PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Minggu, 30 Oktober 2022

Home > > Bentuk LSO, Guna Percepat Target Seribu Hektar Pertanian Ramah lingkungan

Bentuk LSO, Guna Percepat Target Seribu Hektar Pertanian Ramah lingkungan

Portal Berita Kabupaten Ngawi

SN-Media™ Ngawi-Makin meningkatnya permintaan produk organik, yang selaras dengan Visi Misi Bupati Ngawi, maka dalam mengembangkan pertanian ramah lingkungan secara masif hingga 1000 hektar, sangat diperlukan upaya pembentukan lembaga Sertifikasi Organik (LSO).

Amirudin, Kabid Tanaman Pangan, pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi, menegaskan, dalam mengangkat produk pertanian yang berbasis organik maka perlu proses meningkatkan kemampuan SDM baik skills, attitude, maupun behaviour. 

Amir menambahkan, dalam bimtek capacity building, yang dilaksanakan pada Minggu (30/10) bertempat Hall Hotel Sukowati, untuk meningkatkan SDM calon pengelola LSO, dari bimtek nantinya disaring atau dipilih melalui asesmen dan yang lulus akan mendapatkan sertifikasi kompeten dari BNSP. 

Peserta bimtek berjumlah 25 orang dari beberapa unsur seperti petani pelaku organik, pengusaha, pemerhati organik, serta unsur yang lain. Dan setelah SDM pengelola LSO siap, maka akan dilengkapi sarana prasarana, kelengkapan dokumen dan kelembagaan. 

“Barulah LSO terbentuk dan siap beroperasi dan target terbentuknya LSO hingga 2024 mendatang,” kata Amir. 

Terpisah, Purwanto, narasumber dari LSO Jawa tengah menyampaikan apresiasi kepada Ngawi yang telah memulai pertanian organik, sebagai solusi pertanian yang menggunakan pupuk kimia sehingga tidak ramah lingkungan dan akibatkan sejumlah masalah kesehatan, pencemaran lingkungan serta keseimbangan alam yang terganggu. 

Agar Ngawi bisa membentuk LSO, masih terangnya, maka beberapa tahapan harus dilalui, termasuk melengkapi persyaratan umum seperti akta pendirian, klasifikasi buku lapangan usaha Indonesia, NPWP dan lain-lain. Selain itu diperlukan sumber daya dan SDM, lembaga pendukung, serta klien. 

Pewarta: Dama
Editor : Kuncoro
Copyright : SNM


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda