PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Sabtu, 09 November 2013

Home > > Cuaca Panas, Gerak Jalan Tradisional Suryo-Ngawi Tetap Semangat

Cuaca Panas, Gerak Jalan Tradisional Suryo-Ngawi Tetap Semangat

Sejarah Monumen Suryo

NGAWI™ Agenda tahunan gerak jalan tradisional dalam rangka Hari Pahlawan 10 November rupanya para peserta harus berjibaku dengan teriknya matahari. Dengan mengambil Start dari Wana Wisata Monumen Suryo, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren dengan jarak tempuh sekitar 30 kilometer hingga nantinya finish di depan Pendopo Wedya Graha,(09/11).

Bupati Ngawi, Ir.Budi sulistiyono, dalam uraiannya sebelum melepas ribuan peserta mengatakan bahwa dipilihnya tempat tersebut, agar generasi muda lebih mengingat jasa para pahlawan yang rela menumpahkan darahnya untuk mempertahankan keutuhan NKRI.

“Jangan sampai generasi muda nantinya lupa akan perjuangan bangsa yang dirintis para pendahulu kita yang penuh pertumpahan darah, maka dari itu event gerak jalan ini bukan saja cuma mengenang jasa pahlawan akan tetapi bagaimana ikut merasakan betapa beratnya perjuangan mereka,” terangnya.

Kemudian sesuai sejarahnya gerak jalan Suryo-Ngawi ini tidak lepas dari kebiadaban PKI, pena sejarah mencatat kala itu tanggal 10 September 1948. Awal kejadian bermula pada saat itu Presiden Soekarno memanggil semua gubernur dari provinsi untuk bertemu di Yogjakarta yang masih menjadi ibu kota Republik Indonesia.

Saat Gubenur Suryo dalam perjalanan pulang untuk kembali ke Surabaya, saat rombongan sampai di Dusun Bago, Desa Kedungalar, Kabupaten Ngawi, Gubenur Suryo beserta para rombongan dihadang oleh segerombolan pengikut Komunis, Beliau beserta rombongan dipaksa untuk memasuki area hutan dan dan langsung dibantai.

ementara dalam gerak jalan Suryo-Ngawi kali ini menurut Eko Purnomo Plh Kepala Dispariyabudpar Kabupaten Ngawi di ikuti 250 regu. Terdiri peserta putri dari pelajar SMP sebanyak 35 regu dan putra ada 57 regu sedangkan dari pelajar SMA untuk putri 21 regu untuk putranya 35 regu sedangkan sisanya merupakan peserta kehormatan dari intansi pemerintahan dan dari Yon Armed Kostrad 12 Angicipi Yudha Ngawi serta Kodim 0805 Ngawi.

Namun, dari ribuan peserta gerak jalan tersebut terlihat sebanyak 5 orang dari peserta pelajar setelah sampai finish malah jatuh pingsan. Dengan dibantu tim medis yang telah disiapkan sebelumnya, para peserta yang pingsan ini langsung ditangani dengan diberikan nafas bantuan melalui tabung oksigen.

“Pada umumnya mereka merasa kecapekan karena jarak tempuhnya yang lumayan jauh selain itu peserta ini mengalami kejang otot setelah sampai finish,” jelas Dr.Esti Retno Setyowati dari Puskesmas Ngawi Purba.

Selain itu guna mengurai kemacetan kendaraan baik roda dua maupun empat yang ditimbulkan gerak jalan tersebut jelas Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Lamuji, pihaknya memberlakukan sistem buka tutup. Langkah antisipasi ini dilakukan untuk mempermudah lajunya kendaraan baik menuju Solo maupun sebaliknya. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda