PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Minggu, 20 Oktober 2013

Home > > Hutan Lawu Gundul, Ratusan Kera Serbu Kampung

Hutan Lawu Gundul, Ratusan Kera Serbu Kampung

wisata lereng gunung lawu

NGAWI™ Ratusan kera menyerang tanaman milik warga di dua desa yakni Umbulrejo dan Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Ngawi. Kera-kera liar tersebut datang secara berkelompok dari puncak Gunung Lawu yang mencapai ratusan ekor langsung menyerbu ke lahan petani seperti ketela, jagung dan tanaman sayur seperti kol gepeng dan buncis.


Salah seorang warga Desa Umbulrejo, Sudarto (50) mengatakan, akibat serangan kera-kera itu kini lahan miliknya yang ditanami ketela terancam gagal panen.

“Kalau tidak salah sekelompok kera ini menyerang tanaman warga sudah terjadi sejak tiga sampai empat bulan lalu, dan parahnya ya sebulan terakhir ini,” terangnya, Minggu ((20/10).

Sudarto menjelaskan, diduga selama ini ratusan kera tersebut yang biasa bermukim dikawasan hutan lindung dilereng Gunung Lawu kehabisan bahan makan akibat musim kemarau sehinggu menimbulkan kelaparan.

Serangan kera sendiri biasa terjadi pada waktu menjelang sore dimana lahan pertanian tersebut sudah ditinggal petaninya.

“Sejumlah petani atau warga terpaksa menjaga lahanya masing-masing untuk menghindari serangan kera, sebab kalau tidak ditunggui atau sengaja dihalau justru kera-kera tersebut akan merusak tanaman secara membabi buta,” ungkap Sudarto.

Bahkan, lanjutnya, kera-kera itu kini memasuki perkampungan warga. Kendati demikian, kera-kera itu tidak berani merusak rumah dan perabotan warga. Mereka hanya sebatas mencuri buah atau tanaman di halaman rumah warga.
Hal senada diungkapkan Sri Patemi (45), warga Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, menurutnya serangan kera terjadi pada tahun ini sejak puluhan tahun silam.

“Seingat saya kalau kera menyerang itu sebetulnya sudah lama tidak terjadi, cuma kali ini kok merusak tanaman seperti itu saya sendiri tidak tahu penyebabnya,” jelasnya.

Ditanya jumlah kerugian yang dideritanya, Sri Patemi enggan menjawabnya dengan alasan tidak seberapa besar dampak dari serangan kera yang meludeskan tanaman ketela miliknya yang sebentar lagi panen.

Ratusan kera liar tersebut selain menyerang lahan pertanian dibeberapa desa masuk wilayah Kecamatan Jogorogo juga terjadi di kecamatan lainya yang berada disisi utara lereng Gunung Lawu seperti Ngrambe dan Sine masuk Kabupaten Ngawi.

Hanya saja sampai berita ini diturunkan belum ada satupun warga yang mengeluhkan akibat serangan kera. Namun warga yang kini resah itu berharap, Pemkab Ngawi segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Sebab kalau dibiarkan terus menerus bisa saja petani mengalami kerugian yang besar.

“Gimana yaa sebetulnya kita sendiri bingung kok mengatasi kera itu misalkan kalau kita tembak ya kasihan banget, mungkin solusinya untuk kedepanya bagaimana pihak Perhutani dan Pemkab Ngawi menjaga jangan sampai ekosistem di hutan lindung atas sana (puncak Gunung Lawu-red) jangan sampai rusak,” tegas Sudarto. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda