media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.
Custom Search

Rabu, 22 Mei 2024

Kerja Sama Dengan Indomobil, GAC Aion Dirikan Pabrik Perakitan Kendaraan Listrik Di Indonesia

Kerja Sama Dengan Indomobil, GAC Aion Dirikan Pabrik Perakitan Kendaraan Listrik Di Indonesia

SN-Media™ Jakarta-Indomobil Group mengumumkan komitmennya untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Selaras dengan hal ini, dibuktikan dari kerjasama dengan produsen mobil listrik asal Tiongkok yakni GAC Aion. Langkah ini sebagai upaya bersama membentuk ekosistem kendaraan listrik yang lengkap, mulai dari hulu hingga hilir.

Keseriusan Indomobil dan Aion ini ditandai dengan ditandatanganinya akta kerja sama antara GAC Group dan PT Indomobil Energi Baru pada April 2024 lalu. Melalui kerja sama ini memungkinkan perakitan, penjualan, serta pengembangan produk GAC Aion di Indonesia. 

Indomobil Group dengan GAC Aion akan mengembangkan industrialisasi kendaraan GAC Aion yang akan dijual secara resmi di tanah air. "Pada akhir tahun ini, kami akan mulai produksi secara Completely Knocked Down (CKD) di salah satu fasilitas pabrik kami. Secara bertahap, kami akan membangun ekosistem lengkap, termasuk mendirikan fasilitas komponen mobil listrik yang penting di sini," ungkap Andry Ciu, CEO PT Indomobil Energi Baru. 

Andry Ciu menyampaikan bahwa pabrik GAC Aion di Indonesia tidak hanya akan memenuhi permintaan dalam negeri tetapi juga menjadi basis ekspor ke mancanegara, di mana pada tahapan awal, model mobil listrik GAC Aion Y Plus yang akan memulai debutnya pada Juni mendatang. 

Salah satu bentuk kesiapan lainnya dari Indomobil dalam mendukung GAC Aion adalah dengan akan segera dilaksanakannya road test Aion Y Plus yang akan menjelajahi beberapa titik destinasi di Indonesia. GAC Aion dikenal sebagai salah satu produsen mobil listrik yang mengembangkan dan memproduksi teknologi inti seperti baterai, motor listrik, dan pengatur listrik secara mandiri. 

Fasilitas perakitan GAC Aion di Indonesia akan berada di bawah naungan PT Nasional Assemblers yang berada di Cikampek. Indonesia akan menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang memproduksi mobil listrik GAC Aion setelah Thailand. Pangsa pasar GAC Aion terus berkembang di pasar global, dengan penjualan sebanyak 1 juta unit hanya dalam waktu 4 tahun 8 bulan hingga akhir Desember 2023. 

Kedepannya, diharapkan pusat manufaktur cerdas GAC Aion juga dapat hadir dan berkembang di negara-negara GAC Aion berada. 

"Dengan komitmen kuat dari Indomobil Group dan GAC Aion, masa depan kendaraan listrik di Indonesia tampak cerah. Inisiatif ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik tetapi juga mendukung ekspor dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan listrik di Asia Tenggara. Kami yakin kolaborasi strategis ini akan mendisrupsi industri otomotif nasional melalui rangkaian inovasi teknologi yang dimiliki oleh GAC Aion. Peluncuran GAC Aion Y Plus dan model keduanya merupakan tonggak awal dari kesuksesan kerjasama ini, dan kami siap mendukung penuh langkah GAC Aion di Indonesia," tutup Andry Ciu. 

Simak Berita Menarik Lainnya di: Google News  

PRNewswire
Editor : Asy
Foto : PRNewswire
Copyright : SNM


Selasa, 21 Mei 2024

Damkar Ngawi Imbau Warga Waspadai Potensi Kebakaran Memasuki Musim Kemarau

Damkar Ngawi Imbau Warga Waspadai Potensi Kebakaran Memasuki Musim Kemarau

SN-Media™ Ngawi-Musim kemarau serta fenomena El Nino, bukan saja mengancam ekosistem alam, baik berkurangnya pasokan air pertanian maupun air konsumsi hingga dampak kesehatan bagi masyarakat, namun juga adanya ancaman tersembunyi, yakni potensi terjadinya kebakaran.

Santoso Wibowo, Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Ngawi menegaskan, terhitung dari awal tahun hingga memasuki musim kemarau pada bulan Mei 2024, di wilayah kabupaten Ngawi telah terjadi 20 kasus kebakaran yang melibatkan perumahan atau lingkungan warga. 

Memasuki musim kemarau ini, dia pun menghimbau agar warga lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan keseharian, utamanya segala sesuatu yang berpotensi menimbulkan kebakaran. 

“Antisipasi sangat penting, catatan dan himbauan dari damkar adalah mewaspadai penggunaan alat-alat yang menggunakan listrik maupun gas. Harus lebih teliti, apalagi saat selesai memasak, dipatikan kompor benar-benar telah padam,” katanya. 

Masih lanjutnya, bahwa pihak damkar tetap melayani 24 jam dan bukan saja menangani kebakaran, namun juga penanganan rescue serta evakuasi baik akibat bencana alam, penyelamatan korban, serta penanganan adanya binatang buas yang memasuki rumah warga. 

Meski demikian, sambil meggarisbawahi terkait minimnya peralatan yang dimiliki Damkar, mengingat selain menyelamatkan korban, petugas damkar juga berisiko terjadinya cidera atau masalah kesehatan lainnya. 

“Utamanya untuk warga yang membakar sampah, harap ditunggu hingga api diyakini padam, maupun saat membakar sisa-sisa tanaman diladang agar benar-benar dipastikan kondisi api tidak merembet atau menyebar dan saat meninggalkan rumah alangkah baiknya semua colokan listrik dicabut,” pungkasnya. 

Simak Berita Menarik Lainnya di: Google News  

Pewarta : KUS
Editor : Asy
Foto : Dok SNm
Copyright : SNM


Senin, 20 Mei 2024

Berlangsung Di Gedung Negara Grahadi, Brigjen TNI Endro Satoto Ikuti Upacara Harkitnas ke-116

Berlangsung Di Gedung Negara Grahadi, Brigjen TNI Endro Satoto Ikuti Upacara Harkitnas ke-116

SN-Media™ Surabaya-Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI Endro Satoto mengikuti jalannya upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas ke-116 yang mengambil tema Bangkit Untuk Indonesia Emas, bertempat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (20/05/2024).

Selain dihadiri Kasdam, upacara yang dipimpin Sekdaprov Jatim Bobby Soemiarsono, juga turut diikuti oleh sejumlah pejabat dan Perwira TNI-Polri. 

Ditemui usai pelaksanaan upacara peringatan itu, Kasdam mengatakan peringatan Harkitnas tersebut tak hanya dijadikan sebagai ajang seremonial semata. Menurutnya, peringatan Harkitnas harus bisa dijadikan sebagai momentum dalam meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam mewujudkan Indonesia Emas. 

“Kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru. Kemajuan teknologi telah menghampiri kehidupan kita sehari-hari dan menjadi bagian dari peradaban kita hari ini, inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan hidup manusia secara revolusioner,” kata Kasdam. 

Untuk itu, tambah Brigjen TNI Endro, dirinya mengajak seluruh generasi muda untuk bisa menguasai teknologi guna menyongsong Indonesia Emas 2045. 

“Yang menguasai teknologi, maka akan menguasai peradaban. Penguasaan teknologi merupakan keniscayaan bagi kita. Untuk itu generasi muda Indonesia harus tampil sebagai penguasa teknologi, untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” ungkap Brigjen TNI Endro. 

Simak Berita Menarik Lainnya di: Google News 

Penerangan Kodam V/Brawijaya
Editor : Asy
Foto : Dok Penerangan Kodam V/Brawijaya
Copyright : SNM


Minggu, 19 Mei 2024

Tahap Perencanaan, Pemenuhan Infrastruktur Kemandirian Pangan Dengan Pembangunan Lumbung Di Desa Sekarputih

Masuk Pra Perencanaan,  Eks Dedung DPMPTSP Ngawi Akan Direhab Menjadi Rumdin Wabup

SN-Media™ Ngawi-Dalam mewujudkan pemenuhan infrastuktur penyangga kedaulatan dan kemandirian pangan, Pemkab Ngawi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP segera merealisasikan pembangunan lumbung di lokasi Gapoktan Sekarjaya Desa Sekarputih Kecamatan Widodaren.

Dwi Rahayu, Kabid Ketersediaan dan Stabilitas Pangan di DKPP setempat, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa untuk alokasi bantuan pembangunan lumbung terhadap desa Sekarputih, dikarenakan produksi pangan dalam hal ini padinya cukup tinggi. 

Masih menurut Ayu, begitu sapaan akrabnya, diharap kedepannya, lumbung akan berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil panen padi dari petani, mengingat saat panen raya, harga gabah cenderung mengalami penurunan harga. 

“Jadi lumbung sangat efektif dalam menjaga stabilisasi harga, selain sangat berperan dalam menjaga ketahanan pangan saat petani mengalami gagal panen karena pengaruh musim atau lainnya,” jelas dia. 

Dapat diinformasikan, beberapa waktu lalu, Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi melakukan panen raya yang dipimpin langsung oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay dengan luasan lahan mencapai 150 hektar. 

“Pembangunan lumbung di Desa Sekarputuh, saat ini baru memasuki tahapan perencanaan, dan kemungkinan pada pertengan bulan Juni mendatang baru pengerjaan fisiknya dengan pagu anggaran sekitar Rp 200 juta,” pungkas Ayu. 

Simak Berita Menarik Lainnya di: Google News  

Pewarta : Pan
Editor : Asy
Foto : Dok Ay **
Copyright : SNM


Sabtu, 18 Mei 2024

Ribuan Buruh Petani Tembakau Dan Buruh Pabrik Rokok Di Ngawi Kembali Akan Menerima BLT-DBHCHT 2024, Segini Besarannya

Ribuan Buruh Petani Tembakau Dan Buruh Pabrik Rokok Di Ngawi  Kembali Akan Menerima BLT-DBHCHT 2024, Segini Besarannya

SN-Media™ Ngawi-Pemkab Ngawi memastikan bakalan menggelontorkan kembali Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) tahun 2024 sebesar Rp 6,7 miliar dengan menyasar buruh petani tembakau, buruh pabrik rokok, dan masyarakat miskin (tidak mampu).

Hal ini diungkap oleh Budi Santoso Kepala Dinsos setempat, bahwa dalam rapat perencanaan pelaksanaan BLT DBHCHT, untuk alokasinya menurun sekitar 30 persen, dari yang semula (2023) sebesar Rp 10,6 miliar, kini (2024) hanya mencapai Rp 6,7 miliar. 

“Selain pembahasan alokasi BLT DBHCHT, juga mengenai sasaran calon penerima serta alokasi calon penerima,” terangnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (17/05/2024). 

Mendasar sasaran buruh petani tembakau, buruh pabrik rokok, dan masyarakat miskin , dengan jumlah total calon penerima sebanyak 5.178 orang dengan rincian, buruh petani tembakau sejumlah 1.200 penerima, buruh pabrik rokok sejumlah 2.428, serta untuk masyarakat miskin ada 1.550 orang. 

Untuk besarannya, bagi buruh petani tembakau maupun buruh pabrik rokok sebesar Rp i,5 juta per penerima manfaat, sedangkan untuk masyarakat yang kurang mampu akan menerima Rp 600 ribu. “ BLT DBHCHT bagi buruh pabrik rokok, sedianya bakal disalurkan pada bulan Juli, sedangkan bagi buruh petani tembakau dan masyarakat kurang mampu akan diterimakan pada November mendatang,” kata Budi. 

Sementara, dalam perencanaan penyaluran BLT DBHCHT, pihak Dinsos Ngawi melakukan koordinasi lintas stakeholder, diantaranya dengan pemangku kebijakan Bappeda, Badan Keuangan Daerah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja, Bagian Perekonomian Setda Kab. Ngawi, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Ngawi, serta manajemen pabrik rokok wilayah Ngawi. 

“Kami berkomitmen akan saling membantu dalam pelaksanaan BLT DBHCHT tahun 2024, agar bisa lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya. 

Simak Berita Menarik Lainnya di: Google News  

Pewarta : TiM
Editor : Asy
Foto : Dok SJ
Copyright : SNM


Jumat, 17 Mei 2024

Belum Ada Jaringan Listrik Untuk Sibel, Saat Musim Kemarau Petani Desa Gunungan Magetan Mengalami Terlambat Tanam

Belum Ada Jaringan Listrik Untuk Sibel, Saat Musim Kemarau Petani Desa Gunungan Magetan Mengalami Terlambat Tanam

SN-Media™ Magetan-Memasuki musim kemarau, beberapa lahan pertanian padi banyak yang mengalami kesulitan air. Dampanya adalah keterlambatan musim tanam seperti yang terjadi di lahan pertanian masuk wilayah Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo Magetan, akibat pasokan air berkurang.

Melihat kondisi itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Inf H. Sugiyono tak mau tinggal diam, ia terjun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluh kesah dari para petani di sana. Tak hanya berkomunikasi, sebagai langkah dalam membantu para petani, momen itu juga dimanfaatkan untuk ikut mengolah lahan milik petani dengan menggunakan traktor. 

Selain dihadapkan dengan musim kemarau, ia menyebut ada beberapa faktor yang mengakibatkan para petani di Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, mengalami keterlambatan musim tanam. 

"Kami sudah mengumpulkan informasi bahwa di daerah sini terjadi keterlambatan penanaman yang dikarenakan, satu tenaga tanamnya memang berkurang, kedua alat mesin pertaniannya (Alsintan) kurang,” kata Danrem ditemui di lokasi area persawahan, Jumat (17/05/2024). 

Oleh karena itu, ia memohon kepada pihak yang berwenang untuk membantu Alsintan, terutama traktor supaya bisa meningkatkan percepatan tanam dan produktivitasnya dapat optimal. Selain kedua permasalahan itu, Danrem menegaskan juga ada permasalahan lainnya, yakni belum adanya aliran listrik yang menjangkau area persawahan di sana. 

Hal itu membuat para petani tidak bisa memasang sibel untuk mengairi lahan mereka. "Tadi juga ada keluhan dari masyarakat yang menginginkan ada bantuan untuk jaringan listrik ke sini (persawahan), karena selama ini belum ada, sehingga hanya menggunakan mesin-mesin pompa air berbahan bakar solar atau bensin maupun LPG,” bebernya. 

Di samping membutuhkan biaya yang lebih besar, Danrem menyebut penggunaan pompa air semacam itu juga tidak dapat maksimal untuk menyedot air ke permukaan. Seperti Alsintan, ia pun meminta bantuannya kepada petugas PLN supaya membantu jaringan listrik untuk masuk ke sawah, agar para petani ke depannya dapat memasang sibel. 

Simak Berita Menarik Lainnya di: Google News 

Pewarta : ARW
Editor : Asy
Foto : Dok ARW
Copyright : SNM


Kamis, 16 Mei 2024

Didominasi Kalangan ASN, Bupati Ony Lepas CJH Asal Ngawi Menuju Asrama Haji Sukolilo

Didominasi Kalangan ASN, Bupati Ony Lepas CJH Asal Ngawi Menuju Asrama Haji Sukolilo

SN-Media™ Ngawi-Terbagi dalam 3 Kloter dengan total 380 Calon Jemaah Haji (CJH), usai sholat Dzuhur, Bupati Ony Anwar Harsono melepas 365 jemaah yang tergabung dalam kloter 25, menuju Asrama Haji Sukolilo, bertempat di Pendopo Wedya Graha, Kamis (16/05/2024).

Bahwa CJH asal Ngawi tahun 1445 H / 2024 M, dari total 380 jemaah, terbagi dalam 3 kloter, yakni kloter 10 diberangkatkan 12 Mei 2024 sejumlah 4 jemaah, kloter 22 diberangkatkan 16 Mei 2024 selepas Subuh sejumlah 11 jemaah, serta kloter 25 diberangkatkan 16 Mei 2024 siang usai sholat Dzuhur sebanyak 365 jemaah. 

Bupati Ony dalam sambutannya menyampaikan, Pemkab Ngawi bersama Kantor Kementerian Agama Ngawi terus berkomitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam rangka memfasilitasi pemberangkatan CJH tiap tahun, yang mana diupayakan terus adanya perbaikan, salah satunya adanya kuota pendampingan dan penyatuan mahram. 

“Patut bersyukur karena bisa melaksanakan rukun Islam yang lengkap dikarenakan panggilan Alloh SWT, yang tidak semua muslim mendapat kesempatan tersebut tahun ini,” kata dia. 

Ditempat yang sama, Moh. Wahib, Kepala Kankemenag Ngawi, melaporkan bahwa CJH asal Ngawi didominasi oleh ASN yang mencapai 134 jemaah, sedangkan petani sejumlah 65 jemaah, wiraswasta 58, ibu rumah tangga sejumlah 57, pedagang ada 36 jemaah, pelajar/mahasiswa 13 jemaah, TNI/Polri 3 jemaah serta lain-lain adalah 5 jemaah. 

Dan untuk usia CJH tertua adalah Kamsiyah, warga Desa Beran Ngawi yang usianya 88 tahun lebih 5 bulan, sedangkan jemaah termuda atas nama Ubaidillah Nur Arifin, asal Gelung Paron, yang baru menginjak usia 18 tahun lebih 5 bulan. 

“Sebelum berangkat, CJH sudah mengikuti 8 kali kegiatan manasik, dibagi menjadi 6 kali manasik di tingkat kecamatan dan 2 kali manasik akbar tingkat kabupaten. CJH berangkat dengan didampingi oleh 5 petugas, yaitu 1 petugas dari ketua kloter, 1 pembimbing ibadah, 1 dokter dan 2 perawat,” ungkap Moh. Wahib. 

Simak Berita Menarik Lainnya di: Google News  

Pewarta : DAM
Editor : Asy
Foto : Dok Dam
Copyright : SNM


Rabu, 15 Mei 2024

Antisipasi Kemarau Panjang, Petani Ngawi Dihimbau Terapkan Manajemen Air Yang Tepat

Antisipasi Kemarau Panjang, Petani Ngawi Dihimbau Terapkan Manajemen Air Yang Tepat

SN-Media™ Ngawi-Antisipasi potensi terjadinya kemarau panjang maupun ancaman Gorila El Nino, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat melakukan berbagai Intervensi, salah satunya dengan penerapan manajemen air yang tepat.

Diungkap oleh Supardi, kepala DKPP, bahwa dampak pemanasan global serta Gorila El Nino memang wajib diwaspadai, meskipun secara umum efeknya tidak begitu terasa untuk kondisi pertanian di Kabupaten Ngawi, mengingat sudah banyak sumur-sumur yang terpasang. 

Meski begitu, Supardi menggarisbawahi pentingnya manajemen pengelolaan air bagi petani dalam mengatur kebutuhan pengairan saat memasuki musim kemarau serta dalam menghadapi fenomena Gorila El Nino, sebagai bentuk kontribusi dalam menjaga ketahanan pangan secara nasional. 

“Petani harus pintar-pintar dalam mengelola air, sehingga dalam penggunaannya tidak terlalu berlebihan, mengingat padi bukanlah tanaman air tetapi padi adalah tanaman yang butuh air,” terang dia, Rabu (15/05/2024). 

Campur tangan pemerintah makin diperluas dengan melakukan alternatif sumber air selain dari sumur-sumur yang telah ada. Diantaranaya memanfaatkan kubangan-kubangan air ataupun aliran sungai, baik Bengawan Solo maupun Kali Madiun sambil menunggu direalisasikannya batuan pompanisasi yang merupakan program dari Kementan. 

“Potensi sumber air alternatif di Ngawi sangat memungkinkan, maka dari itu, kita telah mengusulkan dan tinggal menunggu realisasinya bantuan pompanisasi tersebut,” katanya. 

Sementara, dilansir dari laman resmi BMKG, diprediksi puncak musim kemarau 2024 masuk bulan Juli hingga Agustus 2024 dan masyarakat dihimbau untuk lebih siap dan antisipatif terhadap dampak musim kemarau terutama di wilayah yang mengalami musim kemarau bawah normal (lebih kering dibanding biasanya). 

“Mudah-mudahan pertanian Ngawi tidak terkendala, dan hingga pertengahan Mei ini masih menyisakan 30 persen dalam tutup tanam, namun diperkirakan pada akhir bulan sudah tutup tanam semuanya,” pungkasnya. 

Simak Berita Menarik Lainnya di: Google News 

Pewarta : DAM
Editor : Asy
Foto : Dok SNm
Copyright : SNM


Selasa, 14 Mei 2024

Mitigasi Potensi Krisis Pangan, Korem 081/DSJ Gelar Komsos Bersama Aparatur Pemerintahan

Mitigasi Potensi Krisis Pangan, Korem 081/DSJ Gelar Komsos Bersama Aparatur Pemerintahan

SN-Media™ Madiun-Mitigasi potensi krisis pangan akibat ancaman pemanasan global serta adanya Elnino Gorila, Korem 081/DSJ menggelar komunikasi sosial atau Komsos bersama Aparatur Pemerintahan (Appem), bertempat di Aula Jenderal Sudirman Makorem 081/DSJ, Jl. Pahlawan No. 50 Kota Madiun, Selasa (14/05/2024).

“Sebagai negara kepulauan yang memiliki keragaman alam luar biasa, perubahan iklim global menyebabkan berbagai dampak negatif di Indonesia, salah satunya perubahan iklim. Kondisi itu mengakibatkan terjadinya kemarau panjang yang berdampak terhadap menurunnya produktivitas pangan, dan lebih luas lagi terjadinya krisis pangan,” kata Danrem 081/DSJ, Kolonel Inf H. Sugiyono. 

Guna mengantisipasinya, diungkapnya, satuannya terus berkoordinasi, berkomunikasi, dan bekerjasama dengan seluruh komponen bangsa lainnya dalam rangka menyukseskan program pompanisasi dan pipanisasi yang merupakan hasil kerja sama antara Kasad, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Mentan, Andi Amran Sulaiman. 

Danrem menyebut, program itu merupakan langkah konkret TNI AD dan Kementerian Pertanian untuk membantu para petani dengan menyediakan kebutuhan air untuk pertanian. Sebagai langkah antisipasi darurat pangan, ia juga telah menargetkan setiap Kodim di jajarannya untuk menanam padi maupun jagung sebanyak 200 hektar, dan melakukan Perluasan Areal Tanam (PAT) pada lahan tadah hujan yang bertujuan untuk menambah produksi pangan di wilayah. 

Di akhir sambutannya, Danrem pun berharap, kegiatan Komsos dengan Aparatur Pemerintahan yang dilakukan dapat dijadikan sebagai sarana untuk saling bertukar pikiran, memberi, mengisi, serta meningkatkan peran masing-masing instansi untuk memberikan makna yang positif kepada masyarakat, khususnya dalam membantu dan meningkatkan kesejahteran para petani. 

Simak Berita Menarik Lainnya di: Google News  

Rilis Penrem 081/DSJ-ARW
Editor : Asy
Foto : Dok ARW
Copyright : SNM