media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 20 Agustus 2026

DPUPR Ngawi Tekankan Pengaturan Air Irigasi Agar Distribusi Tetap Tertib untuk Petani

DPUPR Ngawi Tekankan Pengaturan Air Irigasi Agar Distribusi Tetap Tertib untuk Petani

SN Media™ Ngawi – Pengaturan air irigasi sejatinya menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi air bagi petani. Terlebih saat rehabilitasi jaringan berlangsung, koordinasi diperlukan agar pekerjaan tetap berjalan tanpa mengganggu kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Ngawi beberapa waktu lalu melaksanakan sosialisasi awal pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi di wilayah Kecamatan Kedunggalar, Ngrambe, Kendal, Walikukun dan Pangkur. 

Kegiatan tersebut melibatkan HIPPA, juru pengairan, pemerintah desa serta masyarakat penerima manfaat. Kepala Bidang SDA DPUPR setempat, Dwi Miyatno Wahyudayanto, mengatakan pengaturan air perlu dilakukan secara terkoordinasi supaya distribusinya tetap tertib. Dengan begitu, pekerjaan rehabilitasi dapat berjalan dan kebutuhan air irigasi bagi petani pun tetap terlayani. 

Dia menjelaskan, setelah pekerjaan selesai, sosialisasi pun tetap dilakukan untuk menyamakan pemahaman masyarakat mengenai pelaksanaan pekerjaan. Termasuk pengaturan jadwal buka-tutup air irigasi selama proses rehabilitasi, sehingga petani mengetahui kondisi saluran serta waktu pengairan yang telah ditentukan. 

“Pengaturan air perlu dilakukan secara terkoordinasi agar distribusi tetap tertib, pekerjaan rehab berjalan dan kebutuhan air irigasi petani dapat terlayani. Setelah pekerjaan selesai, kami juga melakukan sosialisasi bertujuan menyamakan pemahaman terkait pelaksanaan pekerjaan dan pengaturan jadwal buka-tutup air irigasi selama proses rehabilitasi,” ujar Dwi. 

Menurutnya, masyarakat pun memiliki peran penting dalam menjaga jaringan irigasi yang telah dibangun maupun diperbaiki. Saluran tersebut tidak hanya menjadi sarana distribusi air, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengairan yang manfaatnya dirasakan para petani di wilayah penerima.

Karena itu, masyarakat diminta tidak membobol, merusak maupun mengubah saluran secara sembarangan. Tindakan tersebut dapat mengganggu pembagian air dan pada akhirnya merugikan petani lainnya yang sama-sama membutuhkan pasokan untuk lahan pertaniannya. 

Pun, setiap persoalan maupun kebutuhan pengaturan saluran dapat dikoordinasikan melalui HIPPA, juru pengairan atau petugas terkait. Koordinasi tersebut diperlukan agar setiap perubahan pengaturan air dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan penerima manfaat. 

Pengaturan secara bersama pun dinilai penting untuk mencegah munculnya persoalan pembagian air, terutama ketika debit air terbatas atau terdapat bagian jaringan yang masih dalam proses rehabilitasi. Dwi menambahkan, keberhasilan rehabilitasi tidak hanya ditentukan oleh selesainya pekerjaan fisik. 

Menurut dia, pemanfaatan dan pemeliharaan jaringan setelah pekerjaan rampung pun menjadi tanggung jawab bersama agar fungsi saluran tetap berjalan sebagaimana mestinya. 

“Harapannya, masyarakat ikut menjaga saluran yang sudah dibangun, karena jaringan irigasi ini nantinya digunakan bersama. Jangan sampai ada pembobolan, kerusakan atau perubahan saluran secara sembarangan yang dapat mengganggu distribusi air dan merugikan petani lainnya,” pungkasnya. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Rabu, 19 Agustus 2026

Bupati Ony Rombak Pejabat Ngawi, Inspektorat dan Dukcapil Tunggu Rekomendasi Mendagri

Bupati Ony Rombak Pejabat Ngawi, Inspektorat dan Dukcapil Tunggu Rekomendasi Mendagri

SN Media™ Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali melakukan mutasi, rotasi dan promosi sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama serta administrator. Pengisian jabatan tersebut menggunakan pendekatan manajemen talenta dengan proses yang mendapat pemantauan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan BPK.

Pengambilan sumpah dan janji sekaligus pengukuhan pejabat berlangsung di Pendopo Wedya Graha Ngawi, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, jajaran Forkopimda dan tamu undangan. Bupati Ony menyampaikan, masih terdapat dua organisasi perangkat daerah yang pengisian jabatan pimpinannya membutuhkan rekomendasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yakni Inspektorat dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). 

“Jadi saya sampaikan sekalian, calon Inspektur adalah Noor Hasan Muntaha. Namun, karena pengisian jabatan tersebut harus mendapat rekomendasi dari Mendagri, maka kita masih menunggu prosesnya kurang lebih sekitar dua minggu,” kata Ony. 

Menurutnya, pelantikan untuk sejumlah jabatan yang tidak membutuhkan rekomendasi Kemendagri tetap dapat dilakukan. 

“Yang tidak perlu rekomendasi dari Mendagri, pelantikan hari ini bisa jalan dulu. Untuk sementara Plt Inspektorat dan kepala Dukcapil masih dijabat Noor Hasan Muntaha,” lanjutnya. 

Dapat diinformasikan, pada jajaran pimpinan tinggi pratama, Joko Sumardyadi bergeser dari Sekretaris DPRD menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Harsoyo berpindah dari Asisten Administrasi Umum menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Sementara Rahmad Didik Purwanto mengisi posisi Asisten Administrasi Umum. Bonadi bergeser dari Kepala Dinas Sosial menjadi Staf Ahli Bupati, sedangkan Anang Heri Prabowo dipercaya memimpin Dinas Sosial setelah sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perhubungan. 

Indah Kusumawardhani berpindah dari Kepala Bappeda menjadi Kepala Badan Keuangan. Suyanto menempati posisi Sekretaris DPRD, sementara Agus Sutopo mengisi jabatan Kepala Dinas Perhubungan. 

Pun, Irine Sulistyowati dipercaya memimpin Bapperida, sedangkan Dhiyan Kenop Tri Kuncoro tetap menjalankan tugas sebagai Kepala BKPSDM. Perubahan jabatan juga mencakup puluhan pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi. 

Sejumlah pejabat administrator mendapat penugasan baru sebagai sekretaris dinas, camat, kepala bidang hingga jajaran rumah sakit daerah. Di antaranya Shodiq Jumairi Effendy, Kusnu Heri Purwanto dan Santoso Wibowo yang menempati posisi baru. 

Pada sektor kesehatan, dr. Siti Agustin Ningsih dipercaya menjadi Direktur RSUD dr. Soeroto. Kemudian dr. Zain Ratna Priyanto menjabat Direktur RSUD Geneng, sedangkan dr. Hermin Ambarsari dipercaya memimpin RSUD Mantingan.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok Kominfo
*** : ----
Copyright : SNM


Selasa, 18 Agustus 2026

HUT ke-81 RI, Bupati Ngawi Serahkan Remisi Simbolis kepada Warga Binaan Lapas

HUT ke-81 RI, Bupati Ngawi Serahkan Remisi Simbolis kepada Warga Binaan Lapas

SN Media™ Ngawi – Sebanyak 217 warga binaan Lapas Kelas IIB Ngawi menerima remisi dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Penyerahan remisi dilakukan secara simbolis oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan dan proses pembinaan yang telah dijalani selama berada di lembaga pemasyarakatan.

Kasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas IIB Ngawi, Suwarno, mengatakan pemberian pengurangan masa pidana tersebut diberikan kepada warga binaan yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan. Penilaian mencakup perilaku selama menjalani hukuman serta keikutsertaan dalam kegiatan pembinaan yang diselenggarakan pihak lapas. 

“Remisi ini diberikan kepada warga binaan yang selama menjalani masa pidana menunjukkan perilaku baik dan mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh,” kata Suwarno. 

Berdasarkan data Lapas Kelas IIB Ngawi, jumlah penghuni saat ini mencapai 304 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 orang berstatus tahanan, sedangkan 268 lainnya merupakan narapidana yang sedang menjalani masa pidana berdasarkan putusan pengadilan.

Pada momentum remisi tahun ini, terdapat 217 narapidana yang dinyatakan memenuhi syarat memperoleh pengurangan masa hukuman. Sebagian besar penerima masuk kategori Remisi Umum I (RU I), yakni sebanyak 208 orang. 

RU I diberikan dalam bentuk pemotongan sebagian masa pidana. Dengan demikian, penerimanya belum dapat mengakhiri masa hukuman dan tetap menjalani sisa pidana sesuai ketentuan yang berlaku di Lapas Kelas IIB Ngawi. 

Selain itu, terdapat sembilan warga binaan yang memperoleh Remisi Umum II (RU II). Dalam kategori tersebut, pengurangan masa pidana dapat berpengaruh langsung terhadap berakhirnya hukuman yang sedang dijalani. 

Dari sembilan penerima RU II, empat orang dinyatakan dapat langsung bebas setelah mendapatkan pengurangan masa pidana. Mereka selanjutnya berkesempatan kembali berkumpul dengan keluarga serta menjalani kehidupan di tengah masyarakat. 

Sementara lima penerima lainnya masih harus menjalani pidana pengganti atau masa subsider. Artinya, pengurangan masa pidana yang diterima belum membuat seluruh kewajiban hukum mereka berakhir sehingga proses pembinaan tetap berlangsung sampai ketentuan pidana dipenuhi. 

Penyerahan remisi pada peringatan kemerdekaan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan sistem pemasyarakatan yang menempatkan pembinaan sebagai proses penting sebelum warga binaan kembali ke lingkungan sosial. 

“Harapannya, remisi ini menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus menjaga perilaku, mengikuti pembinaan, dan mempersiapkan diri agar setelah bebas nanti bisa kembali diterima masyarakat,” pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : dok R
*** : ----
Copyright : SNM


Senin, 17 Agustus 2026

HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Bupati Ony Ungkap Target Infrastruktur dan Layanan Dasar Kabupaten Ngawi

HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Bupati Ony Ungkap Target Infrastruktur dan Layanan Dasar Kabupaten Ngawi

SN Media™ Ngawi – Detik-detik Proklamasi menjadi bagian khidmat dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Merdeka Ngawi. Prosesi tersebut berlangsung dengan tertib dan diikuti peserta dari berbagai unsur masyarakat serta instansi, Senin (17/08/2026).

Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono memimpin jalannya peringatan kemerdekaan bersama 40 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Ngawi. Barisan peserta upacara terdiri atas jajaran TNI dan Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), mahasiswa, hingga pelajar. 

Usai upacara, Ony menyampaikan bahwa semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan melalui komitmen bersama dalam membangun daerah. Menurutnya, kemandirian dan gotong royong harus tumbuh ketika pemerintah daerah menjalankan amanah secara optimal serta membuka ruang partisipasi masyarakat. 

“Indonesia berdaulat dan makmur ini harus menjadi komitmen bersama. Tidak hanya pemerintah, kita selaku warga bangsa juga harus berusaha, berkomitmen dan berkontribusi pada pembangunan,” kata Ony. 

Ia mengatakan, pembangunan di Kabupaten Ngawi diarahkan tidak hanya untuk menyelesaikan kebutuhan dasar, tetapi juga memperkuat kemandirian masyarakat. Sejumlah sektor menjadi perhatian, mulai dari ketahanan pangan, infrastruktur, layanan air bersih, pendidikan hingga investasi yang diharapkan mampu menekan angka pengangguran.

Pun pada sektor ketahanan pangan, Ony menyebut Ngawi telah memiliki capaian dalam produksi padi dan jagung. Pemerintah daerah juga terus mendorong komoditas ubi yang disebutnya memiliki produktivitas tinggi di Jawa Timur. 

Sementara infrastruktur jalan dan jembatan saat ini disebut berada pada kisaran 95 persen. Pemerintah daerah menargetkan cakupan tersebut meningkat menjadi sekitar 97 hingga 98 persen pada tahun ini. Untuk layanan air bersih, ketercakupan telah mencapai sekitar 98 persen dan ditargetkan menuju 100 persen. 

Di bidang pendidikan, ketercukupan prasarana jenjang SD, SMP dan SMA masih sekitar 87 persen. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan yang perlu dikejar agar seluruh kebutuhan fasilitas pendidikan dapat terpenuhi secara merata. 

Selain itu, investasi menjadi salah satu prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja. Pemerintah daerah juga berkomitmen mendukung berbagai Program Strategis Nasional agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Ngawi. 

“Ketika kita bisa mendukung dan memfasilitasi secara optimal visi Presiden serta program strategis nasional, seperti Sekolah Rakyat dan KDKMP, maka kemanfaatannya akan bisa dirasakan masyarakat Kabupaten Ngawi secara optimal,” pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok Pemkab Ngawi
*** : ----
Copyright : SNM


Minggu, 16 Agustus 2026

Hadapi Musim Kemarau, TNI dan BPBD Kirim 8.000 Liter Air ke Desa Duren

Hadapi Musim Kemarau, TNI dan BPBD Kirim 8.000 Liter Air ke Desa Duren

SN Media™ Trenggalek – Sebanyak 8.000 liter air bersih disalurkan kepada warga Desa Duren, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, di tengah dampak musim kemarau. Bantuan tersebut disalurkan Koramil 0806-09/Tugu bersama BPBD Trenggalek pada Sabtu (15/08/2026).

Distribusi air dilakukan melalui dua titik penampungan di Dusun Gebang dan Dusun Gajah. Selain mengisi tempat penampungan, petugas gabungan juga membagikan air secara langsung kepada warga yang membutuhkan agar bantuan dapat diterima secara merata. Masyarakat telah menyiapkan galon maupun wadah air di depan rumah masing-masing. 

Langkah tersebut dilakukan untuk memperlancar proses pembagian sekaligus memudahkan petugas menjangkau warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama kemarau. 

Babinsa Desa Duren, Sertu Komarudin, mengatakan keterlibatan TNI bersama pemerintah daerah merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Menurutnya, kebutuhan air bersih menjadi perhatian selama musim kemarau berlangsung. 

“TNI bersama pemerintah akan selalu hadir untuk mengatasi kesulitan rakyat. Bantuan air bersih ini merupakan bentuk nyata kepedulian kami agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau,” ujar Komarudin. 

Ia menjelaskan, pola distribusi langsung ke rumah warga dilakukan supaya bantuan tidak hanya terkonsentrasi pada titik penampungan. Dengan cara tersebut, masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh pasokan air tanpa harus pergi jauh. Selain menyalurkan bantuan, personel Koramil 0806-09/Tugu bersama BPBD Trenggalek juga memantau kondisi wilayah. 

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan kebutuhan air bersih sekaligus mengantisipasi kemungkinan bertambahnya wilayah yang terdampak kekeringan. Musim kemarau dapat menyebabkan sumber air warga mengalami penurunan debit hingga mengering. 

Kondisi itu berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan sehari-hari, sehingga distribusi air menjadi langkah penting untuk membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan pasokan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga Desa Duren selama kemarau. 

Koordinasi antara Koramil 0806-09/Tugu dan BPBD Trenggalek juga akan terus dilakukan guna memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan lapangan. Sinergi kedua pihak diharapkan mampu mempercepat respons apabila kebutuhan air bersih kembali meningkat. 

Pemantauan kondisi masyarakat pun menjadi bagian dari upaya mengantisipasi dampak kekeringan yang masih berlangsung di wilayah tersebut. Dengan distribusi yang dilakukan langsung maupun melalui titik penampungan, bantuan air diharapkan menjangkau warga secara tepat sasaran. 

Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk respons terhadap persoalan ketersediaan air bersih selama musim kemarau. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Arw
Editor : Asy
Foto/iLst : Dokbr /> *** : ----
Copyright : SNM


Jumat, 14 Agustus 2026

Maxim Siapkan 81 Mobil Bertema Kemerdekaan, Pengguna Berpeluang Naik Gratis

Maxim Siapkan 81 Mobil Bertema Kemerdekaan, Pengguna Berpeluang Naik Gratis

SN Media™ Jakarta – Maxim Indonesia menghadirkan program khusus untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menyiapkan 81 unit Maxim Car berdesain kepulauan Indonesia yang beroperasi di 19 kota. Pengguna berkesempatan memperoleh perjalanan gratis pada 17 Agustus 2026.

Kesempatan tersebut berlaku bagi pengguna yang secara kebetulan mendapatkan salah satu mobil dengan desain kemerdekaan saat melakukan pemesanan. Sementara itu, pengguna yang belum memperoleh kendaraan khusus tetap dapat menikmati potongan harga sebesar 17 persen mulai 11 hingga 21 Agustus 2026. Masyarakat di 19 kota dapat melakukan pemesanan Maxim Car seperti biasa melalui aplikasi. Sistem akan menentukan kendaraan yang menerima pesanan, sehingga pengguna tidak perlu melakukan pemesanan khusus untuk mendapatkan mobil yang telah dihias dengan tema kemerdekaan Indonesia. 

Jika pada 17 Agustus pengguna mendapatkan mobil berdesain khusus tersebut, perjalanan akan diberikan secara gratis. Sebanyak 81 mobil itu beroperasi di Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Ambon, Makassar, Kendari, Cilegon, Serang, Kupang, Balikpapan, Bandar Lampung, Batam, Palembang, Jayapura, Malang, Pekanbaru, Timika, Bukittinggi, dan Bau-bau. 

Jangkauan program tersebut mencakup sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua. Setiap kendaraan dihiasi stiker bergambar kepulauan Indonesia yang menjadi simbol keberagaman sekaligus persatuan masyarakat dalam bingkai kemerdekaan nasional.

Head of Subdivision Maxim Jakarta Muhammad Richie Rafsanjani mengatakan, program tersebut merupakan bentuk sederhana perusahaan untuk ikut merayakan kemerdekaan bersama masyarakat Indonesia. Menurutnya, momentum 17 Agustus menjadi kesempatan berbagi kebahagiaan melalui layanan transportasi yang dekat dengan aktivitas warga. 

“ Kami mengucapkan selamat Hari Kemerdekaan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Ini adalah momen untuk merayakan persatuan dan rasa bangga sebagai bagian dari Indonesia,” kata Richie dalam keterangan terkait program kemerdekaan Maxim yang disampaikan kepada publik. 

Richie mengatakan, perjalanan gratis dengan mobil yang tampil berbeda diharapkan memberikan pengalaman tersendiri bagi pengguna pada momentum 17 Agustus. Melalui program tersebut, Maxim ingin berbagi kebahagiaan sekaligus ikut membangun suasana perayaan kemerdekaan di berbagai kota Indonesia. 

Dia menambahkan, kehadiran Maxim di sebuah kota tidak semata-mata berkaitan dengan operasional layanan transportasi. Perusahaan juga berupaya menjadi bagian dari kehidupan dan aktivitas masyarakat, termasuk ketika warga memperingati berbagai momentum nasional yang berlangsung setiap tahun di daerah. 

Ke depan, Maxim menyatakan akan terus mengintegrasikan berbagai inisiatif sosial dan budaya dalam aktivitas perusahaan. Bagi Maxim, luasnya jangkauan layanan di berbagai wilayah Indonesia bukan hanya bagian dari perkembangan bisnis, tetapi juga kesempatan mempererat hubungan antarmasyarakat serta berkontribusi dalam momen berarti.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Siaran Pers
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok Maxim
*** : ----
Copyright : SNM


Kamis, 13 Agustus 2026

Tiga Poktan di Ngawi Dapat Combine Harvester, Kanang Tekankan Pengelolaan Bersama

Tiga Poktan di Ngawi Dapat Combine Harvester, Kanang Tekankan Pengelolaan Bersama

SN Media™ Ngawi – Tiga kelompok tani di Kabupaten Ngawi menerima bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa combine harvester dalam kegiatan reses dan penyerapan aspirasi anggota Komisi VI DPR RI, Ir Budi Sulistyono Kanang, Selasa (11/08/2026).

Penyerahan tiga unit mesin panen tersebut berlangsung di Kecamatan Kwadungan. Bantuan diterima langsung oleh ketua masing-masing kelompok tani yang selama ini menjadi penggerak kegiatan pertanian di wilayahnya. 

Tiga penerima bantuan itu yakni Kelompok Tani Ingasrejo, Desa Beran, Kecamatan Ngawi; Kelompok Tani Sri Makmur, Desa Purwosari, Kecamatan Pangkur; serta Kelompok Tani Sri Agung, Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas. 

Bantuan combine harvester tersebut diharapkan dapat membantu kelompok tani menghadapi persoalan tenaga kerja yang kerap muncul ketika memasuki masa panen. Terlebih, waktu panen sejumlah lahan biasanya berlangsung hampir bersamaan. 

“Kondisi tersebut perlu diantisipasi agar kegiatan panen tidak mengalami keterlambatan,” kata Kanang. 

Menurut dia, keberadaan mesin panen menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pekerjaan di lapangan. Dengan penggunaan alat tersebut, kelompok tani memiliki sarana yang dapat mendukung efisiensi waktu sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap jumlah tenaga kerja manual saat panen berlangsung.

Meski demikian, Kanang meminta bantuan alsintan itu tidak hanya dimanfaatkan oleh sebagian anggota. Pengelolaannya perlu dilakukan secara kolektif agar keberadaan combine harvester benar-benar memberi manfaat bagi seluruh anggota kelompok tani. 

Selain penggunaan secara bersama, perawatan mesin juga menjadi perhatian. Kondisi alsintan harus dijaga supaya tetap siap digunakan ketika musim panen tiba. Pemeliharaan yang rutin dinilai penting agar usia pakai alat dapat lebih panjang dan biaya perbaikan tidak membebani kelompok. 

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu menegaskan, bantuan tersebut harus dipandang sebagai sarana penunjang produktivitas, bukan sekadar tambahan peralatan kelompok. Karena itu, pengurus diminta menyusun pola pemanfaatan yang jelas dan adil. 

Ia menilai pengelolaan yang tertib akan memudahkan kelompok mengatur jadwal penggunaan alat, khususnya saat permintaan meningkat dan beberapa wilayah memasuki panen pada periode berdekatan. Dengan demikian, pemanfaatannya berlangsung bergiliran tanpa menimbulkan persoalan antaranggota kelompok. 

Kanang berharap bantuan combine harvester dapat memperkuat kemampuan kelompok tani dalam menghadapi musim panen, sekaligus membantu menjaga kelancaran pekerjaan pertanian di Kabupaten Ngawi. 

“Alat ini harus dirawat dengan baik dan digunakan bersama sehingga manfaat ekonominya bisa dirasakan seluruh anggota kelompok,” pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok internal
*** : ----
Copyright : SNM


Rabu, 12 Agustus 2026

Omzet Turun 70 Persen, Pedagang Musiman Bendera Asal Garut Akhiri Dagangan di Ngawi

Omzet Turun 70 Persen, Pedagang Musiman Bendera Asal Garut Akhiri Dagangan di Ngawi

SN Media™ Ngawi – Pedagang musiman bendera dan umbul-umbul asal Garut, Jawa Barat, mengakhiri aktivitas berjualan di Ngawi, Rabu (12/8/2026). Pun sepekan menjelang HUT ke-81 RI, omzet yang mereka peroleh turun sekitar 70 persen dibandingkan tahun lalu.

Salah satunya Rahman, yang bersama rombongannya beberapa hari terakhir berjualan di sejumlah ruas trotoar Ngawi kota. Lapak mereka berada di Jalan Thamrin, Jalan JA Suprapto, dan Jalan Yos Sudarso dengan menjajakan bendera, umbul-umbul, hingga pernak-pernik Agustusan. 

Hari ini menjadi penutup aktivitas mereka di Ngawi. Setelah lapak dibongkar, Rahman bersama rombongannya akan mengemasi barang dagangan yang tersisa sebelum kembali ke Kabupaten Garut. Rahman mengaku penjualan tahun ini tidak seramai tahun lalu. 

Jika pada 2025 omzet sehari masih bisa menyentuh sekitar Rp1 juta, kini hasil penjualan yang didapat hanya berkisar Rp300 ribu per hari. 

“Kalau tahun lalu bisa sampai Rp1 juta sehari, sekarang ya paling Rp300 ribuan. Memang jauh berkurang,” ujar Rahman. 

Menurut dia, sepinya pembeli kemungkinan terasa karena masyarakat sekarang punya pilihan lebih banyak untuk membeli kebutuhan Agustusan. Salah satunya melalui belanja online yang dinilai lebih praktis.

“Mungkin sekarang banyak yang belanja online. Terus kondisi ekonomi juga mungkin berpengaruh, jadi orang belanjanya lebih pilih-pilih,” katanya. 

Meski begitu, pembeli yang datang langsung ke lapak masih ada. Beberapa warga memilih melihat dan membandingkan barang terlebih dahulu, terutama ketika mencari bendera atau umbul-umbul dengan ukuran dan bahan tertentu. 

Keberadaan pedagang musiman tersebut turut mewarnai suasana Ngawi menjelang peringatan HUT ke-81 RI. Bendera merah putih dan berbagai atribut kemerdekaan dipajang di sepanjang trotoar yang menjadi lokasi mereka berjualan. 

Bagi Rahman, momen Agustusan memang menjadi waktu untuk berjualan secara musiman dengan berpindah daerah. Ngawi menjadi salah satu tujuan mereka sebelum akhirnya kembali ke Garut setelah menyelesaikan aktivitas tahun ini. 

Setelah lapak dibereskan, rombongan tersebut bersiap membawa barang dagangan yang masih tersisa untuk perjalanan pulang. Hasil penjualan selama beberapa hari di Ngawi juga menjadi bagian dari rezeki yang mereka bawa kembali ke daerah asal. 

“Ya sudah, hari ini terakhir. Besok kami pulang. Mudah-mudahan tahun depan lebih ramai lagi,” ujar Rahman.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Selasa, 11 Agustus 2026

50 Sekdes PNS Ngawi Dihadapkan Pilihan Status, Batas Penyesuaian hingga Maret 2028

50 Sekdes PNS Ngawi Dihadapkan Pilihan Status, Batas Penyesuaian hingga Maret 2028

SN Media™ Ngawi – Sebanyak 50 sekretaris desa (sekdes) berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Ngawi masih menjalankan tugas di pemerintahan desa. Kondisi tersebut kini perlu disesuaikan menyusul terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2026.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMD Ngawi, Arif Syarifudin, mengatakan regulasi terbaru itu mengatur kedudukan aparatur yang menjabat sebagai sekdes sekaligus memberikan waktu untuk menentukan keberlanjutan tugasnya. 

“Sekdes PNS yang memilih tetap menjadi sekretaris desa harus mengundurkan diri sebagai PNS,” kata Arif. 

Keberadaan PNS yang mengisi jabatan sekdes tidak terlepas dari kebijakan setelah terbit PP Nomor 45 Tahun 2007. Pada masa itu, sejumlah sekdes diangkat menjadi PNS, sementara sebagian lainnya merupakan pegawai yang ditugaskan pemerintah kabupaten untuk mengisi jabatan tersebut.

Pengangkatan sekdes menjadi PNS saat itu dilakukan tanpa mekanisme pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Selain itu, bagi perangkat desa yang terkendala usia untuk diangkat sebagai PNS, pemerintah kabupaten dapat menugaskan pegawai negeri guna mengisi kekosongan posisi sekretaris desa. 

Skema tersebut membuat sejumlah pegawai tetap menjalankan tugas di desa hingga sekarang. DPMD Ngawi mencatat terdapat 50 sekdes yang masih berstatus PNS dan aktif menjalankan pelayanan pemerintahan di desa. 

Persoalan pun kembali mengemuka setelah PP Nomor 16 Tahun 2026 terbit pada Maret lalu. Regulasi yang menjadi aturan pelaksanaan Undang-Undang Desa itu turut mengatur keberadaan PNS yang menduduki jabatan sekretaris desa. 

Melalui aturan terbaru, Sekdes PNS dihadapkan pada dua pilihan. Tetap bertugas sebagai sekdes dengan konsekuensi melepas status kepegawaiannya, atau kembali menjalankan tugas sebagai PNS di lingkungan pemerintah kabupaten. 

DPMD Ngawi telah berkoordinasi dengan BKPSDM untuk menyiapkan mekanisme pelaksanaannya. Pembahasan mencakup proses administrasi serta penyesuaian hak dan kewajiban, sehingga keputusan masing-masing dapat dilakukan secara jelas dan sesuai regulasi. 

Arif menyebut proses tersebut tidak perlu dilakukan secara terburu-buru. Pemerintah masih memiliki waktu dua tahun sejak PP diterbitkan untuk menyiapkan mekanisme sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka menentukan arah tugasnya. 

“Masih ada waktu sampai Maret 2028. Kami bersama BKPSDM akan menyiapkan mekanismenya, sehingga para sekdes PNS bisa menentukan pilihan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas dia.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM