SN Media™ Ngawi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat delapan desa kini mengalami krisis air bersih akibat meluasnya dampak musim kemarau. Kondisi tersebut membuat distribusi bantuan air bersih terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi, Partoyo, mengatakan jumlah desa terdampak bertambah dibandingkan kondisi sebelumnya. Semula hanya enam desa di empat kecamatan yang membutuhkan bantuan air bersih, kini meningkat menjadi delapan desa yang tersebar di empat kecamatan."Perkembangan musim kemarau membuat kebutuhan air bersih semakin meningkat. Saat ini ada dua desa tambahan yang mulai mengajukan bantuan sehingga distribusi air juga kami tingkatkan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," ujar Partoyo.
Dua desa yang baru masuk dalam daftar wilayah terdampak yakni Desa Suruh dan Desa Bringin di Kecamatan Bringin. Dari dua desa tersebut tercatat sebanyak 174 kepala keluarga mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat berkurangnya sumber air di lingkungan mereka.
• BPBD Ngawi Petakan 11 Desa Rawan Kekeringan Hadapi Musim Kemarau 2026
• Meski Hujan Mulai Turun, BPBD Ngawi Masih Lakukan Dropping Air Guna Atasi Krisis Air Bersih
• Desa Terdampak Kekeringan Menurun, BPBD Ngawi Klaim Keberhasilan Program Pipanisasi
Wilayah lain yang juga masih menerima distribusi air bersih yakni Dusun Sumberan, Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman dengan 26 kepala keluarga terdampak. Selain itu, Kecamatan Ngawi mencatat dua lokasi yang mengalami kondisi serupa, yaitu Dusun Tambakselo, Desa Banyuurip dan Dusun Gandu, Desa Karangtengah Prandon dengan total sekitar 20 kepala keluarga yang membutuhkan pasokan air bersih.
BPBD Ngawi terus mengirimkan air bersih secara bertahap ke seluruh titik terdampak sesuai kebutuhan di lapangan. Distribusi dilakukan menggunakan armada tangki air dan disesuaikan dengan permintaan pemerintah desa maupun hasil asesmen petugas.
Dia menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan PMI, TNI, Polri, serta organisasi perangkat daerah terkait agar penanganan krisis air bersih berjalan optimal. "Selama masih ada warga yang membutuhkan air bersih, distribusi akan terus kami lakukan sesuai kondisi di lapangan," pungkas Partoyo.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM