media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.
Custom Search

Senin, 05 Mei 2014

Home > > Isu Kunci Jawaban UN SMP Beredar, Dindik Anggap Info Menyesatkan

Isu Kunci Jawaban UN SMP Beredar, Dindik Anggap Info Menyesatkan

Hadi Suharto Kabid Dikmen Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ngawi

NGAWI™ Isu beredarnya kunci jawaban, sempat menyeruak beberapa hari jelang UN, tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat. kabar tersebut langsung dipatahkan Hadi Suharto Kabid Dikmen Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ngawi yang menyatakan bahwa hal itu tak benar adanya mengingat sistem pengamanan dimulai dari setiap tahapan, (05/05).

Menurutnya, sampai pelaksanaan UN pihaknya sangat meragukan kebenaran kabar yang beredar selama ini. Tegas Hadi, kunci jawaban bocor sangat kecil sekali kemungkinanya hal ini tidak lepas dari sistem pengamanan yang diberlakukan terhadap materi UN selama ini.

Urainya, pengamanan diberlakukan di setiap tahapan mulai dari kedatangan soal di lokasi titik bongkar, selama penyimpanan, pengiriman ke lokasi sub rayon, hingga distribusi ke sekolah-sekolah. Diterangkan Hadi Suharto, pelaksanaan UN untuk SMP sederajat tahun ini setidaknya diikuti 11.706 siswa terdiri 8.475 siswa SMP, 2.989 siswa MTs ditambah 5 siswa dari SMPLB dan 237 siswa dari Kejar Paket B.

Dari 115 sekolah SMP sederajat yang melaksanakan UN tahun ini bisa dipastikan 20 sekolah diantaranya tidak bisa melaksanakan ujian akhir secara mandiri. Hal ini tidak lepas dari proses akreditasi yang sempat tertunda dari pusat bahkan ada sekolah yang memang keberadaanya baru berdiri.

Sesuai datanya, 20 sekolah yang belum tercover untuk melaksanakan UN sendiri didominasi MTs sebanyak 12 sekolah sedangkan sisanya 8 sekolah untuk SMP. Sedangkan pelaksanaan UN SMP sederajat tahun ini terlihat mendapatkan pengamanan super ketat dari pihak aparat kepolisian. Seperti di SMPN 2 Paron pelaksanaan UN selain dibawah pengawasan 22 orang juga terlihat 2 orang anggota kepolisian berseragam sipil.

Hari Supriyono Kepala SMPN 2 Paron mengatakan pengamanan UN dari kepolisian tidak hanya terjadi pada lingkungan sekolah melainkan mereka juga terlibat dalam pengiriman soal UN dari sub rayon ke sekolahanya. Tahun ajaran 2014/2015 saat ini terang Hari, tidak ada satupun siswa yang berhalangan untuk mengikuti UN dan tercatat 171 siswa.

“Alhamdulilah, tahun ini semua siswa mengikuti ujian nasional karena jauh hari sebelumnya kita sudah memberikan arahan terhadap mereka maupun terhadap orang tuanya,” jelasnya.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro


Berita Terkait



0 comments:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda