PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 13 Agustus 2014

Home > > Kekeringan Tahunan, Warga Cantel Kembali Konsumsi Air Sungai

Kekeringan Tahunan, Warga Cantel Kembali Konsumsi Air Sungai

berita kekeringan di ngawi

CANTEL™ Masuk musim kemarau tahun ini setidaknya nasib 105 KK warga Dusun Cantel, Desa Cantel, Kecamatan Pitu-ngawi, terpaksa konsumsi air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Menurut penuturan warga setempat, hal ini selalu terjadi setiap tahu. Sementara pihak pemerintah setempat dengan dinas terkait belum melakukan tindakan maksimal.


“Ya kita harus nekat untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan masak maupun minum, itupun kita harus antri dengan warga lainya di sumber air pinggiran sungai itupun sebenarnya bukan sumber air melainkan resapan yang dibuat warga,” terang Ismiati warga setempat, Rabu (13/08).

Kelangkaan air bersih diwilayahnya terang Ismiati, lantaran sumber air merupakan barang langka disekitar rumahnya. Kalau toh ada mata air itupun bersifat sementara disaat musim penghujan yang keluar dari sumur dengan kedalaman hampir 15 meter.

“Sebenarnya juga pengen seperti warga lainya yang mudah mendapatkan air bersih, harapan warga disini ya dari pemerintah untuk melihat langsung kondisi sebenarnya betapa sulitnya mendapatkan air bersih,” ungkapnya.

Bahkan, untuk kebutuhan seperti mandi dan cuci pakaian kata dia harus ke sungai dengan kondisi airnya keruh. Sedangkan Sukemi warga lainya menerangkan suplai air bersih dari pemerintah daerah yang biasa terjadi setiap musim kemarau sangat tidak tepat sasaran.

Contohnya, setiap satu tangki truk air bersih yang dikirim pasti habis ditengah jalan bukan diterima yang berhak. “Memang selalu ada suplai air bersih ditempat sini tetapi ya itu tidak tepat sasaran,” tegasnya.

Dirinya menilai solusi terbaik dari pemerintah dalam mengatasi krisis air bersih tetap dibuatkan sumur pompa dengan kedalaman 100 meter bukan suplai air yang diterapkan.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Ngawi, Eko Heru Cahyono menjelaskan, droping air bersih itu akan terus dilakukan terutama untuk daerah-daerah yang mengalami kekeringan.

Tambahnya, menurut pemetaan BPBD diwilayah Ngawi ada 9 kecamatan yang mengalami krisis air bersih dengan berbagai kategori muai kekeringan yaitu kering keritis, kritis langka, kering terbatas.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda