PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Kamis, 23 Maret 2017

Home > > Antisipasi Dini, Satlantas Polres Ngawi Dialog Bareng Dengan Puluhan Tukang Ojek

Antisipasi Dini, Satlantas Polres Ngawi Dialog Bareng Dengan Puluhan Tukang Ojek

ojek online di Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Meski keberadaan ojek online belum merambah kota Ngawi, namun guna mengantisipasi peristiwa bentrok antar jasa angkutan konvensional dengan penyedia angkutan berbasis aplikasi dibeberapa kota besar, pihak Unit Dikyasa Satlantas Polres Ngawi bersama UPT Terminal Kertonegoro mensosialisasikan tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan kepada puluhan tukang ojek.

“Para tukang ojek memang perlu diberikan pemahaman yang total terkait kegiatanya. Jangan sampai keberadaan tukang ojek seperti di Ngawi ini saling rebutan penumpang yang berakibat gesekan dengan penyedia jasa angkutan lain termasuk mereka harus taat akan aturan,” terang Ipda Nur Hidayat Kanit Dikyasa Satlantas Polres Ngawi.

Tambahnya, keberadaan tukang ojek yang biasa mangkal di lokasi strategis baik didalam kota maupun tempat tertentu jangan sampai mengganggu tertibnya lalu lintas. Justru sebaliknya, para tukang ojek diajak menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas saat melayani penumpang.

Ditempat yang sama, Ali Imron Kepala UPT Terminal Kertonegoro Ngawi mengatakan, setidaknya ada 47 tukang ojek yang berhasil dikumpulkan untuk mendapatkan bekal ilmu berlalu lintas.
Bahkan untuk menjaga tertibnya para tukang ojek kata Ali, pihaknya mengeluarkan semacam Kartu Tanda Anggota (KTA) demikian juga rompi kepada para tukang ojek yang biasa mangkal di sekitar Terminal Kertonegoro.

“Bagi kami kehadiran tukang ojek sangat diperlukan sebagai penyedia jasa angkutan. Dengan demikian mereka pun sangat kami perhatikan keberadaanya mengingat apapun alasanya mereka mencari rejeki demi menghidupi keluarganya,” tegas Ali Imron.

Hanya saja tambah Ali, sejak 1 Maret 2017 lalu kendaraan ojek seperti sepeda motor maupun bentor memang dilarang masuk area terminal. Akan tetapi mereka tetap diperbolehkan mangkal di depan terminal yang sudah disediakan tempatnya.

“Kalau orangnya atau tukang ojeknya silahkan masuk kedalam terminal untuk mencari calon penumpang tetapi untuk kendaraanya memang dilarang masuk. Selain itu sesuai rencana kami diberikan rompi gratis agar calon penumpang bisa mengenali mereka tetapi untuk sekarang masih terkendala anggaran,” pungkas Ali Imron.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda

 
close
Banner iklan disini