PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 14 Juni 2013

Home > > Bupati Ngawi Gelar Tahlilan Tujuh Hari Wafatnya Taufik Kiemas

Bupati Ngawi Gelar Tahlilan Tujuh Hari Wafatnya Taufik Kiemas

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |NGAWI™ Sebagai penghormatan serta tepat padah tujuh hari wafatnya almarhum Taufik Kiemas, Bupati Ngawi yang juga sekaligus ketua DPC PDI-Perjuangan Ir Budi Sulistyono bersama ratusan jamaah menggelar dzikir dan tahlil di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Kamis (13/6).

Tahlilan yang dipimpin KH.Dimyati tersebut dimulai pukul 19.30 WIB yang dihadiri dari berbagai unsur masyarakat, jajaran SKPD dan seluruh pengurus PDI–Perjuangan Kabupaten Ngawi.

“Tahlilan ini ditujukan kepada arwah beliau (Taufik Kiemas-red) yang malam ini tepat tujuh harinya,” terang Ir Budi Sulistyono. Selain itu kata Mbah Kung (sapaan akrab Bupati Ngawi tersebut) menjelaskan Taufik Kiemas adalah sosok yang menjadi figur nasionalis sejati. Dimana Taufik Kiemas merupakan tokoh pencetus empat pilar kebangsaan.

Namun demikian Mbah Kung merasa prihatin terhadap kepedulian menjaga nasionalis bangsa bagian dari penjabaran empat pilar kebangsaan yang tidak jarang mulai terkikis. Diakuinya, untuk sekarang secara umum adanya ancaman disintegrasi bangsa yang mengoyak dasar negara seperi UUD 1945 dan Pancasila.

“Adanya paham-paham baru yang mengancam keberadaan keutuhan Indonesia, maka dengan adanya empat pilar kebangsaan yang digelorakan Bapak Taufik Kiemas suatu hal yang luar biasa bagaimana mempertahankan NKRI ini dengan kebhinekaanya,” jelasnya lagi.

Mbah Kung juga membeberkan perjuangan Taufik Kiemas menjadikan motivasi tersendiri bagi generasi penerus untuk menumbuhkembangkan jiwa patriotisme yang makin terkikis.

“ Maka dengan Pancasila sebagai azas tunggal apapun terjadi tetap kita pertahankan jangan sampai ada satupun sila ataupun sila yang hilang dengan digantikan sila apapun sehingga sebagai penghormatan atas jasa beliau perjuanganya kita teruskan sampai kapanpun,” tegas Mbah Kung.

Disisi lain Mbah Kung menilai didalam pengembanganya sendiri termasuk pendidikan kebangsaan yang termaktub dalam sistem pendidikan nasional saat ini mengaku sangat pesimis. “Dengan adanya reformasi justru melemahkan terhadap penguatan jiwa nasionalis maka dengan pemikiran beliau terus kita tancapkan dihati sanubari terdalam kepada masyarakat terhadap nilai-nilai empat pilar kebangsaan,” urai Mbah Kung.

Kemudian didalam agenda doa dan tahlil tersebut KH Dimyati juga berpesan bagaimana kehidupan yang dinamis ini akan tercipta tidak lepas dari penguasaan nilai dasar tata bernegara yang merupakan bagian mutlak yang tidak terpisahkan.

Seperti diketahui, Taufiq Kiemas meninggal setelah mendapatkan perawatan di Singapura selama dua hari dan menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (8/6). Sebelumnya, Taufiq Kiemas sempat menghadiri acara peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni lalu di Ende, Nusa Tenggara Timur. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda