media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 17 Juli 2026

Hari Jadi Ngawi Ke-668 Dimeriahkan Pagelaran Tosan Aji dengan Ratusan Koleksi Keris

Sekarputih Gelar Musdessus, Fokus Sinkronisasi APBDes 2026 dengan Kinerja Pembangunan Desa

SN Media™ Ngawi – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko secara resmi membuka Pagelaran dan Bursa Tosan Aji Bumi Ngawi 2026 di Pendopo Wedya Graha. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-668 Kabupaten Ngawi tersebut menghadirkan 255 bilah keris koleksi masyarakat yang dipamerkan di Gedung Kesenian Kabupaten Ngawi, tepat di sebelah Pendopo Wedya Graha, Rabu (16/07/2026).

Usai pembukaan, Dwi Rianto Jatmiko mengatakan, pagelaran tersebut menjadi langkah untuk menggali berbagai potensi budaya yang selama ini masih tersimpan di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan tosan aji sebagai warisan budaya bangsa. 

"Kami ingin seluruh mutiara terpendam terkait tosan aji di Kabupaten Ngawi dapat tergali. Banyak koleksi berharga yang dimiliki masyarakat, kepala desa maupun OPD yang perlu dikenalkan kepada publik. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan melestarikan budaya tosan aji," ujarnya. 

Mengusung tema "Ngawi Tumbuh, Berdaya, Berbudaya", pagelaran tersebut mendapat dukungan penuh dari Forkopimda, komunitas pecinta keris, kolektor, kepala desa, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga berbagai elemen masyarakat. Tingginya partisipasi peserta dan koleksi yang ditampilkan menunjukkan besarnya kepedulian terhadap pelestarian budaya adiluhung.

Pameran berlangsung selama 16–18 Juli 2026 di Gedung Kesenian Kabupaten Ngawi. Selain menampilkan ratusan bilah keris dengan berbagai tangguh, dapur, dan pamor, panitia juga menyelenggarakan bursa tosan aji, workshop, sarasehan, konsultasi perkerisan, serta pertunjukan seni budaya yang dapat diikuti masyarakat tanpa dipungut biaya. 

Antusiasme masyarakat tampak sejak hari pertama pelaksanaan. Pengunjung memadati area pameran untuk melihat dari dekat koleksi keris yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan seni tinggi. Kehadiran kolektor dari berbagai daerah turut menambah semarak pagelaran yang menjadi salah satu agenda unggulan Hari Jadi ke-668 Kabupaten Ngawi. 

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap budaya tosan aji tidak hanya dikenal sebagai benda pusaka, tetapi juga dipahami sebagai identitas budaya yang sarat nilai sejarah dan kearifan lokal. Pameran sekaligus menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai warisan budaya Nusantara. 

Menutup keterangannya, Wabup Antok, begitu sapaan akrabnya, berharap Pagelaran Tosan Aji Bumi Ngawi dapat terus berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang mampu mengangkat potensi daerah sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya. 

"Harapannya kegiatan ini terus mendapat dukungan masyarakat sehingga kecintaan terhadap tosa aji semakin tumbuh. Warisan budaya leluhur harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari jati diri Kabupaten Ngawi," pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ADV Kominfo
Copyright : SNM


Kamis, 16 Juli 2026

Kemensos Cek Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi Ngawi Sebelum Pemeriksaan Kesehatan dan MPLS Dimulai

Kemensos Cek Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi Ngawi Sebelum Pemeriksaan Kesehatan dan MPLS Dimulai

SN Media™ Ngawi – Person in Charge (PIC) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Syam Wuryani, memastikan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, siap menyambut peserta didik baru menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Saat ini, progres pembangunan sarana dan prasarana telah mencapai 95 persen.

Kepastian tersebut disampaikan Syam Wuryani saat melakukan peninjauan lapangan bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, dan sejumlah pihak terkait untuk memastikan seluruh fasilitas maupun sistem pendukung pembelajaran siap digunakan. 

"Secara umum kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Ngawi sudah sangat baik. Pekerjaan fisik telah mencapai sekitar 95 persen, tinggal penyelesaian beberapa bagian kecil sehingga seluruh sarana dapat dimanfaatkan secara optimal saat kegiatan belajar dimulai," ujar Syam Wuryani. 

 Fasilitas yang hampir rampung meliputi gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, ruang guru, serta berbagai bangunan pendukung lainnya. Peninjauan juga dilakukan untuk memastikan seluruh sarana memenuhi kebutuhan proses belajar mengajar dan tempat tinggal siswa.

Selain kesiapan infrastruktur, Kemensos juga telah menyusun tahapan menjelang dimulainya pembelajaran. Seluruh calon peserta didik dijadwalkan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis pada 27 Juli 2026. 

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 28 Juli 2026 yang akan dipimpin kepala sekolah bersama tenaga pendidik. Berdasarkan data sementara, kuota Sekolah Rakyat Terintegrasi Ngawi mencapai 270 peserta didik. 

Rinciannya, jenjang SD tersedia 30 kuota dan baru terisi 14 calon siswa, jenjang SMP sebanyak 95 calon siswa, sedangkan jenjang SMA sebanyak 102 calon siswa. Dengan demikian, hingga saat ini jumlah calon siswa yang telah terdata mencapai 211 orang. 

Pun demikian, masih terdapat sekitar 59 kuota yang belum terisi dan terus diupayakan pemenuhannya. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) masih melakukan penjangkauan kepada anak-anak usia sekolah yang memenuhi kriteria agar dapat bergabung sebagai peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi. 

Langkah tersebut diharapkan mampu memenuhi kuota sekaligus memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Syam Wuryani menegaskan, seluruh tahapan persiapan terus dipantau agar operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi berjalan sesuai rencana. 

"Kami akan terus mengawal proses ini hingga seluruh kuota terpenuhi dan seluruh layanan siap beroperasi. Harapannya, Sekolah Rakyat Terintegrasi di Ngawi dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus menjadi kesempatan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan untuk memperoleh pendidikan yang layak," pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Rabu, 15 Juli 2026

Pemkab Ngawi Perkuat Pengendalian Inflasi Melalui Gerakan Pangan Murah di Kawasan Perkotaan

Pemkab Ngawi Perkuat Pengendalian Inflasi Melalui Gerakan Pangan Murah di Kawasan Perkotaan

SN Media™ Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Jalan Serong Timur Alun-Alun Ngawi. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau sehingga daya beli masyarakat tetap terpelihara, Rabu (15/07/2026).

Gerakan Pangan Murah menyediakan berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar, di antaranya beras SPHP, beras medium, gula pasir, Minyakita, minyak goreng, telur ayam, daging ayam, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, ikan lele, serta aneka sayur dan buah. 

Kegiatan tersebut terbuka untuk masyarakat umum dan mendapat sambutan antusias sejak pagi. Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan di tengah fluktuasi pasar. 

"Melalui Gerakan Pangan Murah ini kami ingin memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Ketika harga tetap stabil, daya beli masyarakat juga dapat terjaga sehingga roda perekonomian daerah terus bergerak," ujar wakil bupati yang akrab disapa Antok.

Menurutnya, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tidak hanya dipusatkan di kawasan perkotaan, tetapi dilakukan secara bergilir di berbagai wilayah Kabupaten Ngawi. Penentuan lokasi didasarkan pada kondisi produktivitas masing-masing daerah sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran. 

Yang mana, daerah yang memiliki produksi pangan tinggi menjadi penyangga pasokan bagi wilayah yang produksinya lebih rendah. Skema tersebut diterapkan pada komoditas strategis seperti beras, sayur-mayur, telur, maupun hasil peternakan lainnya agar distribusi lebih merata dan gejolak harga dapat ditekan. 

Dalam pelaksanaannya, DKPP Kabupaten Ngawi bersinergi dengan Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Toko Tani Indonesia, petani milenial, pelaku UMKM, distributor pangan, serta peternak lokal untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga. 

"Gerakan Pangan Murah akan terus kami laksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga inflasi tetap terkendali, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan memastikan seluruh masyarakat Ngawi dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," pungkas Antok. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Selasa, 14 Juli 2026

Hari Jadi Ngawi ke-668 Jadi Momentum DPRD Perkuat Pengawasan dan Kolaborasi Pembangunan Daerah

Hari Jadi Ngawi ke-668 Jadi Momentum DPRD Perkuat Pengawasan dan Kolaborasi Pembangunan Daerah

SN Media™ Ngawi – Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Yuwono Kartiko, menegaskan peringatan Hari Jadi Ngawi ke-668 menjadi momentum bagi lembaga legislatif untuk terus berbenah dalam melayani masyarakat dan mengawal jalannya pemerintahan daerah. Hal itu disampaikannya usai mengikuti upacara peringatan Hari Jadi Ngawi di Pendopo Wedya Graha, Senin (07/07/2026).

Ketua DPRD yang akrab disapa King itu menyebut DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan sekaligus mengawal Pemerintah Kabupaten Ngawi agar berbagai program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. 

"Momentum Hari Jadi Ngawi ke-668 ini menjadi pengingat bagi kami di DPRD untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui fungsi pengawasan dan pengawalan terhadap kebijakan pemerintah daerah," ujar King. 

Menurutnya, sinergi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berpihak kepada kepentingan warga. DPRD, lanjutnya, akan memastikan setiap kebijakan daerah dapat memberikan manfaat nyata serta dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.

Dia juga menilai tema Hari Jadi Ngawi ke-668, "Ngawi Tumbuh, Berdaya, Berbudaya", memiliki makna penting bagi arah pembangunan daerah. Tema tersebut diharapkan mampu menyemangati dan menginspirasi seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak menuju kehidupan yang lebih adil, makmur, dan sejahtera. 

Sembari dijelaskan pula, bahwa tumbuh berarti terus berkembang dan dinamis menuju hal-hal yang baik dan bermanfaat. Berdaya dimaknai sebagai kemampuan masyarakat menggali potensi yang dimiliki untuk kemaslahatan bersama, sedangkan berbudaya menjadi pengingat agar pembangunan tetap menjaga jati diri bangsa serta menghargai akar budaya daerah. 

Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan hari jadi sebagai refleksi bersama dalam memperkuat kolaborasi membangun Ngawi. 

"Kami berharap semangat Hari Jadi Ngawi ke-668 ini benar-benar menjadi energi bersama untuk terus bergerak, berinovasi, menjaga budaya, dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, DPRD, serta masyarakat demi mewujudkan Ngawi yang semakin mandiri, maju, dan menyejahterakan warganya," pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Senin, 13 Juli 2026

SAR Sikatan Ambeg Paramarta Konsisten Bantu Operasi Penyelamatan dan Misi Kemanusiaan Sejak 2016

SAR Sikatan Ambeg Paramarta Konsisten Bantu Operasi Penyelamatan dan Misi Kemanusiaan Sejak 2016

SN Media™ Ngawi – Pengabdian Broto Sanjoyo tidak berhenti saat jam kerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Ngawi usai. Di luar tugas kedinasan, ia telah mendedikasikan dirinya dalam berbagai aksi kemanusiaan sejak 2016 dengan terlibat langsung pada operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR), penanganan bencana, hingga kegiatan sosial di berbagai daerah.

Selama menjalankan misi kemanusiaan, Broto dipercaya sebagai safety officer sekaligus koordinator tim internal. Tugas tersebut mengharuskannya memastikan seluruh personel bekerja sesuai prosedur keselamatan sebelum melakukan proses pencarian maupun evakuasi di lokasi yang memiliki risiko tinggi. 

 "Keselamatan personel selalu menjadi prioritas dalam setiap operasi. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, kami berharap seluruh proses pencarian maupun evakuasi dapat berjalan lancar sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan," kata Broto. 

Pengalaman yang dimiliki membuat Broto bersama sejumlah relawan mendirikan Yayasan Sikatan Ambeg Paramarta pada 2017. Sejak saat itu, yayasan tersebut aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial sekaligus mendukung operasi kemanusiaan di Kabupaten Ngawi maupun di luar daerah.

Tak hanya saat terjadi bencana alam, Broto bersama tim juga beberapa kali membantu tugas pemerintah, khususnya operasi yang dikoordinasikan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Berbagai misi pernah dijalani, mulai pencarian korban tenggelam di sungai dan waduk, evakuasi korban meninggal dunia di dasar sumur, hingga penyelamatan korban yang terjatuh ke jurang. 

Menurut Broto, setiap operasi memiliki tantangan yang berbeda sehingga membutuhkan kesiapan personel, peralatan yang memadai, serta kerja sama yang solid antara relawan dengan unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, maupun instansi terkait lainnya. 

Selama hampir satu dekade berkecimpung di dunia filantropi, berbagai pengalaman di lapangan semakin menguatkan tekadnya untuk terus mengabdi kepada masyarakat. Baginya, kehadiran relawan menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan keadaan darurat sekaligus membantu tugas pemerintah saat terjadi musibah. 

"Menjadi relawan adalah bentuk pengabdian kepada sesama. Selama masih diberikan kesehatan dan kemampuan, saya akan terus berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan. Semoga semakin banyak masyarakat yang memiliki kepedulian untuk saling membantu, karena sekecil apa pun tindakan yang kita lakukan bisa menjadi harapan bagi mereka yang sedang tertimpa musibah," pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Minggu, 12 Juli 2026

Gotong Royong Babinsa dan Warga Percepat Pembangunan Rumah Rutilahu di Tulungagung

Gotong Royong Babinsa dan Warga Percepat Pembangunan Rumah Rutilahu di Tulungagung

SN Media™ Tulungagung – Babinsa Desa Pakisrejo, Koptu Slamet bersama anggota Koramil Tipe B 0807/18 Tanggunggunung terus mendampingi pelaksanaan Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Bantuan Gubernur Jawa Timur. Pendampingan dilakukan saat proses renovasi rumah milik Wahyudiono di Desa Pakisrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Minggu (12/07/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana sehingga rumah penerima bantuan dapat segera ditempati dengan kondisi yang lebih layak dan aman. Pada tahapan pekerjaan hari ini, renovasi difokuskan pada pemasangan kerangka teras dan pemasangan kalsiboard skur kuda-kuda bagian kedua. Selain melakukan pemantauan, Babinsa bersama personel Koramil turut terlibat langsung membantu proses pembangunan bersama warga agar seluruh pekerjaan dapat berlangsung aman, tertib, dan selesai tepat waktu. 

Koptu Slamet mengatakan kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pendampingan TNI kepada masyarakat sekaligus memastikan bantuan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan. Menurutnya, kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan Program Rutilahu. 

"Pagi ini kami bersama anggota Koramil mendampingi sekaligus membantu proses pemasangan kerangka teras dan kalsiboard skur kuda-kuda. Kami berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan aman, lancar, dan selesai tepat waktu sehingga Bapak Wahyudiono beserta keluarga segera dapat menempati rumah yang lebih layak, nyaman, dan aman," ujar Koptu Slamet. 

Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat Desa Pakisrejo yang tetap mempertahankan budaya gotong royong selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, partisipasi aktif warga mampu mempercepat penyelesaian pekerjaan sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan desa. 

"Saya sangat mengapresiasi kepedulian dan kekompakan masyarakat yang dengan sukarela bergotong royong membantu pembangunan rumah ini. Semangat kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan Program Rutilahu. Dengan saling membantu, pekerjaan menjadi lebih ringan, cepat selesai, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga," tambahnya. 

Program Rutilahu Bantuan Gubernur Jawa Timur merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat yang membutuhkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat. 

"Saya berharap Program Rutilahu ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan sinergi antara TNI, pemerintah, dan warga, kami optimistis setiap tahapan pembangunan dapat selesai sesuai target sehingga keluarga penerima bantuan dapat segera menempati rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman," tutup Koptu Slamet.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Arw
Editor : Asy
Foto/iLst : Kokarw
*** : ----
Copyright : SNM


Sabtu, 11 Juli 2026

Pemkab Ngawi Matangkan Operasional Sekolah Rakyat Jelang MPLS Perdana Tahun Ajaran Baru

Pemkab Ngawi Matangkan Operasional Sekolah Rakyat Jelang MPLS Perdana Tahun Ajaran Baru

SN Media™ Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi memastikan kesiapan operasional Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 telah mencapai 91,24 persen. Progres tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Dinas Sosial Kabupaten Ngawi di Ruang Command Center, sebagai tahap akhir menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli 2026, Jumat (10/07/2026),

Rapat dihadiri jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), PDAM, PLN, serta sejumlah instansi terkait guna memastikan seluruh kebutuhan operasional sekolah berasrama tersebut siap digunakan. Agenda terdekat adalah mobilisasi dan perpindahan calon siswa ke asrama yang dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 13 Juli 2026. Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada kesiapan gedung, tetapi juga sinergi seluruh pihak dalam mendukung operasional sekolah sejak hari pertama. 

"Seluruh perangkat daerah harus bergerak bersama sesuai tugas dan fungsinya. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar seluruh tahapan persiapan dapat berjalan sesuai jadwal dan kegiatan belajar mengajar dimulai tanpa kendala," ujarnya. 

Sekolah Rakyat Kabupaten Ngawi berlokasi di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi. Kawasan pendidikan tersebut dibangun di atas lahan sekitar 80.200 meter persegi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti ruang kelas SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, rumah guru, masjid, gedung serbaguna, lapangan olahraga, dapur umum, instalasi air bersih, hingga area parkir. 

Pada tahun ajaran perdana, sekolah tersebut menargetkan menerima 270 peserta didik, masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Sasaran program merupakan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem kategori desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang bersedia mengikuti sistem pendidikan berasrama. 

Selain kesiapan sarana dan prasarana, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan layanan kesehatan, pendampingan psikolog, pekerja sosial, serta koordinasi keamanan selama masa operasional sekolah. Tim transisi dan guru pengajar sementara juga disiapkan untuk memastikan proses pembelajaran dapat berlangsung sejak hari pertama. 

"Kami optimistis seluruh tahapan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga mobilisasi siswa, pelaksanaan MPLS, hingga dimulainya kegiatan belajar mengajar berjalan lancar. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi langkah nyata memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas," pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Jumat, 10 Juli 2026

Kunjungi Yonif TP 933 Nganjuk, Menhan Tekankan Disiplin Prajurit dan Pengawasan Ketat

Kunjungi Yonif TP 933 Nganjuk, Menhan Tekankan Disiplin Prajurit dan Pengawasan Ketat

SN Media™ Nganjuk – Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya pengawasan terhadap prajurit saat melakukan kunjungan kerja di Yonif TP 933/Macan Wilis, Desa Salamrejo, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (10/07/2026).

Dalam arahannya, Menhan meminta seluruh prajurit dijauhkan dari berbagai bentuk pelanggaran, khususnya penyalahgunaan narkoba dan judi online. Kunjungan Menhan disambut Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto. 

Turut mendampingi dalam rombongan, Wapang TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, serta sejumlah pejabat tinggi di lingkungan TNI. Kepada Danyonif TP 933/Macan Wilis Letkol Inf Rum Patria Misa, Menhan meminta agar pengawasan terhadap anggota dilakukan secara maksimal guna menjaga disiplin dan profesionalisme prajurit. 

“Tekankan kepada prajurit, jangan sampai ada yang terlibat narkoba, judi online, dan hal-hal negatif lainnya. Saya yakinkan akan diproses secara tegas,” tegas Sjafrie.

Usai kegiatan, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menjelaskan bahwa Yonif TP 933/Macan Wilis merupakan salah satu satuan pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) tahap III di wilayah Korem 081/DSJ. 

Menurutnya, selain Yonif TP 933/Macan Wilis di Kabupaten Nganjuk, terdapat Yonif TP 934 yang dibentuk di Kabupaten Pacitan sebagai bagian dari penguatan satuan teritorial di wilayah jajaran Korem 081/DSJ. 

Untoro berharap keberadaan dua satuan baru tersebut tidak hanya memperkuat aspek pertahanan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui percepatan pembangunan wilayah. 

“Tentunya besar harapan kami, satuan-satuan itu akan mempunyai andil besar dalam upaya mempercepat pembangunan di wilayah, membuka peluang usaha baru, dan tentunya juga meningkatkan kesejahteraan warga di sekitarnya,” ujarnya. 

Selain berkontribusi terhadap pembangunan daerah, keberadaan Yonif TP juga diharapkan semakin memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh komponen bangsa dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Arw
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok-arw
*** : ----
Copyright : SNM


Kamis, 09 Juli 2026

Pasar Besar Ngawi Masih Lengang, Penjualan Seragam Sekolah Belum Tunjukkan Peningkatan Signifikan

Pasar Besar Ngawi Masih Lengang, Penjualan Seragam Sekolah Belum Tunjukkan Peningkatan Signifikan

SN Media™ Ngawi - Menjelang dimulainya tahun ajaran baru pekan depan, penjualan seragam sekolah di los pakaian lantai dua Pasar Besar Ngawi masih belum menunjukkan peningkatan. Suasana pasar terlihat lengang, padahal biasanya kebutuhan seragam mulai meningkat beberapa hari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Betty, salah satu pedagang seragam sekolah di Pasar Besar Ngawi, mengatakan penjualan tahun ini turun drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

"Daya beli masyarakat sedang menurun. Biasanya seminggu sebelum masuk sekolah kios sudah ramai pembeli, baik eceran maupun grosir. Tahun ini masih sepi sehingga omzet juga jauh berkurang," ujarnya.

Pun demikian, aktivitas perdagangan masih berjalan dengan mengandalkan pelanggan tetap yang membeli seragam dalam jumlah besar. Meski begitu, transaksi yang terjadi belum mampu mendongkrak pendapatan pedagang seperti pada musim penerimaan siswa tahun sebelumnya. 

Sementara itu, sebagian pedagang memilih tetap membuka kios setiap hari dengan harapan jumlah pembeli akan bertambah menjelang hari pertama masuk sekolah. Mereka optimistis kebutuhan seragam tetap menjadi kebutuhan utama sehingga penjualan diperkirakan meningkat seiring semakin dekatnya dimulainya tahun ajaran baru pekan depan. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

Pewarta: Tim
Editor : Asy
Foto/iLst : Dokm
*** : ----
Copyright : SNM