SN Media™ Ngawi – Progres penjangkauan calon murid baru Sekolah Rakyat untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngawi hingga kini masih belum memenuhi target yang telah ditetapkan. Dari kebutuhan sebanyak 90 calon murid baru, sementara ini baru terdata tiga anak yang berpotensi mengikuti program pendidikan berasrama tersebut.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Bonadi, mengatakan bahwa proses penjangkauan dan pendataan calon murid baru masih terus berlangsung di berbagai wilayah. Namun, untuk jenjang SD, jumlah calon peserta didik yang berhasil dijaring masih sangat terbatas dibandingkan target yang ditentukan.“Untuk jenjang SD memang sampai saat ini baru ada tiga calon murid dari target 90 siswa. Penjangkauan masih terus berlangsung, namun calon murid yang terdata nantinya harus melalui proses verifikasi terlebih dahulu sebelum ditetapkan sebagai murid baru Sekolah Rakyat,” ujar dia.
Menurutnya, seluruh calon murid yang diusulkan wajib memenuhi persyaratan yang telah ditentukan pemerintah. Salah satunya harus tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada desil 1 dan desil 2. Setelah proses penjangkauan selesai, hasil pendataan akan dibahas melalui rapat pleno sebelum ditetapkan sebagai peserta didik baru.
Sementara, untuk jenjang SMP dan SMA, target penjangkauan telah terpenuhi. Masing-masing jenjang telah berhasil menjaring 90 calon murid baru yang nantinya akan mengikuti tahapan seleksi dan verifikasi lebih lanjut.
Kembali dijelaskannya, rendahnya capaian pada jenjang SD dipengaruhi sejumlah faktor. Selain masih membutuhkan pendampingan orang tua, calon murid juga harus memperoleh persetujuan keluarga karena nantinya akan tinggal di asrama selama mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat.
Di sisi lain, pembangunan kawasan pendidikan terpadu Sekolah Rakyat di Dusun Ngudal, Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, terus dipersiapkan. Kawasan tersebut dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari gedung pembelajaran, asrama siswa, sarana ibadah, hingga fasilitas pendukung aktivitas harian lainnya.
“Kendala terbesar memang ada pada jenjang SD karena anak-anak masih membutuhkan pendampingan orang tua dan harus mendapatkan persetujuan keluarga untuk tinggal di asrama. Namun demikian, kami akan terus melakukan upaya penjangkauan agar target yang telah ditetapkan dapat terpenuhi,” pungkas Bonadi.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Red
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM