PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Minggu, 10 Maret 2013

Home > > Menyeruak Isu Jajanan Mengandung Plastik, Pedagang Banyak Merugi

Menyeruak Isu Jajanan Mengandung Plastik, Pedagang Banyak Merugi

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |NGAWI™ Tak jelas ujung pangkalanya, tiba-tiba saja menyeruak kabar terkait kian maraknya jajanan di sekolah-sekolah mengandung bahan plastik. Sontak saja, Antik (Panggilan akrab istri bupati Ngawi) menjadi geram. “Kasihan pedagang. Mereka bisa kena imbas isu ini dan berakibat menurunnya penghasilan mereka yang nyatanya memang sudah pas-pasan pula”. Kata dia.

“Meski begitu, kita juga mewaspadai kalau toh isu tersebut benar adanya makanya tidak ada salahnya memberikan penyuluhan terhadap para pedagang jajanan disekitar sekolahan,” Tambahnya lagi.

Hematnya, Antik yang juga ketua penggerak PKK Kabupaten Ngawi ini mengaku menyayangkan kejadian kalau toh isu penggunaan minyak gorek dicampur plastik tersebut memang menjadi kenyataan.

Kemungkinan pencampuran minyak goreng dengan plastik dilakukan guna mengelabui konsumen dimana selain menarik dipandang mata juga jajanan tersebut bisa awet dan tidak mudah membusuk.

Selain itu Antik menegaskan dampak penggunaan minyak goreng yang di campur plastic akan merusak kesehatan si anak tidak sekarang namun 5 hingga 10 tahun mendatang dengan tidak berfungsinya faal tubuh.

Tegasnya dalam mengantisipasi kenakalan dari para pedagang itu sendiri cukup sulit karena kegiatan ini harus dilakukan pemeriksaan laborat yang cukup lama.
Namun demikian pihaknya akan melakukan kerjasama dengan dinas Kesehatan dan balai BPOM untuk melakukan penyuluhan kepada para pedagang khususnya para pedagang jajanan yang berada di sekolah-sekolah.

” Ibu – ibu PKK akan bekerjasama dengan tim kesehatan untuk melakukan penyuluhan, karena penindakannya ini yang cukup sulit jadi di butuhkan hati nurani dari para pedagang” ungkap istri orang nomer satu di Kabupaten Ngawi ini.

Selain itu dirinya mengharapkan keterbukaan hati dari para pedagang itu sendiri.

Karena kerjasama antar pihak sangat dimungkinkan terutama dari pedagang jajanan, sehingga pedagang dalam hal ini tidak hanya mengejar keuntungan pribadi saja namun kesehatan bagi generasi penerus yang harus di prioritaskan.

Guna mengklarifikasi kebenaran isu tersebut dalam waktu dekat ini Ibu Bupati ini akan melakukan sidak kepada pedagang jajanan di sekolah-sekolah di wilayah Ngawi kota.(pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda