakat. Dalam mengawali acara Ketua BPD Desa Teguhan, Arwani, menyampaikan laporan bahwa pelaksanaan ujian Perangkat Desa sudah sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Ngawi No. 9 Tahun 2006 tentang Tata cara Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Di mana sebagai BPD telah menerima hasil pelaksanaan ujian Perangkat Desa sesuai penetapan pemenang oleh Panitia Desa untuk diusulkan dilantik oleh Kepala Desa Teguhan. Dalam pelaksanaan ujian, BPD menilai Panitia Desa sudah menjalankan tahapan demi tahapan sesuai tata tertib yang ada mendasar transparansi dan keterbukaan. Kemudian selaku Kepala Desa Teguhan, Mujiono, dalam sambutanya untuk menjabat Kasi Pertanian atau ‘Uceng’sampai usia 60 tahun dari tanggal pelantikan sesuai Perda dan Perbup sangat diperlukan keuletan dalam mengemban selaku pelayan masyarakat. “Apalagi Uceng yang kita lantik saat ini masih muda dan yang kita harapkan pada mereka jangan malu bertanya terkait jabatan yang baru diembanya,” kata Mujiono.

Tambah Kepala Desa Teguhan, memang untuk bisa memahami apa tugas pokoknya sebagai Uceng harus belajar pada sesepuh yang dulu menjabat Uceng. Di tempat yang sama Suradji, Camat Paron, dalam tugas mengabdi langsung ke masyarakat dibutuhkan konsolidasi ke internal pemerintahan desa dengan BPD sangat perlu, selain itu juga harus partisipasif mengajak seluruh warga untuk membangun desa, yang kedua transparansi atau keterbukaan, yang ketiga akuntabel bisa dipertanggung jawabkan secara administrasi maupun fisik. “Dan kita harus saling mengingatkan, kalau seorang pemimpin tidak mau diingatkan jangan sekali – kali jadi pemimpin,” tandas Camat Paron, Suraji. (pr)

Minggu, 13 Maret 2011

FAKTOR KESULITAN EKONOMI MENDOMINASI KASUS BUNUH DIRI

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI) KASUS BUNUH DIRI DADAPAN KLITIK GENENG (NGAWI)(NGAWI)  (NGAWI). Nenek Renta(88) ini nekat mengakhiri hidupnya dengan menggunakan seutas tali. Suber yang diperoleh, ada dugaan kuat, karena alasan kesulitan Ekonomi. Sementara untuk dua tahun terakhir, dari berbagai sumber, di Kab. Ngawi sudah terjadi 6 Kasus bunuh diri dengan berbagai alasan, yang didominasi karena Faktor kesulitan Ekonomi.

(DADAPAN KLITIK). Pagi sekitar pukul 5.30 Wib, Warga Dusun Dadapan Desa Klitik Kec. Geneng Kab. Ngawi, digemparkan atas penemuan sesosok mayat yang menggantung dengan seutas tali dilehernya. Jasad Nenek renta, Sukiyem (88), ditemukan pertamakali oleh tetangga sebelahnya, Wijianti (54). “Saya kaget begitu lihat mayat Mbah Suk bergelantung. Dan saya langsung berteriak minta tolong pada Warga.” Jelasnya.

Menurut sumber di lapangan, Nenek Sukiyem beberapa hari lau memang berperilaku aneh. Seperti minta segelas Obat Pastisida yang biasa untuk menyemprot Padi dari gangguan Hama. “Memang Mbah Suk pernah minta segelas Pastisida dengan alasan tak jelas.” Aku Ipung warga setempat. “ Dan juga pernah minta dibelikan tali. Benar, saya tidak menyangka kalau Mbah Sukiyem akhirnya mati gantung diri.” Urainya lebihlanjut. Petugas yang datang langsung melakukan olah TKP, dan menyatakan bahwa nenek renta ini, murni Bunuh diri.

Sementara, Kasus bunuh diri di Ngawi, untuk 2 tahun terakhir memang mengalami kenaikan yang signifikan. Dari berbagai alasan, yang cukup dominan dilakukan karena alasan kesulitan Ekonomi. Sedang untuk masalah Kesehatan ternyata juga turut berperan sekaligus mendampingi karena masalah remaja. (kun/pur/fer)


Sabtu, 12 Maret 2011

BENARKAH TERNAK NGAWI BEBAS ANTRAX

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI) (PASAR HEWAN PASAR LEGI NGAWI ANTRAX KANDANGAN)(NGAWI)(NGAWI)  (NGAWI)Meski dinyatakan bahwa Hewan Ternak baik Kambing Domba dan Sapi di Ngawi Bebas Antrax, Namun Pantauan dilapangan, untuk Pasar Beran Ngawi penyuplai daging Sapi mencapai 98% justru berasal dari Bojonegoro maupun Solo dan Sragen. Apakah dengan kenyataan ini Ngawi Bisa dinyatakan aman dari Antrax..!

(PASAR HEWAN NGAWI). Guna mengantisipasi penyebaran penyakit Anthrax pada hewan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi langsung melakukan sidak ke pasar hewan yang ada di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi Kota, Jum’at (4/3). Langkah tersebut untuk mengantisipasi secara dini penyakit pada hewan khususnya sapi akibat virus Anthrax. Setidaknya ternak hewan di Ngawi jangan sampai kecolongan dari dampak penyakit yang mematikan ini sehingga di perlukan pengawasan ketat. “Sampai sejauh ini mendasar pemeriksaan kita dilapangan belum mendapatkan hewan yang terindikasi penyakit Anthrax, akan tetapi kita juga tidak boleh kecolongan dengan melakukan pemeriksaan rutin terhadap hewan ternak,” kata Ir.Bambang Wiyono, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi.

Lebih lanjut Ir.Bambang Wiyono, Perhatian yang lebih terhadap penyebaran Anthrax terhadap hewan setidaknya untuk mempertahankan predikat bahwa hewan yang berasal dari wilayah Ngawi bebas Anthrax seperti kambing, domba dan sapi. Sehingga dengan menyandang predikat bebas Anthrax penjualan hewan yang berasal dari Ngawi tidak akan terganjal. “Dengan langkah ini mudah-mudahan para peternak hewan tidak merasa khawatir dengan hewan peliharaanya dan perlu kita sadari Anthrax merupakan penyakit menular melalui pernafasan, pencernaan dan luka pada kulit maka manusia pun juga berpotensi kena Anthrax kalau kita tidak bener-bener jaga kesehatan dari hewan yang dipelihara,” pungkas Ir.Bambang Wiyono. (pr)


Jumat, 11 Maret 2011

GADIS BELIA MENJADI KORBAN NAFSU BEJAT BOCAH INGUSAN

(BERITA) DAN (KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI) (TUNGKULREJO KROMPOL PADAS KASREMAN BRINGIN KARANGJATI)(NGAWI)(NGAWI)  (NGAWI) Gadis belia berperawakan bongsor, sebut saja EW (16) menjadi korban Pencabulan dan Menurut Keterangan Kabag Humas POLRES ngawi, AKP I Wayan Murtika menjelaskan bahwa masih ada tersangka sebanyak 3 Pemuda Ingusan lagi setelah mengorek keterangan dari salahsatu pelaku yang berhasil ditangkap dan kini harus rela mendekam dibalik jeruji besi Mapolres Ngawi.

(TUNGKULREJO PADAS). Seorang gadis dibawah umur EW (16 th) warga Desa Tungkulrejo, Kecamatan Padas menjadi korban pecabulan seorang pemuda ingusan YP ( 16 th ) warga Dusun Pakis,Desa Krompol, Kecamatan Karangjati, Rabu (9/3). Kejadian berawal saat EW meninggalkan rumah selama satu minggu tanpa pamit kepada kedua orang tuanya. Kontan saja orang tua EW mencari keberadaan putri tercintanya yang baru saja menginjak usia remaja tersebut. Satu minggu lamanya keberadaan EW seolah hilang tanpa bekas, kemudian baru tercium bahwa EW pergi bersama seorang remaja ingusan dari Desa Krompol. Saat itulah orang tua EW langsung meluncur ke lokasi mendasar informasi EW berada.

Kemudian , ternyata informasi dari warga tidak salah ketika sampai dirumah YP akhirnya EW ditemukan oleh orangtuanya tapi YP sendiri saat itu tidak berada dirumah. Kepada kedua orang tuanya EW mengaku diperdaya oleh YP dengan iming-iming akan dipekerjakan disebuah swalayan, namun swalayan mana EW akan dipekerjakan juga tidak jelas. Dalam satu minggu itulah EW mengaku digagahi layaknya hubungan suami istri oleh YP dengan dalih selain akan dicarikan pekerjaan juga mau dinikahi. Langsung saja orang tua EW melaporkan kejadian pencabulan ini kepada petugas.

Dihadapan Polisi, YP mengakui segala perbuatanya dan menurut pengakuanya masih ada rekanya yang melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap korban. Menurut Kapolres Ngawi, AKBP Eko Trisnanto, melalui Kabag Humas Polres Ngawi, AKP I Wayan Murtika menjelaskan mendasar penyidikan dan pengembangan kasus dari pelaku masih ada 3 remaja lagi yang terlibat. “Tersangka sendiri mengakui perbuatanya dan setelah dikembangkan ada tiga orang dan ada yang masih pelajar” jelas AKP I Wayan Murtika. Kemudian akibat perbuatan cabul tambah AKP Wayan Murtika, tersangka akan dijerat dengan pasal 81 ayat 1 dan 2 UU RI No 23 Tahun 2002 dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun dan minimal 3 tahun. (pr)


Kamis, 10 Maret 2011

AKUI DEKAT BUPATI, WARGA NEKAT DEMO KASUNNYA

BERITA DAN KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI DADAPAN SEKARPUTIH SEKAR PUTIH WIDODAREN NGAWI DI DEMO WARGA NYA  (NGAWI)War (40) Seorang Kepala Dusun (KASUN) Dadapan Desa Sekar Putih Kec. Widodaren didemo warganya, (10/03/2011) karena sudah muak dengan perilakunya yang makin arogan. Beberapa warga yang tak mau disebut namanya menyatakan bahwa kasun Ini sering menggembar-gemborkan kedekatannya dengan Bupati

(DAPADAPAN, SEKARPUTIH)Kejengkelan warga akhirnya terlampiaskan setelah perilaku bejat War yang kepergok sedang berkasih-mesra dengan pasangan Selingkuhannya Sum (32). Ratusan warga mendatangi Balai Desa dengan meneriakkan Yel-yel yang menuntut mundur War Dari jabatan Kasun-nya.

Demo yang mendapat kawalan ketat dari aparat keamanan ini, Dalam Musyawarah yang dipimpin langsung Oleh Kades Sekarputih, Sus prastiyaningsih serta Ketua BPD, Sukadi yang juga di wakili oleh Tokoh masyarakat ini menghasilkan kesepakatan untuk sementara mengambil tindakan menonaktifkan dari jabatannya serta dalam waktu dekat akan segera diproses Pemberhentian War untuk Kasun Dadapan.

Sementara, Istri War juga ikut dalam aksi Demo ini. Dalam penuturannya ia juga sudah muak dengan perilaku suaminya karena sudah melupakan dirinya serta anak-anak. "Hari Sabtu sore saya memergoki sendiri ketika didalam kamar sedang berduaan." Ungkapnya. Dan ada Rumor beredar bahwa juga ada indikasi pemalsuan Data Kartu Keluarga (KK) dengan atas nama War pekerjaan Petani yang beristrikan sum. " Padahal didusun sini yangnamanya War itu ya cuma ada satu..ya si Kasun itu." Kata seorang Warga yang enggan disebut namanya. (kun)


Rabu, 09 Maret 2011

MOTTO NGAWI RAMAH DIUJI KEBENARANNYA OLEH BIDADARI TUNA NETRA

BERITA DAN KABAR CERITA INFO WARTA TRIBUN ORBIT NGAWI PENYANDANG CACAT TUNA NETRA KELILING INDONESIA CETAK MURI (NGAWI) Seorang ibu tengah baya penderita Tuna Netra akibat kecelakaan pada tahun 2007 lalu dengan pakaian sederhana, malah terkesan sudah usang, duduk terpaku dilorong pintu Utara Gedung DPRD Kab. Ngawi. Beberapa Staf Sekretariat dan Para Anggota Dewan lalu-lalang tanpa menghiraukan keberadaannya. Disinilah Slogan Ngawi Ramah sedang Diuji kebenarannya.

(DPRD NGAWI) Siapa sangka, ternyata Ibu 5 anak dengan kekurangannya karena menyandang Tuna Netra ini telah mampu mengantongi 488 Tandatangan dan Stempel Pemerintahan kota maupun Kabupaten se Indonesia. Dr. Hj. Murtini SH.MM memang bertekad Untuk mencetak Rekor MURI. Dan selama 3 tahun yang diawali sejak 15 September 2007 lalu, kini tinggal Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Keberadaannya di Gedung DPRD Ngawi ini, setelah berjam-jam duduk terdiam dilorong pintu Utara akhirnya menarik perhatian salah-satu Anggota Dewan Komisi II. Slamet Riyanto.S.Sos dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) langsung menghampirinya dan melakukan ramah-tamah. “Saya mendukung semangat ibu, dan saya Do’akan semua bisa tercapai dan kembali kerumah dengan selamat.” Kata Slamet R

Sementara Dr. Hj. Murtini SH.MM, mengawali perjalananya dari Provinsi Nangro Aceh Darussalam (NAD). Menurut penuturannya, dulu ia adalah seorang Dosen di Universitas Riu (UNRI), dan meraih gelar Doktor (s3) dari Negeri Belanda Pada tahun 1997. Pernikahannya dengan Letjen. Hadi Dedi Apriyanto yang dikarunai 5 anak, dalam menjalankan misi ini menggunakan biaya sendiri. “Saya memang bertekat diam disini (Gedung DPRD Ngawi-Red), sebelum ada yang menyapa dan menanyakan akan keberadaan saya..” Paparnya. “ Dan ternyata ada bapak anggota Dewan ini ( Slamet Riyanto.S.Sos-red) yang sudi menegur sapa saya. Dan saya cukup bangga dengan Kabupaten Ngawi Dan saya kira Beliaulah Penyelamat Slogan NGAWI RAMAH.” Ungkapnya sambil berpamitan dan akan bertandang ke Dinas Sosial yang kemudian diantar oleh salah seorang Staf Sekretariatan Dewan Ngawi. (kun)


Selasa, 08 Maret 2011

UJIAN PERANGKAT DESA (UCENG) DIIKUTI 22 PESERTA

BERITA DAN KABAR CERITA INFO WARTA HARI INI NAMA KEPALA PELAJAR SISWA SEKOLAH SMPN 1 2 3 4 5 6 7 CURI MALING NYOLONG SEPEDA MOTOR PANCAL(NGAWI) ARTI DARI UCENGNGAWI. Untuk memenuhi pelayanan terhadap masyarakat perlu optimalisasi tenaga perangkat yang ada di lingkup pemerintahan tingkat Desa. Salah satunya tenaga perangkat desa yang menangani bidang pertanian dan tata irigasi yang di istilahkan ‘Uceng’.

DESA TEGUHAN, KEC. PARON NGAWI. melaksanakan ujian perangkat desa ‘Uceng’ pada Minggu,(06/03/2011) di ikuti oleh 22 peserta dengan mengambil tempat ujian di Balai Desa Teguhan. Sehari sebelumnya panitia ujian memberikan materi atau Bank Soal kepada seluruh peserta sebanyak 550 soal. Langkah ini diambil menurut Ketua Panitia Ujian Desa Teguhan, Munirul Hadi, agar setiap peserta secara dini mengetahui materi yang di ujikan. “Memang sehari sebelumnya materi soal kita berikan kepada peserta, namun dalam pelaksanaanya hari ini soal yang kita berikan kepada peserta sebanyak 100 soal mendasar lotre dari peserta itu sendiri” kata Munirul Hadi.

Pelaksanaan ujian dimulai sekitar pikul 07.00 WIB yang ditandai lotre materi soal disusul pengesetan soal sebanyak 100 soal yang sebelumnya para peserta mengisi identitas diri pada LJK. Materi ujian meliputi Agama, Bahasa Indonesia, Matematika dan Pengetahuan Ilmu dan Teknis Uceng. Panitia memberikan waktu sekitar dua jam kepada peserta untuk menyelesaikan materi pertanyaan pada lembar jawaban dan pada pukul 12.00 WIB pelaksanaan ujian pun berakhir langsung dilakukan koreksi secara terbuka. Selama satu jam panitia ujian melakukan koreksi, dari hasil penilaian koreksi oleh panitia lansung mengumumkan pemenang. Dari 22 peserta yang memperoleh nilai tertinggi Teguh Antowi dengan nilai 80 disusul Aris mendapatkan nilai 76 dan tiga besar terakhir diraih Taufik mendapatkan nilai 75. Mendasar perolehan maka Panitia mengumumkan kepada Teguh Antowi sebagai pemenang yang berhak dilantik oleh Kepala Desa Teguhan.

Secara umum pelaksanaan ujian Perangkat Desa ‘Uceng’ yang menghabiskan biaya 33 juta berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh panitia tingkat desa sebelumnya sehingga tahapan demi tahapan dilalui dengan lancar meskipun ada hambatan-hambatan pada awalnya. ‘’Sesuai hasil ujian perangkat hari ini maka pemenangnya akan segera kita lantik mendasar usulan dari BPD” ujar Mujiono, Kepala Desa Teguhan. Sementara Teguh Antowi,25 th, yang didampingi orang tuanya menjelaskan kemenanganya pada ujian ini merupakan sesuatu anugerah. “Saya sendiri sama sekali tidak menyangka kalau mendapatkan nilai tertinggi karena pesertanya yang banyak” jelas Teguh Antowi yang masih membujang ini. (pr)


Senin, 07 Maret 2011

3 PELAJAR SMPN BERGENGSI, EMBAT SEPEDA PANCAL

BERITA DAN KABAR CERITA INFO WARTA HARI INI NAMA KEPALA SEKOLAH SMPN (1 2 3 4 5 6 7)CURI COLONG MALING TEMAN (NGAWI)Tindakan 3 pelajar dari salah satu SMPN bergengsi di ngawi ini tergolong professional. Bocah baru Gede inipun memanfaatkan kelengahan korban yang melaksanakan Sholat Jum’At dengan membidik sasaran 2 buah sepeda pancal berkelas. Dan benar, dengan sangat mudahnya langsung membawa kabur Barang curiannya.

MAPOLRES NGAWI. Tindakan Ke 3 Pelajar disalah-satu SMP Negeri Yang bergengsi di Ngawi ini tidak patut ditiru. Dengan memanfaatkan Kelengahan Koban saat menjalankan Sholat Jum’at (04/03/2011) di Masjid At-Taqwa Kelurahan Ketanggi, Pelaku yang terdiri dari Rifa (15) warga Dsn Jrubong Jururejo Ngawi, Ardian (16), warga Ketanggi Ngawi serta Awaludin (15), warga Desa Jambangan Paron Ngawi yang semuanya duduk di kelas 9 di sekolah yang sama mengembat sepeda Pancal Merk PolYgon milik Trio Sudarno (48) warga Kelurahan Pelem dan juga sepeda merk United milik Nohuk (46) warga Kelurahan Ketanggi. Dan berkat kesigapan petugas, akhirnya ketiganya dapat diringkus.

Kapolres Ngawi, AKBP Eko Trisnanto lewat Kasubag Humas, AKP I Wayan Murtika membenarkan kejadian tersebut. Kini ketiganya Harus berurusan dengan Mapolres Ngawi guna mempertanggung-jawabkan perbuatan mereka. Masih menurutnya, bahwa ketiganya kini dalam pemeriksaan Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) mendasar Undang-undang 32 Tahun 2002. ”Dan sesuai dengan prosedur, kami juga siapkan Pasal 32 KUHP atas tindakan pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.” Kata I Wayan.(kun)


Minggu, 06 Maret 2011

LAGI...KARENA PWN NGAWI, KAKEK 70TH TERPAKSA DIBOPONG

BERITA DAN KABAR CERITA WARTA HARI INI NAMA KEPALA KETUA DINAS KESEHATAN PUSKESMAS KEC. KECAMATAN BRINGIN DESA SUMBER BENING DUSUN BOAN POLSEK LSM LPK3 PWN NGAWI TELAH LAHIR BAKSOS NGAWIDesa Sumber bening Kec. Bringin Kab. Ngawi, tepatnya di Dusun Boan, seorang kakek renta 70 Tahun terpaksa harus digendong untuk menerobos kerumunan. Petugas medis yang didatangkan dari Puskesmas Bringin segera tanggap dan langsung memberi pengobatan. Hadir pula dilokasi, Kapolsek serta Danramil Kec. Bringin untuk memantau situasi didampingi Kades Sumberbening, Mashudi.Amd.Kep

BOAN SUMBER BENING. Gelar Bakti Sosial (06/03/2011) antara PWN ( Persatuan Wartawan Ngawi ) bekerjasama dengan LSM LPK3 di hari ke 2 (terakhir), selain memberikan Pengobatan Gratis juga membagikan Sembako bagi warga Dusun Boan Desa Sumberbening Kec. Bringin Ngawi Yang tidak mampu. Kades Sumberbening, Mashudi.Amd.Kep terjun langsung dilapangan didampingi Kapolsek , Danramil serta Camat Kec. Biringin. Sementara dari Pemkab. Ngawi nampak juga hadir Kabag Humas Ngawi.

Desa Sumber Bening terletak disebelah timur kurang-lebih 21 Km dari Pusat Kota Ngawi. Masuk Dalam Kec. Bringin. Angka kepadatan penduduk sekitar 8100 dengan jumlah KK ( Kepala Keluarga ) 413 yang menyebar di 10 Dusun. Rata-rata matapencaharian adalah Petani. Untuk Dusun Boan sendiri yang juga baru beberapa minngu aliran Listriknya Nyala, terletak paling utara dari pusat desa. Dengan Jumlah penduduk 430, dusun Boan terbilang sulit untuk dicapai karena harus melewati jalan terjal yang bis menghabiskan waktu 2 Jam bila diambil lewat Waduk Sangiran. Meski begitu, jalan pintas dengan melewati hutanpun bisa digunakan, namun bila musim hujan tiba, maka jalan tersebut tidak bisa digunakan.

Mashudi.Amd.Kep, Kepala Desa Sumber Bening yang menjabat sejak tahun 2007 ini mengungkapkan bahwa khususnya untuk Dusun Boan sangat memerlukan adanya Pendidikan bagi anak Usia Dini. Masih menurutnya, untuk hal tersebut terpaksa menggunakan fasilitas Mushola sebagi tempat untuk mendidik anak-anak usia Dini. “ Kami mohon pada Pemerintah, untuk sekiranya bisa membantu fasilitas terutama gedung untuk kegiatan ngajar-mengajar.” Tutur Kades yang Fasih berbahasa Jawa Halus ini. (kun)

Sabtu, 05 Maret 2011

PARA KULI TINTA NGAWI NGLURUG DUSUN SENTUL

BERITA DAN KABAR CERITA NAMA KEPALA KETUA DINAS KESEHATAN PUSKESMAS KEC. KECAMATAN KARANGANYAR SENTUL GEMBOL KAPOLSEK DANRAMIL NGAWIDesa Gembol Kec. Karanganyar Kab. Ngawi Khususnya Dusun Sentul, pagi ini (05/03/2011) sontak menjadi hiruk-pikuk ajang kerumunan warga. Suwardi, Kades Setempat didampingi Kapolsek serta Danramil Kec. Karanganyar terjun langsung melihat situasi dilokasi. Dan setela ada komando, Para Kuli Tinta yang tergabung Dalam Persatuan Wartawan Ngawi (PWN) langsung merangsek ke Dalam.

NGAWI. Itu adalah gambaran kegiatan Baksos para Kuli Tinta Yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Ngawi (PWN) di Desa Gembol Kec. Karanganyar, Kab. Ngawi tepatnya di Dusun Sentul. Meski medan berat, akhirnya Gebyar pengobatan gratis mendapat sambutan yang luar biasa yang kemudian diakhiri dengan pembagian SEMBAKO untuk masyarakat yang kurang mampu.

Desa Gembol, Kec. Karanganyar kab. Ngawi, membawahi 5 Dusun. Dengan Jumlah KK 1752 serta Berpenduduk 4500 Jiwa. Bila dari MONUMEN SURYO dengan mengambil jalan pitas hanya sekitar 20Km. Namun medan yang dilalui cukup berat. Beberpaka kali Penulis Jatuh, meski telah berhati-hati.

Suwardi, KADES Gembol, Di sela kesibukannya mengatur para warganya yang antri untuk mendapat pengobatan gratis dalam rangka Hari Pers Nasional yang di selenggarakan oleh PWN ( Persatuan Wartawan Ngawi ) memaparkan bahwa Warga desanya khususnya warga Dusun Sentul sangat-sangat senang akan acara ini. “Satu hal yang saya titipkan, Mohon para Wartawan bisa menjebatani masalah Listrik.” Kata Kades Suwardi. “ Karena selama ini untuk Dusun Sentul belum dialiri Listrik. Biar warga kami bisa melihat indahnya TV Berwarna.” Tambahnya sambil menerangkan bahwa selama ini TV yang mereka punya semua Hitam Putih karena hanya itu yang bisa memakai Batteray (ACCU)

Sementara kegiatan BAKSOS berakir tengah hari. Acara ini selain menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat, juga dihadiri KAPOLSEK serta DANRAMIL wilayah Karanganyar, Serta pengobatan Gratis ini bekerjasama dengan PUSKESMAS Karanganyar lewat Dinas Kesehatan Kab. Ngaw dan LSM LPK-3. (kun)

Jumat, 04 Maret 2011

PETANI IKAN NGAWI TERGANJAL PRODUK HUKUM

BERITA DAN KABAR CERITA NAMA KEPALA KETUA DINAS PERIKANAN DAN PETERNAKAN KAB. NGAWI BENTOR LELANG KASIHAN…Akibat terganjal dengan produk Hukum yang masih ngambang, Sepeda Motor gerobak (BENTOR) di lingkup Dinas Perikanan dan Peternakan Kab. Ngawi, terpaksa mangkrak. Kelompok Petani Ikanpun belum bisa menikmati hasil lelang di bulan Nopember tahun 2010 lalu. Meski barang tersebut diletakkan diruangan beratap, namun karena tanpa dinding, Bentor itu ditiap titik nampak noda Karatan.

NGAWI. Pengadaan Sepeda Motor yang dimodifikasi dengan gerobak ( BENTOR) hasil lelang pada tahun 2010 lalu, ternyata masih belum bisa disalurkan kepada kelompok-kelompok Petani ikan untuk memperlancar penjualan. Bupati Ngawi, Ir Budi Sulistiyono ketika dikonfirmasi atas temuan BPK yang mengharuskan Bentor tersebut di Asetkan dulu ke Pemkab Ngawi, menjelaskan bahwa dirinya telah mendisposisikan untuk pengasetan. “ Sudah, saya telah mengarahkan untuk sistem pinjam pakai bagi penerima Bantuan Bentor tersebut.” Jelasnya.

Kepala Bidang Aset dan Pelaporan DPPKA kab. Ngawi, Soebijanto.S.Sos.,M.Si , lebih rinci membeberkan permasalahan terkait Produk Hukum yang akan diambil. “ Tentunya kami akan sesuai dengan mekanisme. Bentor tersebut jelas harus menjadi Aset Daerah. Kami masih menunggu laporan dari Satker terkait dalam hal ini Dinas Perikanan yang masih menggodok Perdanya lewat Kabag Hukum Ngawi.” Terangnya.

DPRD Ngawi Komisi II yang dipandang ikut bertanggungjawab atas terkatung-katungnya Sepeda Motor Gerobak atau Bentor ini, terkesan enggan untuk menerang-jelaskan lebih rinci. “Tolonglah. Untuk masalah ini kami harap wartawan juga ikut menjembatani.” Kata Agus. S

Kabag Hukum Kab. Ngawi, Sofyan.SH.M.Hum diruang kerjanya memaparkan bahwa pihanya akan secepatnya menggodok lebih cepat Untuk Memperdakan karena Bentor ini setelah jelas menjadi Aset Pemerintah, sistem sewa pakai yang akan diterapkan. “Tapi tunggulah. Kami akan secepatnya menyelesaikan masalah ini. Berkas sudah jadi dan tinggal minta disposisi dari Bupati.” Paparnya.

Entah sampai kapan Bentor ini akan tersalur ketangan yang berhak sesuai dengan Juklak-Juknis ketika pengajuan pengadaan yaitu untuk digunakan oleh para Kelompok Petani Ikan agar kesejahteraannya meningkat. “Saya juga ingin sekali Bentor ini disalurkan. Untuk apa berlama-lama disini, kan kasihan para Petani yang sudah lama menunggu bantuan ini.” Kata Ir. Bambang Wijono, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Ngawi.(kun)


Kamis, 03 Maret 2011

RAKUS GEROGOTI DANA P2SEM, DIGANJAR 1 TH PENJARA

BERITA DAN KABAR CERITA NAMA KEPALA KETUA SEKDIN KAJAKSAAN NEGERI PENGADILAN NEGERI NGAWI LSM PALAPAProgram Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM), yang menitik beratkan pada penguatan kelembagaan sektor ekonomi masyarakat memang menjadi lahan yang mudah untuk diselewengkan. Pelaku biasanya merasa mudah dan bisa untuk mengutak-atik angka Nol agar bisa memperdayai dalam peng-SPJ-an. Dan hasilnya kasus ini mampu meramaikan suasana sidang diberbagai wilayah Jawa Timur terkait program yang digelontorkan Pemprov Jatim ini.

NGAWI. Kasus korupsi P2SEM yang melibatkan salah-satu personil LSM Duta Bangsa Institute (DBI) yakni Musafak (31) hari ini (03/03/2011) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Ngawi mengganjar 1 Tahun Penjara dengan denda 50 Juta Rupiah, Subsider 3 Bulan. Karena terbukti melanggar pasal 31/99 tentang Pencegahan Korupsi Junto UU No. 20 Tahun 2009.

Berawal pada tahun 2008 yang ketika dua pengurus LSM DBI menerima dana kucuran sbesar 50 Juta Rupiah untuk kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Karena system pengawasan longgar dan mudahnya mengutak-atik angka-angka, ternyata membuat mereka makin rakus menelan bilangan NOL. Tak urung jumlah 50 juta itupun menyusut menjadi 20 Juta. Sedang sisanya dibuat Kroyokan bersama.

Tindakan tak pantas itupun akhirnya terendus oleh Kejaksaan Negeri(KEJARI) Ngawi dan mengusut serta menuntaskan perkara ini sampai di meja Hijau. Sementara Musafak sendiri dalam persidangan yang tanpa didampingi kuasa hukum dalam menerima putusan Majelis Hakim ini hanya menuturkan bahwa dirinya akan berpikir dulu untuk melakukan Naik Banding atau tidak. (kun)

Rabu, 02 Maret 2011

BPMPP KAB. NGAWI NYATAKAN TAK PERNAH KELUARKAN IJIN

BERITA DAN KABAR CERITA NAMA KEPALA KETUA SEKDIN BPMPP YANMAS BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIJINAN NGAWISekitar 32 titik kegiatan Penambangan yang mengepras bukit-bukit tanah kapur nampak leluasa beraktifitas di Kab Ngawi Jawa Timur. Dump Truck pengangkut hasil tambang pun hilir mudik tak henti, yang membuat beberapa ruas jalan kampung rusak berat.

NGAWI. Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan (BPMPP) kab. ngawi, Yusuf Rosyadi menegaskan bahwa pihaknya selama ini tidak pernah satupun mengeluarkan Ijin Kepada pengusaha Galian C. “ Dulu ada satu, tapi Ijinnya sudah mati pada tahun 2009 yang lalu.” Jelasnya siang itu (02/03/2011). “Dalam pemberian Ijin, pihak kami mendasar atas rekomendasi dari Dinas Pertambangan yang mempunyai kewenangan atas penentuan untuk kegiatan Penambangan Rakyat di Ngawi ini.” Imbuhnya.

Kegiatan Penambangan Rakyat Galian C, kini sudah melibatkan alat-alat berat. Seperti di titik Kec. Padas misalnya, jalan akses Desa yang tiap hari lalu-lang Dump Truck nampak rusak berat dengan bekas Tanah Padas yang makin memperparah keadaan, meski pada awalnya untuk me-normalisasi jalan biar nampak Kuat. Titik-titik lain seperti di Kec. Kasreman, Kec. Pitu serta pinggiran Museum trinil keadaanya tak jauh beda keadaannya.

Sementara diperoleh keterangan, bahwa pengurusan Ijin untuk kegiatan penambangan rakyat Galian C ternyata cukup Ribet. Untuk kegiatan Penambangan yang melewati Jalan Kabupaten Harus ada Rekomendasi dari PU Bina Marga. Sedang untuk dokumen UKL dan UPL juga harus disahkan oleh Kantor Lingkungan Hidup. Dan untuk galian C skala besar harus menyertakan Persyaratan AMDAL. (kun)


Selasa, 01 Maret 2011

KUASAI TEKNOLOGI ATAU JAUH TERTINGGAL

BERITA DAN KABAR CERITA NAMA KEPALA KETUA SEKDIN HUBKOMINFO NGAWI Tinggal hanya hitungan beberapa Minggu saja, maka untuk ke 217 baik Desa maupun Kelurahan se-Kab. Ngawi sudah masuk dalam program Desa Pintar yang berbasis internet. Begitu Masyarakat Desa sudah Melek Teknologi, ada kemungkinan lebih memilih Layanan, baik yang berbentuk jasa Jual beli maupun Informasi yang berbasis Internet ketimbang Yang biasa mereka lakukan selama ini.melaui media konvensional

NGAWI. E-Government yang dicanangkan pemerintah telah menetaskan satu Program yaitu Desa Pintar. Bupati Ngawi, Ir Budi sulistiyono dalam keterangannya memaparkan bahwa nantinya Teknologi yang berbasis informatika dengan jaringan internet diharap mampu membawa perubahan yang besar terutama bagi jalannya Pemerintahan paling bawah yaitu setingkat Desa.” Nantinya dengan Melek Teknologi undangan rapatpun cukup saya mengirim E-Mail saja.” Tambah Mbah Kung, sapaan akrab Bupati Ngawi.

Hubkominfo Kab. Ngawi lewat SEKDIN, Soehandoko melebar-jelaskan bahwa pihaknya ( Hubkominfo-Red ), sebatas pendampingan karena menyangkut Teknologi Jaringan. “ Dalama hal ini sebagai Leading Sektor tetap Badan Pemberdayaan Masyarakat.” Jelas Soehandoko (01/03/2011). Sedang untuk mendukung peralatan lainnya termasuk Modem ataupun ISP ( Internet Servis Provider) telah menggandeng Bank BRI sebagi Sponsor. Dan ditambahkan Pula bahwa nanti Desa bisa menjadi PPOB (Payment Point Online Bank) “ Otomatis Pihak Desa akan ada pemasukan karena bisa melayani Pembayaran Rekening PLN, Telkom, Leasing maupun PDAM” Tambahnya.(KUN)