SN Media™ Trenggalek - Ribuan bibit mangrove ditanam Kodim 0806/Trenggalek bersama Pemerintah Kabupaten Trenggalek di pesisir Dusun Cengkrong, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, sebagai langkah menjaga kawasan pantai dari ancaman abrasi dan banjir rob saat cuaca ekstrem, Senin (25/05/2026).
Kegiatan yang dipimpin Kasdim 0806/Trenggalek Mayor Cpm Nur Yulianto itu melibatkan prajurit TNI, perangkat daerah, pemerintah desa, komunitas peduli lingkungan, hingga warga pesisir yang bergotong royong menanam mangrove di kawasan konservasi Cengkrong.Suasana guyub terlihat sejak pagi ketika peserta menyusuri tepian pantai sambil membawa bibit mangrove. Penanaman dilakukan bertahap agar akar tanaman dapat tumbuh kuat menghadapi terpaan ombak dan perubahan arus laut pesisir.
Mayor Nur Yulianto menyampaikan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Penanaman mangrove dinilai menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai sekaligus melindungi permukiman warga dari kerusakan lingkungan bersama.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting memperkuat mitigasi bencana pesisir. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, relawan lingkungan, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga kawasan pantai tetap aman serta produktif bagi warga.
Ia menuturkan mangrove memiliki peran besar sebagai benteng alami pantai karena mampu menahan abrasi, meredam gelombang, dan menjaga habitat biota laut. Karena itu, pelestarian mangrove membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat secara berkelanjutan.
Gerakan penanaman tersebut merupakan bagian program serentak TNI Angkatan Darat di sepanjang pesisir Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di Kabupaten Trenggalek sedikitnya 1.500 bibit mangrove ditanam untuk memperkuat pertahanan alami kawasan pantai.
Kawasan pesisir Cengkrong selama ini dikenal sebagai wilayah konservasi mangrove yang cukup terjaga di Trenggalek. Keberadaan hutan mangrove dinilai membantu menjaga ekosistem laut sekaligus menopang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir setempat hingga kini.
Selain fungsi ekologis, kawasan mangrove juga berpotensi mendukung sektor wisata berbasis alam yang mulai berkembang di wilayah selatan Trenggalek. Warga berharap pelestarian lingkungan pesisir dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek turut mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam aksi penanaman tersebut. Semangat gotong royong dinilai menjadi kekuatan utama menjaga kelestarian pesisir agar tetap lestari dan mampu mengurangi risiko kerusakan lingkungan jangka panjang.
Mayor Nur Yulianto berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkesinambungan di wilayah pesisir lainnya. “Kalau mangrove terawat, pantai tetap kuat dan masyarakat sekitar juga ikut merasakan manfaatnya dalam jangka panjang bersama,” tandasnya.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: Arw
Editor : Asy
Foto/iLst : Dokarw
*** : ----
Copyright : SNM