media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Bahwa menyangkut jejaring sosial khususnya facebook dengan akun "Sinar Ngawi" hanya sebagai tempat Sharing Link Berita saja. Bila ada akun FB dengan kemiripan nama dan atau beberapa ada history foto,catatan, yang ternyata untuk menawarkan jual beli "ONLINE" maka bukan tanggungjawab kami.----TTD Admin/ceo media SN ----
Custom Search

Selasa, 02 September 2014

Ngawi Gelar Serentak Wayang Kulit Di 30 Lokasi Dan Melibatkan 38 Dalang

Pagelaran wayang kulit di Ngawi

NGAWI™ Sebayak 38 Dalang mengadakan pagelayar wayang kulit semalam suntuk menyebar di 30 titik se-Kabupaten Ngawi. Acara Puncak dibuka langsung oleh Bupati Ngawi Ir.H Budi Sulistyono, bertempat di pendopo kecamatan Ngawi Kota tepat pukul 20.00 WIB, yang dihari pula oleh wakil Bupati serta unsure Muspika serta tamu undangan lainnya,(31/08).

Menurt ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD), Kab. Ngawi, Soeradji, mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka Hari jadi Ngawi yang ke 656 serta HUT RI yang ke-65.

“Kegiatan ini sekaligus menyabet rekor MURI dengan jumlah titik lokasi mencapai 30 tempat yang sekaligus melibatkan sebanyak 38 Dalang asli Ngawi,” Terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Ngawi menegaskan, bahwa yang lebih penting dari kegiatan penyelenggaraan serentak pagelaran wayang kulit ini agar masyarakat bisa terhibur sekaligus mencintai kesenian tradisional.

“Terutama untuk generasi muda, diharap bisa lebih mencitai budaya lokal yang bukan saja sebagai tontonan tapi juga sarat akan petuah dan tuntunan dan nantinya bisa menjadi generasi penerus yang mampu mencintai produk serta budaya tanah air,” Tegas mBah Kung sapaan akrab Bupati Ngawi ini.

Sementara dari pihak tim MURI yang diwakili oleh Paulus Panka Senior Manager MURI mengatakan, kegiatan pemecahan rekor pagelaran wayang serentak ini karena mampu mengalahkan acara serupa di wilayah Sragen.

”Pemecahan rekor ini mendasar jumlah titik lokasi yang mampu menggeser rekor yang sama di wilayah Sragen pada tahun 2010 lalu yang mencapai 24 lokasi. Dan untuk kali ini rekor MURI ini tercatat pada urutan yang ke 6615,” Terangnya.
ADVERTORIAL


Senin, 01 September 2014

Kerap Seharian Tak Makan, mBah Sari Bertahan Hidup Hanya makan Gaplek

berita kemiskinan ngawi

NGAWI™ Masih terus saja ada cerita warga miskin di Ngawi ini. Sebut saja, nenek rentah yang biasa dipanggil mbah Sari (65), warga Dusun Gagan masuk Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin-Ngawi, bersama cucunya Alif Nurprapto (10), terpaksa harus tinggal sekandang dengan kambing dengan ukuran 2 meteran persegi.

Semakin melemahnya tenaga yang termakan usia, mbah Sari masih harus banting tulang menghidupi seorang cucu, dan kerap kali mereka harus berpuasa lantaran tak ada yang bias dimakan.

“Ya beginilah keadaan saya, saya dan cucu saya sering makan gaplek (Nasi Tiwul-Red) dengan sayur daun ketela,” Ujar mbah Sari dengan bahasa Jawa.

Masih menurut pengakuan mbah sari yang hidup bersama cucunya yang baru duduk di SDN setempat kelas 2, menambahkan bahwa tiap kali malam datang harus menahan hawa dingin lantaran angin bebas keluar masuk sebab dinding dari bambu sudah banyak yang jebol.

“Nek dalu rasane adem malah yen dong jawah kulo tilem krudungan plastik, ( Kalau malam hawanya dingi, apalagi kalau turun hujan, maka kami tidur berselimut platik),” terangnya memelas.

Memang kondisi gubug tempat tinggalnya kondisinya tak layak huni. Apalgi banyak barang rongsokan yang harus disimpannya untuk dijual serta ternak kambing titipan tetangga menjasi satu tak terpisahkan.

Menengok kondisi yang tak layak, Pemkab setempat ternyata belum memperhatikan nasib nenek renta ini. Hal ini dibenarkan oleh tetangga dekatnya yang berujar bahwa mbah Sari belum pernah menerima batuan baik jatah Raskin maupun BLT.
Pewarta: cUNg
Editor: Kuncoro



Minggu, 31 Agustus 2014

Ciptakan Rekor Muri, Puluhan Ribu Pelajar Ngawi Bawakan Tari Orek-orek

Berita terkait tarian orek-orek Ngawi MURI 2014

NGAWI™ Tak kurang dari 15.124 pelajar SD, SMP, Serta SMA sederajat menghitam-merahkan sepanjang jalan utama kabupaten Ngawi membawakan tarian Orek-orek dalam rangka hari jadi Ngawi ke 656 dan HUT RI ke 69. Menurut ketua Dewan Kesenian Daerah setempat, Soeradji dijelaskan bahwa gebyar tari orek-orek ini mampu ciptakan rekor baru MURI dengan No: 6614/R/MURI/8/2014, (31/08).

Tarian massal yang dikonsentrasikan sepanjang area Alun-alun Merdeka Ngawi, dihadiri Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Skretaris Daerah Siswanto, dan semua pimpinan satker, forum pimpinan daerah (forpinda) serta masayarakat Kabupaten Ngawi.

“Tari Orek-orek adalah tarian khas Kabupaten Ngawi nyaris tidak dikenal generasi saat ini, Gelar Pemecahan Rekor Dunia atau Indonesia, agar tarian itu tidak lenyap atau tidak dikenal masyarakat. Diharapkan Tarian Orek-orek tidak hanya kembali dikenal warga Kabupaten Ngawi, tapi juga dikenal nasional hingga dunia sebagai salah satu potensi wisata dari bidang seni,” ujar Bupati Ngawi Budi Sulistyono didampingi Kepala Diparbudpora Kabupaten Ngawi Anwar Rifa’i.

Dapat diinformasikan pula, sebelum dilakukan penilaian Rekor MURI, dilakukan Gladi Bersih untuk melakukan pemanasan, penilaian dilakukan Tim MURI dimulai sejak pukul 08.00 hingga 08.30.WIB.

Sementara itu, Paulus Panka Senior Manager MURI mengatakan, kegiatan pemecahan rekor dinilai bukan kualitas tarian, tapi belasan ribu peserta tari massal secara bersama-sama menari dalam satu tempat dan waktu.

“Kami tidak nilai kulitas tarian, tapi peserta menari secara bersamaan dalam satu waktu dan tempat di Alun-alun Kabupaten Ngawi. Selain itu, Kabupaten Ngawi adalah pencipta Rekor Muri dengan tarian orek-orek yang diikuti belasan ribu peserta,” jelasnya.
ADVERTORIAL


Sabtu, 30 Agustus 2014

Denpom V/1 Madiun gelar Operasi Penegakkan Disiplin

Berita terkait madiun terkini

MADIUN™ Operasi gabungan dalam penegakkan disiplin (Gaktib) dilaksanakan oleh institusi Denpom V/1 Madiun dan Pom AU dengan melakukan operasi di jalan raya Solo-Madiun masuk wilayah Kec. Jiwan-Madiun dari pukul 06.00 hingga 08.00 WIB. Denpom V/1 Madiun dipimpin Lettu Cpm Mustofa Wadan Satlak Hartib Denpom V/1 sedangkan Pom AU dipimpin Letda Pom Febri Maulana Danunit Paspom TNI-AU,(28/8).


Operasi Gaktib tersebut dipimpin langsung Dandenpom V/1 Madiun Mayor Cpm R.Tricahyo Budi Arianto, S.IP yang turun langsung di lapangan.

Operasi Gaktib ini merupakan perintah dari pimpinan yang harus kami lakukan, operasi Gaktib Polisi Militer dengan sandi “ WASPADA WIRA CLURIT” Periode Triwulan III TA.2014 ini merupakan program Denpom dalam Triwulan III TA. 2014, dengan melaksanakan pemeriksaan terhadap kelengkapan surat-surat dan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat yang dipergunakan oleh anggota TNI maupun PNS Kemhan di wilayah Madiun, serta untuk memberikan dorongan lebih keras agar dapat ditekan sekecil mungkin berbagai bentuk pelanggaran hukum dan tata tertib dilingkungan TNI.

Dalam kesempatan ini Dandenpom V/1 Madiun Mayor Cpm R. Tri Cahyo Arianto, S.IP. menyampaikan bahwa operasi penegakan ketertiban (Gaktib) tahun 2014 kali ini diharapkan benar-benar mampu menegakan hukum disiplin dan tata tertib, hendaknya didasarkan pada konsistensi dan komitmen untuk menjadikan TNI sebagai institusi yang diawaki oleh personel-personel yang sadar dan taat hukum serta prajurit-prajurit yang sadar akan aturan dan memiliki disiplin tinggi.

Lebih lanjut Dandenpom V/1 mengatakan penegakan disiplin dan kode etik keprajuritan menempati posisi penting dan sangat dibutuhkan guna mampu secara maksimal memberikan dampak positif bagi konsistensi sikap dan perilaku prajurit TNI. diharapkan kepada petugas Operasi Penegakkan Tata Tertib untuk memiliki kesamaan persepsi dalam proses penegakkan dan penyelesaian pelanggaran hukum, disiplin serta tata tertib prajurit TNI.

Tidak mungkin penegakan hukum, disiplin, dan tata tertib dapat berjalan dengan baik, apabila petugasnya sendiri tidak disiplin dan tidak profesional, karena ketidak disiplinan dan tidak profesionalnya petugas akan sangat berdampak negatif pada upaya penegakan hukum, disiplin, dan tata tertib yang diselenggarakan.

Profesionalitas petugas yang dimaksud bukan hanya petugas yang mencatat dan memberikan tindakan kepada setiap pelanggaran prajurit saja, akan tetapi petugas yang mampu mencari dan menemukan pokok-pokok persoalan yang perlu segera mendapatkan jawaban, dalam rangka menetapkan solusi, guna memperbesar upaya membangun kesadaran hukum, disiplin dan tata tertib prajurit TNI,

Terbukti, dalam razia tersebut seperti dalam operasi lalu lintas di jalan raya Solo-Madiun masih ditemukan beberapa anggota TNI yang memakai seragam tidak sesuai dengan GAMAD/berpakaian Dinas tidak lengkap dan juga dirazia beberapa warga sipil karena terbukti menggunakan atribut/seragam Militer, bagi warga sipil yang terbukti menggunakan seragam militer, ya kami sita. Tegas Kapten Cpm Wenang selaku Dansatlak Hartib Denpom V/1 Madiun.
KOMANDO RESOR MILITER 081/DHIROTSAHA JAYA/PENERANGAN


Jumat, 29 Agustus 2014

Tanpa Sebab Yang Jelas, Bu Guru SD Nekat Akhiri Hidupnya

Guru SDN Di Ngawi Bunuh Diri

NGAWI™ Tak dinyana, guru cantik yang baru saja pulang dari Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di malang mengakhiri hidupnya dengan tragis. Korban, ES (40), warga Dusun Mloso, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren yang berstatus PNS yang kesehariannya mengajar di salahsatu SDN di Ngawi ditemukan gantung diri di ruang dapur. (29/08).


Kasubag Humas Polres Ngawi AKP Munaji saat dikonfirmasi membenarkan ada seorang PNS berstatus guru meninggal dengan cara gantung diri didalam dapur rumahnya. Untuk motifnya belum dapat diketahui, pihaknya masih mendalami motif tewasnya seorang guru dengan cara gantung diri.

“Menurut keterangan warga memang tidak ada masalah. Meski demikian kami tetap akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif gantung diri tersebut,” jelasnya.

Sementra, dari berbagai informasi yang didapat, peristiwa ini terjadi saat setelah bangun tidur pada pukul 05.00 WIB. Jumat pagi, (29/08). Awalnya korban berpamitan ke suaminya yg masih tidur untuk ke dapur dan memasak serta berpesan pada suaminya untuk merawat anak-anaknya.

Setelah 15 menit suaminya mengecek ke dapur dan terkejut serta tak sadarkan diri melihat istrinya sudah gantung diri diruang dapur, selanjutnya anaknya yg pertama menyusul ke dapur dan langsung berteriak minta tolong ke tetangga dekat dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tkp dan mengidentifikasi jasad korban bersama tim medis puskesmas walikukun.Tangis histeris suami dan anak korban langsung pecah setelah jasad korban diturunkan dari lokasi gantung diri.

Menurut teman korban Suwoto yang juga guru mengatakan, korban baru dua hari dirumah setelah 10 hari Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di Malang.

“Saya kaget tiba-tiba dikasih kabar sama teman-teman pada baru pulang sama-sama. Selama ini korban orangnya ceria,” ungkapnya.
Pewarta: CuNG
Editor: Kuncoro



.........