PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 13 Oktober 2021

Home > > Ciptakan Ketrampilan Yang Berdaya Saing Dengan Pelatihan Berbasis Unit Kompetensi

Ciptakan Ketrampilan Yang Berdaya Saing Dengan Pelatihan Berbasis Unit Kompetensi

Disperindagnaker Ngawi

SN-Media™ Ngawi-Kegiatan pelatihan berdasarkan unit kompetensi, diharapkan mampu memberikan bekal ketrampilan sekaligus penguasaan pangsa pasar serta permodalan mendasaran tantangan kebutuhan tenaga kerja atau yang mandiri dengan berwirausaha.

Yusuf Rosyadi, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian Dan Tenaga Kerja (Disperindagnaker) Ngawi mengatakan, guna menjawab persaingan yang ketat kebutuhan tenaga kerja maupun wirausaha, pihaknya melakukan pelatihan bagi masyarakat. 

Kegiatan pelatihan dengan total peserta 48 peserta tersebut, terdiri dari 16 peserta dengan jenis pelatihan menjahit, 16 peserta dengan jenis pelatihan rias manten serta 16 peserta dengan jenis pelatihan tata boga. 

“Dengan harapan berbekal keahlian ketrampilan maka diharapkan peserta mampu bersaing untuk masuk dunia kerja, selain itu mampu berdiri mandiri membuka wirausaha baru,” kata dia. 

Bagi para peserta pelatihan, masih menurutnya, khusus untuk wirausaha baru akan dibantu baik berupa perizinan, fasilitas tentang merek, hak cipta dan kemasan, serta membantu pemasaran dengan display di toko-toko modern, serta membantu membranding produk supaya bisa bersaing dengan produk lain. 

“Pihak Disperindagnaker juga sudah berkoordinasi dengan bank Jatim, untuk membantu wirausaha baru dari segi permodalan,” lanjutnya. 

Terpisah, Kapti Lestariningsih, narasumber pelatihan rias manten dari LPK Sari Dewi Krandegan Ngrambe meyakini bahwa nantinya peserta pelatihan bisa menjadi asisten penata rias, atau membuka usaha tata rias sendiri. 

Kegiatan pelatihan rias manten dengan materi rias manten solo putri, meliputi paes, make up, sanggul, dan busana lengkap pengantin solo putri serta rangkaian upacara adat. 

“Di akhir pelatihan akan diadakan uji kompetensi lokal, meliputi teori dan praktek tata rias dengan menggunakan model,” kata Kapti Lestariningsih. 

 Pewarta: TIM
Editor : Ro
Copyright : SNM


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda