PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 27 Mei 2016

Home > > Jembatan Watualang Digadang Memperlancar Akses Kawasan Industri

Jembatan Watualang Digadang Memperlancar Akses Kawasan Industri

Pengumuman lelang tahap II Jembatan Watualang

SINAR Ngawi-Usai tahap I ditahun anggran 2015, jembatan Watualang yang membentang dialiran bengawan Solo wilayah Kecamatan Pitu Ngawi, kini masuk pada tahap akhir pengerjaan dengan nilai kontrak Rp 21 miliar yang kembali dimenangkan oleh PT. Satwiga Mustika Naga. Sudarno Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PU BMCK Ngawi, menerangkan pihaknya akan terus memantau jalannya pekerjaan mega proyek tersebut.

“Kita serba teliti mengingat kepala jembatan sesuai fungsinya sebagai penyangga beban. Tidak salahnya terus kita pantau dari awal sampai finishing nanti agar sesuai dengan kwalitas yang sudah ditentukan,” ungkap dia.

Meski demikian, proyek tahap II dengan pengerjaan talud beton plus kepala jembatan sisi utara dilakukan serba ekstra hati-hati. Mengingat penggunaan jembatan Watualang nantinya jelas sebagai salah satu akses menuju kawasan industri di Kecamatan Pitu yang digadang Pemkab Ngawi.

“Sistem pekerjaan memang terbagi menyesuaikan bagian jembatan yang ada. Kenapa dilakukan hal itu tentunya untuk mempercepat waktu mendasar schedule yang ada dengan tetap memperhatikan mutu kwalitasnya,” urainya lagi.

Masih menurutnya, menyangkut material jembatan yang digunakan dibawah rekanan berasal dari produksi pabrikan tanpa meragukan mutunya.

Dia pun mewanti-wanti kepada rekanan nantinya dalam pemasangan trotoar, slab lantai kendaraan, gelagar atau girder maupun balok diafragma serta bearing atau tumpuan harus sesuai dengan spesifikasi kontruksi jembatan yang

Sementara, tahun berikutnya yakni 2017 akan mempersiapkan kontruksi jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Ngawi Kota dengan Kecamatan Pitu.

Namun pekerjaan jalan diatas lahan 8 ribu meter dengan panjang sekitar 2,5 kilometer yang dibebaskan dari warga setempat pada tahun anggaran 2014/2015 itu diprediksi menelan Rp 25 miliar.

Namun demikian, kata Sudarno masalah sumber anggaran untuk pembuatan jalan itu sendiri sampai sekarang ini memang belum diketahui secara pasti bersumber darimana.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda