PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Kamis, 27 Oktober 2016

Home > > Dongkrak Produktivitas, Menteri Arman Himbau Petani Tanam Padi Hibrida

Dongkrak Produktivitas, Menteri Arman Himbau Petani Tanam Padi Hibrida

Meteri pertanian kunjungi Ngawi…ini agendanya…

SINAR NGAWI™ Ngawi-Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Ngawi, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan panen raya padi jenis hibrida varietas Sembada (B9) di Desa Ngompro, Kecamatan Pangkur. Dijelaskan, para petani setempat terus memanfaatkan padi varietas hibrida karena terbukti mampu meningkatkan hasil produksi pertanian khususnya padi.

“Sekarang produksi nasional padi inbrida (non hibrida-red) hanya mampu 5,5 ton per hektar namun jika dibandingkan dengan padi varietas hibrida ini selisihnya lebih banyak yakni tiga ton per hektar. Maka kami meminta petani betul-betul memanfaatkan padi varietas hibrida ini,” terang dia.

Tambahnya, varietas padi hibrida varietas B9 milik penangkaran padi PT Biogene Plantation yang dilepas tahun 2008 lalu terbukti mampu meningkatkan produksi padi lebih 8 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektarnya.

Dengan hitungan tersebut, jika dikalikan 10 juta ton sampai 30 juta ton padi jenis varietas hibrida secara nasional petani mampu meningkatkan produksinya dengan nilai sekitar Rp 120 triliun.

“Benih padi hibrida yang didapatkan secara gratis ini bermacam jenisnya mulai IPB3S, Inpari dan Sembada sendiri. Dengan demikian program pertanian semacam ini menjadi perhatian kita jangan sampai masyarakat asal tanam benih saja tanpa memperhatikan kwalitas benih itu sendiri,” kupasnya lagi

Ditempat yang sama, Bupati Ngawi Budi Sulistyono saat menghadiri panen raya bersama Mentan tersebut, untuk produksi padi diwilayahnya pada musim panen kali ini baru menyentuh 780 ribu ton GKP dan 20 persen diantaranya dikonsumsi oleh lokal.

“Produksi padi di Ngawi memang perlu kita genjot lagi meskipun daerah ini salah satu lumbungnya padi di Jawa Timur. Tentunya petani harus bersinergi memanfaatkan benih hibrida dengan berbagai macam varietasnya apalagi yang sudah terbukti varietas Sembada ini,” terang Bupati Ngawi Budi Sulistyono.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda