media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label SIARAN PERS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIARAN PERS. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Mei 2020

Rapid Test Ke Dua Klaster Pasar, Ditemukan 99 Kasus Reaktif Covid-19

Berita corona kabupaten Ngawi Jatim

SINAR NGAWI™ Ngawi-Giat rapid test klaster pasar kembali dilakukan, yang mana pada gelombang pertama ditemukan 26 kasus dan untuk gelombang dua bertambah 73 orang, sehingga total menjadi 99 kasus reaktif covid 19.

dr Yudono, anggota tim gugus tugas percepatan penanganan covid 19 Ngawi yang juga merupakan Kadinkes setempat mengatakan bahwa giat rapid dilakukan dengan mengambil sampel darah dengan sasaran pedagang dan pemasok dari luar Ngawi disejumlah pasar tradisional.

“Untuk rapid test gelombang pertama, yang reaktif kebanyakan pedagang dari luar kota, namun untuk gelombang dua masih dalam klaster pasar, justru kebanyakan dari warga Ngawi,” terang dia.

Tambahnya, hasil rapid test ini baru merupakan hasil dari pemeriksaan antibody-nya, jadi masih belum pasti dan yang hasilnya reaktif positif ini akan dilakukan swab.

“Jadi untuk klaster pasar dan klaster perbankan, yang didapat hasil reaktif , semuanya akan dikirim untuk dilakukan swab.” Katanya kemudian.

Seperti diketahui, giat rapid digelar 2 gelombang, untuk gelombang yang pertama untuk 5 pasar meliputi pasar Ketanggung Sine, pasar Simo Kendal, pasar Beran, pasar unggas Ngawi dan pasar Besar Ngawi, dengan 413 sampel terdapat 26 sampel reaktif.

Sedangkan gelombang 2, rapid test dilakukan di pasar Kedungprahu, pasar Walikukun, pasar Sambirejo, pasar Samben dan pasar Pangkur, dengan 501 sampel terdapat 73 sampel reaktif.

“Meski secara epidemiologi virus ini telah mengalami mutasi khususnya di jawa timur kearah yang tidak berbahaya, namun masyarakat harus tetap waspada dan meningkatkan sistem imun tubuh,” pungkasnya.
Pewarta: Doel
Editor: Kuncoro


Senin, 04 Mei 2020

PDP No 15 Ngawi Dinyatakan Sembuh Dan Menjalani Isolasi Mandiri Di Rumah

Pasien postif Covid 19 asal Ngawi sembuh

SINAR NGAWI™ Ngawi-Untuk orang yang terkonfirmasi positif, yakni PDP no 15 asal salah satu desa di Kecamatan Widodaren Ngawi, setelah menjalani perawatan di RS. Moewardi selama 24 hari, telah dinyatakan sembuh.

Budi Sulistyono ketua gugus penanganan covid 19 yang sekaligus Bupati Ngawi, menegaskan bahwa yang bersangkutan menunjukkan perkembangan kesehatan yang membaik dan sudah dinyatakan sembuh oleh tim medis RS. Moewardi Solo.

“Meskipun sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, namun yang bersangkutan harus melakukan isolasi mandiri di rumah,” terang dia.

Selanjutnya diharapkan semua warga Ngawi tetap meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama melawan covid 19, mencegah dan memutus penyebarannya.

“Mari kita setiap saat, setiap ada kesempatan dengan selalu menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, istirahat cukup dan olahraga,” pungkasnya.
Pewarta: Doel
Editor: Kuncoro


Sabtu, 21 Maret 2015

Petani Ngawi Mulai Garap Sawah Dengan Hand Traktor Bantuan

Berita foto terbaru terkait traktor tangan bantuan presiden Jokowi (Joko Widodo)di desa keras wetan

SN™ Musim tanam kali ini, petani di wilayah Kecamatan Geneng Ngawi sudah menggunakan Hand Traktor bantuan pemerintah pusat yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 31 Januari lalu. Dalam keterangan, Letkol (Inf) Sugiyono Dandim 0805, selain melakukan pengawasan, pihaknya juga menyatakan bahwa bantuan Traktor akan di tambah secara bertahap khususnya di Jawa Timur sebanya 2000 unit.

“Kami akan terus melakukan pengawasan, dalam hal ini untuk bantuan traktor sudah kami serahkan bersama dinas pertanian sejak 12 maret lalu dan terkait adanya rumor bahwa petani belum terima bantuan itu tidak benar,” terangnya, (21/03).

Sementara dalam pengelolaan hand traktor, petani menerapkan sitem bergilir. Menurut Karni, pengurus kelompok tani Sumber Rejeki menerangkan bahwa untuk biaya perawatan diambilkan dari dana iuran yang diambilkan pada masa panen tiba.

“Traktor bantuan ini diserahkan pada tanggal 12 maret,lalu. Untuk sistem penggunaan traktor yakni gotong royong untuk biaya perawatan dan sewa dibayar setiap panen oleh kelompok tani,” jelasnya.
Pewarta: CunG
Editor: Kuncoro


Rabu, 08 Januari 2014

Pangdam V / Brawijaya Lantik DANYONKAV Baru

Berita Jawa Timur Kabupaten/kota

JATIM™ Guna meningkatkan kualitas kinerja organisasi dan sekaligus untuk penyegaran tugas personel yang berkesinambungan, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Mayjen TNI Ediwan Prabowo, S.IP. pada hari Selasa (7/1) melantik Komandan Batalyon Kavaleri 3/Tank V/Brawijaya yang bertempat di Lapangan Upacara Yonkav 3/Tank.

Danyonkav baru yang dilantik Pangdam V/Brawijaya yaitu Mayor Kav. Rizeki Indra Wijaya, S. Sos yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Ter Rem 141/Tp Kodam VII/Wrb menggantikan Letkol Kav Susanto, S.IP. yang akan bergeser sebagai Dandim 0828/Sampang Rem 084/BJ Kodam V/Brawijaya.

Pangdam V/Brawijaya dalam amanatnya mengatakan bahwa serah terima tugas, wewenang dan tanggung jawab jabatan Komandan Batalyon Kavaleri 3/Tank ini, hendaknya dipahami sebagai upaya dalam memelihara dan mengoptimalkan kinerja organisasi. Dengan tujuan guna mendukung pencapaian tugas pokok TNI Angkatan Darat, khususnya Kodam V/Brawijaya.

Batalyon Kavaleri 3/Tank ini, adalah salah satu satuan yang diandalkan baik oleh Kodam V/ Brawijaya maupun Pussenkav TNI-AD. Oleh sebab itu satuan ini dituntut untuk tetap memiliki mobilitas yang tinggi, daya tembak yang besar serta lindung lapis baja yang baik agar mampu menampilkan ”TRI DAYA CAKTI”nya.

Dalam menghadapi berbagai tugas ke depan yang mungkin dihadapi oleh Kodam V/ Brawijaya baik tugas untuk perang maupun tugas-tugas selain perang.

Mencermati hal-hal di atas, diperlukan upaya pembinaan satuan secara menyeluruh, termasuk Alutsista secara baik agar kesiapsiagaan operasional satuan dapat terpelihara.

Untuk itu, kepada para prajurit saya berharap agar selalu semangat dalam melaksanakan tugas, giat berlatih, berdisiplin serta selalu menjaga kebersamaan. Selalu ingat, bahwa nama baik Kavaleri salah satunya berada di pundak setiap prajurit Yonkav 3/Tank, tambahnya.

Orang nomor satu di Kodam V/Brawijaya ini juga memberikan beberapa penekanan khususnya kepada seluruh anggota Yonkav-3/Tank antara lain: Pertama, Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dalam berfikir dan bertindak.

Kedua, Tingkatkan disiplin dan nilai-nilai keprajuritan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, Tanamkan semangat dan jiwa korsa serta kebanggaan satuan yang positif. Keempat, Tingkatkan profesionalisme prajurit melalui budaya belajar dan berlatih. Kelima, Pelihara kemanunggalan TNI-Rakyat, pungkasnya.(Surat Elektronok Pusat Pemberitaan KODAM V/BRAWIJAYA)

Senin, 30 Desember 2013

Kriminalitas Turun 7 Persen, Kapolres Himbau Anggota Tetap Waspada

Pengamanan tahun baru 2014

NGAWI™ Meski angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Ngawi sepanjang tahun 2013 turun namun korps baju coklat tersebut diharapkan tetap dalam kondisi waspada. Himbauan ini langsung disampaikan AKBP Valentino Alfa Tatareda Kapolres Ngawi saat jumpa pers dengan awak media di ruang data Mapolres setempat, Senin (30/12).

Terangnya, dalam tahun ini jumlah angka kriminalitas diwilayahnya turun 7,45 persen atau 673 kasus sedangkan tahun sebelumnya 727 kasus. “Memang dilihat grafisnya angka kriminal dari berbagai kasus untuk tahun 2013 ini turun, namun demikian kita harapkan kepada anggota jangan sampai lengah terhadap aksi kejahatan,” jelasnya.

Dari angka tersebut diketahui tahun 2012 sebanyak 446 kasus sudah diselesaikan dan 2013 ini sebanyak 498 kasus telah rampung dan untuk sisa kasus masih dalam proses pelidikan penyidik.

Sedangkan angka kriminalitas berupa pencurian dengan pemberatan (curat) selama tiga tahun terakhir menunjukan peningkatan. Terbukti tahun 2012 lalu angka curat meningkat tajam dibandingkan tahun 2011 sebesar 38,88 persen dari 103 kasus menjadi 143 kasus dan tahun 2013 ini tercatat 144 kasus serupa.

Kemudian tahun ini selain curat juga dibeberkan kasus perjudian tercatat 103 kasus, penipuan 55 kasus, curanmor 52 kasus, penganiayaan 45 kasus dan illegal loging tercatat 24 kasus. Akan tetapi dari angka-angka kriminal tersebut yang paling disorot atas kenaikan kasus curat.

Kapolres Ngawi menjelaskan pada umumnya pelaku dengan modus congkel jendela, membobol tembok dan aksi curat sendiri dilakukan pada malam hari. “Biasanya para pelaku curat ini dilakukan lebih dari satu orang, dan setelah kita ungkap pelakunya dari lokal Ngawi,” ungkap Kapolres Ngawi.

Lebih rinci, kendala yang dihadapi saat pengungkapan kasus tersebut dipicu minimnya saksi-saksi yang ada di TKP apalagi pelaku biasanya melancarkan aksi curat dilakukan tengah malam ditambah kondisi TKP sudah rusak. Sehingga dengan kerusakan TKP bisa menghambat tim identifikasi dalam melakukan pelacakan serta pengembangan kasus.

“Selain itu laporan korban ke pihak kepolisian terlambat, misalkan kejadian pada malam hari karena diketahui keesokan harinya korban baru lapor,” imbuhnya
Orang nomor satu di jajaran Polres Ngawi ini menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati khususnya dalam menyimpan barang berharga dirumah. Selain itu pihaknya mengharapkan bilamana dilingkungan masyarakat ada seseorang yang mencurigakan segera mungkin melaporkan ke aparat kepolisian terdekat.

Selain mengungkapkan data curat sepanjang tahun 2013 tersebut, dalam press rilisnya Polres Ngawi juga membeberkan terkait balapan liar yang mulai marak dibeberapa titik. Bahkan pihaknya tidak mengelak kalau didalam kota sendiri terjadi aksi balapan liar yang meresahkan warga maupun pengguna jalan lainya.

“Kita mengakui kalau didepan Stadion Ketonggo memang marak balapan liar itu, karena mereka terbilang licin melakukan aksinya makanya peran masyarakat sangat kita harapkan termasuk informasinya,” ungkapnya.

Sementara menyangkut angka lakalantas diwilayah Ngawi diketahui masih memprihatinkan dari tahun 2012 diketahui 476 kejadian dengan merenggut nyawa 67 orang meninggal namun ditahun 2013 ini meski lakalantas naik menjadi 480 kejadian akan tetapi hanya menelan nyawa 48 orang.(pr)

Rabu, 30 Oktober 2013

Rumah Budaya Fadli Zon Gelar Pameran Lukisan Re-Inventing Minangkabau

Pameran lukisan di

PADANGPANJANG™ Rumah Budaya Fadli Zon yang berhadapan dengan Rumah Puisi Taufiq Ismail, Aie Angek, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu (30/10), menggelar pemeran lukisan tunggal karya perupa A. Arifin bertajuk “Re-Inventing Minangkabau”.

Sebanyak 40an lukisan beraliran Mooi Indie (Hindia Molek) karya perupa A. Arifin dipamerkan dan dibuka secara resmi oleh Budayawan dan Kolektor Seni Rupa E.Z. Halim.

Pameran itu dihadiri seratusan seniman, budayawan, peminat seni lukis, mahasiswa, guru dan pelajar di Sumatera Barat. Pameran dikuratori Dio Pamola, kurator asal Kota Yogyakarta.

Menurut Fadli Zon, pendiri Rumah Budaya, dalam sejarah seni rupa di Tanah Air, ada aliran Mooi Indie (Hindia Molek) yang ditempatkan sebagai warisan kolonial. Lukisan tentang alam yang indah, damai, harmonis dan romantik merupakan kreasi penjajah.

“Mooi Indie diawali lukisan-lukisan Raden Saleh (1814-1880) yang terpengaruh Eugene Delacroix, pelopor aliran romantisime Perancis. Setelah Raden Saleh ada Mas Pirngadie, Abdullah Soejosoebroto, Basuki Abdullah, dan tentu saja Wakidi di Sumatera Barat,” ujar Fadli Zon yang juga kolektor lukisan-lukisan karya perupa ternama Indonesia.

Diungkapkannya, lukisan-lukisan dengan aliran Mooi Indie tetap diminati di Indonesia. Landscape yang indah, gunung-gunung menjulang, bukit berbaris, hamparan sawah, kerbau mandi di kubangan, lapau, dan perkampungan khas Minang tetap menjadi obyek lukisan yang menarik.

“Dalam lukisan Mooi Indie, selalu terkenang gunung dan bukit yang mengelilingi, penduduknya yang suka bergotong royong, susah dan senang dirasakan bersama. Inilah Mooi Minang, kemolekan Minang. Selalu ada romantisme,” papar Fadli Zon.

Sementara menurut Kurator Dio Pamola, beberapa tahun terakhir, karya A. Arifin sempat tidak muncul di ruang pameran dengan beberapa penyebab. Meskipun tidak berpameran, studio A. Arifin tetap dipenuhi aroma cat minyak yang cukup menyengat hidung.

“Proses melukis dilakukannya setiap hari, siang dan malam untuk menyalurkan energi dan hasrat yang kuat atas imajinasinya. Arifin tidak hilang namun masih bereaksi di studio dalam komunikasi dengan media seninya,” katanya.

Dia menyebutkan, nama A. Arifin sangat kuat melekat di kalangan seni rupa di Sumatera Barat. Pengaruh Arifin bisa dilacak. Sosok seniman ini sangat menginspirasi kalangan seniman, baik secara edukatif akademik maupun inspiratif secara kekaryaan.

“Gagasan yang ditampilkan secara visual oleh Arifin, melihat kecenderungannya memiliki ruh romantisme yakni aliran seni yang tidak berurusan sama sekali dengan suatu corak, sebab kepentingannya hanya dengan sikap batin yang melandasi suatu karya, dan bisa diproyeksikan pada segala macam gaya,” tambah Dio Pamola.

Pelukis A. Arifin lahir di Bukittinggi, 22 Desember 1943, adalah salah seorang pelukis yang mengikuti jejak Wakidi. Ia adalah pelukis otodidak, alumni Sekolah Teknik di Padang dan pernah mengajar di SMSR (Sekolah Menengah Seni Rupa). Aktif melukis sejak 1975, A. Arifin menjadi pelukis senior di Sumatera Barat. Karya-karyanya mempunyai nilai artistik tinggi. Salah satu perupa Minang terbaik mewakili aliran Mooi Minang dengan goresan impresionis-ekpresionis.

“Arifin adalah mutiara yang terpendam. Mungkin selama ini tak ada kesempatan untuk tampil lebih depan dalam pentas seni rupa Indonesia. Apalagi di tengah eforia seni kontemporer, karya Arifin seperti salah waktu. Namun setelah melihat karya-karyanya, saya yakin karya Arifin tak akan tenggelam oleh zaman. Bukan menjadi gejala sesaat. Bahkan bisa lebih bertahan untuk masa yang panjang,” ujar Fadli Zon.

Sementara itu, Direktur Rumah Budaya Fadli Zon, Elvia Desita, mengatakan, di Rumah Budaya telah beberapa kali diadakan pameran lukisan, baik tunggal dan bersama. Kali ini Rumah Budaya memamerkan secara tunggal karya-karya perupa A. Arifin.

Dia menjelaskan, Rumah Budaya Fadli Zon diresmikan pada 4 Juni 2011 dengan cita-cita Fadli Zon untuk menjadikan Sumatera Barat sebagai "kantong budaya". Terdapat setidaknya lebih dari 100 keris Minangkabau yang dikumpulkan dari berbagai daerah di Sumatera Barat selama bertahun-tahun yang akhirnya dipajang di Rumah Budaya Fadli Zon.

Selain itu, ada 700 lebih judul buku bersejarah yang bertemakan Minang, dan barbagai koleksi peninggalan sejarah kuno, seperti Keris Luk Sembilan asal Pagaruyung yang dibuat pada abad 18, songket lama, serta sejumlah lukisan kuno. Termasuk fosil kerbau berusia dua juta tahun dan fosil-fosil kayu yang telah menjadi batu dan menjadi koleksi di Rumah Budaya itu. (REL)

Minggu, 06 Oktober 2013

“Gadis Berbudi” Novel Terbaru Karya Irzen Hawer

Novel terbaru tahun 2013

PADANGPANJANG™ Novelis Indonesia asal Kota Serambi Mekah, Padangpanjang Sumatera Barat Irzen Hawer kembali “menelurkan” novel terbarunya; “Gadis Berbudi”. Novel yang diterbitkan FAM Publishing, Divisi Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia ini, melepas dahaga pembaca yang menunggu kisah-kisah dengan warna lokal yang ditulis “Pak Guru” ini


“Gadis Berbudi” adalah novel keempat buah karya Irzen Hawer setelah novel-novel sebelumnya ia tulis dan sukses di pasaran. Novel-novel itu adalah “Cinta di Kota Serambi” (2010), “Gerhana di Kota Serambi” (2011), dan “Prosa Cinta di Kota Serambi” (2012). Bila merunut tahun terbitnya, setahun sekali Irzen Hawer menghasilkan satu novel yang terbit dan itu sangat produktif sekali.

Guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Negeri 1 Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat ini menyebutkan, “Gadis Berbudi” dia tulis sejak tahun 2010 setelah novel pertamanya terbit yaitu “Cinta di Kota Serambi”. Namun novel ini tidak buru-buru dirilis dengan alasan dia melakukan sejumlah riset terkait tokoh dan ide cerita di dalamnya. Baru pada September 2013 novel ini terbit.

“Novel ini termasuk novel yang paling lama saya tulis karena proses kreatif dan risetnya membutuhkan waktu,” ujar Irzen Hawer, Rabu (2/10).

Dia menyebutkan, “Gadis Berbudi” berkisah tentang seorang gadis minang yang mencari ayah kandungnya dan kuliah di salah satu kampus seni di Kota Padangpanjang. Dalam pencarian itu, si tokoh mengalami bermacam konflik yang mengharu-biru. Walau begitu novel dengan ketebalan 472 halaman ini juga mencerahkan lantaran ditulis dengan bahasa yang mudah dicerna yang beberapa babnya disisipi dengan kisah-kisah yang kocak dan romantis.

“Sebuah kisah melodrama yang ditulis dengan bahasa yang lancar, dan tak bertele-tele. Pengarang berhasil menggiring pembacanya tanpa airmata, karena tokohnya yang jujur, sederhana, berdedikasi dan mandiri. Perlu dibaca sebagai motivasi bagi generasi sekarang,” ujar Syarifudin Arifin, sastrawan dan budayawan minang mengomentari novel “Gadis Bebudi”.

Sementara terkait tema perjodohan yang juga disisipi di dalam novel ini, menurut Arafat Nur yang juga pemenang penulisan novel Dewan Kesenian Jakarta 2010, tema itu memang kaya dengan konflik dan masih menjadi daya tarik yang tiada pernah kering digali.

“Sebagaimana novel ini punya lika-liku yang pelik, yang menunjukkan betapa rumitnya sebuah hubungan antar manusia di dalam sebuah keluarga. Tidak semua keinginan bisa dicapai dengan kehendak yang memaksa, yang kemudian justru menimbulkan sebuah kehancuran. Gadis Berbudi, sebuah cerita yang mengandung nilai edukatif yang cocok dibaca bagi mereka yang ingin memahami suatu hubungan, sebuah sisi dunia lain yang kita jalani juga,” kata Arafat Nur yang juga penerima anugerah Khatulistiwa Literary Award 2011 dan berdomisili di Aceh Utara.

Dalam produktivitasnya melahirkan karya sastra terutama novel, menurut pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Muhammad Subhan, apa yang dilakukan Irzen Hawer menjadi preseden yang baik bagi murid-murid didikannya di sekolah.

“Seorang guru yang menulis akan memberikan pengaruh yang luar biasa bagi anak didiknya. Pengaruh itu akan membuat banyak orang suka membaca buku dan menulis karangan yang akhir-akhir ini mulai jarang dilakukan,” kata Muhammad Subhan.

Dalam ranah kesusastraaan Sumatera Barat nama Irzen Hawer sudah tidak asing lagi. Ia lahir di Padangpanjang, Sumatera Barat, tahun 1960. Setelah menamatkan pendidikan menengah di SMA jurusan IPA, ia melanjutkan pendidikan tingginya di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, FPBS IKIP Padang. Semasa kuliah ia aktif berkesenian pada Sanggar Prakarsa FPBS di perguruan tinggi tersebut.

Produktivitas Irzen Hawer menulis novel berawal ketika ia mengikuti pelatihan Membaca, Menulis dan Apresiasi Sastra (MMAS) di Rumah Puisi Taufiq Ismail akhir tahun 2008, yang juga dihadiri Ahmad Tohari, seorang sastrawan yang menulis novel “Ronggeng Dukuh Paruk”. Dalam acara tersebut, Irzen berkesempatan melakukan diskusi-diskusi singkat dengan salah satu sastrawan terkenal itu.

Kemudian hari, Irzen Hawer merasa tertarik untuk menulis novel dan tak lama kemudian, di tahun 2009, ia telah merampungkan novel “Cinta di Kota Serambi” dan diterbitkan pada awal tahun 2010. Novel tersebut mendapat sambutan luas dari masyarakat, dan diiringi terbitnya novel-novel karyanya yang lain.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada para pembaca yang telah membaca novel-novel yang saya tulis, semoga bermanfaat dan mencerahkan,” ujar Irzen Hawer yang juga anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Cabang Kota Padangpanjang itu. (Rilis Pers: FAM)