PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Senin, 24 Juni 2013

Home > > Tiga Hari Menghilang, Jasad Kutuk Ditemukan Mengambang Di Sungai

Tiga Hari Menghilang, Jasad Kutuk Ditemukan Mengambang Di Sungai

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |NGAWI™ Sempat tiga hari menghilang, akhirnya jasad lelaki paruh baya, Suyoto alias Kutuk (47) warga Dusun Dungus, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi Kota berhasil ditemukan secara tidak sengaja oleh pemancing di Kali Madiun sekitar pukul 16.00 WIB, Senin (24/6) dalam kondisi yang mulai membusuk.

Sesuai informasi dari sekitar lokasi penemuan jasad Suyoto dijelaskan saat itu Bagiyo tengah mancing di pinggiran Kali Madiun sekitar Kelurahan Ketanggi Krajan.

Tanpa disengaja dirinya melihat ada sepasang kaki yang menyembul ke permukaan air setelah diamati ternyata sesosok tubuh pria paruh baya dengan posisi tubuh terlentang.

Kontan saja Bagiyo langsung melaporkan penemuan mayat tersebut ke beberapa warga disekitar lokasi mancing. “Tadi sempat gemparkan warga sekitar sini setelah Bagiyo melihat mayat yang tersangkut ranting di pinggir Kali Madiun,” terang Jamaludin.

Kemudian tidak seberapa lama para petugas dari Polsek Kota Ngawi yang dibantu tim medis mendatangi TKP dan langsung mengevakuasi jasad Suyoto yang sudah mulai membusuk.

Saat itu juga jasad pria satu anak ini dibawa ke RSUD Soeroto Ngawi untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematianya. Setelah proses pengecekan terhadap tubuh korban oleh tim medis selesai malam itu juga langsung dimakamkan di TPU setempat.

Pada mulanya peristiwa tragis yang menimpa Suyoto ini terjadi pada Jum’at malam sekitar pukul 23.00 WIB (21/6), sesuai kabarnya saat itu korban habis menenggak minuman keras bersama beberapa orang di sekitar Alun-Alun Merdeka Ngawi.

“Kalau membahas dengan siapa korban mengadakan pesta miras saya sendiri juga tidak tahu,” ujar Agus salah satu tetangga korban.

Tambahnya, setelah itu korban jalan-jalan dengan memakai sepeda motor jenis Shogun bernopol AE 2794 JN.

“Mungkin karena kondisi korban saat itu teler berat maka tidak bisa mengontrol laju kendaraanya dan langsung jatuh dari atas jembatan Dungus,” urai Agus.

Kepastian Suyoto jatuh ke Kali Madiun tersebut berawal dari kabar yang disebutkan oleh penjual mie ceker yang tidak jauh dari rumahnya korban.

Sewaktu kejadian si penjual mie ceker melihat ada sepeda motor yang jatuh dalam kondisi mesin hidup. Setelah di cek ternyata sepeda motor tersebut milik Suyoto.

Tanpa menunggu waktu lama puluhan warga berusaha mencari keberadaan jasad Suyoto.

Namun dengan dibantu oleh tim SAR dari BPBD Ngawi melakukan penyisiran hingga radius 7 kilometer dari titik jatuhnya korban. Ternyata memasuki hari kedua usaha pencarian terhadap jasad Suyoto ini tanpa ada hasil baru selang sehari kemudian baru ditemukan. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda