SN Media™ Ngawi — Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPPTK) bersama Dekranasda Ngawi membawa batik khas daerah ke ajang Jogja Fashion Week (JFW) di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, 14 Agustus 2026. Keikutsertaan ini menjadi langkah promosi sekaligus membuka ruang kreativitas generasi muda di bidang fashion dan batik.
Kegiatan tersebut diikuti dengan menggandeng pelajar SMK, khususnya yang memiliki kompetensi tata busana, serta desainer asal Ngawi. Kolaborasi itu diharapkan mampu mempertemukan potensi pendidikan vokasi, kreativitas desainer muda, dan kekayaan batik lokal agar dapat dikembangkan menjadi karya yang lebih beragam.Kepala DPPTK Ngawi, Kusumawati Nilam Sulandrianingrum mengatakan, keikutsertaan dalam JFW bukan sekadar membawa produk daerah ke luar wilayah, melainkan menjadi bagian dari upaya memperluas pengenalan batik khas Ngawi kepada masyarakat dan pasar yang lebih luas.
“JFW menjadi ruang untuk memperkenalkan batik khas Ngawi sekaligus memberikan pengalaman bagi pelajar, pembatik, dan desainer muda agar semakin termotivasi mengembangkan kreativitasnya,” kata Nilam.
Menurut dia, keterlibatan pelajar SMK, pembatik, dan desainer muda pun menjadi bagian penting untuk menumbuhkan motivasi agar mereka terus belajar, berinovasi, serta berani mengembangkan karya sesuai perkembangan dunia fashion.
Sejatinya, Pemerintah Kabupaten Ngawi berupaya memperkuat ekosistem industri fashion melalui sejumlah dukungan, mulai dari fasilitasi promosi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan akses pembiayaan, hingga dukungan digitalisasi dan penguatan branding produk lokal.
Ruang kolaborasi yang tersedia dalam JFW pun dinilai penting karena mempertemukan desainer, pelaku usaha, komunitas, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan fashion. Pertemuan tersebut membuka peluang bagi karya daerah untuk memperoleh jejaring dan akses pasar yang lebih luas.
Melalui pengalaman tersebut, peserta dari Ngawi diharapkan tidak berhenti pada keikutsertaan dalam satu agenda, tetapi mampu membawa pengetahuan dan jejaring yang diperoleh untuk mengembangkan produk secara berkelanjutan. Penguatan kualitas, kreativitas, dan identitas lokal menjadi modal agar batik Ngawi semakin dikenal.
Langkah ini pun diharapkan menjadi pemantik kolaborasi lanjutan antarpelaku fashion Ngawi. Nilam menambahkan, promosi melalui ajang fashion menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa batik khas Ngawi dapat terus dikembangkan mengikuti zaman tanpa kehilangan karakter daerah.
“Harapannya, para pelajar, pembatik, dan desainer muda semakin percaya diri mengembangkan karya, sehingga batik Ngawi mampu memiliki daya saing dan menjangkau pasar nasional,” ujarnya.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok DPPTK Ngawi
*** : ----
Copyright : SNM