PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Sabtu, 31 Oktober 2015

Home > > Nasir: Dari Kecil Hingga Jadi Menteri Kok Tetap Sama…Jalannya Rusak..!

Nasir: Dari Kecil Hingga Jadi Menteri Kok Tetap Sama…Jalannya Rusak..!

Sejak saya masih kecil sampai saya besar menjadi menteri kok masih sama saja… jalannya tetap rusak, Kata M. Nasir Menristekdikti

SN™ NGAWI-Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Muhamad Nasir dalam lawatannya ke Kabupaten Ngawi, melakukan panen perdana hasil pengembangan padi unggul varietas Sidenuk di Desa Teguhan, Kecamatan Paron. Pada kesempatan yang sama para pejabat Pemkab sempat dibuat merah padam lantaran pak menteri yang asli kelahiran Jambangan Paron ini langsung menuding kondisi jalan yang rusak.

“Dulu hingga sekarang sejak saya masih kecil sampai saya besar menjadi menteri kok masih sama jalanya. Pak camat ayo maksimalkan para kepala desa untuk mengelola dana desa yang mulai cair itu. Pergunakan untuk sarana dan prasarana yang vital dahulu seperti jalan,” kata Nasir saat memberi sambutan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khair Desa Teguhan, Kecamatan Paron, seusai melakukan panen perdana padi Sidenuk.

Terkait panen padi perdana Muhamad Nasir mengatakan, bibit padi Sistem Dedikasi Nuklir (Sidenuk) merupakan hasil riset dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) melalui sistem iradiasi yang telah sukses untuk masuk ke kawasan industri yakni petani.

“Sidenuk ini merupakan hasil skala riset yang sudah berhasil sehingga sekarang ini bisa masuk langsung ke petani untuk dikembangkan. Maka harapanya masyarakat bisa memanfaatkan hasil penelitian yang dilakukan lembaga riset tersebut,” urai dia lagi.

Saat disinggung terkait masih maraknya perguruan tinggi bodong, pihaknya mengakui sedikitnya masih ada 243 PT yang sudah di non aktifkan namun demikian bukan berati izinya dicabut.

Dia jelaskan, ratusan PT yang dibekukan itu merupakan hasil akumulasi sejak 16 September 2014 lalu.

Ada pelanggaran yang termasuk ringan, ada pula yang termasuk berat. Berbagai pelanggaran tersebut diantaranya PT tidak melaporkan data selama empat semester berturut-turut, rasio dosen dan mahasiswa tidak ideal, melaksanakan kampus utama tanpa izin.

“Verifikasi perguruan tinggi sampai sekarang ini sudah ratusan jumlahnya, dan sekarang sudah mulai turun artinya makin membaik dan bisa diaktifkan kembali mudah-mudahan akhir tahun ini tuntas itu harapanya. Dan perlu diketahui juga sekarang ini tinggal 187 perguruan tinggi yang harus membenahi manajemen internal mereka untuk kita aktifkan kembali,” pungkas Muhamad Nasir.
Pewarta: kun/Pr
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda