PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Sabtu, 06 Oktober 2012

Home > > Pemberangkatan Calon Jamaah Haji Diwarnai Isak Tangis

Pemberangkatan Calon Jamaah Haji Diwarnai Isak Tangis

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |NGAWI™ Pelepasan 220 Calon Jamaah Haji asal Ngawi yang masuk dalam kelompok terbang (kloter) 40 serta petugas pemberangkatan haji yang dilakukan di Pendopo Widya Graha oleh Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar, diwarnai isak tangis dari keluarga calon jamaah haji, Kamis (04/10).

Sebelum dilakukan pemberangkatan, jamaah calon haji terlebih dahulu dilakukan pengarahan dari petugas PPIH. Tidak berapa lama kemudian sekitar pukul 23.30 WIB rombongan jamaah haji langsung diberangkatkan menuju asrama embarkasi haji di Sukolilo Surabaya. Isak tangis haru keluarga tak terbendung ketika jamaah haji mulai meninggalkan pelataran Pendopo Widya Graha dengan menumpang 5 kendaraan bus.

Menurut Kasi Haji Kemenag Ngawi, Muhamad Mas’ud, pada tahun 2012 ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebanyak 254 calon jamaah haji. Selain calon jamaah haji saat ini menurun Muhamad Mas’ud juga menjelaskan didominasi hamper 71 persen usianya 50 tahun ke atas dengan jumlah 196 calon jamaah haji sedangkan sisanya 29 persen usianya dibawah 5 tahun.

Pada umumnya calon jamaah haji dari berbagai kalangan, dimana ada 81 orang dari PNS, 50 orang dari kalangan swasta dan 34 dari petani. Dengan demikian mengacu pada angka tersebut jumlah calon jamaah haji berisiko tinggi sekitar terhadap penyakit sekitar 30 persen. “Mereka pada umumnya mempunyai sejumlah penyakit yang diderita sesuai faktornya, sehingga nantinya para calon jamaah haji akan didampingi tim medis yang sudah disediakan,” ungkap Muhamad Mas’ud.

Untuk itu pihaknya, telah mempersiapkan seorang dokter dan dua paramedis untuk mendampingi perjalanan calon haji selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. “Para tenaga medis nantinya terus memantau penyakit sesuai riwayatnya mendasar kartu kesehatan yang telah disediakan dan umumnya mereka ini mengalami beberapa macam penyakit seperti hipertesi dan diabetes,” jelasnya.

Sementara itu, calon jamaah haji termuda dengan usia 22 tahun atas nama Fany Dwi Ayu Dian dari Desa Pacing, Kecamatan Padas. Sedangkan calon jamaah tertua atas nama Marsiti berusia 74 tahun. "Setiap calon haji juga akan mendapatkan vaksin meningitis, pada dasarnya, pemberian vaksin ini wajib apalagi saat menjalankan ibadah haji di tanah suci sana apalagi akan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara di dunia, secepatnya pasti diberikan dengan menggandeng dinkes setempat," pungkasnya. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda