SN Media™ Ngawi – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Ngawi melakukan pengecatan ulang Tugu Gading Kartonyono yang menjadi ikon di ruas jalan nasional di jantung Kabupaten Ngawi. Pekerjaan pemeliharaan rutin tersebut menelan anggaran sekitar Rp29 juta dan dilakukan karena kondisi cat pada sejumlah bagian tugu mulai mengelupas.
Kepala DPUPR Kabupaten Ngawi, Mohammad Sadli, menegaskan bahwa pengecatan ulang tidak berkaitan dengan persiapan Hari Jadi Ngawi ke-668, melainkan merupakan kegiatan pemeliharaan berkala untuk menjaga kondisi aset daerah agar tetap terawat dan memiliki tampilan yang baik.PUPR Ngawi Kebut Pekerjaan Infrastruktur, Seluruh Paket Strategis Alami Deviasi Positif
PUPR Ngawi Kebut Infrastruktur 2026, Mayoritas Paket Strategis Telah Masuk Tahap Kontrak
Dengan PKRMS, PUPR Ngawi Pastikan Perbaikan Jalan Sesuai Kebutuhan dan Kerusakan
Konektivitas Antar Kecamatan Ditingkatkan Lewat Penggantian Jembatan Bangsal
Menurutnya, pengerjaan Tugu Gading Kartonyono memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena material utama bangunan tersebut terbuat dari stainless. Kondisi itu membuat proses perawatan dan pengecatan tidak dapat dilakukan seperti pada bangunan biasa.
Sadli menjelaskan, sebelum dilakukan pengecatan, pekerja harus melakukan sejumlah tahapan persiapan, mulai dari perbaikan permukaan yang mengalami kerusakan hingga pendempulan pada bagian tertentu. Selain itu, material stainless juga membutuhkan jenis cat khusus agar hasil pengecatan lebih optimal dan tahan lama.
“Karena materialnya berbahan stainless, maka penanganannya memerlukan keterampilan khusus. Mulai dari tahap persiapan permukaan, pendempulan, penggunaan cat khusus stainless, hingga proses finishing yang menyerupai pekerjaan poles agar hasilnya sesuai standar,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh proses pengerjaan dilakukan secara hati-hati untuk menjaga kualitas hasil akhir. Tahapan finishing yang menyerupai proses pemolesan juga menjadi bagian penting agar karakteristik material stainless tetap terlihat dan memberikan tampilan yang maksimal.
Tugu Gading Kartonyono selama ini dikenal sebagai salah satu ikon Kabupaten Ngawi yang berada di jalur nasional dan menjadi penanda penting bagi masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas. Karena itu, pemeliharaan rutin dinilai perlu dilakukan guna menjaga estetika sekaligus umur bangunan.
Terkait munculnya anggapan bahwa pengecatan ulang dilakukan untuk mempercantik tampilan tugu menjelang peringatan Hari Jadi Ngawi, Sadli menegaskan pekerjaan tersebut telah masuk dalam agenda pemeliharaan rutin DPUPR.
“Pekerjaan ini memang bagian dari pemeliharaan rutin yang sudah menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga aset daerah. Kebetulan waktunya berdekatan dengan Hari Jadi Ngawi, namun bukan karena itu. Anggaran yang dialokasikan untuk pekerjaan pemeliharaan dan pengecatan ulang Tugu Gading Kartonyono ini sekitar Rp29 juta,” pungkasnya.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM