media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label serba - serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba - serbi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2026

BPBD Ngawi Perbarui Data Kekeringan, Delapan Desa Kini Masuk Wilayah Terdampak

BPBD Ngawi Perbarui Data Kekeringan, Delapan Desa Kini Masuk Wilayah Terdampak

SN Media™ Ngawi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat delapan desa kini mengalami krisis air bersih akibat meluasnya dampak musim kemarau. Kondisi tersebut membuat distribusi bantuan air bersih terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi, Partoyo, mengatakan jumlah desa terdampak bertambah dibandingkan kondisi sebelumnya. Semula hanya enam desa di empat kecamatan yang membutuhkan bantuan air bersih, kini meningkat menjadi delapan desa yang tersebar di empat kecamatan. 

"Perkembangan musim kemarau membuat kebutuhan air bersih semakin meningkat. Saat ini ada dua desa tambahan yang mulai mengajukan bantuan sehingga distribusi air juga kami tingkatkan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," ujar Partoyo. 

Dua desa yang baru masuk dalam daftar wilayah terdampak yakni Desa Suruh dan Desa Bringin di Kecamatan Bringin. Dari dua desa tersebut tercatat sebanyak 174 kepala keluarga mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat berkurangnya sumber air di lingkungan mereka.

Sementara itu, enam desa yang lebih dahulu menerima bantuan tersebar di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Bringin terdapat Dusun Gagan, Desa Kenongorejo yang mencakup dua RT dengan total 54 kepala keluarga. Kemudian di Kecamatan Pitu terdapat Dusun Kali Gedhe, Desa Ngancar yang terdampak pada dua RT atau 57 kepala keluarga, serta Dusun Ngerowo, Desa Cantel yang dihuni 30 kepala keluarga. 

Wilayah lain yang juga masih menerima distribusi air bersih yakni Dusun Sumberan, Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman dengan 26 kepala keluarga terdampak. Selain itu, Kecamatan Ngawi mencatat dua lokasi yang mengalami kondisi serupa, yaitu Dusun Tambakselo, Desa Banyuurip dan Dusun Gandu, Desa Karangtengah Prandon dengan total sekitar 20 kepala keluarga yang membutuhkan pasokan air bersih. 

BPBD Ngawi terus mengirimkan air bersih secara bertahap ke seluruh titik terdampak sesuai kebutuhan di lapangan. Distribusi dilakukan menggunakan armada tangki air dan disesuaikan dengan permintaan pemerintah desa maupun hasil asesmen petugas. 

Dia menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan PMI, TNI, Polri, serta organisasi perangkat daerah terkait agar penanganan krisis air bersih berjalan optimal. "Selama masih ada warga yang membutuhkan air bersih, distribusi akan terus kami lakukan sesuai kondisi di lapangan," pungkas Partoyo. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Jumat, 31 Juli 2026

Dampak Kemarau Mulai Terasa di Ngawi, Warga Kiyonten Andalkan Air dari Dasar Sungai

Dampak Kemarau Mulai Terasa di Ngawi, Warga Kiyonten Andalkan Air dari Dasar Sungai

SN Media™ Ngawi - Sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi mulai terdampak kekeringan akibat musim kemarau, salah satunya Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman. Selama sebulan terakhir, lebih dari 10 kepala keluarga mengalami krisis air bersih setelah sumur-sumur mereka mengering dan tidak lagi dapat digunakan.

Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, warga terpaksa mencari sumber air alternatif. Sebagian memilih menggali lubang di dasar sungai untuk memperoleh rembesan air, sementara lainnya mengambil air dari sendang yang berada di kawasan hutan karena menjadi sumber air yang masih tersedia. Air yang diperoleh dari dasar sungai umumnya tampak keruh. 

Meski demikian, warga tetap memanfaatkannya karena tidak memiliki pilihan lain. Setibanya di rumah, air tersebut terlebih dahulu diendapkan dan disaring sebelum digunakan untuk minum, memasak, mandi, maupun mencuci. 

Salah seorang warga, Sutini, mengatakan kesulitan memperoleh air bersih sudah berlangsung sekitar satu bulan. Menurutnya, seluruh sumur di sekitar permukiman telah mengering sehingga warga bergantung pada rembesan air di dasar sungai.

"Sampai rumah nanti disaring karena kotor. Sudah sebulan ini sulit air," ujar Sutini.

Selain menggali dasar sungai, sebagian warga juga mengambil air dari sendang yang berada di tengah hutan. Mereka rela menempuh jarak lebih jauh agar kebutuhan air keluarga tetap terpenuhi. Hingga kini, warga mengaku belum menerima bantuan air bersih sehingga harus bertahan dengan sumber air yang ada. 

Menanggapi kondisi tersebut, Camat Kasreman Shodiq Jumari Effendy mengatakan pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan instansi terkait. Permintaan bantuan tandon air telah diajukan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Ngawi untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga. 

Selain penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang agar persoalan kekeringan tidak terus berulang setiap musim kemarau. Salah satunya melalui usulan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) oleh DPRKP. 

"Kami sudah mengajukan permintaan tandon air kepada BPBD dan DPRKP untuk membantu kebutuhan air bersih warga. Ke depan, kami juga akan mengusulkan pembangunan infrastruktur SPAM agar masyarakat memiliki akses air bersih yang lebih memadai sehingga persoalan serupa dapat diminimalkan ketika musim kemarau kembali terjadi," kata Shodiq.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok-jec
*** : ----
Copyright : SNM


Selasa, 28 Juli 2026

Maxim Bangun Rest Area Driver di Surabaya, Dilengkapi WiFi dan Charging Station Gratis

Maxim Bangun Rest Area Driver di Surabaya, Dilengkapi WiFi dan Charging Station Gratis

SN Media™ Surabaya – Maxim, salah satu penyedia layanan transportasi online di Indonesia, resmi meluncurkan program pembangunan jaringan area istirahat (rest area) bagi mitra pengemudi. Warkop Kupang Pojok di Surabaya menjadi lokasi pertama yang direnovasi sebagai proyek percontohan sebelum diperluas ke berbagai kota di Indonesia.

Program ini menjadi langkah baru Maxim dalam menghadirkan infrastruktur pendukung bagi mitra pengemudi. Inisiatif berskala nasional seperti ini juga menjadi yang pertama kali diwujudkan oleh Maxim sebagai bentuk komitmen meningkatkan kesejahteraan, kenyamanan, dan produktivitas driver selama bekerja. 

Setiap hari, ribuan pengemudi transportasi online menghabiskan waktu antara 10 hingga 12 jam di jalan. Keterbatasan tempat istirahat yang nyaman dan terjangkau menjadi tantangan yang kerap dihadapi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kebugaran pengemudi, kualitas pelayanan, hingga keselamatan berkendara.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Maxim menghadirkan area istirahat yang dirancang sebagai ruang aman dan nyaman bagi para driver untuk melepas lelah, mengisi ulang energi, serta mempersiapkan diri sebelum kembali melayani pelanggan. Perusahaan meyakini bahwa pengemudi yang memiliki waktu istirahat memadai akan mampu memberikan layanan yang lebih baik sekaligus mendukung keselamatan penumpang. 

Renovasi Warkop Kupang Pojok meliputi pengecatan ulang area interior, pembaruan ruang makan, pembuatan mural berwarna cerah pada tiga sisi dinding, serta pemasangan plang baru agar lokasi lebih mudah dikenali. Selain itu, tersedia fasilitas Wi-Fi gratis dan charging station yang dapat dimanfaatkan pengemudi untuk mengisi daya berbagai perangkat elektronik. 

Kini, lokasi tersebut tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi, tetapi juga ruang istirahat yang mendukung aktivitas para driver. Head of Subdivision Maxim Surabaya, Rezal Gian Bachdar, mengatakan proyek tersebut merupakan tonggak penting bagi perusahaan. Menurutnya, Maxim ingin setiap mitra pengemudi merasa menjadi bagian dari keluarga besar perusahaan yang mendapatkan perhatian dan dukungan. 

"Bagi kami, tempat istirahat yang nyaman bukan sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan mendasar yang berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan dan keselamatan berkendara," ujarnya. 

Sambutan positif juga datang dari para driver. Mahmud, salah seorang mitra pengemudi Maxim, mengaku kini memiliki tempat yang nyaman untuk beristirahat, menikmati kopi, mengisi daya telepon genggam, hingga berbincang dengan sesama pengemudi. 

Sementara itu, pemilik Warkop Kupang Pojok, An Alex, menyebut jumlah driver yang datang meningkat setelah renovasi dan memberikan dampak positif bagi usahanya. 

Ke depan, Maxim akan mengevaluasi efektivitas proyek percontohan di Surabaya sebelum memperluas konsep serupa ke kota-kota lain. Perusahaan juga membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha lokal untuk menghadirkan lebih banyak titik istirahat yang bermanfaat bagi para mitra pengemudi di berbagai daerah.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

***
Editor : Asy
Foto/iLst : Maxim
*** : ----
Copyright : SNM


Senin, 13 Juli 2026

SAR Sikatan Ambeg Paramarta Konsisten Bantu Operasi Penyelamatan dan Misi Kemanusiaan Sejak 2016

SAR Sikatan Ambeg Paramarta Konsisten Bantu Operasi Penyelamatan dan Misi Kemanusiaan Sejak 2016

SN Media™ Ngawi – Pengabdian Broto Sanjoyo tidak berhenti saat jam kerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Ngawi usai. Di luar tugas kedinasan, ia telah mendedikasikan dirinya dalam berbagai aksi kemanusiaan sejak 2016 dengan terlibat langsung pada operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR), penanganan bencana, hingga kegiatan sosial di berbagai daerah.

Selama menjalankan misi kemanusiaan, Broto dipercaya sebagai safety officer sekaligus koordinator tim internal. Tugas tersebut mengharuskannya memastikan seluruh personel bekerja sesuai prosedur keselamatan sebelum melakukan proses pencarian maupun evakuasi di lokasi yang memiliki risiko tinggi. 

 "Keselamatan personel selalu menjadi prioritas dalam setiap operasi. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, kami berharap seluruh proses pencarian maupun evakuasi dapat berjalan lancar sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan," kata Broto. 

Pengalaman yang dimiliki membuat Broto bersama sejumlah relawan mendirikan Yayasan Sikatan Ambeg Paramarta pada 2017. Sejak saat itu, yayasan tersebut aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial sekaligus mendukung operasi kemanusiaan di Kabupaten Ngawi maupun di luar daerah.

Tak hanya saat terjadi bencana alam, Broto bersama tim juga beberapa kali membantu tugas pemerintah, khususnya operasi yang dikoordinasikan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Berbagai misi pernah dijalani, mulai pencarian korban tenggelam di sungai dan waduk, evakuasi korban meninggal dunia di dasar sumur, hingga penyelamatan korban yang terjatuh ke jurang. 

Menurut Broto, setiap operasi memiliki tantangan yang berbeda sehingga membutuhkan kesiapan personel, peralatan yang memadai, serta kerja sama yang solid antara relawan dengan unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, maupun instansi terkait lainnya. 

Selama hampir satu dekade berkecimpung di dunia filantropi, berbagai pengalaman di lapangan semakin menguatkan tekadnya untuk terus mengabdi kepada masyarakat. Baginya, kehadiran relawan menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan keadaan darurat sekaligus membantu tugas pemerintah saat terjadi musibah. 

"Menjadi relawan adalah bentuk pengabdian kepada sesama. Selama masih diberikan kesehatan dan kemampuan, saya akan terus berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan. Semoga semakin banyak masyarakat yang memiliki kepedulian untuk saling membantu, karena sekecil apa pun tindakan yang kita lakukan bisa menjadi harapan bagi mereka yang sedang tertimpa musibah," pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Senin, 22 Juni 2026

Ikon Jalan Nasional di Ngawi Jalani Pengecatan Ulang dan Perawatan

Ikon Jalan Nasional di Ngawi Jalani Pengecatan Ulang dan Perawatan

SN Media™ Ngawi – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Ngawi melakukan pengecatan ulang Tugu Gading Kartonyono yang menjadi ikon di ruas jalan nasional di jantung Kabupaten Ngawi. Pekerjaan pemeliharaan rutin tersebut menelan anggaran sekitar Rp29 juta dan dilakukan karena kondisi cat pada sejumlah bagian tugu mulai mengelupas.

Kepala DPUPR Kabupaten Ngawi, Mohammad Sadli, menegaskan bahwa pengecatan ulang tidak berkaitan dengan persiapan Hari Jadi Ngawi ke-668, melainkan merupakan kegiatan pemeliharaan berkala untuk menjaga kondisi aset daerah agar tetap terawat dan memiliki tampilan yang baik. “Pengecatan ulang ini merupakan bagian dari pemeliharaan rutin. Kondisi cat pada beberapa bagian tugu sudah mulai mengelupas sehingga perlu dilakukan perbaikan dan pengecatan kembali agar tetap terjaga,” ujar Sadli, Senin (22/6/2026). 

Menurutnya, pengerjaan Tugu Gading Kartonyono memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena material utama bangunan tersebut terbuat dari stainless. Kondisi itu membuat proses perawatan dan pengecatan tidak dapat dilakukan seperti pada bangunan biasa. 

Sadli menjelaskan, sebelum dilakukan pengecatan, pekerja harus melakukan sejumlah tahapan persiapan, mulai dari perbaikan permukaan yang mengalami kerusakan hingga pendempulan pada bagian tertentu. Selain itu, material stainless juga membutuhkan jenis cat khusus agar hasil pengecatan lebih optimal dan tahan lama. 

“Karena materialnya berbahan stainless, maka penanganannya memerlukan keterampilan khusus. Mulai dari tahap persiapan permukaan, pendempulan, penggunaan cat khusus stainless, hingga proses finishing yang menyerupai pekerjaan poles agar hasilnya sesuai standar,” jelasnya. 

Ia menambahkan, seluruh proses pengerjaan dilakukan secara hati-hati untuk menjaga kualitas hasil akhir. Tahapan finishing yang menyerupai proses pemolesan juga menjadi bagian penting agar karakteristik material stainless tetap terlihat dan memberikan tampilan yang maksimal. 

Tugu Gading Kartonyono selama ini dikenal sebagai salah satu ikon Kabupaten Ngawi yang berada di jalur nasional dan menjadi penanda penting bagi masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas. Karena itu, pemeliharaan rutin dinilai perlu dilakukan guna menjaga estetika sekaligus umur bangunan. 

Terkait munculnya anggapan bahwa pengecatan ulang dilakukan untuk mempercantik tampilan tugu menjelang peringatan Hari Jadi Ngawi, Sadli menegaskan pekerjaan tersebut telah masuk dalam agenda pemeliharaan rutin DPUPR. 

“Pekerjaan ini memang bagian dari pemeliharaan rutin yang sudah menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga aset daerah. Kebetulan waktunya berdekatan dengan Hari Jadi Ngawi, namun bukan karena itu. Anggaran yang dialokasikan untuk pekerjaan pemeliharaan dan pengecatan ulang Tugu Gading Kartonyono ini sekitar Rp29 juta,” pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Kamis, 11 Juni 2026

DKPP Ngawi Salurkan Bantuan Pupuk Tembakau di Tengah Keterbatasan Anggaran

DKPP Ngawi Salurkan Bantuan Pupuk Tembakau di Tengah Keterbatasan Anggaran

SN Media™ Ngawi – Prediksi musim kemarau yang lebih panjang dan kering pada tahun 2026 diperkirakan menjadi angin segar bagi petani tembakau di Kabupaten Ngawi. Kondisi cuaca tersebut dinilai berpotensi meningkatkan produktivitas tembakau setelah pada musim tanam tahun lalu produksi mengalami penurunan.

Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi, Dwi Rahayu Puspitaningrum, mengatakan karakter cuaca kering sangat mendukung pertumbuhan tanaman tembakau. Karena itu, pihaknya berharap luas tanam tembakau di Ngawi dapat meningkat dibanding tahun sebelumnya. 

“Menurut prediksi, tahun ini akan terjadi kemarau yang lebih panjang dan lebih kering. Ini menjadi kabar baik bagi petani tembakau karena berpotensi meningkatkan produksi. Tahun 2025 lalu produksi tembakau di Ngawi mengalami penurunan. Kami berharap luas tanam yang sebelumnya sekitar 1.420 hektare dapat bertambah dan tahun ini bisa mencapai 1.700 hektare,” ujar Ayu, Kamis (11/06/2026). 

Pun, guna mendukung peningkatan produksi, pemerintah daerah melalui DKPP tetap memberikan intervensi kepada petani tembakau meskipun alokasi anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Bantuan yang diberikan berupa pupuk bagi kelompok tani tembakau. Setiap kelompok menerima total tiga ton pupuk yang terdiri atas satu ton pupuk SP, satu ton pupuk ZA, dan satu ton pupuk ZK. Bantuan tersebut disalurkan melalui kelompok tani untuk kemudian didistribusikan kepada para anggotanya. 

Program bantuan pupuk tahun ini menyasar 10 kelompok tani yang tersebar di tujuh kecamatan. Kecamatan Karangjati menjadi wilayah penerima bantuan terbesar karena memiliki luasan tanam tembakau yang cukup signifikan dibanding wilayah lainnya. 

“Meskipun anggaran mengalami penurunan dibanding tahun lalu, pemerintah tetap berupaya hadir melalui bantuan pupuk untuk petani tembakau. Bantuan ini diberikan kepada 10 kelompok tani di tujuh kecamatan dan diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas serta mendukung perluasan areal tanam tembakau di Kabupaten Ngawi,” pungkas Ayu. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Senin, 08 Juni 2026

BPBD Ngawi Petakan 11 Desa Rawan Kekeringan Hadapi Musim Kemarau 2026

BPBD Ngawi Petakan 11 Desa Rawan Kekeringan Hadapi Musim Kemarau 2026

SN Media™ Ngawi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun 2026. Langkah ini dilakukan menyusul rilis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi musim kemarau di Jawa Timur lebih kering dan panjang.

Puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Jawa Timur diprakirakan terjadi pada Agustus mendatang. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah mengingat sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi memiliki potensi terdampak kekeringan saat curah hujan menurun secara signifikan. 

Berdasarkan hasil mitigasi dan pemetaan yang dilakukan BPBD Ngawi, terdapat 11 desa di lima kecamatan yang masuk kategori rawan terdampak kekeringan. Desa-desa tersebut tersebar di Kecamatan Pitu, Sine, Bringin, Kasreman, dan Kecamatan Ngawi. 

Desa yang masuk dalam daftar tersebut meliputi Desa Banjarbanggi, Desa Cantel, Desa Pitu, Desa Ngancar, dan Desa Papungan di Kecamatan Pitu. Kemudian Desa Jagir di Kecamatan Sine, serta beberapa desa lainnya yang telah dipetakan BPBD. 

Selain itu terdapat Desa Suruh, Desa Sumberbening, dan Desa Kenongorejo di Kecamatan Bringin. Sementara wilayah lain yang berpotensi mengalami kekeringan yakni Desa Gunungsari di Kecamatan Kasreman serta Desa Kerek dan Desa Ngawur Purba di Kecamatan Ngawi. 

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Ngawi, Partoyo, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menghadapi potensi dampak musim kemarau tahun ini. Menurutnya, kesiapsiagaan dilakukan sejak dini agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi apabila terjadi kekeringan. 

“Berdasarkan hasil pemetaan kami, terdapat 11 desa yang berpotensi terdampak kekeringan dengan jumlah sekitar 3.535 jiwa atau 940 kepala keluarga. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD telah menyiapkan berbagai kebutuhan seperti tangki air, tandon, hingga terpal yang sewaktu-waktu dapat digunakan,” ujar Partoyo. 

Selain menyiapkan kebutuhan air bersih, BPBD Ngawi juga memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau berlangsung. Upaya tersebut dilakukan bersama Perum Perhutani KPH Ngawi melalui pembuatan sekat bakar. Pembuatan sekat bakar melibatkan masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan. 

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan yang kerap meningkat ketika musim kemarau berlangsung dalam durasi cukup panjang. Tak hanya itu, koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari TNI, Polri, hingga relawan kebencanaan di Kabupaten Ngawi. 

Pun haal ini juga bertujuan memperkuat kesiapan personel dan sumber daya apabila diperlukan penanganan bencana. Partoyo menjelaskan, berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau tahun ini berlangsung mulai Mei hingga Agustus. 

Meski demikian, sejumlah wilayah yang selama ini masuk kategori rawan kekeringan kini telah memiliki dukungan infrastruktur penyediaan air bersih. Dukungan tersebut berasal dari sumur Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dibangun oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Ngawi sehingga membantu ketersediaan air bagi masyarakat. 

“Keberadaan sumur Pamsimas cukup membantu masyarakat di daerah rawan kekeringan. Namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan segera melapor apabila mulai terjadi kesulitan air bersih,” pungkasnya. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Tim
Editor : Asy
Foto/iLst : Ilustrasi
*** : ----
Copyright : SNM


Selasa, 26 Mei 2026

Pemkab Ngawi Jalankan Skema Iuran BPJS Kesehatan PPPK Sesuai Aturan Pemerintah Pusat

Pemkab Ngawi Jalankan Skema Iuran BPJS Kesehatan PPPK Sesuai Aturan Pemerintah Pusat

SN Media™ Ngawi - Pemerintah Kabupaten Ngawi telah menjalankan mekanisme pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK sesuai ketentuan peraturan presiden yang berlaku secara nasional saat ini.

Kebijakan tersebut mengacu Perpres Nomor 64 Tahun 2020 mengenai besaran iuran peserta pekerja penerima upah, baik aparatur sipil negara berstatus PNS maupun PPPK di lingkungan pemerintahan daerah. 

Dalam ketentuan itu disebutkan total iuran BPJS Kesehatan sebesar lima persen dari gaji atau upah bulanan pegawai. Rinciannya, empat persen ditanggung pemerintah sebagai pemberi kerja dan satu persen dibebankan kepada pegawai. 

Sekretaris Badan Keuangan Kabupaten Ngawi, Mulat Setyohadi menjelaskan mekanisme tersebut diberlakukan agar kepesertaan jaminan kesehatan pegawai tetap berjalan tertib sesuai regulasi pemerintah pusat yang berlaku. 

“Iuran bagi PPPK penuh waktu dibayarkan bersamaan pencairan gaji setiap awal bulan. Sedangkan PPPK paruh waktu dilakukan pada bulan berikutnya setelah pegawai menjalankan pekerjaannya terlebih dahulu,” terang Mulat. 

Ia mengatakan pola pembayaran bagi PPPK paruh waktu dibuat menyesuaikan sistem honor sebelumnya. Langkah itu dinilai mempermudah penyesuaian administrasi keuangan daerah sekaligus menjaga ketepatan pembayaran iuran kesehatan pegawai. 

Selain mengacu Perpres 64 Tahun 2020, pemerintah daerah juga berpedoman pada Perpres Nomor 75 Tahun 2019 Pasal 32 Ayat 2 terkait dasar penghitungan iuran peserta pekerja penerima upah. Dalam aturan tersebut disebutkan batas paling rendah gaji atau upah yang dipakai sebagai dasar pengenaan iuran adalah upah minimum kabupaten atau kota sesuai daerah masing-masing tempat bekerja. 

Untuk wilayah Kabupaten Ngawi, dasar penghitungan BPJS Kesehatan PPPK paruh waktu menggunakan UMK Kabupaten Ngawi yang saat ini berada di kisaran Rp2.556.815 per bulan. Mekanisme teknis pembayaran dilakukan melalui bendahara masing-masing instansi dengan menyusun daftar gaji beserta potongan pegawai setiap bulan sebelum proses penyetoran dilakukan kepada pihak terkait. 

Setelah itu bendahara membuat billing melalui aplikasi Modul Penerimaan Negara atau MPN atas potongan iuran satu persen dari pegawai serta empat persen kewajiban pemerintah daerah. Billing tersebut kemudian dilimpahkan kepada Bank Jatim guna proses pemotongan dari gaji pegawai sekaligus penyetoran iuran BPJS Kesehatan melalui kas negara sesuai mekanisme administrasi yang ditetapkan pemerintah. 

“Prinsipnya pemerintah daerah terus berupaya memastikan hak jaminan kesehatan bagi PPPK tetap terpenuhi dengan mekanisme yang tertib, transparan, serta sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah pusat,” pungkas Mulat. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM