PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Minggu, 04 Maret 2012

Home > > Pendekar IKS babak belur diserang gerombolan tak dikenal

Pendekar IKS babak belur diserang gerombolan tak dikenal

| NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info NEWS terbaru seputar tentangBentrokan antar kelompok pemuda terjadi lagi kali ini melibatkan tujuh pendekar Ikatan Kera Sakti (IKS) dengan puluhan pemuda tidak dikenal di halaman Sekolah Dasar (SD) di Desa Kedungprahu, Kecamatan Padas Ngawi, pada Sabtu malam (03/3) sekitar pukul 11.00 wib.

Ke tujuh pendekar IKS tersebut diantaranya Suratno, Kusni, Wibowo, Amat Rozak, Eko, Wibowo dan Jito semuanya warga dari Desa Sukowiyono, kecamatan Padas.

Menurut pengakuan beberapa saksi mata disekitar lokasi latihan yang enggan disebut namanya sekelompok pemuda tidak dikenal datang dengan mengendarai sepeda motor langsung menyerang membabi buta dengan memakai senjata ruyung dan pecahan botol.

“Saya langsung kaget begitu melihat puluhan pemuda dengan memakai cadar atau penutup wajah menyerang para para pendekar IKS saat melakukan latihan seperti biasanya,” jelas nara sumber yang tidak mau disebut namanya.

Kemudian mendasar keterangan Suratno salah satu pelatih IKS yang juga salah satu korban menjelaskan peristiwa pengeroyokan secara mendadak yang dilakukan puluhan pemuda tidak dikenal memang tidak diprediksi sebelumnya.

“Selama ada latihan IKS kami tidak merasa punya musuh dengan siapapun jadi saat peristiwa terjadi memang tidak siap karena jumlahnya tidak seimbang,” terang Suratno.

Dari peristiwa penyerangan akhirnya malam itu juga para pendekar IKS langsung melaporkan kejadian yang baru saja menimpa dirinya ke Polsek Padas.

Dengan insiden pada malam minggu tersebut Kapolres Ngawi AKBP Eddy Junaedi berjanji secepatnya akan melakukan langkah-langkah penyelidikan dilokasi terjadinya bentrokan.

Selain itu AKBP Eddy Junaedi dalam waktu dekat akan mengumpulkan para tokoh pendekar dari berbagai perguruan untuk diajak koordinasi dengan adanya peristiwa yang baru saja terjadi meskipun insiden tersebut belum mengarah ke salah satu perguruan. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda