PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 31 Oktober 2014

Home > > KUPTD Terminal Kertonegoro Berang Terkait Proyek Rehab

KUPTD Terminal Kertonegoro Berang Terkait Proyek Rehab

Berita terkait lelang proyek terminal kertonegoro ngawi jawa timur

NGAWI™ Lagi –lagi, Ali Imron, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Kertonegoro Ngawi berang lantaran merasa dipecundangi dengan adanya beberapa kegiatan proyek rehabilitasi diwilayah area kekuasaannya. Dia mengaku, bahwa selama dua bulan terakir proyek berjalan, dirinya tidak mengetahui besaran Pagu dana apalagi nama rekanan yang mengerjakan.


“Kalau nilai proyek maupun untuk apa saja yang dikerjakan di dalam terminal sini saya sendiri tidak tahu meski lokasinya didalam wilayah saya. Dan kewenangan terminal hanya mengusulkan ke Dishubkominfo saja,” kata Ali Imron Kepala UTPD Terminal Kertonegoro Ngawi, (31/10).

Kata Ali, pihaknya hanya mengetahui item proyek yang dikerjakan didalam terminal seperti pengecoran landasan pintu keluar, rehabilitasi plafon, pengecatan dan pembangunan gedung yang dijadikan sarana istirahat penumpang. Untuk landasan pintu keluar bus jelas dia sekarang ini diganti cor beton dari sebelumnya berupa paving dengan panjang 75 meter serta ketebalan cor antara 15-20 centimeter.

Sedangkan proyek lainya yang dikerjakan sekarang ini volume maupun besaran pagu nilainya tanpa diketahui. Dengan pola manajemen yang masih dipegang Dishubkominfo beber Ali Imron sudah jelas akan mempengaruhi kinerja internal UPTD sendiri.

“Sudah berapa kali usul agar UPTD ini dibuatkan rekening sendiri sehingga setiap kebutuhan terminal akan cepat terselesaikan,” tandasnya.

Meskipun demikian kata Ali manajemen pelayanan terminal sejak dia pegang mulai 2013 lalu hingga sekarang mengalami peningkatan baik target restribusi maupun pelayanan terhadap penumpang.

Untuk target restribusi sendiri sampai akhir Oktober 2014 sudah mencapai 84 persen dari pagu yang dibebankan ke terminal senilai Rp 273 juta. Sedang lainya menyangkut kenaikan level Terminal Kertonegoro yang diberikan Dishubkominfo Propinsi Jawa Timur sejak 2013 dari status A level III sekarang ini mengantongi level I.

Kenaikan level ini didasarkan pada frekuensi kendaraan yang masuk ke dalam terminal harus mencapai 300 armada setiap harinya.

“Meski ada ketimpangan diberbagai sektor tetap kita upayakan pelayanan terminal haruslah maksimal dengan mengotimalkan semua lini yang ada di terminal,” pungkas Ali Imron.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda