PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 08 Februari 2013

Home > > Serangan Wereng: Ratusan Hektar Tanaman Padi Terancam Puso

Serangan Wereng: Ratusan Hektar Tanaman Padi Terancam Puso

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |NGAWI™ Pada awal musim tanam tahun ini rupanya petani padi dibuat khawatir terhadap nasibnya. Tidak tanggung-tanggung serangan hama sejenis wereng coklat, penggerek batang, xantomonas dan prycularia lumatkan ratusan hektar tanaman padi yang sedikitnya telah menyebar di 7 kecamatan wilayah kabupaten Ngawi.

Wabah serangan hama tanaman padi ini sedikitnya menyerang di tujuh kecamatan yaitu Pitu, Bringin, Ngrambe, Gerih, Kasreman, Mantingan dan Sine.

Sesuai data dari Dwi Martanto, salah satu staf bidang SDA dan SDM Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Ngawi ke empat jenis hama tanaman padi tersebut dalam kurun satu bulan awal musim tanam awal tahun ini secara total telah merusak 929 hektar.

“Curah hujan yang terlalu tinggi pada akhir-akhir ini bias menjadi faktor terjadinya serangan hama terhadap tanaman padi,” ungkap Dwi Martanto, Kamis (7/2).

Urainya, dari ketujuh wilayah kecamatan di daerahnya serangan hama terhadap tanaman padi akibat wereng coklat 122,5 hektar, penggerek batang 25 hektar, xantomonas 158 hektar dan prycularia 623,5 hektar.

Pihaknya menegaskan ke empat jenis hama tanaman padi tergolong mematikan kalau tidak cepat diatasi bisa saja menyebabkan puso seperti pada musim tanam 2010 lalu. Dengan merajalelanya serangan hama tersebut terang Dwi Martanto, Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Ngawi langsung melakukan penyemprotan massal terhadap lahan tanaman padi.

“Sejak awal setelah diketahui hama wereng dan penggerek batang menyerang tanaman padi, langsung kita lakukan penyemprotan massal dengan insektisida jenis upload sedangkan hama jenis xantomonas dan prycularia dengan insektisida jenis puanmor,” beber Dwi Martanto.

Sementara Hariyanto petani asal Desa Teguhan, Kecamatan Paron , mengaku sampai sekarang ini semenjak tanaman padi miliknya mulai terserang hama belum ada satupun pihak dari pemerintah melakukan sosialisasi ataupun pencegahan.

“Kok belum lihat ada petugas dari dinas terkait yang melakukan sosialisasi pencegahan hama di wilayah sini apalagi penyemprotan massal,” terang Hariyanto. Sehinggga untuk menanggulangi serangan hama yang datangnya secara mendadak tersebut dirinya hanya memakai insektisida tertentu dengan berbekal pengalaman terbatas akan hama.

Sebagai petani padi Hariyanto sendiri mengaku masih trauma dengan serangan hama wereng yang terjadi pada 2010 lalu. “Sangat khawatir terjadinya puso lagi sehingga saat ini saya siap-siap rugi lagi pokoknya, karena serangan hama ini tidak bisa diprediksi,” keluhnya.

Harapnya, kepada pemerintah jangan sampai berkoar-koar dengan serangan hama justru sebaliknya dengan tindakan tepat dan cepat melakukan pencegahan dari dini. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda