Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 03 November 2026

Bupati Ony Lepas 250 Atlet, Ngawi Pasang Target Runner-up POPDA Jatim 2026

Bupati Ony Lepas 250 Atlet, Ngawi Pasang Target Runner-up POPDA Jatim 2026

SN Media™ Ngawi – Kabupaten Ngawi membidik posisi runner-up dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Peparpeda III Jawa Timur 2026. Sebanyak 250 atlet dan 52 ofisial dilepas Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono di Pendopo Wedya Graha, untuk memperjuangkan prestasi sekaligus mengharumkan nama daerah, Selasa (3/11/2026).

Kontingen tuan rumah akan berkompetisi pada 23 cabang olahraga (cabor) utama serta dua cabor Peparpeda, yakni para renang dan para atletik. Target mempertahankan posisi kedua menjadi tantangan bagi Ngawi dalam persaingan olahraga pelajar tingkat provinsi. 

Bupati Ony mengatakan, sebagai tuan rumah, Ngawi mengemban dua misi sekaligus, yakni menyukseskan penyelenggaraan dan meraih prestasi terbaik. Sejumlah cabor unggulan dipersiapkan untuk menjadi tumpuan perolehan medali emas. 

“Sebagai tuan rumah POPDA XV dan Peparpeda III 2026, kita ingin sukses penyelenggaraan sekaligus sukses prestasi. Kami mengandalkan beberapa cabor utama seperti tinju, wushu, MMA, ski air, dan woodball untuk mendulang medali emas,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga menyiapkan apresiasi khusus bagi atlet yang berhasil menyumbangkan medali dan mengibarkan bendera Ngawi di podium juara. Sementara itu, kesiapan infrastruktur pertandingan terus dimatangkan. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi, Wiwien Purwaningsih, menyampaikan progres penyiapan venue telah mencapai 85 persen. 

“Koordinasi intensif terus kami lakukan bersama Pemprov Jawa Timur dan technical delegate (TD) terkait kesiapan venue, sehingga saat pelaksanaan nanti seluruh arena pertandingan sudah siap digunakan,” jelasnya. 

Dapat diinformasikan, bahwa agenda olahraga pelajar tingkat provinsi ini rencananya turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama sekitar 300 tamu undangan dari jajaran kepala daerah se-Jawa Timur. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

Pewarta: Asri
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Senin, 02 November 2026

Percepat Penanganan Kebakaran, Ngawi Siapkan Dua Unit Mobil Damkar Double Cabin

Percepat Penanganan Kebakaran, Ngawi Siapkan Dua Unit Mobil Damkar Double Cabin

SN Media™ Ngawi - Pemerintah Kabupaten Ngawi menyiapkan dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) baru melalui pengadaan pada Perubahan APBD 2026. Kendaraan berjenis double cabin tersebut masing-masing memiliki kapasitas tangki 3.500 liter dan ditargetkan tiba di Ngawi pada pertengahan Desember 2026.

Pengadaan armada itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi kejadian kebakaran. Penambahan kendaraan diharapkan mendukung mobilitas petugas, terutama ketika harus menjangkau lokasi kejadian dengan kondisi akses beragam. 

Kepala Satpol PP Kabupaten Ngawi, Peggy Yudho Subekti, menjelaskan bahwa pembelian dua unit mobil damkar tersebut bersumber dari Perubahan APBD 2026. Proses pengadaan dilakukan melalui penyedia dengan mekanisme E-Purchasing, dan saat ini pekerjaan masih berjalan. 

“Pengadaan dua unit kendaraan mobil pemadam kebakaran double cabin masing-masing berkapasitas 3.500 liter melalui E-Purchasing senilai Rp3,5 miliar lebih. Sekarang masih dalam proses pengerjaan dan kemungkinan pertengahan Desember mobil damkar sudah dikirim ke Ngawi,” ujarnya, Senin (02/11/2026).

Kehadiran armada baru tersebut dinilai penting untuk mempercepat waktu respons atau response time ketika petugas menerima laporan kebakaran. Kecepatan menuju lokasi menjadi salah satu faktor yang menentukan efektivitas penanganan, sehingga dukungan kendaraan yang memadai diperlukan untuk menunjang tugas pemadam kebakaran. 

Setelah tiba, kedua kendaraan untuk sementara akan ditempatkan di pos induk. Penempatan tersebut menjadi langkah awal agar armada baru dapat segera memperkuat kesiapan operasional sekaligus mendukung pelayanan pemadaman di wilayah Ngawi. Pengaturan penempatan berikutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan dan evaluasi jangkauan penanganan di lapangan. 

Selain pengadaan dua kendaraan baru, Satpol PP Ngawi juga merencanakan pembenahan armada yang telah dimiliki. Pada tahun depan, satu unit mobil damkar lama akan menjalani rekondisi. Langkah ini diarahkan untuk mengembalikan dan meningkatkan kemampuan teknis kendaraan agar tetap dapat dimanfaatkan dalam mendukung tugas pemadaman. 

“Ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat response time. Untuk sementara dua unit akan ditempatkan di pos induk, sedangkan tahun depan satu unit mobil damkar lama akan direkondisi secara teknis agar penanganan kebakaran bisa lebih cepat,” pungkasnya. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Minggu, 01 November 2026

Stadion Ketonggo Direkomendasikan I League, Persinga Ngawi Bersiap Jalani Liga 3 di Kandang Sendiri

Stadion Ketonggo Direkomendasikan I League, Persinga Ngawi Bersiap Jalani Liga 3 di Kandang Sendiri

SN Media™ Ngawi – Persinga Ngawi berpeluang menjalani kompetisi Liga 3 Nusantara di hadapan pendukung sendiri. Stadion Ketonggo yang diusulkan menjadi homebase Laskar Ketonggo akhirnya mendapat rekomendasi dari I League pada Rabu (28/10/2026) lalu.

Persetujuan tersebut menjadi kabar positif bagi sepak bola Ngawi. Sebab, penggunaan stadion kebanggaan masyarakat setempat sebagai kandang Persinga membuka kesempatan bagi suporter untuk memberikan dukungan langsung sepanjang kompetisi berlangsung. 

 Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi, Muh Hasan Zunair, mengatakan rekomendasi tersebut diperoleh setelah surat permohonan yang diajukan disetujui I League. Kepastian itu juga didukung perkembangan perbaikan fasilitas stadion yang terus berjalan. 

"Uusulan Stadion Ketonggo untuk dijadikan homebase Persinga Ngawi sudah mendapat rekomendasi dari I League. Tentunya, rekomendasi tersebut juga didukung perkembangan perbaikan fasilitas stadion setiap hari," ujarnya.

Saat ini, pembenahan sejumlah sarana pendukung terus dilakukan di kawasan Stadion Ketonggo. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan agar stadion siap digunakan untuk menggelar pertandingan kompetisi kasta ketiga sepak bola nasional tersebut. 

Selain persoalan fasilitas, Disparpora Ngawi juga mengusulkan perubahan jadwal pertandingan. Waktu kick-off yang sebelumnya direncanakan pukul 15.30 WIB diajukan lebih awal menjadi pukul 14.30 WIB. Usulan itu bukan tanpa alasan. Stadion Ketonggo hingga kini belum dilengkapi lampu penerangan yang dapat menunjang pertandingan ketika waktu bergeser menuju sore hingga malam hari.

Karena itu, penyesuaian waktu dinilai perlu untuk mengantisipasi keterbatasan tersebut. Kondisi ini menjadi salah satu aspek teknis yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan pertandingan. Terlebih, penggunaan stadion sebagai homebase membutuhkan kesiapan fasilitas agar pertandingan dapat berlangsung sesuai jadwal dan ketentuan kompetisi. 

Hasan menyampaikan, pihaknya terus mengoptimalkan pembenahan yang diperlukan sekaligus mengupayakan penyesuaian jadwal pertandingan. Dengan demikian, rekomendasi dari I League dapat ditindaklanjuti melalui kesiapan stadion sebagai markas Persinga Ngawi. 

"Kami juga mengusulkan agar jadwal pertandingan dimajukan dari pukul 15.30 WIB menjadi 14.30 WIB, mengingat Stadion Ketonggo belum dilengkapi lampu penerangan," pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

Pewarta: tim
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Sabtu, 31 Oktober 2026

Tak Putus Setelah Pensiun, Purnabakti Pemasyarakatan Ngawi Kini Berhimpun dalam P3I

Tak Putus Setelah Pensiun, Purnabakti Pemasyarakatan Ngawi Kini Berhimpun dalam P3I

SN Media™ Ngawi – Upaya menjaga hubungan kekeluargaan antara pegawai aktif dan para purnabakti terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ngawi. Salah satunya melalui pembentukan Persatuan Purnabakti Pemasyarakatan Indonesia (P3I) sekaligus gelar seni yang berlangsung pada Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kembali ikatan silaturahmi sekaligus memberikan ruang bagi para purnabakti agar tetap terhubung dengan lingkungan pemasyarakatan. Sejumlah purnabakti Lapas Ngawi turut hadir dan mengikuti rangkaian acara dalam suasana penuh keakraban. 

Kepala Lapas Ngawi, Iwan Setiawan, mengapresiasi terbentuknya P3I sebagai wadah yang dapat mempertemukan para purnabakti dalam satu ikatan organisasi. Menurutnya, pengabdian seseorang tidak serta-merta berhenti setelah memasuki masa pensiun, melainkan tetap bisa memberikan manfaat melalui pengalaman dan pemikiran yang dimiliki. 

“Saya mengapresiasi terbentuknya P3I Lapas Ngawi sebagai wadah silaturahmi para purnabakti. Saya juga bangga atas penampilan seni WBP yang menunjukkan kreativitas dan potensi positif warga binaan,” ujar Iwan.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia Silaturahmi Purnabakti yang juga menjabat Kasubbag Tata Usaha (TU). Selanjutnya, perwakilan purnabakti menyampaikan sambutan sebelum dilanjutkan arahan Kepala Lapas Ngawi mengenai pentingnya menjaga kebersamaan dan kesinambungan hubungan antargenerasi pegawai. 

Pembentukan P3I sendiri tidak sekadar menjadi wadah berkumpul, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pemberdayaan dan produktivitas para purnabakti. Organisasi ini diharapkan mampu membuka ruang pendampingan sosial sekaligus menampung sumbangsih pemikiran, pengalaman, serta dukungan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. 

Suasana kegiatan semakin semarak dengan gelar seni yang melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Beragam penampilan disuguhkan, mulai dari tari Nusantara, paduan suara, hingga pembacaan puisi yang memperlihatkan kreativitas para peserta. 

Salah satu penampilan yang menarik perhatian yakni Lawi Band. Kelompok musik tersebut menghadirkan kolaborasi antara petugas dan WBP Lapas Ngawi. Perpaduan penampilan keduanya menjadi gambaran bahwa ruang pembinaan juga dapat melahirkan kreativitas sekaligus membangun kebersamaan tanpa sekat. 

Melalui kegiatan ini, Lapas Ngawi berharap keberadaan P3I mampu menjaga hubungan kekeluargaan dengan para purnabakti sekaligus menjadikan pengalaman mereka sebagai bagian dari kekuatan bersama. 

“Kami berharap silaturahmi tetap terjaga, produktivitas para purnabakti terus berkembang, serta pengalaman dan pengabdian yang telah diberikan tetap membawa manfaat bagi kemajuan pemasyarakatan,” pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Humas Lapas Ngawi
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Jumat, 30 Oktober 2026

Ratusan ASN Ngawi Purna Tugas 2026, SK Pensiun Terbit Dua hingga Tiga Bulan Sebelum TMT

Ratusan ASN Ngawi Purna Tugas 2026, SK Pensiun Terbit Dua hingga Tiga Bulan Sebelum TMT

SN Media™ Ngawi – Sebanyak 443 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi tercatat telah atau akan memasuki masa purna tugas hingga akhir 2026. Pegawai yang memasuki masa pensiun tersebut didominasi oleh ASN yang menduduki jabatan fungsional di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Informasi tersebut dibenarkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ngawi. Penerbitan surat keputusan (SK) pensiun menjadi bagian dari persiapan administrasi untuk memastikan hak pegawai yang memasuki masa purna tugas dapat diproses sesuai ketentuan. 

Kepala BKPSDM Kabupaten Ngawi, Dhiyan Kenop Tri Kuncoro, menjelaskan bahwa proses penerbitan SK pensiun dilakukan sebelum pegawai resmi mengakhiri masa pengabdiannya. Langkah tersebut bertujuan memberikan kepastian administrasi bagi ASN yang akan memasuki masa purna tugas. 

“Jumlah ASN yang memasuki masa purna tugas hingga akhir 2026 mencapai 443 orang. Sebagian besar berasal dari jabatan fungsional, dengan proses administrasi pensiun yang dipersiapkan sebelum tanggal mulai pensiun,” jelas Kenop.

Menurutnya, SK pensiun umumnya telah diterbitkan sekitar dua hingga tiga bulan sebelum tanggal mulai pensiun atau terhitung mulai tanggal (TMT). Waktu tersebut memberikan kesempatan bagi pegawai untuk mempersiapkan berbagai dokumen yang diperlukan menjelang berakhirnya masa kerja. 

Persiapan administrasi sejak dini dinilai penting agar ASN tidak mengalami kendala ketika mengurus hak-haknya setelah resmi pensiun. Dengan demikian, pegawai dapat mengetahui kepastian status kepegawaiannya sekaligus mempersiapkan kebutuhan administrasi secara lebih terencana. 

Salah satu urusan yang membutuhkan kelengkapan dokumen tersebut adalah pengajuan hak pensiun melalui PT Taspen. Perusahaan yang mengelola program tabungan hari tua dan jaminan pensiun bagi aparatur negara itu menjadi bagian penting dalam proses pencairan hak pegawai setelah memasuki masa purna tugas. 

Karena itu, penerbitan SK sebelum TMT diharapkan dapat membantu memperlancar proses pengurusan dokumen dan klaim yang diperlukan. Pegawai juga memiliki waktu untuk memastikan persyaratan administrasi telah terpenuhi sebelum masa pengabdiannya berakhir. 

BKPSDM Ngawi menempatkan kesiapan administrasi sebagai salah satu perhatian dalam pelayanan kepegawaian, terutama bagi ASN yang akan memasuki masa pensiun. Persiapan tersebut diharapkan mampu meminimalkan hambatan dalam proses peralihan status dari pegawai aktif menjadi purnabakti.

“Penerbitan SK dua hingga tiga bulan sebelum TMT pensiun dimaksudkan untuk memudahkan ASN dalam mengurus administrasi, termasuk klaim hak pensiun melalui PT Taspen, sehingga prosesnya dapat berjalan lebih lancar,” pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

Pewarta: Asri
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Kamis, 29 Oktober 2026

Berikut Daftar Venue POPDA Jatim 2026 di Ngawi, dari Taman Candi hingga Waduk Pondok

Berikut Daftar Venue POPDA Jatim 2026 di Ngawi, dari Taman Candi hingga Waduk Pondok

SN Media™ Ngawi – Persiapan venue Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur 2026 terus dimatangkan. Kabupaten Ngawi menjadi salah satu pusat pertandingan dengan berbagai cabang olahraga (cabor) yang dijadwalkan berlangsung pada bulan depan.

Salah satu venue yang menjadi perhatian adalah arena balap sepeda nomor BMX dan Mountain Bike (MTB) di area Taman Candi, Ngawi. Lokasi ini telah siap digunakan, dengan penataan akhir yang terus dikebut menjelang pertandingan. 

Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi, Muh Hasan Zunair, mengatakan kesiapan fasilitas menjadi perhatian panitia agar setiap cabor memiliki tempat bertanding sesuai kebutuhan teknis. Kelayakan sarana juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kompetisi. 

“Seluruh venue sudah siap, tinggal penataannya yang kini tengah dikebut,” ujarnya.

Baca Juga:
Berdasarkan jadwal resmi, pertandingan POPDA di Ngawi mencakup angkat besi di RM Notosuman, Watualang; bola voli indoor di GOR Padepokan Voli dan GOR Worawari; bola basket di GOR Bung Hatta; serta bulutangkis di GOR Suli. Dayung dan ski air dijadwalkan berlangsung di Waduk Pondok, Kecamatan Bringin. 

Sejumlah cabor lainnya digelar di Stadion Ketonggo untuk panahan, Padepokan SH Terate untuk gulat, SMKN 2 Ngawi untuk petanque, serta SMKN 1 Geneng untuk kempo. Pencak silat berlangsung di RM Duta 3, taekwondo di RM Duta I Watualang, sedangkan tenis meja menggunakan Gedung PGRI Ngawi. 

Pertandingan mixed martial arts dan tinju dipusatkan di kawasan Alun-Alun Merdeka Timur. Adapun tenis menggunakan lapangan di kawasan Alun-Alun, Polres, dan Kodim Ngawi. Sepak bola dijadwalkan berlangsung di Lapangan Winotoharjo, Jambangan Paron, dan Sambiroto, sedangkan woodball digelar di Lapangan Desa Dero, Kecamatan Bringin. Upacara pembukaan dan penutupan berlangsung di Alun-Alun Merdeka Ngawi. 

Selain di Ngawi, sejumlah pertandingan POPDA digelar di daerah lain. Atletik berlangsung di Stadion Oentoeng Poedjadi UNESA Surabaya, akuatik dan selam di Kolam Renang Dispora Jawa Timur, serta berkuda di Kelud Raceway, Kabupaten Kediri. Bola voli pantai dijadwalkan di kawasan Kenjeran, Surabaya. 

Sementara itu, PEPARPEDA III Jatim 2026 mempertandingkan para bulutangkis di GOR Suli Ngawi dan para tenis meja di Aula Kemenag Ngawi. Para atletik berlangsung di Stadion Wilis, Kota Madiun, sedangkan para renang dijadwalkan di Kolam Renang Kosala Tirta Lanud Iswahyudi, Magetan. 

“Kita pastikan semua cabor mendapat venue yang layak dan representatif,” pungkasnya. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Rabu, 28 Oktober 2026

Ngawi Gelar Pelatihan Blending Rokok untuk Tingkatkan Kualitas SDM dan Daya Saing Industri Tembakau

Ngawi Gelar Pelatihan Blending Rokok untuk Tingkatkan Kualitas SDM dan Daya Saing Industri Tembakau

SN Media™ Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor industri hasil tembakau (IHT) melalui pelatihan blending rokok. Kegiatan yang digelar Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi ini berlangsung di Kurnia Convention Ngawi, 27-29 Oktober 2026.

Pelatihan tersebut diikuti 30 peserta yang berasal dari sejumlah pabrik rokok di Kabupaten Ngawi. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pendampingan teori dan praktik peracikan tembakau dengan menghadirkan Yudha Sudarmaji, pemilik CV Restu Aji Makmur dari Temanggung, sebagai narasumber. 

Kepala DPPTK Kabupaten Ngawi, Kusumawati Nilam, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas SDM menjadi salah satu kunci bagi perusahaan untuk mempertahankan daya saing di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Menurutnya, inovasi produk diperlukan agar industri rokok mampu memenuhi kebutuhan dan selera konsumen yang terus berkembang. 

“Perusahaan dituntut terus meningkatkan kapasitas SDM agar mampu bersaing dan merebut hati konsumen. Salah satunya melalui inovasi produk dengan penguasaan teknik blending yang baik,” ujarnya.

Blending merupakan proses pencampuran berbagai jenis tembakau beserta bahan pendukung, seperti cengkeh dan perasa, untuk menghasilkan karakter rasa serta aroma rokok sesuai kebutuhan. Teknik ini menjadi bagian penting dalam proses produksi karena berpengaruh terhadap kekhasan dan konsistensi produk. 

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam meracik tembakau sehingga menghasilkan produk dengan kualitas dan cita rasa yang terjaga. Penguasaan teknik blending juga diharapkan memperkuat daya saing produk industri rokok lokal di tengah dinamika pasar. 

Industri hasil tembakau sendiri memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga kontribusi penerimaan negara melalui cukai. Sektor ini juga berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani yang menggantungkan penghasilan dari komoditas tembakau. 

Selain peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, pelatihan ini diharapkan memberikan dampak terhadap perluasan kesempatan kerja serta peningkatan kesejahteraan perusahaan dan karyawan. Nilam juga berharap pengembangan industri tembakau ke depan tidak berhenti pada produk rokok. 

Menurutnya, diversifikasi olahan tembakau perlu mulai dikembangkan agar memiliki nilai tambah lebih luas, termasuk peluang pemanfaatan sebagai bahan minyak, pupuk, aromaterapi hingga kosmetik. 

“Ke depan, kami berharap muncul inovasi diversifikasi olahan tembakau sehingga pemanfaatannya semakin luas. Dengan begitu, nilai ekonomi tembakau dapat meningkat sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Selasa, 27 Oktober 2026

PUPR Ngawi Telusuri 748 Kilometer Jalan, Target Kemantapan 2026 Menunggu Hasil Survei

PUPR Ngawi Telusuri 748 Kilometer Jalan, Target Kemantapan 2026 Menunggu Hasil Survei

SN Media™ Ngawi – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ngawi melaksanakan Survei Kondisi Jalan (SKJ) untuk memetakan tingkat kerusakan sekaligus menentukan kebutuhan penanganan infrastruktur jalan. Survei tahunan ini mencakup 748 kilometer jalan yang terbagi dalam 269 ruas.

Pelaksanaan survei melibatkan pihak ketiga untuk mendata kondisi seluruh ruas jalan kabupaten. Hasilnya akan menjadi gambaran terbaru mengenai tingkat kerusakan jalan, mulai dari kategori ringan, sedang hingga berat, beserta rekomendasi penanganan yang diperlukan. 

Kabid Bina Marga PUPR Ngawi, Muhammad Fauzi Amir Rachman, mengatakan SKJ menjadi dasar untuk mengetahui kondisi setiap ruas sekaligus menentukan langkah perbaikan sesuai kebutuhan di lapangan. 

"Survei kondisi jalan ini memang rutin kita laksanakan setiap tahun. Nantinya, hasil survei berupa data kondisi setiap ruas, baik rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat, sekaligus rekomendasi penanganannya," jelas Fauzi.

Menurutnya, penanganan jalan tidak selalu dilakukan dengan metode yang sama dalam satu ruas. Perbedaan tingkat kerusakan pada sejumlah titik membuat kebutuhan perbaikan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing bagian jalan. Pada ruas tertentu, misalnya, terdapat bagian yang mengalami kerusakan berat sehingga membutuhkan konstruksi beton. 

Sementara titik dengan kerusakan ringan cukup ditangani melalui pengaspalan tanpa harus menggunakan metode perbaikan yang sama. Pemetaan ini diharapkan membantu penyusunan kebutuhan penanganan jalan secara lebih terarah. Dengan begitu, rekomendasi teknis yang dihasilkan dapat menjadi acuan dalam menentukan jenis perbaikan berdasarkan tingkat kerusakan di lapangan. 

Kembali ditegaskannya, hasil lengkap SKJ ditargetkan keluar pada akhir tahun. Laporan akhir nantinya memuat data kemantapan jalan, rincian kondisi setiap ruas, dokumentasi video, serta laporan cetak atau hardcopy. 

Tingkat kemantapan jalan Kabupaten Ngawi pada 2025 tercatat sebesar 96,78 persen. Capaian ini menjadi salah satu acuan untuk melihat perkembangan kondisi jalan pada tahun berikutnya. Meski diperkirakan meningkat, persentase kemantapan jalan pada 2026 belum dapat dipastikan sebelum seluruh proses survei rampung. Hasil akhir diperlukan untuk mengetahui angka kemantapan sekaligus memetakan kebutuhan perbaikan selanjutnya. 

"Untuk kemantapan tahun 2025 berada di angka 96,78 persen. Tahun 2026 pasti naik, tetapi kita menunggu hasil survei final terlebih dahulu agar bisa mengukur secara pasti berapa angkanya. Dari survei ini juga langsung diketahui penanganan ke depan harus seperti apa," pungkasnya,” pungkasnya. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Senin, 26 Oktober 2026

Akses Pertanian Lebih Terjaga, Desa Sidomakmur Ngawi Bangun Tembok Penahan Tanah di Dua Dusun

Akses Pertanian Lebih Terjaga, Desa Sidomakmur Ngawi Bangun Tembok Penahan Tanah di Dua Dusun

SN Media™ NGAWI – Pemerintah Desa Sidomakmur, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, membangun tembok penahan tanah (TPT) di dua lokasi untuk menjaga kondisi jalan yang telah dipavingisasi agar lebih awet. Infrastruktur tersebut menjadi akses penting bagi warga dalam menunjang aktivitas sehari-hari hingga kegiatan produksi pertanian.

Pembangunan yang dilaksanakan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Sidomakmur itu berlokasi di Dusun Sukowidi RT 001 RW 005 dan Dusun Pintuk RT 004 RW 004. Proyek tersebut memiliki volume pekerjaan 1.236 meter dengan anggaran Rp500 juta dari Bantuan Keuangan Desa Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026. 

Kepala Desa Sidomakmur, Sunardi, mengatakan pembangunan TPT dilakukan untuk memperkuat infrastruktur di sekitar jalan yang sudah dipavingisasi. Dengan penguatan tersebut, kondisi jalan diharapkan lebih terjaga sehingga tidak mudah mengalami kerusakan dan bisa dimanfaatkan warga dalam jangka panjang. 

“Jalan ini menjadi akses penting bagi warga. Selain untuk aktivitas sehari-hari, jalan juga digunakan petani untuk mendukung kegiatan produksi pertanian, sehingga kondisinya perlu dijaga agar tetap baik,” ujarnya.

Menurut dia, jalan desa tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung kelancaran kegiatan ekonomi. Akses yang memadai memudahkan petani menuju lahan, membawa kebutuhan pertanian, hingga mengangkut hasil panen. 

Karena itu, pembangunan TPT diharapkan mampu membantu menjaga kondisi jalan, terutama pada bagian yang membutuhkan penguatan tanah di sekitarnya. Infrastruktur yang terawat akan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat. 

Melalui pembangunan tersebut, pemerintah desa berupaya menjaga infrastruktur yang telah tersedia agar manfaatnya bisa dirasakan lebih lama. Terlebih, jalan yang menghubungkan kawasan permukiman dengan area pertanian memiliki peran penting dalam menunjang produktivitas warga. 

Pun sembari berharap, pembangunan TPT di kedua lokasi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain menjaga jalan agar lebih awet, keberadaan infrastruktur itu diharapkan mempermudah aktivitas warga, terutama petani yang mengandalkan akses jalan untuk mendukung kegiatan usaha mereka. 

“Harapannya, jalan yang sudah dipavingisasi ini bisa lebih awet dan digunakan masyarakat dengan nyaman. Petani juga bisa lebih mudah mengakses lahan maupun mengangkut hasil panen, sehingga aktivitas sehari-hari tidak terganggu,” pungkasnya. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Asri
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM