PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Sabtu, 09 November 2013

Home > > Diputusin Pacar, Cah Wedok Teguhan Coba Bunuh Diri

Diputusin Pacar, Cah Wedok Teguhan Coba Bunuh Diri

Pengobatan tradisional

NGAWI™ TR(15) gadis belia asal Dusun Tempel, Desa Teguhan, Kecamatan Paron, tiba-tiba gelap hati lantaran diputusin kekasih. Mungkin depresi berat, gadis ABG anak pertama dari pasangan Suparlan (55) dan Parinem (37) ini nekat menenggak obat serangga jenis insektisida cap naga dirumahnya sekitar pukul 07.00 WIB. Beruntung nyawanya masih bisa tertolong (09/11).

Kenekatan TR kali pertama diketahui oleh ibunya Parinem sehabis pulang mengantarkan anak keduanya di sekolah yang berjarak kurang dari 2 kilometer. Saat kejadian urai Parinem, dirinya melihat TR sudah dalam keadaan kejang disertai muntah secara terus-menerus didalam kamarnya.

“Ketika saya tanya dia (TR-red) apakah minum obat serangga kemudian dia menjawabnya ‘iya’,” jelasnya.

Tidak ingin kehilangan nyawa putrinya tersebut kontan saja Parinem langsung berteriak minta tolong terhadap warga sekitar. Tidak berselang lama korban segera dilarikan ke UGD Puskesmas Jambangan, karena kondisi TR terus memburuk langsung dirujuk ke IGD Rumah Sakit dr Soeroto Ngawi.

Untungnya TR melewati masa kritis meski sudah ‘klenger’ tersebut setelah tim medis pihak rumah sakit melakukan cuci lambung. Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soeroto Ngawi, Margo Waluyo, mengatakan, korban sudah berhasil keluar dari masa kritis setelah berjam-jam lamanya pihak medis berusaha mengeluarkan racun pestisida yang terlanjur terminum.

“Pasien sudah melewati masa kritisnyadan saat ini pasien masih lemas karena masih dalam tahap penyembuhan. Kami sudah memberikan obat untuk memulihkan kondisinya,” singkatnya.

Sementara sesuai penelusuran media dari tetangga dekat korban menyebutkan kalau TR ini memang dikenal anak keras kepala. Bahkan untuk sekolahnya saja sempat dikeluarkan dari pihak sekolah yang saat itu duduk dibangku salah satu SMP di Kecamatan Paron gara-gara berperilaku menyimpang seperti mbolos sekolah tanpa alasan pasti.

“Kalau setahu saya TR itu anaknya lumayan bandel, suka dolan dan jarang pulang kerumahnya meski dia masih ABG, dan sebelum kejadian itu dia memang dimarahin oleh keluarganya lantaran pergi dari rumah tanpa pamit,” ungkap salah satu tetangga korban yang namanya enggan untuk disebut.

Jelasnya lagi, TR diketahui suka berteman dengan para cowok entah itu orangnya. Dia menyebut, besar kemungkinan TR nekat mencoba bunuh diri akibat ditinggal pacarnya setelah ketahuan sering ganti-ganti pasangan. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda