media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2026

Kunjungan Wisata Ngawi Tembus 93 Ribu, Lereng Lawu Masih Jadi Favorit

Kunjungan Wisata Ngawi Tembus 93 Ribu, Lereng Lawu Masih Jadi Favorit

SN Media™ Ngawi – Pergerakan wisata di Kabupaten Ngawi sepanjang libur Lebaran tahun ini (2026) menunjukkan geliat positif. Hingga Senin, 6 April 2026, jumlah kunjungan tercatat mencapai 93.718 wisatawan dan masih berpotensi bertambah.

Data tersebut belum sepenuhnya final. Masih ada lima destinasi wisata serta satu hotel yang belum menyetorkan laporan kunjungan secara keseluruhan, sehingga angka total dipastikan akan mengalami penyesuaian dalam waktu dekat. 

Kepala Disparpora Ngawi, Wiwien Purwaningsih, menyampaikan tren kunjungan wisata tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

“Pergerakan wisatawan cukup merata, terutama di kawasan lereng Lawu yang kembali jadi primadona,” ujar Wiwien, Senin (06/04/2026). 

Lonjakan kunjungan paling terasa pada H+3 Idulfitri atau Senin, 23 Maret 2026. Pada momen tersebut, sejumlah destinasi unggulan dipadati wisatawan dari dalam maupun luar daerah. Empat objek wisata di lereng Gunung Lawu menempati posisi teratas dalam daftar kunjungan. Destinasi tersebut menjadi pilihan utama wisatawan selama momentum libur panjang berlangsung. 

 “Srambang Park dan Sumberkoso masih mendominasi, disusul Kayangan serta Kebun Teh Jamus yang stabil menarik minat pengunjung,” imbuhnya. 

Secara rinci, Srambang Park mencatat 13.323 kunjungan, disusul Sumberkoso 13.233, Kayangan 9.270, dan Kebun Teh Jamus sebanyak 7.748 wisatawan sepanjang periode libur Lebaran tahun ini. Sementara itu, Benteng Van Den Bosch di pusat kota turut meramaikan daftar lima besar destinasi favorit. 

Objek wisata sejarah ini berhasil menarik 7.634 pengunjung selama masa liburan berlangsung. Tak hanya sektor wisata alam dan sejarah, perhotelan di Ngawi juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. 

Tingkat okupansi hotel tercatat naik menjadi 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 35 persen. Jumlah tamu menginap pun melonjak cukup tajam. Tahun ini tercatat 1.971 tamu, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 1.271 orang. 

Selisih capaian kunjungan dengan tahun sebelumnya kini tinggal 2.492 wisatawan. Tahun lalu, total kunjungan mencapai 96.210 orang pada periode yang sama. Melihat tren tersebut, Disparpora Ngawi optimistis capaian tahun ini akan melampaui rekor sebelumnya. 

Apalagi, data dari sejumlah destinasi dan hotel masih dalam proses rekapitulasi. Dorongan promosi serta perbaikan fasilitas di sejumlah destinasi turut menjadi faktor pendukung meningkatnya kunjungan. Hal ini membuat wisata Ngawi semakin dilirik sebagai tujuan liburan keluarga. 

Dengan sisa laporan yang belum masuk, potensi lonjakan angka kunjungan masih terbuka lebar. Pemerintah daerah berharap tren ini terus berlanjut hingga periode liburan berikutnya. 

“Dengan tren yang ada, kami optimistis capaian tahun ini bisa melampaui tahun lalu. Apalagi, minat wisatawan ke Ngawi terus menunjukkan peningkatan,” pungkas Wiwien.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Selasa, 24 Maret 2026

Aparat Gabungan Pastikan Keamanan Wisatawan di Pantai Karanggongso Selama Libur Lebaran

Aparat Gabungan Pastikan Keamanan Wisatawan di Pantai Karanggongso Selama Libur Lebaran

SN-Media™ Trenggalek - Sinergitas aparat TNI dan Polri bersama unsur pendukung kembali tampak nyata dalam menjaga situasi kamtibmas selama libur Lebaran 2026. Pengamanan dilakukan melalui patroli gabungan di kawasan wisata Pantai Karanggongso, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Selasa (24/03/2026).

Seperti rilis yang disampaikan redaksi Sinar Ngawi, kegiatan ini melibatkan personel Koramil 0806-07/Watulimo, Polsek Watulimo, serta stakeholder terkait yang turun langsung menyisir area wisata. Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya arus kunjungan wisatawan sejak memasuki momentum libur Hari Raya Idul Fitri. 

Pantai Karanggongso yang dikenal sebagai destinasi unggulan pesisir selatan Trenggalek menjadi perhatian khusus aparat. Tingginya mobilitas pengunjung dari berbagai daerah mendorong perlunya pengawasan ekstra guna memastikan aktivitas wisata tetap berjalan aman dan tertib. 

Petugas gabungan melakukan pemantauan di sejumlah titik strategis, mulai pintu masuk kawasan, kantong parkir, pusat keramaian pengunjung, hingga area bibir pantai yang rawan kepadatan. Langkah ini sekaligus sebagai upaya preventif mengantisipasi potensi gangguan keamanan. 

Bati Tuud Koramil 0806-07/Watulimo Pelda Supriyo menegaskan, keterlibatan lintas unsur merupakan bentuk tanggung jawab bersama menjaga kondusivitas wilayah binaan selama libur panjang. Pengamanan juga ditujukan memberi rasa aman bagi masyarakat yang tengah berwisata. 

“Kami bersama tim rutin melaksanakan patroli keamanan bagi para pengunjung wisata pantai di wilayah Kecamatan Watulimo,” ujarnya saat memantau kondisi di lokasi. 

Ia menambahkan patroli dilakukan secara mobile dan berkala agar situasi tetap terkendali. Selain pengamanan, petugas juga mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan imbauan langsung kepada pengunjung. 

Pun masyarakat diingatkan untuk menjaga barang bawaan, mengawasi anak-anak, serta mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama. 

Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah desa, pengelola wisata, hingga relawan menjadi kunci kelancaran pengamanan. Patroli gabungan akan terus digelar selama libur berlangsung guna menjaga kenyamanan wisata sekaligus mendukung citra positif pariwisata Trenggalek. 

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: Arw
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Kamis, 01 Januari 2026

Pengamanan Diperketat, Pantai Prigi Tetap Ramai Saat Libur Tahun Baru 2026

Pengamanan Diperketat, Pantai Prigi Tetap Ramai Saat Libur Tahun Baru 2026

SN-Media™ Trenggalek – Guna menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama libur Tahun Baru 2026, sinergi TNI–Polri bersama instansi terkait memperketat pengamanan kawasan wisata di Kabupaten Trenggalek.

Sejak Kamis pagi (01/01/2026), personel gabungan dari Kodim 0806/Trenggalek, Polres Trenggalek, Posmat TNI AL, serta unsur pendukung disiagakan di sejumlah titik, terutama kawasan wisata Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo. 

Pantai Prigi yang menjadi salah satu ikon wisata bahari Trenggalek tampak dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Momen pergantian tahun dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur bersama keluarga dan kerabat. 

Mengantisipasi kepadatan tersebut, aparat menerapkan pengamanan terpadu guna menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif, sekaligus meminimalkan potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan laut. 

Di lapangan, personel gabungan tidak hanya berjaga secara statis, tetapi juga melakukan patroli dialogis. Pendekatan humanis dikedepankan agar wisatawan merasa nyaman selama menikmati suasana pantai. 

Petugas tampak aktif menyapa pengunjung serta memberikan imbauan secara persuasif, khususnya kepada orang tua agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anak yang bermain di area pesisir. 

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi laut yang sewaktu-waktu dapat berubah, terlebih saat kunjungan wisata sedang meningkat selama momentum libur panjang. 

Selain patroli dialogis, aparat juga menyusuri sepanjang garis pantai dengan berjalan kaki untuk memastikan seluruh kawasan wisata berada dalam pengawasan yang optimal. 

Danramil 0806-07/Watulimo, Kapten Inf Fajar, menegaskan kehadiran aparat merupakan bentuk komitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama saat aktivitas wisata meningkat signifikan. 

“Kami ingin memastikan liburan masyarakat berjalan aman dan nyaman. Dengan kewaspadaan bersama, suasana tetap kondusif,” ujar Kapten Fajar di sela kegiatan pengamanan. 

Kesiapsiagaan aparat mendapat respons positif dari wisatawan dan warga sekitar. Mereka mengaku merasa lebih tenang dengan adanya pengawasan langsung, terutama di area pantai yang memiliki potensi risiko. 

Sinergi TNI AD, Polri, dan Posmat TNI AL dinilai efektif menjaga stabilitas kamtibmas. Kolaborasi ini menjadi bukti kehadiran negara dalam melindungi masyarakat di kawasan pesisir. 

Melalui langkah preventif dan pendekatan humanis tersebut, perayaan Tahun Baru 2026 di Bumi Menak Sopal diharapkan berlangsung aman, tertib, serta meninggalkan kesan positif bagi seluruh pengunjung. 

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

***/Arw
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Jumat, 26 Desember 2025

Libur Nataru Padati Pantai Klayar Pacitan, Aparat Gabungan Perkuat Pengamanan

Libur Nataru Padati Pantai Klayar Pacitan, Aparat Gabungan Perkuat Pengamanan

SN-Media™ Pacitan – Lonjakan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mendorong penguatan pengamanan di sejumlah destinasi unggulan Kabupaten Pacitan, salah satunya Pantai Klayar yang menjadi magnet kunjungan wisatawan lokal maupun luar daerah.

Pantai yang dikenal dengan panorama tebing karang dan debur ombak khas selatan itu dipadati pengunjung sejak pagi hingga sore hari, terutama keluarga yang memanfaatkan momentum libur panjang untuk berwisata bersama. 

Meningkatnya arus kunjungan tersebut mendapat atensi serius dari jajaran Kodim 0801/Pacitan di bawah Korem 081/DSJ, yang bersinergi dengan kepolisian serta unsur terkait guna memastikan keamanan tetap terjaga. 

Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan pola pengawasan terbuka, menyasar titik rawan kerumunan, area bermain, serta jalur keluar masuk kawasan wisata demi mencegah potensi gangguan selama libur Nataru. Tak hanya pengamanan fisik, aparat juga aktif memberikan imbauan persuasif kepada wisatawan agar tetap waspada, mematuhi rambu keselamatan, serta menjaga kebersihan lingkungan demi kenyamanan bersama.

Langkah tersebut ditempuh sebagai upaya menciptakan suasana aman, tertib, dan kondusif, sekaligus memberi rasa nyaman bagi wisatawan yang menikmati liburan akhir tahun di wilayah pesisir Pacitan. 

“Kami bersama TNI, Polri, dan unsur terkait berkomitmen mengawal libur Nataru agar berjalan aman dan kondusif,” ujar Serka Rohmad saat ditemui di sela kegiatan pengamanan di Pantai Klayar. 

Ia menambahkan, kehadiran aparat di lapangan bukan sekadar pengawasan, namun juga bentuk pelayanan agar masyarakat dapat beraktivitas wisata tanpa rasa khawatir terhadap potensi gangguan keamanan. 

Kehadiran personel gabungan tersebut mendapat sambutan positif dari para pengunjung yang merasa lebih tenang dan terlindungi selama menikmati suasana pantai bersama keluarga maupun kerabat. 

“Kami merasa lebih nyaman karena ada bapak-bapak TNI dan Polri yang berjaga. Liburan jadi lebih tenang,” tutur Wahyu, wisatawan asal Magetan yang berkunjung bersama keluarganya. 

Sementara itu, Kapenrem 081/DSJ Mayor Inf Ismail menegaskan bahwa pengamanan serupa dilakukan serentak di seluruh wilayah jajaran Korem 081/DSJ selama momentum libur Nataru. 

Menurutnya, fokus pengamanan meliputi lokasi wisata, pusat keramaian, hingga jalur lalu lintas yang dilintasi pemudik, guna memastikan stabilitas keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat tetap terjaga.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: Arw
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Rabu, 17 Desember 2025

Libur Panjang Nataru, Disparpora Ngawi Matangkan Kesiapan Destinasi Wisata

Libur Panjang Nataru, Disparpora Ngawi Matangkan Kesiapan Destinasi Wisata

SN-Media™ Ngawi – Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Ngawi menyiapkan langkah komprehensif dalam menyambut libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan menitikberatkan pada peningkatan layanan, keamanan, serta kenyamanan pengunjung.

Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan seluruh destinasi unggulan di Ngawi tetap kondusif, tertata, dan ramah wisatawan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum libur panjang akhir tahun. 

Kepala Disparpora Ngawi, Wiwien Purwaningsih, menyampaikan bahwa kebijakan daerah diselaraskan melalui penerbitan Surat Edaran Bupati yang dikoordinasikan melalui Sekretaris Daerah sebagai tindak lanjut regulasi pemerintah pusat dan provinsi. 

Surat edaran tersebut merujuk kebijakan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia terkait penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman dan menyenangkan, serta arahan Gubernur Jawa Timur mengenai pelaksanaan kegiatan pariwisata selama libur Nataru. 

“Disparpora mengintensifkan koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, Dinas Kesehatan, BPBD, pengelola destinasi, POKDARWIS, hingga pelaku usaha pariwisata di berbagai wilayah,” terang Wiwien, Rabu (17/12/2025). 

Ia menambahkan, koordinasi tersebut difokuskan pada kesiapan sarana dan prasarana pendukung, meliputi akses jalan, area parkir, kebersihan lingkungan, serta kelayakan fasilitas umum agar aktivitas wisata dapat berjalan tertib dan aman. 

Aspek keselamatan pengunjung juga menjadi perhatian utama antara lain terkait informasi cuaca dan iklim, mitigasi kebencanaan, pemasangan papan peringatan, serta penerapan standar operasional di lokasi wisata. 

Di sisi lain, pengelola destinasi didorong menghadirkan atraksi pendukung, kegiatan lokal, serta promosi digital guna menjaga daya tarik wisata Ngawi tetap hidup selama periode liburan. 

“Tahun ini, beberapa destinasi dilaporkan menyiapkan hiburan terbatas, di antaranya Taman Wisata Tawun, Jahe Klenting, serta Sengon Hills yang merencanakan pertunjukan menyambut pergantian tahun,” sambungnya. 

Selain itu, Disparpora Ngawi juga melakukan pendataan tingkat okupansi hotel dan penginapan melalui kerja sama dengan PHRI selama pelaksanaan libur Natal dan Tahun Baru. 

Seperti rutinitas setiap libur panjang, personel Disparpora diterjunkan langsung ke lokasi daya tarik wisata untuk kegiatan monitoring dan evaluasi, terutama pada puncak kunjungan wisatawan. 

Dengan persiapan yang matang serta sinergi berbagai pihak, Disparpora optimistis libur Nataru dapat berlangsung aman, tertib, dan berkesan, sekaligus menguatkan citra Ngawi sebagai destinasi wisata yang ramah dan nyaman.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News 

Pewarta: dAm
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Minggu, 19 Oktober 2025

Menikmati Suasana Desa Tempo Dulu di Peken Kreatif Seloondo Jogorogo Ngawi

Menikmati Suasana Desa Tempo Dulu di Peken Kreatif Seloondo Jogorogo Ngawi

SN-Media™ Ngawi – Suasana tempo dulu kini bisa dinikmati di tengah hutan pinus Bumi Perkemahan Seloondo, Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo. Kawasan wisata alam ini menghadirkan nuansa khas pedesaan lewat Peken Kreatif, pasar jadul yang digelar setiap satu lapan atau 35 hari sekali, tepatnya tiap Minggu Wage dalam penanggalan Jawa.

Istilah peken sendiri berasal dari bahasa Jawa krama, yang berarti pasar. Pun di masyarakat Jawa tempo dulu, peken (pasar) bukan sekadar tempat bertransaksi, melainkan juga ruang sosial tempat warga saling berinteraksi dan mempererat hubungan. 

Melalui nama Peken Kreatif, penyelenggara ingin menghadirkan kembali semangat pasar rakyat tradisional yang penuh kehangatan dan nilai gotong royong khas pedesaan. Puluhan lapak tertata rapi di sepanjang area hutan pinus, menampilkan aneka jajanan dan panganan tradisional yang kini mulai langka. Tepo pecel, getuk, tape singkong, umbi-umbian, hingga jamu tradisional tersaji sederhana namun menggugah selera. Harganya pun sangat terjangkau, mulai Rp2.000 per porsi, membuat pengunjung leluasa berburu kuliner. 

Sistem transaksi di Peken Kreatif juga mengusung konsep lawas. Pengunjung diwajibkan menukarkan uang rupiah dengan koin bambu sebelum berbelanja di area pasar. Selain itu, seluruh pedagang menggunakan kantong ramah lingkungan sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian hutan pinus. Perpaduan konsep masa lalu dan semangat pelestarian alam ini membuat kegiatan belanja terasa unik dan sarat nilai budaya. 

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi, Wiwien Purwaningsih, menuturkan Peken Kreatif Seloondo memiliki keunikan tersendiri dibanding pasar jadul lainnya. 

“Peken Kreatif ini punya daya tarik berbeda. Kalau pasar jadul di Tawun berada di bawah hutan bambu, yang di Seloondo justru di tengah hutan pinus. Jadi atmosfernya lebih khas,” ujarnya, saat dilokasi, Minggu (19/10/2025). 

Wiwien berharap, ke depan Peken Kreatif memiliki kekhasan tersendiri dalam hal kuliner. Penamaan menu, racikan resep, dan cara penyajiannya diharapkan bisa menjadi pembeda dari pasar jadul lain yang kini mulai menjamur di berbagai wilayah Kabupaten Ngawi. 

Setiap kali dibuka, Peken Kreatif mampu menarik ribuan pengunjung, tidak hanya dari Ngawi, tetapi juga dari Magetan, Madiun, dan daerah sekitar. Selain berbelanja dan mencicipi kuliner tradisional, para wisatawan juga memanfaatkan momen ini untuk berwisata alam dengan biaya terjangkau, menikmati sejuknya udara pegunungan Jogorogo di bawah rindangnya pepohonan pinus yang menjulang tinggi. 

Sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi wisata berbasis kearifan lokal, Peken Kreatif Seloondo kini menjadi salah satu destinasi unggulan yang menegaskan identitas Ngawi sebagai daerah dengan kekayaan budaya dan pesona alam yang terus hidup. Pemerintah daerah bersama masyarakat berharap keberadaan pasar jadul ini dapat memperkuat citra Ngawi sebagai kabupaten wisata yang hangat, kreatif, dan membumi.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: MM
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok MM
*** : ----
Copyright : SNM


Sabtu, 04 Oktober 2025

Ngawi Batik Fashion 2025 Tampilkan Sinergi Kearifan Lokal dan Inovasi Modern

Ngawi Batik Fashion 2025 Tampilkan Sinergi Kearifan Lokal dan Inovasi Modern

SN-Media™ Ngawi – Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi kembali menggelar Ngawi Batik Fashion (NBF) 2025, yang menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sabtu malam (04/10/2025).

Gelaran megah tersebut dikemas dalam berbagai kegiatan menarik, mulai dari fashion show batik Ngawi, exhibition batik, lomba busana batik, workshop desainer dan perbatikan, hingga bazar ekonomi kreatif yang menggandeng pelaku UMKM lokal. 

Acara juga dipadukan dengan promosi wisata Benteng Van Den Bosch sebagai destinasi unggulan Kabupaten Ngawi. Pemilihan Benteng Van Den Bosch sebagai lokasi utama menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan potensi wisata lokal. 

Menurut Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, bangunan bersejarah peninggalan kolonial ini memiliki daya tarik tersendiri yang layak dipromosikan ke tingkat nasional. “Melalui kegiatan Ngawi Batik Fashion, kami ingin batik dan wisata tumbuh bersama. Benteng Van Den Bosch harus menjadi ikon wisata yang mengangkat nama Ngawi di kancah nasional,” ujar Bupati Ony dalam sambutannya. 

Acara tersebut turut dihadiri berbagai tokoh daerah sekitar, antara lain Bupati Madiun, Wali Kota Madiun, Sekda Blora, Wakil Bupati Pacitan, serta perwakilan dari Bojonegoro. Hadir pula Putri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024, Melati Tedja, yang menjadi simbol dukungan dari Kementerian Pariwisata terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Ngawi. 

Bupati Ony menegaskan, Ngawi Batik Fashion 2025 merupakan bentuk nyata komitmen Disparpora untuk mendorong perkembangan batik Ngawi, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Pemerintah daerah terus memfasilitasi perajin agar mampu bersaing di tingkat nasional dengan tetap menjaga ciri khas motif batik Ngawi. 

Dalam beberapa tahun terakhir, batik Ngawi juga telah tampil di berbagai perhelatan mode bergengsi seperti Jakarta Fashion Week dan Indonesia Fashion Week. Kehadiran batik Ngawi di dua ajang tersebut disambut positif, menjadi bukti bahwa produk lokal mampu menembus pasar nasional. 

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap batik tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga penopang ekonomi masyarakat. NBF juga menjadi wadah pembelajaran dan kreativitas bagi pelajar tata busana SMK di Ngawi agar semakin mencintai warisan budaya daerah. 

“Batik bukan sekadar kain bermotif, melainkan identitas dan kebanggaan. Kami ingin generasi muda terus melestarikan batik Ngawi dan menjadikannya bagian dari gaya hidup modern,” tegas Ony. 

Dengan sinergi antara Disparpora, pelaku kreatif, dan masyarakat, Ngawi Batik Fashion 2025 diharapkan memperkuat posisi Ngawi sebagai daerah yang menjaga warisan budaya sekaligus berinovasi dalam industri pariwisata dan ekonomi kreatif.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: dAm
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Minggu, 28 September 2025

Dimas Diajeng Ngawi 2025 Diharap Menjadi Garda Terdepan Promosi Pariwisata Daerah

Dimas Diajeng Ngawi 2025 Diharap Menjadi Garda Terdepan Promosi Pariwisata Daerah

SN-Media™ Ngawi - Ajang grand final pemilihan Dimas Diajeng Ngawi 2025 berlangsung semarak di Pendapa Wedya Graha pada Sabtu (27/09/2025). Puluhan finalis tampil percaya diri setelah melewati karantina, pembekalan, hingga ujian pengetahuan sebelum mencapai panggung utama.

Setiap program yang digagas Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi selalu diawali dengan evaluasi menyeluruh. Tahapan itu diterapkan sejak perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan, sehingga mutu penyelenggaraan dapat terus ditingkatkan. 

Kepala Disparpora Ngawi, Wiwien Purwaningsih, menegaskan evaluasi merupakan langkah penting menjaga kualitas ajang tahunan tersebut. “Proses ini semakin inklusif, sehingga peserta dari sekolah maupun wilayah yang lebih luas bisa ikut berpartisipasi,” jelasnya. 

Ia juga menambahkan, keberadaan Dimas Diajeng tidak sekadar ajang seremonial. “Finalis dan pemenang harus mampu menginspirasi generasi muda, sekaligus menjadi motor penggerak dalam memperkenalkan potensi wisata dan budaya Ngawi,” ujarnya. 

Tahun ini, evaluasi difokuskan pada tahap awal penjaringan peserta. Pemerataan waktu dan jangkauan sekolah akan diperluas sehingga di masa mendatang keterlibatan peserta maupun lembaga pendidikan menjadi lebih seimbang. 

Pemilihan Dimas Diajeng bukan hanya kompetisi, melainkan wadah promosi pariwisata sekaligus penguatan tata kelola sumber daya manusia di sektor kepariwisataan. Sinergi antara pemerintah daerah, duta wisata, dan kelompok sadar wisata terus terjalin secara berkesinambungan.

 Kiprah para duta wisata terlihat dalam beragam kegiatan, baik yang diprakarsai Disparpora maupun kerja sama lintas instansi. Identitas mereka sebagai representasi Kabupaten Ngawi tetap melekat, bahkan di luar masa tugas resmi. 

Dalam regulasi daerah, sektor pariwisata ditetapkan sebagai pilar penting pembangunan ekonomi. Peraturan Daerah Nomor 09 Tahun 2020 tentang Rencana Induk Kepariwisataan serta Perda Nomor 02 Tahun 2024 mengenai Penyelenggaraan Kepariwisataan menjadi acuan utama pengembangan yang profesional dan berkelanjutan. 

Menurut Wiwien, seleksi Dimas Diajeng juga menjadi bagian dari strategi mencetak SDM pariwisata berkualitas. “Mereka bukan sekadar ikon, tetapi agen promosi yang membawa wajah Ngawi ke ranah yang lebih luas,” ungkapnya. 

Ia berharap Dimas Diajeng 2025 dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga identitas lokal. “Dimas Diajeng adalah cermin wajah Ngawi. Harapan kami, kiprah mereka bisa meluas tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional,” tutupnya. 

Peran Dimas Diajeng terbukti penting dalam mendukung promosi destinasi baru, melestarikan budaya lokal, hingga mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif. Hal ini menjadi bukti nyata duta wisata ikut menjaga keberlanjutan sektor pariwisata Kabupaten Ngawi.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: Asri
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok DiskominfoSP Ngawi
*** : ----
Copyright : SNM