PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Minggu, 25 Maret 2012

Home > > BBM naik..Siapa yang untung..Siapa yang buntung

BBM naik..Siapa yang untung..Siapa yang buntung

| NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info NEWS terbaru seputar tentangSudah berapa kali rakyat ini harus menerima pembodohan dari pemerintahan SBY, terbukti lagi-lagi menaikan BBM dengan alasan demi rakyat. Padahal kalau rakyat di negeri ini ingat boleh saja menagih janji terhadap SBY, dimana saat kenaikan BBM pada tahun 2005 seperti yang dimuat berbagai surat kabar SBY pernah berjanji tidak akan menaikan harga BBM.

Mungkin kata pepatah bisa saja terjadi yakni “Lidah tak bertulang”, sejak memasuki era pemerintahan SBY dalam satu tahun saja sudah dua kali menaikan BBM pada tahun 2005 yang pertama harga BBM dinaikan 22 sampai 47 persen dan kedua rakyat lebih menjerit lagi dengan konsekuensi 126 persen kenaikan BBM dengan selusin alasan. Dan saat ini kembali SBY mengagendakan kenaikan BBM sebesar 33 persen pada awal bulan depan.

Kalau bisa dikata sekaligus jangan sampai rakyat ini terus saja dibiarkan menangis dalam kegelisahan arus politik yang tidak menentu. Berbagai kalangan mencoba memberikan apresiasi guna mengevaluasi dampak sosial dari kenaikan BBM. Namun, parahnya pemerintahan SBY malah menganggap suatu bagian dari demokrasi dimana kritikan tajam ataupun sebaliknya hanya bagian dari pro dan kontra yang lebih ironis hal tersebut dianggap wajar-wajar saja.

Sepertinya teriakan anak bangsa dari berbagai daerah sejurus dengan kenaikan BBM tiada gunanya. Pemerintahan SBY punya alasan cukup sederhana dengan berasumsi seperti era kenaikan BBM sebelumnya dengan mengambil dasar kenaikan harga minyak dunia melebihi angka USD 100 per barel.

Mungkin pemerintahan SBY hanya bertumpu pada kenaikan harga minyak dunia, mengapa demikian dangkalnya tanpa bisa berkutik dari persoalan yang sama. Apakah tidak ada jalan lain, tanpa menaikan BBM. Dilain sisi rakyat bagaikan obyek empuk dari resiko kenaikan BBM. Untuk kali ini mungkin SBY bisa saja mendapatkan pertanyaaan jitu yang patut untuk dijawab. Seperti dengan kenaikan BBM atau mencabut subsidinya, rakyat akan diberikan kompensasi BLT.

Yang pertama apakah pemerintahan SBY sudah mengalami kesulitan mencari kepercayaan dari rakyat disaat orang-orang sekitarnya terjerembab persoalan korupsi…..?. Serta yang kedua dengan memberikan kesejahteraan langsung ke rakyat bisa mengembalikan citranya kembali dimana rakyat menilai SBY mengerti rakyat.

Pemerintah mengatakan bahwa kenaikkan BBM akan membuat pemerintah hemat 25-30 trilyun dan akan dikeluarkan kompensasi berupa BLT sebesar 25 trilyun. Ini memperlihatkan tidak ada bedanya naik atau tidaknya BBM untuk APBN, toh besar hematnya juga dikembalikan untuk rakyat.

Seandainya saja SBY mau sedikit tahu tentang alam yang terkandung di negeri ini kemungkinan besar ada langkah lain yang bisa ditempuh asal dengan pro aktif. Seperti kata para ahli geologi yang menyebutkan cadangan minyak bumi di Indonesia diperkirakan 4 miliar barel. Apalagi produksi minyak RI hanya sekitar 945.000 barel per hari.

Bayangkan saja seandainya regulasi dinegeri ini agak sedikit dilonggarkan bukan kata tidak mungkin para investor enggan justru sebaliknya. Investor perlu dirangsang dengan berbagai tawaran yang cukup menarik misalkan saja pemerintahan ini memberikan insentif bagi investor yang mampu mengembangkan potensi migas serta meningkatkan pengekplorasian sumber-sumber migas yang terbaru.
Penulis : Poerwanto
Pewarta senior
Pimred Media online
Sinar ngawi



Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda