SN Media™ Ngawi - Mahasiswa KKN Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 189 Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, mengembangkan SMART FOGGER DESA sebagai teknologi tepat guna untuk membantu pengendalian tikus sawah sekaligus mendukung pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Inovasi tersebut dikembangkan dengan melihat kondisi Desa Baderan yang sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani. Hama tikus menjadi salah satu persoalan yang dapat mengganggu produktivitas pertanian, sedangkan pengendalian penyakit berbasis vektor pun menjadi perhatian di lingkungan masyarakat.Ketua KKN Tematik UNS Kelompok 189 sekaligus penggagas program, Muhammad Rizky Kurniawan, mengatakan SMART FOGGER DESA dirancang berdasarkan kebutuhan warga sehingga pengoperasiannya diupayakan sederhana dan mudah diterapkan.
“Program ini kami rancang sebagai teknologi tepat guna yang sederhana, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Baderan,” kata Rizky.
Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pengendalian hama secara terpadu serta penerapan gerakan 3M Plus sebagai bagian dari langkah pencegahan DBD. Melalui rangkaian kegiatan itu, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai pengoperasian alat, pemanfaatannya, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Antusiasme warga pun terlihat ketika demonstrasi berlangsung. SMART FOGGER DESA menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa UNS yang diarahkan untuk mendorong pemanfaatan teknologi sederhana dalam menjawab persoalan di tingkat desa. Inovasi tersebut pun diharapkan dapat mendukung kemandirian masyarakat.
Selain program tersebut, KKN Tematik UNS Kelompok 189 menjalankan kegiatan yang mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, pengembangan potensi pertanian, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta penguatan kemitraan bersama masyarakat.
KKN Tematik UNS Kelompok 189 mengusung tema Pengembangan Inovasi Desa dalam Peningkatan Kualitas SDM, Pemberdayaan UMKM, dan Pengembangan Potensi Pertanian.
Kegiatan berlangsung selama Juli hingga Agustus 2026. Rizky menambahkan, program KKN di Desa Baderan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari persoalan masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kampus.
“Harapannya, kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus menghasilkan inovasi yang sederhana, aplikatif, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi Desa Baderan,” pungkas Rizky.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM