media online pemberitaan kabupaten ngawi
media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Bahwa menyangkut jejaring sosial khususnya facebook dengan akun "Sinar Ngawi" hanya sebagai tempat Sharing Link Berita saja. Bila ada akun FB dengan kemiripan nama dan atau beberapa ada history foto,catatan, yang ternyata untuk menawarkan jual beli "ONLINE" maka bukan tanggungjawab kami.----TTD Admin/ceo media SN ----
Custom Search

Senin, 31 Oktober 2011

DISINYALIR BEBERAPA PROYEK TERANCAM MOLOR

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Meski tak semua, namun ditengarai dengan adanya seabrek proyek secara umum di Kab. Ngawi Jawa Timur bakalan tak mampu kejar target waktu penyelesaiannya. Selain hal ini disebabkan beberapa tender yang nekat diadakan mepet waktu tahun anggaran, juga terindikasi adanya pengerjaan yang terkesan lamban, seperti pengerjaan jalan.

Pihak Pemkab sendiri terkesan mengulur-ulur waktu terhadap pengerjaan rehabilitasi jalan yang memakan dana tidak kurang dari 34 miliar. Kekhawatiran akan molornya pengerjaan terlihat dari pengaspalan dibeberapa titik dan ruas jalan terkesan loncat-loncat. Seperti yang terlihat diruas jalan Ngawi-Jogorogo, dugaan sementra bahwa pihak rekanan yang memenangkan tender atas proyek tersebut terkesan setengah hati dan hanya mementingkan provit ketimbang kwalitas dari pengerjaan yang menelan biaya miliaran rupiah.

Seperti yang diungkapakan Sunardi anggota legislative komisi D DPRD Ngawi, dirinya menyoroti lambatnya pengerjaan jalan yang saat ini dikerjakan. Betapa tidak Sunardi mencontohkan untuk jalur Mantingan-Tambakboyo sampai sejauh ini belum tampak kalau jalur tersebut bakal diperbaiki. “Masak sampai hari ini belum ada satupun material yang ada disepanjang jalur Mantingan-Tambakboyo, padahal akhir tahun ini kan harus selesai,” terang Sunardi, Senin (31/10). Legislator dari Partai Hanura tersebut menambahkan seharusnya pihak eksekutif me warning kepada pihak rekanan yang sengaja atau tidak sengaja mengerjakan proyek rakyat dengan melampui masa waktu atau target yang telah ditentukan.

Kontan saja pernyataan anggota legislative DPRD Ngawi tersebut langsung ditepis oleh Sudarno Kepala Bidang Perawatan Jalan dan Jembatan Dinas PU Kabupaten Ngawi. Menurut pihaknya pengerjaan jalan sudah pasti akan selesai sesuai waktu yang telah ditentukan. “Tidak mungkin pengerjaan molor sudah pasti selesai sesuai target sekitar akhir bulan tahun ini,” kilah Sudarno. Demikian juga menyangkut sistim pengerjaan sendiri Sudarno menambahkan seperti jalur Ngawi-Jogorogo memang dikerjakan secara spot-spot. ‘’ Dan sampai saat ini tingkat pengerjaan rehabilitasi jalan sudah mencapai lima puluh persen dan ada beberapa ruas jalan justru selesai seratus persen, jadi tidak ada namanya mengulur-ulur waktu,” pungkasnya. (pr-SN)

Minggu, 30 Oktober 2011

NGAWI JAWA TIMUR : BENTENG VAN DEN BOSCH

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Benteng Van Den Bosch atau juga lumrah disebut Benteng Pendem ini merupakan salah satu peninggalan pada zaman kolonial Hindia Belanda yang tersisa di Ngawi. Ironisnya hanya segelintir warga Ngawi yang pernah melihatnya secara langsung keberadaannya, lantaran hampir 20 tahun lebih, lokasi area benteng tertutup untuk umum.

Jelas kabar tentang dibukanya lokasi benteng Pendem tersebut cukup melegakan warga Ngawi akan tetapi ketika tim Sinar Ngawi memulai penelusuran benteng bersejarah dan prestisius itu dengan arsitekur kastil khas eropa memang sangat tercengang dengan kondisi saat ini, tembok dan tiang penyangga mulai keropos dimakan jaman, Minggu (30/10). Betapa tidak warisan bersejarah peninggalan dari Gubernur Jenderal Defensieljn Van Den Bosch sekitar tahun 1839-1845 kondisinya tidak terawat. Beberapa bangunan terlihat rusak seperti panggung kesenian rakyat yang dulu dibangun Pemkab Ngawi terlihat sudah hancur hampir rata dengan tanah. Memang sejak sejak tahun 1962,Benteng Van Den Bosch dijadikan markas Yon Armed 12 yang sebelumnya berkedudukan di Kecamatan Rampal,Kabupaten Malang.

Karena kondisinya tidak mendukung untuk kesatuan akhirnya Yon Armed 12 dipindah ke Jalan Siliwangi sejak sepuluh tahun lalu. Akan tetapi sebagian areal masih dimanfaatkan pihak kesatuan untuk penyimpanan persenjataan. Maka alasan itulah Benteng Van Den Bosch masih ditutup untuk masyarakat. Menurut Komandan Yon Armed 12 Mayor Arm Sugeng Riyadi beberapa saat lalu, Benteng Van Den Bosch tersebut yang merupakan warisan cagar budaya sejak pertengahan tahun ini akan beralih fungsi dijadikan potensi wisata sejarah. “Bagi masyarakat bisa kembali menikmati nilai-nilai sejarah dari benteng tersebut,’’ terang Mayor Arm Sugeng Riyadi. Tambahnya, masyarakat yang berkunjung didalam lokasi akan dipandu petugas yang akan menambah wawasan mereka. “Saat ini masyarakat bisa berkunjung masih dalam hari tertentu yakni Sabtu dan Minggu,” imbuhnya.

Sementara Yudhie Kusdarnanto, salah satu warga yang tinggal tidak jauh dari Benteng Van Den Bosch menjelaskan kalaupun toh benteng tersebut mulai dijadikan wisata sejarah harus dibarengi dengan perawatan. “Di bagian dalam benteng ada areal tertentu kondisinya sangat memprihatinkan, ada keretakan-keretakan yang bisa saja menimbulkan material jatuh dan membahayakan pengunjung,’’ papar Yudhie Kusdarnanto. Masih tutur Yudhie, semasa kecilnya sering bermain kedalam lokasi benteng dan kondisi pada saat itu jauh dari yang dilihatnya sekarang ini kemudian dirinya menegaskan untuk pihak yang mengelola saat ini harus melakukan pemugaran supaya pengunjung tidak merasakan kekecewaan saat melihat warisan perjuangan bangsa ini “Seperti areal lapangan sepakbola yang dulu digunakan untuk klub kesebelasan Benteng Putra juga sudah rusak dan malah dijadikan sawah,” terangnya. (tim-pr)

Sabtu, 29 Oktober 2011

GENJOD “PAD”, PAJAK REKLAME NAIK 100 PERSEN

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Mau tak mau, para pengusaha lokal maupun luar daerah yang berinvestasi di Ngawi, bakalan dihadapkan dengan naiknya pajak iklan dan reklamenya hingga 100 persen. Pihak Pemerintah Kabupaten Ngawi dengan disahkannya 7 Raperda tempo hari, maka diharapkan untuk tahun kedepan bisa pemenuhi target hingga 1 Milliar hanya untuk Reklame saja.

“Kita mengacu ke perda tentang pajak reklame yang mengalami kenaikan, dengan begitu PAD kita tercapai sesuai harapan,” ungkap Bupati Ngawi, Ir.H.Budi Sulistyono, seusai menghadiri rapat pengesahan 7 raperda di DPRD Ngawi, Rabu (19/10). Tambahnya, terkait kenaikan pajak iklan dan reklame akan berlaku untuk tahun depan. Dan itupun terbagi dari tiga zona pajak seperti jalan protokol dalam kota, wilayah kecamatan dan jalur propinsi yang masuk kawasan hutan.

''Sebenernya kenaikan pajak dari sektor reklame sudah naik tahun ini hanya saja untuk kenaikan mencapai seratus persen tetap kita jalankan pada tahun berikutnya,” kata Bupati Ngawi.
Tegas Bupati Ngawi, dengan pembagian zona pemasangan iklan dan reklame nantinya dibarengi dengan kawasan yang bebas dari reklame untuk menjaga keindahan tata kota sendiri. “Untuk tahun ini saja hanya pajak yang terserap dari sektor reklame hanya sekitar lima ratus juta tiap tahunya,” terang Mbah Kung, sapaan akrab dari Bupati Ngawi. Dengan wacana kenaikan pajak reklame harus dibarengi penataan ulang tempat yang dianggap tepat untuk sarana sosialisasi produk dari pengusaha sendiri.

Namun, seperti yang terlihat di sepanjang jalur protokol khususnya Jalan Ahmad Yani justru terkesan tumpang tindih didalam pemasanganya meski beberapa waktu lalu Satpol PP telah menertibkanya. Rencana yang dilontarkan Bupati Ngawi tentang pajak reklame langsung direspon dari Anas Hamidi salah satu anggota DPRD Ngawi bagian komisi IV. “Tidak terserapnya pajak reklame secara optimal kemungkinan saja pihak DPPKA selaku leanding sectornya terlalu lemah,” ungkap Anas Hamidi. Sementara kata pengusaha selaku obyek pajak, Titin Marhaeni salah satu pengusaha property dari Surabaya ketika dihubungi melalui via telepon mengungkapkan dengan kenaikan pajak pihaknya tidak terlalu mempersalahkanya. “Meski pajak naik harus dibarengi kejelasan regulasinya supaya pengusaha sendiri tidak mersa dirugikan,” jelasnya. (pr-SN)

Jumat, 28 Oktober 2011

KEJARI NGAWI MUSNAHKAN BARANG BUKTI

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Kejaksaan Negeri Ngawi kembali musnahkan barang bukti (BB), berupa 80 jerigen minuman keras jenis arak jowo, ganja, sabu-sabu, 2 plastik klip berisi pil koplo masing-masing berisi 10 pil koplo dan beberapa HP merk Nokia, Jum’at (28/10). Barang haram tersebut, ditaksir senilai hingga puluhan juta Rupiah.

Hasil tangkapan penyidik Polres Ngawi tersebut akhirnya dimusnahkan dengan cara dibakar di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Selopuro, Kecamatan Pitu. Sementara pihak Kejari Ngawi, Kasmin.SH, seusai pembakaran barang bukti mengatakan, pemusnahan ini merupakan kegiatan rutin institusinya selama pertengahan tahun hingga Oktober 2011.

”Ini kegiatan rutin Kejari Ngawi, kemudian kita terus memerangi baram haram yang beredar di wilayah Ngawi khususnya,” ujar Kasmin.SH. Menurutnya nilai dari barang bukti ini sekitar puluhan juta rupiah dan dari puluhan perkara sebagai bentuk tindak lanjut dari keputusan Pengadilan Negeri (PN) yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Selain itu pembakaran barang bukti ini untuk menghindari penyalahgunaan juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari pihak yang tidak bertanggungjawab.

Barang bukti yang dimusnahkan diantaranya adalah arak jowo dari Bengkonang Jawa Tengah yang mau dikirim ke kota Tulunganggung,ganja satu poket, sabu satu poket dan HP dari hasil kejahatan selama ini.

”Selain itu juga pihak Kejari Ngawi terus memburu pelaku yang secara sengaja mengedarkan minuman keras maupun obat lainya,” tambah Kasmin.SH. Dalam pemusnahan ini juga turut diundang diantaranya adalah plt Kasi Pidana Umum Kejari Ngawi, Suyanto.SH.

Perlu diketahui untuk kali ini, barang bukti yang dimusnahkan cenderung menurun apabila dibandingkan dengan pemusnahan sebelumnya yakni pada bulan Januari sampai Oktober 2011. Kemudian pemusnahan barang bukti sendiri menjadi tontonan warga disekitar TPA Desa Selopuro.

Masih tambah Kejari, pihaknya mengharapkan kepada masyarakat Ngawi untuk segera memberikan informasi ke pihak jajaran penegak hokum apabila mengetahui adanya peredaran barang-barang tertentu yang dilarang. “Jadi kita secara terbuka menerima apapun bentuknya informasi dari masyarakat terkait penyakit masyarakat sendiri,” pungkasnya. (pr-SN)

Kamis, 27 Oktober 2011

SMA KP PARON: SAMBUT SUMPAH PEMUDA DENGAN RENUNGAN BERSAMA

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar SMA Karya Pembangunan (KP) Paron, apresiasikan Hari Sumpah Pemuda yang ke-83 dengan menggelar renungan bersama,(27/10). Tak kurang dari 40 pelajar putra -putri,bergantian bacakan puisi yang bertemakan kebangsaan. Dan siapa sangka, Sekolah yang di-CAP sekolah buangan ini ternyata mampu menetaskan lulusan yang sekarang menjadi ketua DPRD Ngawi

Gaung menyambut peringatan Sumpah Pemuda tahun ini nyaris tak terdengar. Padahal, peristiwa itu merupakan tonggak sejarah persatuan dan kesatuan bangsa yang mewarisi semangat nasionalisme para pemuda. Ikrar pemuda pada saat itu menorehkan tiga inti gagasan perekat bangsa, yakni satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa, Indonesia. Dalam Kongres Pemuda 1928 tersebut, juga diputuskan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dan bendera Merah Putih. Dengan lunturnya nilai kebangsaan tersebut SMA Karya Pembangunan (KP) Paron mengapresiasikan diri dengan menggelar renungan bersama malam peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-83 tahun, Kamis (27/10). Renungan sendiri diikuti tidak kurang dari 40 siswa terdiri dari pelajar putra dan putri.

Dalam renungan di isi dengan pembacaan puisi secara bergantian yang bertemakan kebangsaan dari para siswa. Menurut Bagus Suyono salah seorang Pembina dari SMA KP Paron mengatakan, dengan tergerusnya moral bangsa menjadi persoalan tersendiri bagi pemuda yang berperan langsung dan bertanggung jawab terhadap generasi bangsa. “Akan lebih tragis jika kaum muda terpengaruh dan menuruti jejak keadaan bangsa yang memburuk. Ini tidak kita kehendaki. Kaum muda adalah harapan seluruh warga, sama dengan harapan di masa lalu, saat Sumpah Pemuda dikumandangkan,”jelas Bagus Suyono. Selain renungan yang digelar setiap tahunya menjelang perayaan Hari Sumpah Pemuda, renungan lebih dititik beratkan sebagai wahana intropeksi akan nasib bangsa kedepan, Bagus Suyono, lebih mengedepankan peran aktif dari SMA KP Paron didalam mengimplementasikan makna Hari Sumpah Pemuda. Selain itu SMA KP kerap kali di cap sebagai sekolahan buangan yang identik dengan kekerasan semata. “Jadi tidak benar kalau sekolahan disini menyandang sebutan seperti itu, malah SMA KP Paron tidak jarang mencetak generasi yang berhasil menempati posisi penting di Negara ini,” kilah Bagus Suyono.

Ungkapan Bagus Suyono dibenarkan oleh salah satu alumni SMA KP Paron,Dwi Rianto Jatmiko.SH ,yang menjabat Ketua DPRD Kabupaten Ngawi periode 2009-2014. Kata Antok (sapaan akrab Dwi Rianto Jatmiko-red), sebagai alumni SMA KP dirinya merasa bangga sebagai generasi yang digembleng dari sekolahan itu. Malah Antok mengharapkan, terhadap pelajar SMA KP saa ini jangan merasa kecil hati dengan predikat sebagai sekolahan buangan. Kemudian terkait dengan Hari Sumpah Pemuda, Dwi Rianto Jatmiko.SH, menegaskan pemuda merupakan obyek dari suatu bangsa pemuda dan pemudi harus memiliki kepedulian dan atau tanggap terhadap kepekaan sosial yang tinggi dan bisa membantu memberikan kontrol sosial dalam hidup bermasyarakat. Tambah Ketua DPRD Ngawi, Kaum muda tetap menduduki posisi penting pada setiap perubahan tatanan sosial. Ini juga terjadi di Indonesia. Arah dan perjuangan bangsa terletak pada sikap kritis dari kaum muda. Perbaikan keadaan yang buruk tertumpu pada kaum muda. “Sebagai salah satu pemuda sangat berharap agar jiwa nasionalisme kembali terbangun mulai dari semangat sumpah pemuda yang satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa persatuan Indonesia,” ungkapnya. (pr-SN)

Rabu, 26 Oktober 2011

“NGASAK” SISI LAIN DARI MUSIM PANEN RAYA

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Musim panen tiba, adakalanya mendatangkan rejeki tersendiri bagi sebagaian orang dengan mencari sisa-sisa dari panen padi atau yang lumrah disebut “Ngasak”. Seperti yang dilakoni Sutiyem (68), warga desa Dempel Kec. Geneng Ngawi ini, dengan telaten memilah tumpukan batang padi yang ditinggalkan pemiliknya karena sudah dirontokkan dengan mesin.

Aktifitas ini biasanya dilakukan oleh wanita-wanita paruh baya dengan bergerombol. Tak jarang mereka bahkan melakukan Ngasak ini hingga keluar desa. “Kami hanya jalan kaki, meski kadang menempuh jarak hingga 20km ke desa tetangga.” Aku Sutiyem sambil terus mengduk-aduk batang padi yang sekilas nampak sudah tak ada butir padinya ini.

Menurut Miskun (58), pemilik areal persawaan dibilangan Brobyong Dawu, menguraikan bahwa dirinya merasa tak terganggu dengan kegiatan yang dilakukan pengasak ini. “Mereka sama sekali tidak merugikan. Toh kalau ada sisa itu rejeki mereka.” Ujarnya.

Pengakuan para Pengasak ini, rata-rata perharinya hanya mendapatkan satu hingga 5 kilo beruba gabah. “Ya hanya segitu, kadang buat makan sehari saja sudah habis.” Jelas sutiyem. “Dulu sebelum ada mesin, saya masih bisa ikut Gepyok (Merontokkan padi dengan di pukulkan dipapan-Red), tapi sekarang sudah langsung diborong oleh yang punya mesin perontok.” Tandasnya kemudian. (Kun-SN)

Selasa, 25 Oktober 2011

DIDUGA AJANG PERJUDIAN: BALAPAN LIAR DI RAZIA

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Kerap kali, tiap malam minggu, sepanjang Jalan A.Yani Ngawi tepatanya di bilangan Stadion Ketonggo Beran selalu dijadikan ajang kebut-kebutan. Anak-anak usia sekolah ini menggeber motornya dengan modal asal berani saja. Dan parahnya lagi, ditengarai justru hal ini hanya dijadikan sarana judi belaka. Tak pelak petugaspun merazia mereka malam minggu kemarin (22/10).

“Kami mendapat informasi adanya balapan liar yang mengangu ketertiban umum itu, kemudian kita kembangkan ternyata benar adanya langsung kita lakukan razia,” kata Kapolres Ngawi AKBP Eko Trisnanto.Seperti pantauan dilapangan, malam itu razia dilakukan petugas sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu empat truk Dalmas, datang ke TKP. Dan masing-masing petugas langsung melakukan penjagaan di pintu masuk serta pintu keluar, dengan harapan tidak satupun peserta balapan liar bisa lolos dari tempat tersebut.

“Memang tidak semua kendaraan yang ada di arena balapan liar itu di amankan. Motor yang diamankan adalah motor yang digunakan balapan liar, dan motor-motor yang tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan. Semuanya kami amankan, dan diangkut menju Polres Ngawi,” tegas Kapolres Ngawi. Dalam razia tersebut, pihaknya berhasil mengamankan 54 kendaraan bermotor. Lanjut AKBP Eko Trisnanto, berhubung mayoritas peserta balapan liar adalah pelajar pihaknya hanya melakukan pembinaan dengan melibatkan orang tua masing-masing, (pr-SN)

Senin, 24 Oktober 2011

REKONTRUKSI PEMBUNUHAN GEMPOL KARANGJATI

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Jajaran Reskrim Polres Ngawi gelar rekontruksi pembunuhan yang dilakukan Saridin(71), yang kedapatan dengan sadis menghabisi saudaranya sendiri yaitu pasangan suami istri , Sastro Kardi(74), dan istrinya Sriyatun (65), warga Desa Gempol, Kecamatan Karangjati pada Jum’at dini hari lalu (7/10).

Dalam rekontruksi yang digelar pada Senin,(24/10), Saridin memperagakan 31 adegan sewaktu menghilangkan nyawa kedua korban. Rekontruksi yang memakan waktu hampir satu jam lebih tersebut berlangsung lancar meskipun jalanya rekontruksi sendiri menyedot ratusan warga yang ingin mengetahui wajah Saridin sang pelaku pembunuhan kedua adik tirinya. Satu persatu Saridin melakukan adegan pembunuhan tanpa terlihat penyesalan yang tersirat dari wajahnya meskipun keluarga korban sempat mencaci maki terhadap dirinya.

Dalam rekontruksi tersebut, Saridin memulai proses pembunuhan yang pertama kali dengan korban Sriyatun yang rumahnya ada disamping kirinya. Dengan sebilah kapak Saridin pada Jum’at dini hari berjalan mengendap-endap menuju tempat dimana Sriyatun tidur dirumah anaknya. Setelah sampai dalam rumah melewati pintu belakang Saridin mendapati adik tirinya tersebut tertidur pulas. Tanpa basa- basi kapak Saridin langsung dihujamkan ke bagian kepala korban beberapa kali hingga luka berat yang berakhir meregang nyawa ke esokan harinya di RSUD Dr Soeroto Ngawi. Ternyata kakek ini belum puas juga, kemudian mendatangi lagi suami Sriyatun yaitu Sastro Kardi yang tidur dirumahnya sendiri tepatnya disisi kanan rumah pelaku, begitu mendapati Sastro Kardi tidur diranjang pelaku langsung memukulkan kapak bagian tumpulnya ke kepala korban hingga tewas seketika. Dan Saridin melakukan adegan terakhir kali saat menyerahkan diri di Mapolsek Karangjati yang diantar oleh Pandi salah satu tetangga dekatnya.

Pihak keluarga korban yang diwakili salah satu menantu korban, Suparmin, 41 th, mengharapkan kepada jajaran penegak hukum untuk berlaku adil dengan mengganjar hukuman kepada Saridin sesuai tindakanya. “Yang jelas dia (Saridin-red) harus menerima hukuman yang setimpal,” terang Suparmin. Kemudian Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Sukono,SH mewakili Kapolres Ngawi AKBP Eko Trisnanto saat memimpin jalanya rekontruksi mengatakan, rekontruksi yang dilakukan untuk memperjelas sejauh mana tindakan yang dilakukan tersangka. “Rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada tersangka sebelum akhirnya di serahkan ke penyidik kejaksaan kemudian korban tewas memang akibat dari benda keras,” terang Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Sukono,SH. (pr-SN)

Minggu, 23 Oktober 2011

TEBAR RIBUAN BIBIT IKAN DI BENGAWAN SOLO

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Ekosistem Bengawan Solo makin sekarat. Terbukti, sepanjang alirannya yang melintas di Kab. Ngawi Bagai bak sampah. Dan parahnya perilaku masyarakat pinggiran sungai diduga sering menangkap ikan dengan cara menebar racun. Wabup Ngawi, Ony Anwar,ST, merasa peduli dan mengajak masyarakat sekitar guna bersama-sama menebar bibit ikan sejumlah 3000 ekor.

Pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) merupakan perhatian tersendiri pihak pemerintah Kabupaten Ngawi. Seperti halnya yang dilakukan Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar,ST, untuk menjaga ekosistem Bengawan Solo dirinya melakukan penebaran benih ikan sebanyak 3000 bibit ikan di Desa Dumplengan, Kecamatan Pitu, Jum’at (21/10). Ribuan bibit ikan tersebut terdiri ikan jenis lele, patin dan bawal. Acara tersebut di ikuti tidak kurang dari ratusan warga sekitar lokasi juga tampak dari kalangan pelajar dan instansi terkait. Di sela-sela penebaran bibit ikan Wabup mengatakan Bengawan Solo mempunyai daya tarik tersendiri sehingga pesona yang terkandung didalamnya tetap harus dijaga dan dipertahankanya. “Kedepanya kekayaan yang kita miliki ini harus dijaga baik masyarakat yang berperan langsung maupun pihak lainya,” ungkap Ony Anwar,ST.

Wabup menambahkan, seperti yang terlihat dan sering dijumpai masih banyaknya warga masyarakat yang belum sadar akan pengelolaan lingkungan yang baik. Terbukti, dengan seenaknya warga membuang sampah di Bengawan Solo dan menangkap ikan denga racun yang berakibat fatal dimana populasi ikan secara langsung akan mati. “Tanpa kepedulian semua pihak saya kira akan sulit program yang kita canangkan akan berjalan, padahal kalau dijaga dengan baik Bengawan Solo ini menjadi ajang rekreasi kedepanya,” tambah Wabup Ngawi.

Ditambahkannya, untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang lebih baik, dia mengajak semua warga untuk terus menjaga kelestarian alam dan ekosistemnya. Hal itu, bisa dilakukan bukan hanya dengan meningkatkan kegiatan Tebar Benih Ikan namun juga menggalakkan pemeliharaan sungai yang sudah ada.Di samping menjaga keseimbangan dan kelestarian alam dengan tebar benih ikan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan dan mendukung program pemerintah dalam Gerakan Makan Ikan.

Wabup Ngawi , Ony Anwar dalam pernyataannya juga menyadari kegiatanTebar Benih itu bukan merupakan hal baru. Karena itu diperlukan kesadaran dari semua warga untuk secara serentak mensukseskan program pro pelestarian lingkungan tersebut. Ketersediaan populasi ikan yang memadai juga dapat menarik masyarakat yang hobi mancing untuk menyalurkan hobinya dan sungai menjadi salah satu tempat wisata yang menarik. (pr-hums)

Sabtu, 22 Oktober 2011

SEBULAN DIBUKA, PASIEN SAKIT JIWA NGAWI MBLUDAK

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Ruang Mawar baru berumur 1 bulan. Fasilitas Rawat Inap khusus pasien sakit jiwa RSUD dr Soeroto Ngawi ini kebanjiran pasien. 14 penghuni kini telah tinggal diarea yang terdirii dari 4 ruang dengan 16 ranjang. Diprediksi, hal ini akan terjadi peningkatan tajam lantaran pasien luar daerah banyak yang akan dirujuk disini seperti Madiun dan Magetan

Ke 14 pasien yang terdiri 12 pria dan 2 perempuan. Seperti yang diungkapkan kepala ruang perawatan sakit jiwa, Budi Supriyono,S.kep, memang pihaknya mengakui masih perlu penambahan tenaga perawat dan tenaga keamanan dalam hal ini Satpam. “Sebetulnya jumlah perawat disini sebanyak sebelas orang sudah cukup akan tetapi bilamana pasien makin bertambah mungkin saja tenaga perawat masih dibutuhkan lagi,” terang Budi Supriyono,S.kep, kemarin Rabu (19/10).

Ditambahkannya, terkait tenaga pengaman yang saat ini sama sekali belum ada, dirinya mengharap untuk segera direalisasikan. “Meskipun pasien jiwa yang ada disini kita seragami pakai kaos dengan tulisan ruang mawar RSUD dr Soeroto dengan maksud untuk membedakan dengan pasien lainya, seringkali pasien jiwa ini membuat perlakuan usil para pengunjung rumah sakit disini makanya peran satpam kita butuhkan,” imbuh Budi Supriyono,S.kep. Lanjutnya, meskipun para pasien sakit jiwa terus diawasi pihaknya terkadang mereka tetap saja berkeliaran ke tempat lainya sehingga mengganggu kenyamanan pengguna lainya. “Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan kita usulkan ada semacam penyekat atau tembok khusus ruangan ini,” jelasnya.

Penambahan fasilitas ruang rawat inap sakit jiwa mengacu pada perubahan status manajemen RSUD dr Soeroto menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Tentunya menjadi persoalan yang bisa membawa kemajuan sistim pengelolaan pelayanan itu sendiri. Sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Rumah Sakit selain itu perubahan status menjadi BLUD sudah sesuai acuan dengan mendasar Permendagri No.61/2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. (pr-SN)


Jumat, 21 Oktober 2011

RAYU GADIS TETANGGA SENDIRI HINGGA HAMIL

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Rayuan gombal sang pemuda tetangganya sendiri, sebut saja Mawar (16), gadis belia yang masih duduk di bangku SMA di ngawi ini terbuai hingga hamil 5 bulan. Tak pelak, orangtua korbanpun tak terima dan melaporkan ke pihak berwajib. Kini Arjuna desa itupun terancam dibuikan

Tindakan asusila Yang merenggut keperawanan siswi SMA di Ngawi ini, sebut saja Mawar (16), warga Kecamatan Sine, berakibat korbanpun hamil 5 Bulan. Ditengarai hal ini karena ulah Sh (28), tetangga sekampungnya. “Memang Sh sering bertandang ke rumah korban dengan tujuan apa saya sendiri juga tidak tahu,” terang warga.

Ibu korban setelah mengetahui ada sesuatu yang tidak beres terhadap bentuk fisik korban lantas berusaha membujuk putrinya untuk mengungkapkan secara jujur yang menimpa dirinya. Betapa kagetnya sang ibu setelah mendengar pengakuan dari korban. Untuk meyakinkan pengakuan korban, ibunya membawa ke bidan terdekat ternyata memang benar Mawar telah hamil lima bulan.

Tak terima akan hal ini, pihak keluarga korban segera melaporkan ulah bejat Sh kepada kepolisian terdekat.. Polres Ngawi lewat Kasubag Humas, AKP Wayan Murtika, saat mendampingi Kapolres Ngawi AKBP Eko Trisnanto membenarkan kejadian yang menimpa Mawar hingga hamil. “Saat sepi Sh ini melampiaskan nafsu birahi terhadap korban hingga menyebabkan kehamilan,” Jelas AKP Wayan Murtika. Ditambahkan lebih lanjut bahwa hasrat birahi Sh terhadap korban terakhir kali dilakukan pada bulan September disebuah hutan yang tidak jauh dari rumahnya. “Menurut pengakuan korban memang awalnya menolak karena desakan dan bujukan yang dilakukan Sh, akhirnya korban menuruti permintaan Sh,” tambah AKP Wayan Murtika.

Tak pelak, petugaspun menggelandang Sh guna mempertanggungjawabkan perbuatanya. Jeratan hukumpun telah menantinya dengan barang bukti barang bukti berupa kaos pendek warna pink, celana dalam warna merah, bra warna putih dan celana pendek warna gelap. (pr-SN)

Kamis, 20 Oktober 2011

TENGKULAK GABAH UNTUNG TUKANG ‘DEREP’ NGAPLO

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Musim panen padi kali ini diwarnai cerita yang mengenaskan. Betapa tidak, kaum buruh "DEREP" di Ngawi dapat dipastikan bakalan NGAPLO tak dapat mengais rejeki lantaran hampir semua areal sawah di Ngawi nyemplung ketangan Pengijon (Tengkulak) dari luar daerah Ngawi yang membawa sendiri tenaga borong panen.

Pemandangan seperti itulah yang terjadi di Desa Teguhan, Kecamatan Paron pada akhir-akhir ini. Para buruh tani ketika memasuki musim panen padi tiba harapan untuk menerima rezeki tambahan mungkin ada dibenak mereka, dengan berebut derepan (memanen-red) padi milik masyarakat sekitarnya namun ketika penebas gabah atau tengkulak datang bisa jadi menjadi momok yang menakutkan bagi buruh tani. Betapa tidak biasanya para tengkulak ini akan membeli gabah yang masih ada disawah dengan membawa para pekerja pembabat (pemanen-red) dari daerahnya masing-masing menurut asal dari tengkulak itu sendiri.

Seperti yang diceritakan keluarga Saiman, 50 th, warga Desa setempat mengakui untuk musim panen padi saat ini kemungkinan hasilnya dari derep tidak kurang 2 kwintal gabah saja. Padahal pada musim panen tahun sebelumnya Saiman yang dibantu dua anggota keluarganya mampu mengumpulkan gabah tidak kurang dari 5 kwintal lebih. “Berkurangnya hasil derepan saat ini secara jelas dipicu dari para penebas yang mengakibatkan saya dan keluarga tidak bisa lagi berebut lahan padi milik petani disini yang akan dipanen,” keluh Saiman, Selasa (18/10). Keluhan yang dirasakan kaum buruh tani berbeda jauh dengan tengkulak gabah, seperti yang terjadi dilapangan sejak para petani menjual padi yang masih ada diareal sawah secara jelas akan diuntungkan. Karena para tengkulak bisa memilih gabah secara langsung dilahan dengan kwalitas baik sedangkan kwalitas jelek pada umumnya mereka tinggalkan. Yang kwalitas jelek inilah menjadi lahan derepan bagi buruh tani.

Seperti pengakuan Sucipto, 45 th, salah satu makelar dari tengkulak ini secara blak-blakan bisa memilih kwalitas padi yang akan dipanenya. Meskipun dirinya harus membeli kepada petani secara spekulasi dengan menghituang luasan areal padi. “Kita membeli gabah yang ada disawah cuma memakai hitungan rumus perkiraan misalkan dengan luas setengah hektar kalau kita beli dengan harga yang agak lebih masih untung apa tidak kita, kalau untung ya kita langsung beli dan kita panen,” terang Sucipto. Kemudian lanjut Sucipto, untuk musim panen padi kali ini memang harganya fluktuasi atau naik turun tergantung perkembangan harga dipasaran. Ternyata hitungan untung apa tidak juga berlaku bagi petani pemilik lahan padi itu sendiri. Hariyanto, 43 th, petani dari Desa Teguhan tersebut mengakui untuk harga gabah saat ini memang dibilang agak baik ketimbang musim sebelumnya. “Harga padi per satuan kilonya pada awal panen memang menembus harga diatas empat ribu rupiah, namun setelah itu harga makin melorot tetapi masih terbilang baik,” kata Hariyanto. (pr)

Rabu, 19 Oktober 2011

ALUN-ALUN NGAWI: RAMAI PROYEK MINIM INFORMASI

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Entah melibatkan berapa rekanan, dan entah dari sumber dana mana saja, yang jelas pengerjaan proyek alun-alun ngawi bak misteri. Terbukti dari pengerjaan taman dari propinsi maupun penataan ulang lingkar luar hingga berita ini diturunkan tak satupun rekanan yang memasang papan informasi proyek.

Guna memaksimalkan pemanfaatan ruang terbuka Alun-alun Merdeka perlu adanya sentuhan ulang terbukti sejumlah pihak mulai mengkritik. Persoalan tersebut muncul lantaran masih adanya berbagai fasilitas yang belum terpenuhi hingga proyek tersebut berjalan. Seperti yang diungkapkan Anton Budi Himawan,ST, anggota DPRD Ngawi dari Komisi IV, pihak pelaksana kegiatan proyek seharusnya tidak mengesampingkan unsur-unsur lain seperti penerangan. “Jangan sampai ruang hijau tersebut disalahgunakan karena hanya minimnya penerangan,” terang Anton Budi Himawan,ST. Rabu (19/10).

Sementara penataan dari konsep sendiri masih jauh dari harapan semua pihak, lanjut Anton, pihak pelaksana proyek tidak memperdulikan unsur yang paling vital yaitu penghijauan. Lebih jauh, konsep penataan hanya bertumpu dan terkesan hanya menonjolkan bangunan fisik serta penambahan fasilitas untuk pengunjung. “Penataan yang jelas seimbanglah, kesanya dibangun malah meninggalkan fungsi utama sebagai ruang hijau,” lanjut Anton. Sesuai keterangan dipapan proyek dana tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp 292 juta lebih yang dikerjakan oleh kontraktor CV Adhi Surya Mandiri dengan masa pengerjaan yang akan berakhir pada tahun ini.

Tambah legislator PAN, dengan nilai sebesar itu juga harus dibarengi dengan sistim pengamanan sendiri. Menurutnya ketika taman ruang hijau tersebut sudah diserahkan ke pihak daerah jangan muncul persoalan. “Maitenance harus digarap secara menyeluruh misalkan soal keamanan dan ketertiban pihak Satpol PP harus secara rutin memantau dari ruang hijau tersebut,” kilah Anton. Dirinya juga menyoroti makin membludaknya gepeng yang berkeliaran di Alun-alun Merdeka saat ini bisa memicu persoalan sosial. Selain itu sebagai wakil rakyat , dirinya dengan pembangunan ruan terbuka hijau yang dilengkapi berbagai fasilitas yang ada seperti panggung terbuka yang dikemas secara outdoor sera gasibo akan memberikan kepuasan tersendiri bagi pengunjungnya.. ’’Jangan sampai malah dijadikan tempat ngendonya gepeng jelas mengurangi kenyamanan pengunjung,” pungkasnya. (pr)

Selasa, 18 Oktober 2011

DINKES NGAWI HIMBAU UKS LEBIH OPTIMAL LAGI

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Keracunan jajanan yang menimpa 51 anak SDN 1 Lego wetan Kec. Bringin Kab, Ngawi (17/10), mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Kasi Farmasi Makanan dan minuman (Mamin) Dinas kesehatan Kab. Ngawi, dr. Indah Pratiwi menghimbau agar sekolahan kembali mengoptimalkan team penggelak UKS agar kejadian ini tak terulang lagi.

Baik jajanan maupun minuman dengan warna yang mecolok ternyata menjadi daya tarik tersendiri khususnya bagi anak-anak. Hal inilah kadang beberapa oknum penjual maupun pembuat jajanan berbuat nakal dengan mencapurkan berbagai bahan pengawet maupun pewarna yang tak layak konsumsi.

Ditengarai bahwa peristiwa yang menimpa siswa SDN 1 Legowetan ini, lantaran mengkonsumsi sejenis Es lilin atau Es cream yang bisa disebut Es goreng. Dan akibatnya puluhan siswa yang baru bubaran upacara Bendera itu harus dirawat di Puskesmas Bringin karena menderita mual serta pusing hebat. Es yang mereka konsumsi, dijual dalam kondisi bungkus yang telah dibuka dan biasanya pedagang mengawetkannya dalam freezer serta ketika dijajakan maka akan diolesi sirup yang kental dengan warna yang menggoda. “Bahan-bahan inilah yang kami tidak tahu, apakah ini sudah kadaluwarsa atau tidak .” Jelas dr. Indah P, sambil menambahkan para pedagang kelililing ini diduga sering menggunakan bahan-bahan tak layak konsumsi baik untuk mengawetkan maupun dari segi warna agar kelihatan menarik pembeli.

Sementara Koplsek Bringin, AKP M.Syukur membenarkan bahwa telah terjadi keracunan diwilayah hukumnya. “kita sudah menindaklanjuti dan mencari pelakunya, yaitu pedagang itu sendiri, serta mengumpulkan beberapa saksi guna penyelidikan lebihlanjut. (kun-SN)

Senin, 17 Oktober 2011

PIHAK PEMKAB NGAWI AKHIRNYA TURUN TANGAN

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Penderitaan yang dialami oleh keluarga Sujarno(74), warga Desa Teguhan, kecamatan Paron Ngawi telah mendapat perhatian serius dari pemerintah. Jumitun (32 th) salah satu anak perempuan yang menderita penyakit jiwa bakal diboyong oleh pihak terkait guna menjalani perawatan di RSUD dr Soeroto Ngawi.

Kabar baik tersebut langsung disampaikan kepada keluarga Jumitun oleh Retno Pujiati salah satu staf permasalahan sosial Kecamatan Paron, Senin (17/10). Menurut Retno, apapun alasanya langkah pemasungan yang dilakukan keluarga Sujarno terhadap putrinya terebut tidak dibenarkan. “Kita mengupayakan segera mendapatkan program kesehatan melalui Jamkesmas dan kemungkinan Rabu depan (19/10) kita rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Ngawi,” terang Retno Pujiati.

Edi Waluyo selaku kabid Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans pemkab Ngawi memaparkan bahwa kelainan mental yang mendera Jumitun akan segera ditindaklanjuti. Masih menurut dia, bahwa keluarga ini masuk dalam daftar Rumah Tangga Sangat Miskin (RTMS).” Jumiatun akan mendapat perawatan penyakit jiwa di rumah sakit dr Soeroto dengan jaminan kesehatan yang telah dipersiapkan” Ungkap Edi Waluyo.

Sementara warga Ngawi lainnya yang nasibnya kurang beruntung yang dialami Saliyem (45) warga asal Desa Kedungputri, Paron, Ngawi yang penderita penyakit tumor di bagian perut dengan diagnose Axietas akibatkan perut membuncit layaknya perempuan hamil dengan umur 9 bulan ini juga mulai mendapat bantuan dari pemerintah daerah. “Dua warga Ngawi tersebut secepatnya akan kami proses guna pengobatan lebih lanjut.” Papar Edi sambil menambahkan bahwa pihanya menyampaikan rasa terimakasih atas peran serta media yang memang diakuinya hal seperti ini kadang luput dari pantauan pemerintah. “Segera keduanya akan kami rujuk dengan jaminan kesehatan dari pemerintah” Pungkasnya. (Pr/Kun-SN)

Minggu, 16 Oktober 2011

BEBERAPA SUNGAI DI NGAWI KERING

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Musim kemarau yang belum juga berkesudahan, membuat beberapa sungai serta anak sungai yang melintas di Kabupaten Ngawi mengalami penurunan debit air yang sangat drastis. Tak pelak, hal ini pastinya membuat was-was petani yang mengandalkan pengairan sawahnya dari aliran sungai.

Kekawatiran petani yang mengandalkan pengairannya dari sungai makin memuncak, lantaran beberapa minggu kedepan seharusnya sudah memasuki musim tanam. “Hasil panen sekarang saja sudah jeblog, kalau pakai diesel biayanya akan bertambah lagi.” Keluh Kantar warga Desa klitik Kec. Geneng yang kesehariannya mengandalkan pengairan sawahnya dari sungai ketonggo ini.

Hal senada juga disampaikan Sukirin warga Pelemsili Kec. Pitu Ngawi. Ditengarai debit air bengawan solo yang makin menipis, membuatnya berinisiatif dengan meletakkan diselmya hingga ketengah sungai guna menyedot air yang masih tersisa. “Inipun hasilnya belum maksimal. Saya terpaksa menggunakan dua diesel, satu di tengah dan saya sambung satunya di tebih itu.” Ujarnya sambil menuding kearah utara dekat areal garapannya.

Dapat dikabarkan, meski secara umum keluh-kesah petani terkait air, namun dapat disampaikan bahwa areal persawahan yang mendapat pasokan dari waduk Pondok serta waduk Sangiran masih nampak normal, meski kondisi prosentase air secara keseluruhan juga mengalamai penurunan. (Kun-SN)

Sabtu, 15 Oktober 2011

e-KTP: NGAWI SIAP MERAMPUNGKANNYA

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Makin tak sedapnya kabar ditingkat pusat terkait program e-KTP, Pemerintah Kabupaten Ngawi terus melangkah guna merampungkan program nasional Kartu Tanda Penduduk elektronik (e- KTP). Nampak dibeberapa Kecamatan mulai terlihat aktivitas petugas yang sibuk melayani masyarakat hingga jelang petang.

Seperti yang terlihat di Kecamatan Paron, sejak hari pertama pelayanan e-KTP dibuka, Senin (10/10), menurut pengakuan salah satu petugas e-KTP Kecamatan Paron, Jumadi, mejlentrehkan bahwa petugas e-KTP yang berjumlah 12 personil terpaksa lembur sampai tengah malam. “Yang jelas kita ngejar target padahal aturan kita dalam melayani e-KTP ke masyarakat sampai pukul 18.00 WIB,” terang Jumadi.

Kejar target 500 perhari per hari diakui sangat sulit dicapai. Berbagai kendala antara lain faktor kurangnya operator dan sering bermasalahnya eyes scanner serta peralatan sidik jari juga turut menyumbang keterlambatan. “ Terkadang untuk mengambil sidik jari satu orang saja membutuhkan waktu cukup lama lebih dari sepuluh menit karena sidik jarinya tidak terdeteksi di computer,” imbuh Jumadi.

Hal senada juga diungkapkan dari masyarakat sendiri, misalkan Romlah salah satu warga Desa Gentong, Kecamatan Paron. Ibu rumah tangga ini harus rela antri dari waktu siang hari hingga malam. “Gimana lagi yang namanya antri kita harus bersabar sebetulnya jenuh juga,” ungkap Romlah. Sementara pihak kasi pemerintahan Kecamatan Paron, Eko Yudo Nurcahyo.Ssos, menjelaskan di wilayahnya yang terdiri 14 Desa bakal rampung sekitar tanggal 16 Oktober tahun ini dengan cara digilir setiap desanya. Jumlah pemohon e-KTP sendiri di Kecamatan Paron sesuai data yang masuk mencapai 87.085 orang. “Memang jumlah pemohon di Kecamatan Paron terbesar kedua setelah Kecamatan Ngawi Kota,” kata Eko Yudo Nurcahyo.Ssos. (pr-SN)

Jumat, 14 Oktober 2011

MAN PARON NGAWI: Pembangunan RKB Th. 2010 Ngeri

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Kondisi dua Ruang kelas yang berlokasi di MAN Paron Ngawi hasil pelelangan Tahun Anggaran 2010 lalu, kondisinya sangat mengenaskan. Nampak beberapa dinding retak serta pasangan keramik yang mulai pecah disana-sini. Para Murid kelas 2 IPS 1 dan 2 mengaku terpaksa menempati ruangannya guna kegiatan belajar-mengajar.

Genteng sebelah selatan banyak yang ambrol ditambah kaca Boven yang pecah hanya dibalut dengan rangka bambu yang di beri plastik, sekedar pengamanan dari angin dan air hujan.

“Takut nggak takut, adanya begini ya terpaksa mau menempati ruang ini.” Ujar salah satu siswi kelas 2 IPS-II yang di-iyakan beberapa teman lainnya.

Informasi seputar bangunan Ruang Kelas Baru (RKB) sangat minim. Kepala Madrasah kebetulan baru keluar menghadiri rapat Kemenag Ngawi. Sedang dari KTU sendiri tak banyak keterangan yang didapat.

“Bapak kepala juga baru dan saya sendiri baru satu bulan ini menggantikan KTU yang purna tugas.”Ujar Dra Sri Wahyuni,M.Ag.

Sementara dapat dilaporkan, bahwa Bangunan RKB MAN Paron Ngawi dilingkup Kementrian Agama (Kemenag) Ngawi ini ditenderkan pada bulan Mei 2010 dengan Pagu dana Rp.177.750.000,- yang di ambil dari sumber dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran atau DIPA. (kun-SN)

Kamis, 13 Oktober 2011

POHON TUMBANG RENGGUT DUA NYAWA

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Na’as menimpa Dasil (50 th) dan Sarji (60 th warga Dusun Plosorejo, Desa Kandangan, Kecamatan Kwadungan Ngawi, kemarin sekitar pukul 17.00 (12/10). Kedua korban tertimpa pohon jenis Tares dilokasi pinggir jalan Desa Nginden. Akibatnya Dasil langsung tewas ditempat dengan luka yang cukup serius bagian kepala sementara Sarji meregang nyawa dalam perjalanan menuju IGD RSUD Dr Soeroto.

Informasi yang berhasil dihimpun dilokasi sekitar kejadian sore itu ada seseorang yang tidak dikenal membakar pohon tares yang berdiri tegak dipinggir jalan jalur Kwadungan-Ngawi pada bagian bonggolnya yang berdiameter sekitar 50 centimeter. Dan tidak jauh dari lokasi pohon tares yang dibakar tersebut ada tumpukan jerami, lantas percikan api merembet ke jerami. Api yang makin membesar membuat bonggol pohon tares makin membara saat itulah waktu yang bersamaan Dasil dan Sarji melintas dengan mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Vega bernopol AE 6676 GW menuju arah Ngawi. Dan pohon tares langsung roboh dan menimpa kedua korban.

Dilokasi kejadian warga yang mengetahui peristiwa tersebut langsung memberikan pertolongan terhadap kedua korban. ‘’Memang setiap sore kedua korban melintas jalan ini ketika pulang sebagai kuli bangunan,” terang Gianto, warga sekitar lokasi kejadian. Selain itu Gianto menambahkan, kemungkinan selain api faktor lain yang mengakibatkan pohon tares tumbang adalah angin kencang yang meniup pohon tersebut. Sementara pihak Kapolsek Kwadungan, AKP Jumadi, melalui Kasi Humas, Aiptu Adi Santoso, mengharapkan kepada warga lainya untuk tidak menyalakan api secara sembarangan yang berakibat membahayakan keselamatan orang lain. (pr-SN)

Rabu, 12 Oktober 2011

BEBERAPA RUAS JALAN MULAI DIPERBAIKI

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Harapan warga Ngawi boleh sedikit lega lantaran sarana infrastruktur jalan yang sebelumnya hampir 50 persen mengalami kerusakan, kini mulai getol diadakan perbaikan khususnya pada beberapa titik terparah seperti akses Ngawi-Jogorogo. Meski spot-spot, pihak Pemkab berjanji akan menyelesaikan hingga akhir tahun ini.

Sudarno menuturkan tingkat kerusakan jalan sendiri hampir rata untuk daerah Ngawi timur maupun Ngawi barat dan hanya bagian Ngawi tengah yang masuk wilayah kota kondisinya terbilang masih baik. Dan pada tahun ini pihak pemkab akan merampungkan pekerjaan perbaikan jalan meliputi 26 titik dengan menelan anggaran lebih dari 34 miliar. Didalam anggaran sendiri lanjut Sudarno, sumber dananya diambilkan dari APBN sebesar 22 miliar dan dan BK sebesar 12 miliar kemudian sisanya dai APBD Propinsi dan daerah. Adapun pos anggaran masing-masing lewat program Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) dan Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID).

Untuk dana BK sendiri akan dipakai untuk perbaikan jalan antara Mengger-Karanganyar, Paras-Gandri dan Paras-Brangol selain itu juga untuk rahabilitasi jembatan Dung Blong yang menghubungkan Sriwedari-Karanganyar. Sementara terkait dengan molornya perbaikan jembatan Kendung yang menghubungkan Kecamatan Geneng,Kwadungan,dan sebagai jalur alternatif Madiun-Maospati itu belum akan dilakukan tahun ini. Jelas Sudarno tidak diagendakan perbaikan jembatan yang dibangun 1960-an itu. Alasannya,DPU lebih memprioritaskan perbaikan jalan rusak yang bujetnya diambilkan dari dana bencana alam dari pusat senilai Rp5 miliar lebih. Sudarno menambahkan, pihaknya telah berkali-kali mengusulkan jembatan tersebut ke Badan Nasional Penangulangan Bencana(BNPB)di Jakarta.Dia menyebut pada 2010 lalu pihaknya mengajukan anggaran Rp15 miliar,namun yang turun hanya Rp5,2miliar. (pr-SN)

Selasa, 11 Oktober 2011

JEMBATAN NGUNENGAN: DIHIASI RIBUAN BANGKAI IKAN

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Sepanjang aliran sungai Bengawan Solo, tepatnya yang melintasi wilayah Kec. Pitu Ngawi (11/10), dijumpai ribuan bangkai ikan yang menumpuk padat dibibir Sungai. Hal ini terjadi akibat ulah orang-orang yang tak bertanggungjawab, dengan menebar racun jenis Pestisida yang dilakukan dua hari terakhir tanpa henti.

Seperti yang terlihat di jembatan Ngunengan Ds. Selopuro ini, berbagai jenis bangkai ikan air tawar nampak menyatu dan membuat aroma yang tak sedap, lantaran debit air minim akibat kemarau panjang ini. Beberapa warga sekitar mengakui bahwa 1 km kearah hulu sungai, tepatnya di Dsn Singget Ds Dumplengan menjadi tempat faforit bagi para oknum pencari ikan yang menghalalkan cara dengan menebar racun hama ini.

“Biasanya malam hari mereka ngobati ikan (istilah meracun-Red). Dan mereka bukan warga sekitar sini. “ Ungkap Sumantri. “Obatnya saja per kilo harganya empat ratus ribu. Dan tiap kali nebar warga juga ikut panen ikan.” Urainya lagi.

Sementara hasil dari pantauan di lokasi, beberapa ikan dari jenis Patin, Areng-areng serta Bader tiap orang bisa mendapatkan sekarung bekas pupuk. Diduga jenis racun yang digunakan adalah Teodan. Pihak terkait selama ini belum mampu membendung kegiatan mencari ikan yang merusah habitat sungai ini. Tragisnya, Ikan patin yang menjadi idola di jual dibeberapa tempat seperti di Pasar besar Ngawi.(Kun-SN)

Senin, 10 Oktober 2011

KEKERINGAN ANCAM WARGA SEKITAR WADUK PONDOK

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Masuk bulan Oktober saat ini, dirasa sebagian masyarakat Ngawi, khususnya di beberapa wilayah Ngawi timur meliputi Kecamatan Padas, Karangjati dan Bringin, sumber mata air dan sumur pompa milik warga nyaris kering. Dikawatirkan, bila dalam kurun waktu dekat tak juga turun hujan maka dipastikan akan terjadi kelangkaan air bersih.

Hal senada diungkapkan Nadi (45 th) warga Desa Gempol, Kecamatan Karangjati, sudah hampir dua bulan ini dirinya harus berjalan berpuluh-puluh meter untuk mendapatkan air bersih. ‘’Sumur pompa yang ada dirumah sudah satu bulan ini tidak ada airnya, ya terpaksa kita antri dulu mendapatkan air bersih,’’ terang Nadi, Senin (10/10). Selain Nadi diwilayah Desa Gempol saat ini jumlah warga yang terpaksa antri mencapai puluhan. Mereka pada umumnya harus sabar mendapatkan giliran air bersih dari sumur pompa milik warga lainya yang masih bisa mengalir kalau disedot dengan tenaga mesin diesel.

Kekeringan lantaran musim kemarau yang berkepanjangan juga berdampak lainya selain untuk kebutuhan sarana air bersih juga irigasi. Seperti yang terjadi di bendungan waduk Pondok, yang masuk wilayah Desa Gandong, Kecamatan Bringin, kondisi terakhir saat ini mengalami penurunan debit air sekitar 15 juta meter kubik dari total kapasitas volume waduk Pondok sekitar 30,9 juta meter kubik. Akibatnya berdampak terhadap kebutuhan irigasi pertanian di wilayah sekitar waduk tersebut. Padahal saat ini para petani sekitar waduk Pondok sangat membutuhkan ketersediaan air untuk mempertahankan tanaman tembakau dan jagung yang hampir panen. Niscaya dengan menurunya debit air waduk Pondok ancaman gagal panen bagi petani tembakau dan jagung.

Menurut Lasiman (50 th), warga Desa Ngandong, faktor lain yang ikut mempengaruhi menurunya debit air waduk Pondok adalah penebangan hutan sekitar waduk dengan seenaknya. Waduk Pondok dengan luas 64 ribu kilo meter persegi seharusnya menurut Lasiman, reboisasi harus dilakukan sebagai bentuk mempertahankan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada. “Tanpa kesadaran warga sekitar waduk, pastilah sulit untuk menciptakan waduk Pondok yang hijau kembali,’’ ungkap Lasiman.Dengan demikian waduk Pondok mendasar keterangan dari salah seorang penjaga, hanya akan mampu mengairi irigasi pertanian paling lama dua bulan kedepan.(pr-SN)

Minggu, 09 Oktober 2011

SMK PSM 1: BELASAN SISWI KESURUPAN

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Peristiwa kesurupan tersebut terjadi saat para siswi SMK PSM 1 Kedunggalar Ngawi berada di ruang X jurusan akutansi berhamburan keluar tanpa sebab yang jelas, Jumat (7/10). Kejadian berawal saat jam pelajaran sedang berlangsung. Akibatnya aktifitas belajar mengajar tersebut dihentikan sementara.

Para siswa terpaksa dipulangkan awal karena dikhawatir ikut kesurupan. Sementara pihak sekolah melarang sejumlah wartawan melakukan peliputan dan hanya mengizinkan berada di luar pagar sekolah. Saat berada di luar pagar sekolah, terdengar suara teriakan berulangkali dan terlihat pelajar yang kesurupan digotong oleh beberapa rekannya. Pihak sekolah juga terlihat menyembuhkan para pelajar yang kesurupan dengan mendatangkan pemuka agama.

Kemudian peristiwa ini sangat mengejutkan para guru dan siswa yang sedang konsentrasi belajar di ruang kelas. Peristiwa kesurupan massal membuat sejumlah siswa dan guru terlihat panik. Tidak berselang lama, sejumlah siswa lainnya pun ikut kesurupan berteriak dan meronta. Salah seorang warga yang tinggal di dekat SMKPSM 1 Kedunggalar, Sumarno (65 th), mengatakan bahwa kesurupan sudah terjadi tiga kali dalam satu bulan ini. "Pada saat itu juga puluhan siswi kesurupan, namun kemudian dapat disembuhkan," katanya. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah mengenai kesurupan massal yang menimpa siswi SMK PSM 1 Kedunggalar, termasuk apa yang menjadi penyebabnya.

Besar kemungkinan menurut Sumarno mereka para siswi dirasuki roh halus penunggu sekolahan. “Karena memang lokasi sekitar sekolah ini wingit (angker-red), dan apabila ada siswi yang lagi kosong pikiranya jelas mudah dirasuki,’’ ujar Sumarno. Selain itu keterangan lain yang berhasil dihimpun dari lokasi sekolahan tersebut mengatakan memang ada penunggunya berupa roh halus sejenis peri. Dan roh halus sejenis peri itu sering muncul waktu tertentu sekiranya terganggu oleh ulah manusia. “Suatu ketika saya lewat depan sekolahan itu pas tengah malam tiba-tiba ada suara perempuan yang memanggil saya denga lirih dari arah sekolahan tersebut, ketika saya tengok nampak wajah menyeramkan seorang perempuan dengan mata merah berbaju putih,’’ terang warga yang engan disebut namanya. (pr-SN)

Sabtu, 08 Oktober 2011

HARI JADI JATIM KE 66: NGAWI GELAR PRODUK UNGGULAN

|NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar Dalam rangka memperingati Hari Jadi Pemprov Jatim yang ke 66, Pemkab. Ngawi mulai malam ini (8/10), gelar berbagai kegiatan dengan mengambil tempat di Alon-alon barat. Rangkaian diawali dari pameran produk unggulan daerah termasuk corak Batik kas Ngawi dan dilanjutkan esok pagi dengan acara Jalan Sehat.

Dengan mengambil tema: “kita berantas korupsi untuk mengurangi kemiskinan” dalam sambutannya, Bupati Ngawi. Ir H. Budi sulistyono menguraikan bahwa dengan mengupayakan kerja keras sesuai Visi-Misi pembangunan Jawa Timur yaitu makmur dengan wong cilik bersama APBD untuk rakyat, maka Pro orang miskin dan Pro kesempatan kerja adalah hal yang sangat utama. “Dengan mengedepankan investasi langsung yang di implementasikan lewat memudahkan perijinan nantinya bisa membawa dampak kemajuan khususnya kabupaten ngawi.” Jelasnya dalam sabutannya malam ini.

Pemprov Jatim dalam meningkatkan kesejahteaan Ekonomi telah mampu merangkul 3750 Desa se Jawa Timur serta memberikan modal dengan melibatkan PKK Desa. Selain itu, kebijakan yang tak kalah penting adalah pemenuhan kebutuhan paling mendasar bagi rakyat miskin yaitu masalah pendidikan dan kesehatan. Pemnkab Ngawi sendiri bersama Pemprov Jatim telah melakukan sering agar masyarakat bisa mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang layak.

Sementara Kabupaten Ngawi sendiri dengan dinas terkaitnya telah mengucurkan dana hibah pada tahun anggara 2009 - 2010, berupa modal kerja dengan nilai lebih dari 5 Miliar Rupiah yang dikucurkan sebanyak 217 koperasi wanita. Bantuan hibah lainnya untuk kalangan masarakat sangat miskin yaitu berupa peralatan pertukangan, mesin Jahir, tambal ban dan perbengkelan yang semuanya berjumlah sekitar 36 jenis peralatan. (kun-SN)

Jumat, 07 Oktober 2011

SARIDIN JAGAL MANUSIA TERTUA NO 2 SEDUNIA

(NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi) Berita Kabar Warta info terbaru seputar Disinyalir akibat sakit hati, kakek renta, Saridin (71 th) warga Ds Gempol, Kec Karangjati-Ngawi, tega menghabisi nyawa saudara tirinya, Sastro Kardi (74 th) dan istrinya Sriyatun (65 th), Jum’at dini hari (7/10) sekitar pukul 01.00 WIB. Menurut catatan berbagai sumber, diprediksi Saridin menjadi jagal manusia tertua setelah Clara Tang wanita asal Australia yang melakukan pembunuhan di usia 98 tahun.

Akibatnya Sastro Kardi langsung tewas ditempat dengan luka yang cukup serius dibagian kepala sedangkan Sriyatun tewas keesokan harinya setelah sempat mengalami perawatan di IGD RSUD Dr Soeroto Ngawi dengan luka dibagian kepala. Sementara informasi yang berhasil dihimpun dari TKP, tersangka telah menyimpan dendam yang lama terhadap korban karena telah dianggap korban ini telah menjual warisan ibunya oleh Sastro Kardi dan istrinya Sriyatun. Kemudian pada hari yang nahas tersebut tersangka tidak bisa membendung emosinya akhirnya saat tengah malam langsung mendatangi korban yang pertama adalah Sriyatun, saat tidur dirumah anaknya yang kosong karena ditinggal merantau anaknya ke kota, lewat pintu belakang tersangka langsung mengayunkan kapak ke kepala Sriyatun. Setelah membunuh Sriyatun tersangka belum puas lagi dan berjalan mengendap-ngendap mendatangi rumah Sastro Kardi saat itu korban sedang tidur pulas dikamar kemudian tersangka Saridin langsung menghantamkan kapaknya ke kepala korban. Akibatnya Sastro Kardi langsung menggelepar dan tewas seketika.

Dan keterangan Suparmin (46 th) menantu dari korban mengatakan Saridin merupakan anak kandung dari Sakinah (alm). Karena Saridin telah pergi tanpa pamit yang cukup lama, Sakinah (alm) memungut Sriyatun menjadi anak angkatnya yang dinikahkan dengan Sastro Kardi. ‘’Sepengetahuan saya masalah harta warisan dari Mbok Sakinah (alm) sudah dibagi rata antara Sriyatun dengan Saridin, itupun atas persetujuan dari Saridin sendiri jadi saya kira Sriyatun ini tidak merebut harta dari Mbok Sakinah (alm),’’ terang Suparmin. Selain itu keterangan dari tersangka sendiri, Saridin, menjelaskan awal terjadinya dendam terhadap korban lantaran saat bancaan memperingati tujuh hari meninggalnya ibunya yaitu Sakinah . Dimana nama Saridin tidak disebut dalam bancaan padahal dirinya anak kandung dari Sakinah ( ibu angkat dari Sriyatun-red) akan tetapi yang disebut oleh tokoh masyarakat disitu cuma Sriyatun. Dalam anggapan Saridin, Sriyatun sudah berpesan kepada tokoh masyarakat yang memimpin bancaan tersebut untuk tidak menyebut nama Saridin.

Padahal menurut Saridin, Sriyatun hanya anak angkat dari ibunya (Sakinah-red) saat itulah awal kekecewaan dari Saridin karena merasa tidak dihargai sebagai anak kandung dari Sakinah. ‘’Sejak bancaan itu saya jadi dendam, karena saya satu-satunya anak kandung dan mempunyai hak penuh dari Mbok Sakinah,’’ terang Saridin. Lanjut Saridin, setelah berhasil melampiaskan dendamnya terhadap korban. Saridin malam itu juga dengan diantar oleh tukang ojek langsung menyerahkan diri dengan membawa alat untuk membunuh korban yakni sebilah kapak. Dengan kejadian itu pihak Polsek Karangjati langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Kapolsek Karangjati, AKP Lilik Sulastri, menerangkan akibat ulah penganiayaan berencana yang dilakukan tersangka , maka tersangka akan dijerat dengan pasal 353 KUHP tentang penganiayaan berencana yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (pr-SN)

Kamis, 06 Oktober 2011

SALIYEM TAK BERDAYA DI TENGAH KEMISKINAN

(NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi) Berita Kabar Warta info terbaru seputar Janda paruh baya, Saliyem (45), Warga Dusun Ngasinan, Desa KEDUNG PUTRI, Kec. Paron Ngawi ini kondisinya makin mengenaskan. Lebih dari 4 tahun terakhir ini, perutnya makin bertambah besar dan rasa sakit yang luar biasa. Lagi, karena kemiskinan maka saliyem hanya bisa pasrah.

Saliyem seorang janda bernasib malang, perempuan setengah baya berusia 45 tahun yang tinggal di Dusun Ngasinan, Desa Kedung Putri, Kecamatan Paron-Ngawi, harus hidup dengan penderitaan. Sudah tiga tahun lamanya, Saliyem menderita pembesaran yang terus-menerus pada perutnya sehingga penderitaan yang dialaminya semakin parah. Saat ditemui dirumahnya yang cukup sederhana dengan ukuran 4 x 6 meter, Saliyem mengaku setiap saat merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya. ‘’ Saya tidak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi seperti ini,’’ keluh Saliyem, Kamis (6/10). Menurutnya, awal terjadinya proses pembesaran pada perutnya terjadi sekitar empat tahun yang lalu saat dirinya bekerja jadi pembantu rumah tangga di Jakarta. Kemudian dirinya pulang ke kampung pada tahun 2008 untuk mengobati penyakit yang menderanya tersebut ke RSUD Dr Soeroto Ngawi. Namun, setelah dua minggu mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut penyakitnya juga tidak kunjung sembuh apalagi menurut hasil medis Saliyem tidak menderita penyakit apa-apa.

Akhirnya, pihak keluarga Saliyem membawa pulang kembali kerumahnya. Tetapi setelah sampai dirumah justru perutnya makin membesar hingga saat ini. Keterangan lain yang berhasil dihimpun dari pihak keluarga, Sagiyem adik kandung Saliyem, menuturkan penyakit yang diderita Saliyem sampai saat ini belum jelas apakah itu tumor ataupun lainya. ‘’Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengobati penyakit yang diderita Saliyem, namun karena keterbatasan ekonomi kami tidak bisa berbuat banyak akhirnya, ‘’ tandas Sagiyem.Seperti yang terlihat kondisi ekonomi dari keluarga Saliyem memang jauh dari cukup. Sebagai penopang hidup satu-satunya dalam keluarga Saliyem hanya ibunya yaitu Suwuh, (65 th), yang mengandalkan hasil sebagai buruh tani. Kemudian Saliyem sendiri menurut keterangan ibunya (Suwuh-red) mempunyai tiga orang anak. Akan tetapi menurut Suwuh ketiga anaknya tersebut yang saat ini semuanya merantau sama sekali tidak memperdulikan nasib ibunya (Saliyem-red).

Dengan kondisi yang demikian ini membuat perhatian berbagai kalangan, seperti aparat Desa Kedung Putri sendiri mengupayakan pengobatan gratis melalui program Jamkesmas. Akan tetapi sampai berita ini diturunkan kenyataan yang ada Saliyem belum memperoleh bantuan pengobatan dari pemerintah. Selain itu dengan kondisi perut Saliyem yang makin membesar membuat kalangan wakil rakyat angkat bicara. Seperti yang diungkapkan Dedi Supriyadi anggota Komisi II DPRD Ngawi yang membidangi kesehatan, pendidikan dan pelayanan umum. Mengatakan, pihaknya akan secepatnya melakukan koordinasi dengan dinas terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Ngawi untuk melakukan tindakan secepatnya. ‘’Kami mengupayakan terhadap pasien agar dapat mendapatkan pengobatan yang layak,’’ tegas Dedi Supriyadi. (pr_SN)

Rabu, 05 Oktober 2011

LANTARAN KEMISKINAN. JUMITUN PUN DIPASUNG

(NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi) Berita Kabar Warta info terbaru seputar Hampir dua puluh tahun lamanya Jumitun, 43 th, mengindap sakit jiwa tanpa pengobatan yang memadai dari pihak keluarganya. Warga Dusun Sulursewu Desa Teguhan Kecamatan Paron-Ngawi tersebut pada dua bulan lalu terpaksa dipasung karena dikhawatirkan mengganggu keselamatan keluarganya dan orang lain.

Sungguh sedih melihat kondisi Jumitun yang hidup dalam pasungan saat ini, tatapan matanya yang kosong dan tidak jarang terlihat menangis. Apalagi ketika wartawan ingin mengabadikan gambarnya, ia terlihat seperti orang yang bingung dan malu. Jumitun terpaksa dipasung oleh keluarganya karena waktu akhir-akhir ini sering nekat keluar rumah tanpa tujuan jelas kemudian si penderita kelainan jiwa tersebut mengamuk kepada keluarganya dengan cara melempar apa saja yang ada didekatnya.

Sujarno, 67 th, dan Katirah, 59 th, kedua orang tua korban sesungguhnya tidak sampai hati buah hatinya hidup dalam keadaan dipasung. Namun karena himpitan ekonomi yang yang menderanya terpaksa kedua orang tua korban tega bila anaknya harus hidup dalam keadaan yang dialami saat ini. ‘’Mau gimana lagi mau mengobatkan ke dokter atau yang lain yang jelas saya tidak punya apa-apa,’’ terang Sujarno. Seperti yang diketahui kedua orang tua korban pemasungan ini hanya jadi seorang buruh tani yang hidupnya jauh dari kecukupan. Sujarno menambahkan sebelum anaknya dipasung dirinya terpaksa untuk mencari nafkah hanya seorang diri karena istrinya harus menjaga si buah hatinya yang ada dirumah. ‘’Kalau tidak dijaga anak saya ini sering pergi tanpa jelas kemana arahnya,’’ jelasnya.
Gejala aneh yang menimpa Jumitun pada saat awal mengalami gangguan jiwa terjadi sekitar 20 tahun lalu. Ia saat itu sedang merantau ke Jakarta menjadi pembantu rumah tangga, ketika pulang Jumitun kecopetan sehingga seluruh barang bawaan dan dompet yang berisi uang raib. Ketika sampai dirumah Jumitun terus menangis dan dibarengi dengan perilaku yang aneh, kerap kali tersenyum sendirian tanpa sebab dan sering tiduran disembarang tempat. Dalam rentang waktu hampir dua puluh tahun pihak orang tua si korban sudah berulang kali mencari cara penyembuhanya, lewat cara medis hingga paranormal.

Kelainan jiwa yang dialami Jumitun justru makin parah, karena faktor ekonomi akhirnya pihak kedua orang tua korban hanya pasrah. Sujarno mengatakan, korban merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Dan rata-rata bangku sekolahnya hanya dienyam sampai lulus Madrasah Ibtidaiyah yang tidak jauh dari rumahnya. Keluarga Sujarno yang tinggal di rumah yang kondisinya cukup memprihatinkan berukuran 5x8 meter mengharapkan perhatian dari pemerintah daerah untuk biaya perawatan kesehatan. Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan Jumitun, keluarga setiap pagi, siang dan malam selalu menghantarkan makanan. Keluarga juga memandikan korban pagi dan sore hari. (pr-SN)

Selasa, 04 Oktober 2011

TAWUN:TRADISI KEDUK BEJI MAKIN LESTARI

| NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | tentang |Pada hari Selasa Kliwon setiap setahun sekali masyarakat Desa Tawun, Kecamatan Kasreman-Ngawi menggelar upacara adat yang disebut Keduk Beji atau Duk Beji. Pada tahun ini tradisi adat tersebut langsung dihadiri Bupati Ngawi, Ir H Budi Sulistyono (4/10), dan dihadiri ribuan warga dari wilayah Ngawi dan sekitarnya.

Dalam tradisi yang sudah turun temurun ini biasa digelar setiap habis masa panen, kemudian didalam melaksanakan upacara sendiri seluruh pemuda Desa Tawun terjun ke kolam. Tujuan dari puluhan pemuda ini tidak lain adalah untuk membersihkan kolam dari kotoran dari sumber mata air yang disebut Bedji. Dan dari sumber Bedji inilah digunakan oleh masyarakat Desa Tawun untuk mengairi kolam pemandian Tawun serta digunakan untuk sarana irigasi pertanian disekitarnya.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun dari sesepuh Desa Tawun, Mbah Supomo (67 th), yang berperan selaku juru silep atau tukang menyelam ke sumber Bedji. Mengurai secara jelas adat tradisi Keduk Bedji, menurutnya yang paling utama dilakukan mengeduk sumber Bedji yang dijadikan sumber kehidupan warga Desa Tawu dari kotoran yang ada. Menurut dia, inti dari ritual Keduk Bedji, meletakan sebuah kendi didalam gua dimana letak gua itu sendiri berada didalam sumber Bedji dan kendi yang dimaksud akan diganti setiap tahunya. “Kendi tersebut setiap tahunya kita ganti agar sumber air Bedji akan tetap bersih,’’ terang Mbah Supomo. Lebih lanjut, tradisi Keduk Bedji berawal dari warisan Eyang Ludro Joyo yang pada mulanya sering melakukan pertapaan atau semedi di sumber Bedji untuk mencari ketenangan jati dirinya dan kesejahteraan didalam menapaki kehidupan. Namun, suatu hari tepatnya Selasa Kliwon sewaktu Eyang Ludro Joyo melakukan pertapaan ditempat yang sama secara mendadak jasadnya langsung menghilang dan muculah sumber air Bedji tersebut. Sehingga setiap setahun sekali sampai saat ini timbulah tradisi Keduk Bedji.

Kemudian tujuan para pemuda yang menjegurkan ke kolam yang ada sumber Bedji tersebut selain membersihkan kotoran dedaunan juga mengeduk lumpur. Proses pengendukan lumpur para pemuda ini juga tidak jarang dibuat luluran atau mandi lumpur. Dan mandi lumpur inipun juga mengandung makna yang mendalam selain untuk sekedar membersihkan badan juga mandi lumpur dapat dipercaya menghilangkan segala hal keruwetan yang dialaminya. Setelah secara rame-rame melakukan pembersihan terhadap kolam yang ada sumber Bedjinya, diteruskan dengan penyilepan dimana Mbah Supomo melakukan penyelaman ke sumber Bedji untuk meletakan kendi dan mengambil kendi yang pernah ditaruhnya setahun yang lalu. Dan diakhiri dengan penyiraman air legen ke sumber Bedji yang diikuti penyeberangan sesaji dari timur kolam ke barat kolam. Didalam sesaji yang diseberangkan tersebut berisi makanan khas Jawa ada jadah, rengginan,jenang, tempe, pisang, kelapa dan telur ayam kampung. ‘’Mudah-mudahan adapt tradisi ini dapat lestari sampai anak cucu kita kelak,’’ pungkas Mbah Supomo yang masih dipercaya keturunan Eyang Ludro Joyo. (pr-SN)

Senin, 03 Oktober 2011

POL-PP NGAWI SEGEL BTS TANPA IMB

(NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi) Berita Kabar Warta info terbaru seputar Ditengarai tidak mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) sebanyak empat tower BTS (Base Transceiver Station) akhirnya disegel oleh pihak Satpol PP, Senin (3/10). Tindakan yang dilakukan oleh Satpol PP tersebut sudah mendasar Perda No 25 Th 2002 tentang restribusi IMB dan Perda No 28 Th 2005 tentang ijin gangguan.

Ke empat tower BTS yang disegel pada hari yang sama berada di Desa Soco-Jogorogo, Desa Majasem-Kendal, Desa Pakah-Mantingan dan Desa Banyu Urip-Ngawi Kota. Aksi penyegelan terhadap empat tower BTS menurut Kasi Ops Satpol Ngawi, Peggy Yudo, merupakan tindakan sementara untuk operasi penertiban selanjutnya bisa dimungkinkan tindakan lain yaitu perobohan tower BTS itu sendiri.

‘’Kalau tidak memenuhi ijin prinsip yang telah ditentukan pemerintah daerah maka kita akan melakukan tidakan selanjutnya,’’ terang Peggy Yudo.

Sementara seperti yang diungkapkan Kepala Desa Soco, Heru Kusnindar, terkait berdirinya tower BTS diwilayah desanya sampai sejauh ini belum ada kejelasan soal ganti rugi terhadap warga yang berada digaris lingkaran yang terkena dampak.

‘’Seingat saya awal itu sebelas yang diajak musyawarah untuk itu, terus ketika pembangunan itu realisasi titiknya sudah jelas itu ternyata ada enam warga yang belum tercover yang termasuk dalam lingkaran yang terkena dampak sampai sekarang belum menerima kompensasi,’’ ungkap Heru Kusnindar. Kemudian tambahnya, tower BTS yang baru saja disegel oleh Satpol PP menurut pengakuan dari pengelola saat musyawarah didesanya milik PT Bersama Grop.

Beberapa waktu yang lalu memang pihak legislative menyoroti adanya dugaan tower BTS yang tidak berijin atau bodong. Kemudian oleh legislative sendiri menganggap SKPD yang berkompeten menaungi keberadaan tower BTS hanya setengah hati melakukan peran kontrolnya untuk melakukan penertiban.

Padahal diwilayah Ngawi saat ini keberadaan tower BTS mencapai ratusan jumlahnya, dengan longgarnya pengawasan akan mempengaruhi peningkatan pemasukan PAD dari sektor telekomunikasi. (pr-SN)

Minggu, 02 Oktober 2011

WISATA SPIRITUAL SRIGATI BERBENAH DIRI

(NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi) Berita Kabar Warta info terbaru seputar Baik sarana dan prasarana mulai di pacu pembangunannya, termasuk jalan akses serta gapura menuju Palenggahan Agung SRIGATI Ngawi. Meski masih dalam tahap awal pengerjaan, Alas ketonggo seluas 4,846m2 ini boleh dibilang mulai memanjakan para wisatwan yang kebanyakan berasal dari luar kota bahkan hingga luar negeri seperti Singapura dan Malaysia.

Seperti hari ini (02/10), rombongan turis dari negeri dengan maskot patung singa ini, mendatangi Palenggahan Agung Srigati guna melakukan wisata ritual yang dipimpin langsung oleh Ki Juru Kunci, Marji. lokasi Wisata Ritual alas Ketonggo atau alas Srigati ini sekitar 12 Km dari arah Kota Ngawi tepatnya masuk Dusun Brendil, Desa Babadan Kec. Paron. “Kalau jalan menuju kelokasi serta yang lainnya nanti nampak bagus, maka saya akan berkunjung ke Srigati ini setiap tahun.” Ujar warga Singapura tersebut yang diterjemahkan oleh Pramuwisata (Guide).

Seperti yang diungkap oleh Juru Kunci, Marji bahwa dengan adanya pembangunan serta pembenahan ini, nanti akan mampu menarik perhatian Wisatawan lokal maupun domestik sehingga lebih banyak lagi yang datang. “ Pada hari-hari tertentu, seperti Jumat Pon dan Jumat Legi, apalagi di bulan Sura, masyarakat Jawa berdatangan guna ritual apalagi di bulan Sura.” Jelas Marji dengan nada suara khasnya.

Dapat diceritakan, ketenaran Alas Ketonggo memang sudah melegenda. Konon berbagai peristiwa mistis serta putaran sejarah tanah Jawa banyak berawal dari sini. Palengggahan Agung Srigati juga banyak menyembunyikan berbagai misteri. Diyakini bahwa tempat ini dulunya tempat peristirahatan Prabu Brawijaya V setelah lari dari kerajaan Majapahit lantaran diserbu oleh pasukan Demak dibawah pimpinan R.Patah dan Wali-Sanga (Sembilan Wali penyebar agama Islam di tanah Jawa). Disilnilah Sang Prabu kemudian melepas semua atribut Kebesaran Kerajaan, yang berupa Jubah , Mahkota serta semua benda-benda Pusaka yang kemudian raib (muksa). (kun-SN)

Sabtu, 01 Oktober 2011

UNIK: SALING LEMPAR NASI SESAMA WARGA

(NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi) Berita Kabar Warta info terbaru seputar Tepatnya di Dusun Tambak Selo Timur, Desa Pelang Lor merupakan bagian dari KEC. KEDUNGGALAR-Ngawi. Dari Pelang Lor inilah tradisi berupa Bersih Desa dengan melakukan upacara ritual yang unik dan dihadiri ribuan warga pada berkumpul disebuah sumber air yang biasa disebut ‘’Sendang Tambak’’ setiap tahunya dan hari pelaksanaanyapun digelar setiap Jum’at Legi, (30/9).

Kemudian seluruh warga tadi membawa ambengan atau nasi yang lengkap dengan lauk pauk setelah itu tradisi yang khas tadi baru dilakukan dengan saling melempar ambengan terhadap sesama warga. Adat Bersih Desa semacam ini menurut sesepuh Desa Pelang Lor merupakan warisan leluhurnya yang dilakukan secara turun temurun. Menurut sesepuh Desa tersebut, Bersih Desa adalah ritual warisan dari nilai-nilai luhur lama dan upaya menunjukkan bahwa manusia jadi satu dengan alam. Ritual ini juga dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan masyarakat terhadap alam yang menghidupi mereka dan atas rejeki yang melimpah.

Selain itu secara turun temurun adanya adat Bersih Desa dengan melempar nasi ambengan tidak lepas dari nilai sejarah yang ada. Sejarah yang dimaksud pada saat berdirinya Dusun Tambak Selo Timur, ada seorang tokoh perjuangan pada zaman penjajahan Belanda dengan sebutan Ki Ageng Tambak. Ki Ageng Tambak merupakan tokoh penentang penjajahan Belanda pada saat itu, suatu ketika dirinya bersama pengawalnya dikejar-kejar Belanda dan sampailah di tengah hutan belantara. Di tengah hutan tersebut Ki Ageng Tambak bersabda tidak ada satupun peluru dari senapan Belanda yang sanggup menembus lokasi persembunyianya atau pelurunya akan macet bila ditembakan. Didalam persembunyianya yang dekat mata air atau sendang, Ki Ageng Tambak menandai perembunyianya dengan sebongkah batu hitam bila kelak daerah persembunyianya menjadi perkampungan rame maka namanya akan disebut Dusun Tambak Selo.

"Acara bersih desa ini berlangsung satu kali dalam setahun, dan seluruh masyarakat desa disini akan meninggalkan pekerjaan sehari-harinya untuk ikut serta dalam kegiatan ini," jelas sesepuh. Dan selanjutnya menurut keterangan Kepala Desa Pelang Lor,Suyadi, satu hari sebelum pelaksanaan Bersih Desa, pihaknya melakukan suatu istighosah bersama warga dan tokoh masyarakat serta para ulama. Kegiatan ini dimaksudkan untuk lebih intropeksi diri juga lebih berserah diri terhadap Allah SWT. "Bersih desa yang dilakukan ini sudah menjadi identitas lokal bagi warga Desa Pelang Lor dalam menghindarkan diri dari budaya asing yang cenderung bertolak belakang dengan budaya kita dan dalam upaya memelihara kebudayaan turun-temurun tersebut," ucap Suyadi. Lanjut Suyadi, adat Bersih Desa dilakukan oleh seluruh warganya secara gotong royong untuk memenuhi segala kebutuhan yang ada. Kepala Desa Pelang Lor, Suyadi, mengatakan walaupun masih rendahnya kepedulian pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi terhadap pelestarian kebudayaan tersebut, aparat Desa Pelang Lor tetap berupaya semaksimal mungkin mendukung tradisi yang dilakukan secara turun temurun dimana adat Bersih Desa merupakan bagian dari kekayaan budaya nasional. (pr)