PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 18 Januari 2012

Home > > e-KTP : TEKNOLOGI TINGGI YANG SERBA MANUAL

e-KTP : TEKNOLOGI TINGGI YANG SERBA MANUAL

| NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar tentangRespon masyarakat makin tinggi guna dapatkan identitas sesuai program e-KTP yang digulirkan pemerintah pusat tahun lalu, namun kenyataan dilapangan tidak sesuai mekanisme yang ada. Seperti yang terlihat di Kecamatan se-Ngawi, jumlah pemohon harus rela antri mengekor , dan diduga juga tidak ada jaringan internet untuk transfer data ke Pusat.

Dengan demikian petugas dibuat kelabakan dalam melayani para pemohon dan tidak jarang merekapun berebut nomor antri agar bisa diproses lebih awal. Padahal sebanyak 12 orang petugas pelayanan e-KTP dipersiapkan untuk mengantisipasi berjubelnya pemohon.

“Mengingat jumlah warga di Kecamatan Paron ini cukup tinggi jadi wajar bila sampai sekarang masih ratusan orang yang mendatangi kantor pelayanan disini,” ungkap Kasi Pemerintahan Kecamatan Paron, Eko Yudo Nurcahyo, kemarin.

Hingga saat ini jumlah wajib KTP dari 14 desa yang masuk wilayah Kecamatan Paron sudah tercatat 45 ribu lebih pemohon yang berhasil terekam sidik jari maupun iris matanya. Seperti kata Eko Yudo N, secara keseluruhan jumlah wajib KTP diwilayah kerjanya sebanyak 87.085 orang dan dari jumlah tersebut yang sudah terselesaikan sebanyak 60 persen.

“Tinggal sisanya yang belum memproses mudah-mudahan pada bulan februari nanti sudah selesai kecuali bagi perantauan tidak bisa diprediksi kapan mereka mengurus e-KTP,” lanjut Eko Yudo N.

Kemudian dari total pemohon hanya Desa Tempuran masih minim jumlahnya terkait beberapa faktor yang menghambat mereka untuk segera memproses identitas terbarunya. “Kemungkinan besar khususnya warga Desa Tempuran terkendala oleh waktu makanya sampai sekarang kita masih membuka pelayanan sampai sore,” terangnya.

Selain itu keterlambatan untuk mencapai target penyelesaian program e-KTP juga dipengaruhi jumlah peralatan yang ada. Untuk di Kecamatan Paron sendiri hanya tersedia 3 set padahal normalnya sebanyak 6 set yang harus tersedia.

“Paa akhir tahun lalu kita mendapatkan satu set lagi peralatan iris mata dan sidik jari dari sebelumnya hanya dua set,” urai Eko Yudo N. Kemudian sesuai data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Ngawi jumlah wajib KTP 795.872 orang dan peralatan yang ada dari 19 kecamatan normalnya ada 72 set akan tetapi sekarang ini tidak kurang dari 40 set. (pr)

Artikel Terkait



1 komentar:

Anonim mengatakan...

saya mau tanya untuk biaya e ktp sendiri berapa untuk wilayah ngawi...
karena saya sudah lewat untuk pengurusan e ktp dari jadwal yang di tetapkan..
terima kasih... :)

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda