media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 23 Mei 2026

Tradisi Menjaga Bulus di Desa Tawun Ngawi Tetap Lestari dari Generasi ke Generasi

Tradisi Menjaga Bulus di Desa Tawun Ngawi Tetap Lestari dari Generasi ke Generasi

SN Media™ Ngawi - Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, sejak puluhan tahun silam hidup berdampingan dengan ribuan bulus yang tersebar di sungai kecil, selokan hingga saluran irigasi desa tanpa mengalami gangguan berarti dari masyarakat sekitar.

Reptil air tawar tersebut bebas berenang mengikuti aliran air desa. Kondisi lingkungan yang masih resik dan sumber air terus mengalir membuat populasi bulus berkembang apik serta tetap lestari hingga sekarang di tengah permukiman warga. 

Keberadaan bulus di Desa Tawun juga ditopang aliran sumber mata air Sendang Beji yang menjadi habitat alami reptil bercangkang lunak tersebut. Warga pun terbiasa memberi makan menggunakan kerupuk, roti hingga sisa nasi rumah tangga setiap hari. 

Tokoh adat Desa Tawun, Patut, menuturkan bulus sejak dahulu dipercaya masyarakat sebagai hewan keramat yang wajib dijaga keberadaannya. Keyakinan itu membuat warga terus berupaya melestarikan populasi bulus agar tidak punah dimakan perkembangan zaman. 

“Bulus sudah menjadi bagian kehidupan warga Tawun sejak zaman mbiyen. Masyarakat percaya hewan ini perlu dijaga supaya anak cucu nanti tetap bisa menyaksikan keberadaannya sebagai ciri khas desa,” terang Patut. 

Menurutnya, ribuan bulus yang kini tersebar di berbagai aliran air desa awalnya berasal dari sumber mata air Desa Tawun. Lambat laun populasinya berkembang, kemudian menyebar mengikuti saluran sungai hingga area persawahan warga sekitar. 

Selain faktor lingkungan, kuatnya kepercayaan turun-temurun menjadi alasan masyarakat tetap menjaga keberadaan bulus. Warga meyakini reptil tersebut merupakan bagian dari kearifan lokal desa sehingga tidak boleh diganggu maupun diambil sembarangan oleh siapa pun. 

Muryani, warga sekitar, mengaku keberadaan bulus sudah ada sejak dirinya masih bocah. Namun demikian, ia tidak mengetahui pasti kapan populasi reptil itu mulai berkembang hingga jumlahnya mencapai ribuan ekor seperti kondisi sekarang ini. 

Menurut Muryani, masyarakat Desa Tawun sejak dulu terbiasa hidup berdampingan dengan bulus layaknya memelihara hewan sendiri. Tidak sedikit warga sengaja datang ke aliran sungai hanya untuk memberi makan reptil air tawar tersebut setiap harinya. 

“Kalau sore biasanya banyak warga memberi makan bulus. Sudah biasa sejak dulu, bahkan masyarakat percaya akan ada kejadian kurang apik apabila membawa bulus keluar dari desa,” ucapnya. 

Hingga kini, bulus masih mudah dijumpai di berbagai sudut Desa Tawun, mulai saluran irigasi, selokan hingga sungai kecil kawasan permukiman. Lingkungan yang tetap terjaga membuat reptil tersebut terus hidup berdampingan bersama masyarakat desa setempat.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok m
*** : ----
Copyright : SNM


Penjangkauan Sekolah Rakyat Ngawi Sasar Keluarga DTSEN Desil 1 dan 2

Penjangkauan Sekolah Rakyat Ngawi Sasar Keluarga DTSEN Desil 1 dan 2

SN Media™ Ngawi – Pendamping program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Ngawi terus bergerak melakukan penjangkauan calon peserta didik dari keluarga kurang mampu. Proses pendataan dilakukan langsung menyasar warga berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan 2..

Program pendidikan gratis berkonsep berasrama itu sementara mulai menjaring calon siswa tingkat SMP dan SMA. Para pendamping turun langsung ke rumah warga guna memastikan kesiapan keluarga apabila anaknya nantinya mengikuti pendidikan dalam lingkungan asrama pemerintah. 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Bonadi menerangkan, pola penjangkauan dilakukan melalui pendekatan persuasif kepada orang tua calon siswa. Langkah itu ditempuh agar masyarakat memahami sistem pendidikan maupun pola pembinaan dalam program Sekolah Rakyat. 

“Pendamping melakukan penjangkauan langsung berbasis DTSEN desil 1 dan 2. Mereka mendatangi keluarga calon siswa untuk melakukan pendekatan dan memastikan kesediaan orang tua secara lisan,” ujar Bonadi. 

Terkonfirmasi, saat berita ini diturunkan, jumlah sementara calon siswa tingkat SMA mencapai 83 anak. Sementara tingkat SMP tercatat sebanyak 63 anak. Adapun untuk jenjang SD masih belum terisi karena sementara difokuskan untuk penerimaan peserta didik kelas awal. 

Bonadi menambahkan, setelah orang tua menyampaikan kesanggupan secara lisan, tahapan berikutnya dilakukan melalui penginputan data ke dalam aplikasi khusus. Data tersebut nantinya menjadi dasar proses lanjutan sebelum calon siswa ditetapkan secara resmi mengikuti program Sekolah Rakyat. 

“Setelah ada kesanggupan dari orang tua, datanya dimasukkan ke aplikasi. Dari situ nanti baru diproses lebih lanjut untuk penetapan calon siswa Sekolah Rakyat,” jelasnya. 

Di sisi lain, progres pembangunan kompleks Sekolah Rakyat yang berada di Dusun Ngudal, Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, juga terus dikebut. Memasuki minggu ke-22 pelaksanaan, progres pengerjaan fisik disebut telah menembus lebih dari 58 persen. 

Kawasan pendidikan terpadu tersebut nantinya dilengkapi beragam fasilitas penunjang kegiatan belajar maupun kebutuhan tempat tinggal siswa. Pembangunan mencakup gedung pembelajaran, asrama, sarana ibadah, hingga fasilitas pendukung aktivitas harian para penghuni lingkungan Sekolah Rakyat.

“Bangunan yang dikerjakan meliputi gedung serbaguna, ruang sekolah mulai SD sampai SMA, asrama putra dan putri, tempat ibadah, asrama guru, TPA, kantin hingga fasilitas olahraga. Total ada 21 gedung,” pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Kamis, 21 Mei 2026

Ketersediaan Hewan Kurban di Ngawi Aman, Pemeriksaan Veteriner Diperketat DPP

Ketersediaan Hewan Kurban di Ngawi Aman, Pemeriksaan Veteriner Diperketat DPP

SN Media™ Ngawi – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Kabupaten Ngawi memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman dan mencukupi tanpa harus mendatangkan pasokan ternak dari luar daerah.

Bahkan, stok hewan kurban di Kabupaten Ngawi disebut mengalami surplus, khususnya untuk sapi. Kondisi tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama momentum Hari Raya Idul Adha tahun 2026 berlangsung di berbagai wilayah kecamatan. 

Kepala DPP Kabupaten Ngawi, Eko Yudo Nurcahyo, mengatakan ketersediaan sapi untuk kebutuhan kurban tahun ini mencapai sekitar 4 ribu ekor. Sementara kebutuhan masyarakat diperkirakan berada di kisaran 2.500 ekor. 

“Untuk sapi masih surplus. Ketersediaan di Ngawi sekitar 4 ribu ekor, sedangkan kebutuhan kurban diperkirakan sekitar 2.500 ekor. Jadi masih sangat mencukupi tanpa mendatangkan dari luar daerah,” ujarnya. 

Selain sapi, DPP Kabupaten Ngawi juga memastikan ketersediaan kambing maupun kerbau dalam kondisi aman dan mencukupi. Populasi ternak yang tersebar di sejumlah kecamatan dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama Idul Adha berlangsung. 

Menurut Eko Yudo, kondisi tersebut menunjukkan sektor peternakan di Kabupaten Ngawi masih mampu menopang kebutuhan hewan kurban masyarakat. Selain menjaga ketersediaan, DPP juga terus melakukan pengawasan kesehatan hewan secara berkala dan menyeluruh. 

Pengawasan dilakukan guna memastikan ternak yang dipotong memenuhi syarat aman, sehat, utuh, dan halal. Langkah tersebut juga menjadi bagian antisipasi pemerintah daerah dalam menjaga kualitas serta kesehatan hewan kurban sebelum didistribusikan kepada masyarakat. 

Pun, DPP Kabupaten Ngawi telah menerjunkan petugas kesehatan hewan ke seluruh wilayah kecamatan. Petugas tersebut bertugas melakukan pendataan sekaligus pemeriksaan kesehatan hewan kurban sebelum dan sesudah proses penyembelihan dilaksanakan masyarakat. 

“Petugas kesehatan hewan sudah dibagi per wilayah kecamatan dan beberapa waktu lalu juga sudah dilakukan pelepasan petugas untuk pengawasan hewan kurban,” katanya. 

Kembali ditegaskan, bahwa setiap hewan kurban wajib menjalani pemeriksaan medis veteriner sebelum dipotong. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi hewan benar-benar sehat serta layak dikonsumsi masyarakat selama momentum Idul Adha berlangsung. 

“Setiap sapi maupun hewan kurban lainnya harus diperiksa terlebih dahulu melalui pemeriksaan medis veteriner sebelum dilakukan pemotongan. Ini penting untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi masyarakat,” pungkasnya. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Rabu, 20 Mei 2026

TP PKK Kabupaten Ngawi Dorong Kader Desa Soco Tingkatkan Pelayanan Warga

TP PKK Kabupaten Ngawi Dorong Kader Desa Soco Tingkatkan Pelayanan Warga

SN Media™ Ngawi – Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi kembali melaksanakan kegiatan Pembinaan 10 Program Pokok PKK Tahun 2026 yang kali ini berlangsung di Balai Desa Soco, Kecamatan Jogorogo, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan serta pemberdayaan masyarakat di desa-desa wilayah Kabupaten Ngawi.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Ngawi Ny Ana Ony Anwar bersama tim, jajaran pengurus PKK desa, pemerintah desa, kader PKK, tokoh masyarakat, hingga unsur forkopimcam Kecamatan Jogorogo yang turut mengikuti jalannya pembinaan sejak awal kegiatan berlangsung. 

Dalam pembinaan itu, peserta mendapatkan materi terkait pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang menjadi dasar penguatan peran keluarga dan masyarakat. Suasana kegiatan berlangsung antusias melalui dialog interaktif antara kader PKK dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi. 

Ny Ana Ony Anwar mengatakan, kader PKK memiliki peran penting dalam membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan keluarga yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat hingga lingkungan desa. 

“PKK bukan hanya organisasi pendamping, tetapi menjadi motor penggerak di tengah masyarakat. Melalui pembinaan ini kami berharap kader PKK Desa Soco semakin aktif, inovatif, dan mampu menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar dia. 

Pun ditambahkannya, sinergi antara pemerintah desa dan kader PKK perlu terus diperkuat agar program-program yang dijalankan dapat berjalan maksimal, khususnya dalam bidang kesehatan keluarga, pendidikan, ketahanan pangan, hingga peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan di desa. 

“Harapannya seluruh kader mampu menjadi contoh di lingkungan masing-masing, sehingga tercipta keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Jika PKK berjalan baik, maka pembangunan desa juga akan semakin kuat,” harapnya. 

Senada, Kepala Desa Soco, Sumadi menyampaikan kegiatan pembinaan tersebut menjadi dorongan bagi kader PKK desa untuk terus aktif mendukung program pemerintah. Menurutnya, pembinaan dari TP PKK Kabupaten Ngawi juga memberi tambahan wawasan dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kader PKK Desa Soco karena memberikan tambahan wawasan sekaligus semangat dalam menjalankan tugas pemberdayaan masyarakat. Kami berharap seluruh kader semakin kompak dan aktif di tengah masyarakat,” katanya. 

Ia berharap, melalui pembinaan tersebut, kader PKK Desa Soco mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat berbagai program yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan keluarga, ketahanan pangan, dan kesejahteraan warga di lingkungan desa setempat. 

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan evaluasi pelaksanaan program PKK di tingkat desa sebagai langkah memperkuat koordinasi antara TP PKK Kabupaten Ngawi bersama kader PKK Desa Soco. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Asri
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok des
*** : ----
Copyright : SNM


Selasa, 19 Mei 2026

Pasar Besar Ngawi Mulai Lengang Saat Harga Kebutuhan Dapur Melonjak

Pasar Besar Ngawi Mulai Lengang Saat Harga Kebutuhan Dapur Melonjak

SN Media™ Ngawi – Sepekan menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Ngawi kembali merangkak naik. Lonjakan harga itu terpantau di Pasar Besar Ngawi pada berbagai komoditas kebutuhan dapur warga.

Kenaikan paling tajam terjadi pada cabai rawit yang kini menyentuh Rp90 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga komoditas tersebut masih berkisar antara Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram dalam beberapa pekan terakhir. 

Tidak hanya cabai rawit, cabai merah keriting juga ikut mengalami kenaikan cukup signifikan. Dari sebelumnya dijual sekitar Rp35 ribu per kilogram, kini pedagang mematok harga mencapai Rp50 ribu per kilogram di pasaran. 

Komoditas bumbu dapur lainnya turut mengalami perubahan harga. Bawang merah yang sebelumnya dijual Rp40 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp50 ribu, sedangkan bawang putih meningkat dari Rp25 ribu menjadi Rp27 ribu per kilogram. 

Kenaikan harga juga menyasar sejumlah sayuran yang banyak diburu masyarakat. Sawi hijau yang sebelumnya dijual Rp7 ribu kini naik menjadi Rp10 ribu per kilogram, sementara sawi putih turut melonjak dari Rp6 ribu menjadi Rp10 ribu. 

Di sisi lain, harga minyak goreng kemasan juga mengalami penyesuaian antara Rp1.000 hingga Rp2.000 per kemasan. Pedagang menyebut kenaikan berbagai kebutuhan pokok mulai terasa sejak tiga hari terakhir menjelang perayaan Idul Adha tahun ini. 

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas perdagangan di dalam pasar. Suasana Pasar Besar Ngawi tampak lebih lengang dibanding hari biasanya lantaran banyak warga mulai mengurangi jumlah belanja kebutuhan harian mereka. 

“Pasar sekarang jadi lebih sepi. Hampir semua kebutuhan naik, mulai cabai, bawang merah, sayuran sampai minyak goreng. Pembeli juga mulai mengurangi belanja karena harga terus naik,” ujar Samsusri. 

Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Bagus Widyantoro. Ia mengatakan lonjakan harga terjadi hampir merata pada kebutuhan dapur, terutama cabai yang kini menembus Rp90 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu. 

Para pedagang memperkirakan tren kenaikan harga bahan pokok tersebut masih berpotensi berlangsung hingga perayaan Idul Adha usai, seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pangan dan konsumsi rumah tangga. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Senin, 18 Mei 2026

Program Permakanan PPKS 2026 Bergulir, Dinsos Ngawi Libatkan Warung UMKM Lokal

Program Permakanan PPKS 2026 Bergulir, Dinsos Ngawi Libatkan Warung UMKM Lokal

SN Media™ Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali menggulirkan Program Permakanan Daerah bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial atau PPKS pada 2026. Program tersebut menyasar 2.200 penerima manfaat yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan se-Kabupaten Ngawi.

Sasaran program diprioritaskan bagi kelompok masyarakat rentan, mulai kalangan lanjut usia, penyandang disabilitas, hingga warga dengan keterbatasan ekonomi yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah dalam pemenuhan kebutuhan makan sehari-hari secara berkelanjutan. 

Pelaksanaan program berada di bawah penanganan Dinas Sosial Kabupaten Ngawi dan mulai berjalan sejak pertengahan Mei 2026. Program itu kembali dilaksanakan dengan pola penyaluran rutin selama tiga bulan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya di daerah setempat. 

Dalam pelaksanaannya, bantuan permakanan diberikan dua kali sehari kepada para penerima manfaat. Pola tersebut diterapkan guna membantu pemenuhan kebutuhan konsumsi harian bagi masyarakat rentan yang menjadi sasaran program pemerintah daerah tersebut. 

Total anggaran yang dialokasikan dalam program permakanan daerah tahun ini mencapai lebih dari Rp4 miliar. Anggaran tersebut dipergunakan guna menunjang distribusi makanan bagi masyarakat penerima manfaat di seluruh kecamatan yang terlibat. 

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Akh. Sufandi Nasrul Hadi menjelaskan jumlah penerima manfaat program hingga kini masih tetap dibatasi sebanyak 2.200 orang sesuai kemampuan anggaran pemerintah daerah setempat. 

“Kuotanya tetap 2.200 penerima manfaat. Memang ada pergantian penerima setiap tahun berdasarkan hasil verifikasi dan pendataan lapangan, namun jumlah keseluruhannya tidak berubah,” terang fandi. 

Ia menuturkan, proses penetapan penerima dilakukan melalui tahapan pendataan dan evaluasi berkala. Langkah itu dilakukan agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang masuk kategori rentan sosial dan membutuhkan perhatian pemerintah daerah. 

Menurutnya, program permakanan tidak sekadar menjadi bantuan sosial biasa, namun juga bentuk kepedulian daerah terhadap warga yang mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar harian di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. 

“Harapannya program ini dapat membantu kebutuhan makan harian para lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat rentan agar tetap memperoleh perhatian pemerintah daerah,” imbuhnya. 

Dalam pelaksanaannya, Kecamatan Paron tercatat menjadi wilayah dengan jumlah penerima manfaat terbanyak. Selanjutnya disusul Kecamatan Karangjati dan Kecamatan Padas yang juga memiliki angka penerima relatif cukup tinggi dibanding kecamatan lain di Ngawi. 

Meski demikian, Dinas Sosial menyebut terdapat sejumlah desa yang tercatat nihil penerima manfaat. Kondisi tersebut dipengaruhi hasil verifikasi sosial dan perkembangan data masyarakat di masing-masing wilayah secara berkala setiap tahunnya. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok Des
*** : ----
Copyright : SNM


Kerja Bakti Pemdes Dawung Tata Lingkungan Kantor Desa dan Permukiman Warga

Kerja Bakti Pemdes Dawung Tata Lingkungan Kantor Desa dan Permukiman Warga

SN Media™ Ngawi – Pemerintah Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo, mulai menggulirkan Gerakan Indonesia ASRI melalui kerja bakti rutin yang dilaksanakan dua kali dalam sepekan. Program tersebut melibatkan perangkat desa sebagai langkah memperkuat budaya lingkungan bersih dan sehat.

Pelaksanaan kegiatan itu mengacu Surat Edaran Bupati Ngawi Nomor 800/.2.4.2/976/404.310/2026 tentang penerapan budaya Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Kebijakan tersebut kemudian ditindaklanjuti pemerintah desa melalui agenda kebersihan lingkungan secara berkala dan terjadwal. 

Kepala Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo, Ahmat Widayanto mengatakan, Gerakan Indonesia ASRI tidak hanya sebatas kegiatan membersihkan lingkungan. Menurutnya, program tersebut menjadi sarana membangun kepedulian bersama sekaligus memperkuat budaya gotong royong masyarakat desa. 

“Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar bersih-bersih lingkungan, melainkan membangun kesadaran bersama supaya budaya aman, sehat, resik, dan indah benar-benar tumbuh menjadi kebiasaan warga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar dia. 

Pun dijelaskannya, kegiatan setiap hari Selasa difokuskan pada lingkungan kantor desa. Sasaran kerja bakti meliputi area pelayanan masyarakat, ruang perangkat desa, halaman kantor, hingga sejumlah titik sekitar lingkungan kantor yang membutuhkan penataan rutin. 

Sementara kegiatan hari Jumat lebih diarahkan ke lingkungan permukiman warga. Fokus utama pembersihan berada pada saluran drainase lingkungan dengan membersihkan rumput liar, endapan sampah, serta memperlancar aliran air agar tidak memicu genangan saat hujan turun. 

Menurutnya, keterlibatan perangkat desa menjadi bagian penting dalam memberikan contoh langsung kepada masyarakat. Ia berharap budaya menjaga kebersihan lingkungan tidak berhenti saat kerja bakti bersama, melainkan terus dilakukan secara mandiri oleh warga. 

“Kami berharap, seluruh perangkat desa aktif turun bersama masyarakat. Lingkungan bersih tidak mungkin diwujudkan pemerintah desa saja, namun perlu dukungan dan kepedulian seluruh warga secara bersama-sama,” ungkapnya. 

Pemdes Dawung memastikan kegiatan tersebut akan berjalan berkelanjutan sebagai dukungan terhadap program pemerintah daerah. Selain menciptakan lingkungan lebih tertata, kegiatan rutin itu diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan drainase maupun kawasan permukiman sekitar.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Asri
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok Des
*** : ----
Copyright : SNM


Minggu, 17 Mei 2026

Intervensi Kemiskinan Ekstrem, Pemdes Jogorogo Salurkan Bantuan untuk Delapan Warga

Intervensi Kemiskinan Ekstrem, Pemdes Jogorogo Salurkan Bantuan untuk Delapan Warga

SN Media™ Ngawi – Pemerintah Desa Jogorogo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa atau BLT DD triwulan pertama tahun 2026 kepada delapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di aula kantor desa setempat.

Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp200 ribu setiap bulan dan disalurkan tiga bulan sekaligus, sehingga setiap KPM menerima total Rp600 ribu. Program tersebut menjadi langkah intervensi desa dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayah setempat. 

Penyaluran bantuan berlangsung tertib dengan dihadiri perangkat desa, pendamping dari perbankan, serta para penerima manfaat. Warga tampak mengikuti tahapan pencairan dengan tertata sambil mendapatkan arahan terkait penggunaan bantuan secara bijak dan tepat sasaran. 

Pj Kepala Desa Jogorogo, Prasretyo Raharjo menjelaskan, penetapan penerima BLT DD telah melalui tahapan pendataan dan verifikasi sesuai ketentuan pemerintah, sehingga bantuan benar-benar menyasar warga yang membutuhkan dan memenuhi kriteria penerima manfaat desa. 

Menurutnya, keberadaan BLT DD masih menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga ketahanan kebutuhan dasar masyarakat, terutama bagi keluarga dengan penghasilan terbatas yang sehari-hari masih menghadapi tekanan kebutuhan ekonomi rumah tangga. 

“Pemerintah desa berupaya supaya bantuan ini tepat sasaran dan diterima warga yang memang membutuhkan. BLT DD juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi sehari-hari,” terang Prasretyo Raharjo. 

Ia menambahkan, bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban keluarga penerima, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok seperti pangan, kesehatan, hingga menunjang kebutuhan pendidikan anak agar tetap berjalan dengan layak dan berkelanjutan. 

“Harapan kami, bantuan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kebutuhan utama keluarga. Pemerintah desa juga berharap penerima manfaat tetap semangat meningkatkan kesejahteraan keluarga secara bertahap dan mandiri,” pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Asri
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok-Des
*** : ----
Copyright : SNM


Sabtu, 16 Mei 2026

Museum Marsinah dan Koperasi Merah Putih Jadi Fokus Kunjungan Presiden di Nganjuk

Museum Marsinah dan Koperasi Merah Putih Jadi Fokus Kunjungan Presiden di Nganjuk

SN Media™ Nganjuk – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dengan dua agenda utama yang dipusatkan di Kecamatan Sukomoro dan Kecamatan Kertosono, Sabtu (16/5/2026).

Agenda pertama Presiden yakni meresmikan Museum Marsinah di Desa Ngludo, Kecamatan Sukomoro. Kehadiran museum tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan hak-hak pekerja sekaligus mengenang Marsinah sebagai pejuang buruh Indonesia. 

Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dipusatkan di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, guna memperkuat ekonomi kerakyatan serta mendorong kemandirian desa dan kelurahan. 

Secara keseluruhan, agenda kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Nganjuk berlangsung aman dan lancar berkat kesiapan personel TNI, Polri, serta instansi lainnya yang diterjunkan melakukan pengamanan kegiatan. 

"Alhamdulillah kunjungan kerja bapak Presiden Prabowo di Nganjuk hari ini berjalan aman dan lancar. Seluruh prajurit sigap dan disiplin dalam menjalankan tugasnya di lapangan," kata Danrem 081/DSJ Untoro Hariyanto selaku Dansubsatgas Pamwil usai kegiatan. 

Selain mengapresiasi kesigapan aparat pengamanan, Danrem Untoro menilai keberhasilan pengamanan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk juga tidak terlepas dari peran aktif masyarakat selama kegiatan berlangsung. 

Ia menyebut, antusiasme masyarakat yang tinggi selama kunjungan tetap diimbangi sikap tertib dan disiplin, sehingga seluruh rangkaian kegiatan Presiden dapat berjalan aman, lancar, kondusif, serta sesuai agenda yang telah ditetapkan. 

“Harapannya, semangat kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan seluruh elemen selama kunjungan kerja Presiden di Kabupaten Nganjuk dapat terus dipertahankan dalam berbagai kegiatan lainnya,” pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

arw
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok Ar
*** : ----
Copyright : SNM