PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Senin, 30 Juni 2014

Home > > Kanang: Lambang Garuda Jangan Diplesetkan Untuk Kepentingan Politik

Kanang: Lambang Garuda Jangan Diplesetkan Untuk Kepentingan Politik

Hasil terkini perhitungan suara Pilpres 2014

NGAWI™ Budi Sulistyono Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi sekaligus Bupati Ngawi, saat nonton bareng (nobar) debat capres-cawapres di Balai Desa Semen, Kecamatan Paron, Ngawi, pada minggu malam (29/06), menegaskan bahwa Penggunaan logo Garuda warna merah pada salah satu pasangan capres-cawapres dinilai menciderai nasionalisme.

“Tidak boleh menggunakan lambang Garuda ini seenaknya, apalagi digunakan untuk kepentingan terlebih diplesetkan untuk kepentingan politik,” jelasnya.

Kanang demikian panggilan akrab Budi Sulityono sesuai paparnya, bukan cuma masalah penempatannya yang dinilai menciderai nasionalisme bangsa lantaran tak digunakan di dada sebelah kiri dekat jantung, namun penggunaan lambang yang mirip dengan Garuda Pancasila adalah dilarang.

Penjelasan Kanang yang sekaligus Bupati Ngawi ini kalau dikaitkan UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan Pasal 54 Ayat 3 sangat dibenarkan dan bisa disebut sebuah pelanggaran.

Kanang mengungkapkan kalau penggunaan lambang Garuda secara sembarangan sebagai bentuk preseden buruk terhadap rasa nasionalisme. Meski tidak tertulis Bhineka Tunggal Ika bebernya, secara subtansi ada persamaan dalam bentuk.

“Apapun yang terjadi lambang Negara termasuk lambang Garuda harus sesuai dengan khitahnya, peletakan lambang Garuda ini memang sangat disakralkan dan terkait penggunaan salah satu capres itu kita lihat sendiri sajalah,” urainya.

Sebagai orang nomor satu partai bergambar banteng bermoncong putih diwilayahnya, dia berharap kepada rakyat dalam pilpres nanti jangan sampai memilih bak kucing dalam karung. Mengingat dalam pilpres terlalu beda jauh dengan pemilihan legislative, masyarakat selaku konstituen harus tahu betul tentang siapa yang pantas untuk dipilihnya

Sedangkan Dwi Rianto Jatmiko Sekretaris DPC PDI Perjuangan sekaligus ketua DPRD Ngawi dengan nobar masyarakat akan mendapatkan pembelajaran secara bagus tentang politik.

“Mereka kalau difasilitasi untuk nobar debat capres-cawapres seperti malam ini tentunya ada hikmah tersendiri dalam dirinya, sehingga sebagai referensi yang baik dalam menentukan siap yang patut untuk dipilih,” ungkapnya.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda