PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Selasa, 26 Juni 2012

Home > > Nikah Massal, Pasangan Tertua Berusia 81 Tahun

Nikah Massal, Pasangan Tertua Berusia 81 Tahun

|SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi|Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |NGAWI ™ Masih dalam nuansa hari jadi Ngawi yang ke-654, Helat nikah massal yang mengambil tempat di Pendopo Wedya Graha (26/06) di ikuti 50 pasang pengantin. Satu persatu pasangan pengantin dengan memakai pakaian adat memasuki pendapa dengan diarak sanak keluarganya. Sementara pasangan pengantin tertua berusia 81 tahun yang sebelumnya baru Nikah siri.

"Kegiatan semacam ini kedepanya akan kita laksanankan setiap tahunya untuk mengesahkan pernikahan mereka sesuai hukum negara," terangnya Edy Waluyo , Bidang Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial Dinsosnakertrans Kabupaten Ngawi,.

"Makanya pernikahan massal yang kita laksanakan tanpa dipungut biaya sepeserpun malah mereka setiap pasangan mendapatkan tunjangan sebesar Rp 300 ribu dan akta nikahnya langsung jadi," jelas Edy Waluyo.

Jalanya prosesi pernikahan massal dari 50 pasangan pengantin untuk usia tertua tercata atas nama Supartono,81 th, dengan didampingi pujaan hatinya Sulastri, 42 th, sedangkan pasangan pengantin termuda tertulis Supartini, 17 th, dengan calon suaminya Suhartono, 34 th, kedua pasangan pengantin yang baru dinikahkan ini merupakan warga Dusun Blembem, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar.

"Pripun maleh mas, jeng nikah ingkang estu niku mboten gadah ragat jane njih isin kulo niki wong sampun gadah putro kaleh trus wau kulo njih gemeter pas di ijabne pak naib (Gimana lagi mas, mau nikah secara serius saya ini tidak ada biayanya sebetulnya malu saya ini soalnya sudah punya anak dua dan tadi saya sempat gemetar saat di ijabkan pak penghulu-red)," papar Supartono, pasangan tertua dengan logat jawanya yang tulen kepada media.

Pada hari yang sama seperti dikutip dari Kepala Dinas Dinsosnakertrans Kabupaten Ngawi, Sunarto, selain nikah massal juga dilaksanakan kegiatan sosial lainya yang bernuansakan kemasyarakatan.

Sunarto mencontohkan seperti khitanan massal dengan diikuti 100 anak masuk agenda rutin yang akan dicanangkan setiap tahunya.

"Masing-masing anak peserta khitanan massal kali ini kita berikan santunan uang senilai Rp 75 ribu dan harapan kita acara yang seperti demikian akan dilaksanakan setiap tahunya," urai Sunarto.

Tambahnya, kegiatan sosial lainya yang akan dijadikan agenda rutin setiap tahun akan dilakukan termasuk donor darah, bantuan terhadap janda veteran, jambanisasi dan bantuan alat tulis kepada anak-anak di Panti Asuhan Rahayu di Kecamatan Ngawi Kota.(pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda