PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Senin, 29 Oktober 2012

Home > > Ditengarai, Ada Beberapa Kampung Tempat Gepeng Menetap

Ditengarai, Ada Beberapa Kampung Tempat Gepeng Menetap

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |NGAWI™ Tak dipungkiri, keberadaan gepeng di Ngawi makin mudah ditemui. Jangankan area pasar maupun pertokoan yang konon menjadi tempat favorit mereka mengais rejek, namun di bilangan rambu lampu merah saja mereka bebas beroperasi. Telesik di lapangan, ditemui kenyataan, ada beberapa kampung yang ternyata menjadi tempat mereka menetap.

ehidupan kota memang tidak lepas dari gelandangan dan pengangguran (gepeng) serta anak jalanan (anjal), namun kalau terus dibiarkan kehadiran mereka ini akan berdampak pada kehidupan sosial warga kota sendiri. Selain rentan terhadap tindak kejahatan, para gepeng dan anjal tersebut pada umumnya mengganggu pemandangan kota. Seperti hal yang terjadi akhir-akhir ini diberbagai sudut kota Ngawi.

Gepeng dan anjal begitu leluasanya beroperasi, tak ayal, suasana kota terlihat menjadi kumuh. Pemandangan yang kurang sedap dipandang itu mudah dijumpai dan bisa dilihat sewaktu-waktu dibeberapa titik kota. Seperti yang terlihat di paseban alun-alun merdeka sebelah timur, dibangunan itu yang sedianya untuk lesehan para pengunjung yang ingin menikmati suasana kota justru dipakai tempat menetap para gepeng dan anjal.

“Bagaimana kota tidak kumuh, mereka ini kencing dan berak terkadang secara sembarangan bahkan disamping balai paseban pun jadi,” keluh Ahmad, salah satu warga kota Ngawi, Senin (29/10). Tidak hanya itu saja, kehadiran gepeng dan anjal ini menurut Ahmad sangat mengurangi kenyamanan saat dirinya lagi kongkow-kongkow bersama temanya.

“Ketika malam sewaktu saya lagi ngopi diwarung lesehan alun-alun mereka silih berganti meminta uang dengan berbagai cara mulai ngamen sampai mengemis,” kilahnya. Situasi yang makin tidak nyaman tersebut membuat petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ngawi mengaku kewalahan saat menertibkanya.

“Saat petugas lewat saja mereka sudah lari sebetulnya sudah sering kita melakukan operasi terhadap anjal dan gepeng,” terang Lutfi Mujahidin, Kepala Satpol PP Kabupaten Ngawi.

Meski demikian selaku petugas penertiban, maka jajaranya akan terus melakukan gelar razia diberbagai wilayah kota. “Kalau mereka identitasnya jelas dan bisa diajak komunikasi maka kita pulangkan ke daerah asalnya,” imbuhnya.

Namun, gepeng dan anjal tidak diketahui identitasnya sama sekali maka pihaknya akan membuang ke daerah lain. Memang tidak dipungkiri lagi kehadiran gepeng dan anjal tidak jarang merupakan lemparan dari daerah lain. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda