PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 05 April 2013

Home > > Dewan Harapkan Unas 2013 Berjalan Maksimal

Dewan Harapkan Unas 2013 Berjalan Maksimal

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |NGAWI™ Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2013 pada April mendatang pastinya menjadi tolak ukur keberhasilan Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi dalam menjalankan program pendidikan di daerah baik tingkat SD,SMP dan SMA. Kalangan Dewan yang membidanginya, berharap besar agar mutu kelulusan tahun ini bisa lebih baik lagi.

Sesuai rencana UN 2013 untuk tingkat SMA bakal dilaksanakan pada 15 sampai 18 April mendatang sedangkan untuk tingkat SMP dipastikan bakal digelar antara 22 hingga 25 April 2013.

Dengan demikian hasil UN sendiri bakal menjadi perhatian tersendiri oleh kalangan dewan seperti yang diungkapkan Slamet Rianto Ketua Komisi II DPRD Ngawi, Jum’at (5/4).

Sebagai wakil rakyat dirinya mengharapkan pelaksanaan UN tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang syarat dengan kejadian yang membuat buruk citra pendidikan di wilayah Ngawi.

Ujar Slamet Rianto, insiden buruk jangan sampai terjadi misalkan jawaban sama di satu sekolah ditambah pengawasan UN tidak dibarengi profesionalitas.

“Kalau hasil UN jeblok seharusnya pejabat Diknas yang berkompeten harus bertanggung jawab secara moral misalkan mengundurkan diri atau siap dimutasi,” beber Slamet Rianto.

Langkah tersebut ungkapnya sangat efektif sebagai upaya moril dari pejabat Diknas yang ada terhadap perkembangan mutu serta kwalitas pendidikan di Ngawi yang sudah mulai dipertanyakan kompetensinya.

Dia mencontohkan seperti sistem penerimaan siswa baru dalam beberapa pekan kemarin yang carut marut dan itu membuktikan tidak adanya komunikasi intens antar lembaga pendidikan terlebih menyangkut sistem pendidikan didalamnya.

Slamet Rianto menambahkan insiden buruk tersebut ini di harapkan dapat ditekan seminimal mungkin agar kiranya peserta didik tidak kembali alami kegelisahan.(pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda