PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 02 Maret 2012

Home > > Hiasan marmer makam Belanda banyak yang raib dijarah

Hiasan marmer makam Belanda banyak yang raib dijarah

| NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info NEWS terbaru seputar tentangMakam Belanda (Nederlandse Begraafplaats) atau yang biasa disebut Kerkhoff terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi Kota yang dibangun pada tahun 1885 saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Salah satu tempat yang memiliki catatan nilai sejarah ini kurang diperhatikan.

Buktinya banyak konstruksi makam yang hancur, walaupun sebagian memang ada yang masih bertahan dengan baik dan terawat, tapi jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan yang rusak.

Sebagian ornamen gotic dan doric bahkan hilang seperti patung patung bunda maria dan bangunan berkarakter khas romawi yang berbahan marmer dan besi cor.

Seperti yang dijelaskan Suyono sang juru kunci makam Belanda tersebut hilangnya benda benda bersejarah berbahan marmer ini akibat penjarahan orang yang tidak bertanggung jawab.“Penjarahan marmer diatas makam Belanda seingat saya terjadi sekitar tahun 1990 sebelumnya terawat dengan baik,” terang Suyono, Jumat (02/3).

Menurut Suyono sesuai catatan yang ada jumlah makam Belanda tidak kurang 105 bangunan makam. “Yang dijarah tidak hanya marmernya saja melainkan benda-benda berharga yang ada didalam makam juga hilang dengan cara digali,” tuturnya lagi.

Selain itu setiap makam Belanda ada semacam prasasti yang mengisahkan perjalanan semasa hidup dari almarhum dan biasanya ditulis diatas plat baja dengan goresan huruf.

“Karena banyaknya plat nama makam yang raib, saya tak bisa mengindentifikasi yang mana kuburan tertua di sana.

Kuburan tertua yang saya lihat saat itu, bertahun 1886 dan yang meninggal saya yakini pejabat tinggi di masa Hindia Belanda waktu itu,” jelasnya
Dengan demikian catatan sejarah yang ada di makam Belanda ini bakal terhapus jika tidak segera diselamatkan dari kehancuran dan dari tangan usil lainya.

“Pemda Ngawi seharusnya pro aktif lagi menyelamatkan situs makam yang bersejarah tersebut, misalkan saja sebagai solusinya Pemda Ngawi meminta bantuan ke Belanda dan yayasan para ahli waris untuk restorasi makam ini,” kata Yudhie, salah satu warga Kelurahan Pelem Ngawi.

Selain itu menurut beberapa warga lainya seandainya makam Belanda atau Kerkhoff dipugar kelestarianya dan dijaga keamananya bisa menjadi bagian obyek wisata serta menjadi asset Pemda Ngawi. (pr)

Artikel Terkait



1 komentar:

Bintang Antik Sejahtera mengatakan...

Pelestarian cagar Budaya termasuk makam marmer dan juga prasasti yang tertulis dipemakaman tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat,Itu merupakan asset bangsa yang akan memberikan petunjuk sejarah yang tak ternilai harganya...

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda