media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 22 September 2017

Novel Soul Travellers Ajak Generasi Muda Indonesia Jelajahi Dunia

Soul Travellers-Turning Miles into Memories

SINAR NGAWI ™ Jakarta–Topik travelling memang sedang boming dikalangan remaja Indonesia saat ini. Tak ayal banyak buku yang diterbitkan dengan membawa topik ini. Akan tetapi, 39 penjelajah dunia berkewarganegaraan Indonesia memiliki ide lain untuk menceritakan arti “travelling” itu sendiri ke dalam sebuah novel yang berjudul “Soul Travellers: "Turning Miles into Memories” yang diterbitkan oleh Grasindo.

Hal lain yang membuat novel ini unik adalah profil para penulis yang berasal dari beragam latar belakang. Ada yang melakukan perjalanan keluar negeri untuk berwisata, menempuh studi, bekerja, atau bahkan menetap.

Ada yang menceritakan perihal perjuangan, persahabatan, atau bahkan cinta. Setiap cerita menggambarkan tempat dan suasana yang berbeda, ditulis dengan teknik yang berbeda-beda pula, menggambarkan kepribadian masing-masing penulis dan pengalaman hidup yang mereka capai melalui perjalanan tersebut.

“Proses pembuatan buku ini pun cukup menantang mengingat sebagian besar kontributor masih berada di luar negeri. Komunikasi selama prosesnya hanya menggunakan WhatsApp Group dan E-Mail untuk mengakali jauhnya jarak dan perbedaan zona waktu,” ujar ketua tim kontributor, Andre Mokalu.

Dinda Dwita, salah seorang penulis yang menceritakan kisahnya berpetualang di Barcelona, Spanyol, mengungkapkan, “Ini adalah suatu kehormatan untuk dapat berbagi cerita dan memotivasi rekan-rekan sekalian bahwa tidak ada mimpi yang tidak mungkin. Aku percaya semua orang bisa mewujudkan mimpi mereka, tak peduli seberapa mustahil kelihatannya mimpi itu, dan cinta adalah motivasi terbesar yang bisa kita dapatkan. Itu yang menjadi inti tulisanku kali ini.”

Sementara itu, ketua tim peluncuran buku yang juga sekaligus merupakan salah satu penulis untuk novel “Soul Travellers”, Venisha Tjie, ikut menambahkan, “Kami ingin dapat berkontribusi bagi kemajuan generasi muda Indonesia yang berpikiran terbuka namun tetap cinta tanah air. Semua hal itu tergambarkan dalam kisah-kisah yang tertuang di novel ini”.
Editor: Kuncoro

Kamis, 21 September 2017

Masuk Malam 1 Suro 1439 H, Tempat Wisata Religi Srigati Dipadati Pengunjung

Palereman Alas Ketonggo Srigati Ngawi

SINAR NGAWI ™ Ngawi-Masuk malam satu Suro 1439 Hijriyah, lokasi wisata bernuansa religi Srigatai yang berlokasi di alas Ketonggo sekitar 17 kilometer pusat pemerintahan Kabupaten Ngawi tepatnya masuk Desa Babadan, Kecamatan Paron, dipadati ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah mulai menuju beberapa tempat yang dianggap memiliki kekuatan magis seperti pertapaan Palenggahan Agung Srigati.


“Disini pengunjung mempunyai berbagai permintaan untuk dikabulkan dari Yang Maha Kuasa, seperti minta kesehatan, keselamatan dan masih banyak lagi dan jangan dianggap di Alas Srigati ini melakukan hal-hal yang menyimpang,” terang Ki Among Jati, juru kunci area wisata Srigati.

Tambah Mbah Marji atau biasa disapa Ki Among Jati, para pengunjung setelah sampai di tempat-tempat yang sakral langsung melakukan semedi atau ngalap berkah dibeberapa tempat menurut keyakinan mereka masing-masing.

Secara ringkas terkait Palenggahan Agung Srigati tidak lepas dari catatan sejarah sebelumnya. Menurutnya sejarah mencatat keberadaan Srigati di Alas Ketonggo erat kaitanya dengan masa runtuhnya Kerajaan Majapahit kala itu dibawah Prabu Brawijaya V.

Sumber tersebut diperkuat dari pernyataan Gusti Pangeran Dorodjatun dari Kasunanan Surakarta tahun 1974.

Ketika itu mendatangi Alas Ketonggo sesuai mata batinya atau hasil penerawanganya mengatakan didekat lokasi Tempuran Pesing ada Punden Krepyak Syeh Dombo.

Di punden itu mendasar keterangan Pangeran Dorodjatun saat itu dapat dikaitkan dengan riwayat perjalanan atau lengsernya Prabu Brawijaya sebelum muksa di puncak Gunung Lawu.

Sementara di Punden Krepyak Syeh Dombo yang sekarang dikenal Punden Srigati itu ditengarai Prabu Brawijaya melepaskan baju kebesaranya dengan dilanjutkan siram jamas di Kali Tempur yang berada kurang lebih 200 meter dari Punden Srigati.

Setelah siram jamas sebagai bentuk penyucian diri lalu Prabu Brawijaya bersemedi atau berdoa dan mendapatkan satu petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa untuk pergi ke puncak Gunung Lawu secara Islam dengan gelar Sunan Lawu.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Rabu, 20 September 2017

Benda Mirip Mortir Peninggalan Penjajah Ditemukan Warga Di Bengawan Solo

Bengawan Solo Ngawi

SINAR NGAWI ™ Ngawi-Dua Benda mirip bom jenis jenis mortir kaliber 81 milimeter yang ditemukan Mardi warga Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Ngawi dipinggiran aliran Bengawan Solo kini langsung diamankan oleh TNI yakni Yon Armed 12 Angicipi Yudha Ngawi, karena kedua mortir masih aktif meskipun kondisinya sudak berkarat.

“Pada waktu saya menemukan tidak tahu kalau itu bom setelah ada yang memberitahu langsung saya serahkan ke TNI,” terang Mardi.

tambahnya, dua mortir itu ditemukan pada Kamis pekan lalu, (14/09), sekitar pukul 13.50 WIB saat dirinya mencari bambu di pinggiran Bengawan Solo tepatnya di Dusun Sepreh, Desa Selopuro.

Ketika istirahat usai menebang bambu mendadak melihat ada dua batang besi berbentuk lonjong dan berkarat dibawah semak pohon bambu. Merasa penasaran lantas Mardi pun mengambilnya dan dibawa pulang ke rumah.

Setelah diyakini barang temuanya itu bom selang dua hari kemudian Mardi menyerahkan ke personel TNI.

Sementara itu dari hasil pemeriksaan TNI menyebutkan jika dua mortir yang diserahkan Mardi merupakan bom peninggalan Belanda.

Kemungkinan sebelum ditemukan oleh warga dua mortir tersebut hanyut terbawa arus banjir Bengawan Solo pada musim sebelumnya.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Selasa, 19 September 2017

Dandim 0803/Madiun Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Suro 1438 H

Suran di Madiun

SINAR NGAWI ™ Madiun-Bertempat di lapangan Tri Brata Polres Madiun, dilaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Aman Suro 1438 H/2017. Bertindak sebagai pemimpin apel gelar pasukan tersebut Dandim 0803/Madiun Letkol Inf Rachman Fikri serta diikuti sekitar 750 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI/Polri dan dinas instansi terkait lainnya.

“Secara umum wilayah Madiun masih kondusif, adem dan guyub rukun, namun demikian kita tetap perlu waspada, kita akan bersinergi dengan Polri dan seluruh elemen masyarakat.” Jelas Dandim 0803/Madiun Letkol Inf Rachman Fikri.

Tambah dia, untuk mengamankan tradisi tahunan yang merupakan budaya lokal, operasi kewilayahan digelar dengan sandi Aman Suro 2017 akan melibatkan sekitar 1.340 personel gabungan, terdiri dari unsur TNI/Polri dan dinas instansi terkait lainnya serta dibantu oleh pengamanan swakarsa.


“Sudah lama diadakan pendekatan, saya dengan Kapolres di lapangan sudah silahturahmi, kita sowan, tadi malam dengan beberapa tokoh paguyuban pencak silat yang ada di wilayah Madiun.” tandasnya.

Sementara, sistem pengamanan yang akan digunakan adalah sistem sekat dan razia di beberapa titik mulai dari perbatasan Madiun - Nganjuk (Pos Nampu Saradan), Madiun - Ngawi (Moneng), Madiun - Ponorogo (Mlilir), Madiun - Magetan (Jiwan) serta di wilayah perbatasan memasuki Kota Madiun seperti Wungu dan Kaibon.

Pada hari sebelumnya Apel serupa juga digelar di Alun-Alun Kota Madiun, Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Machfud Arifin, pada Apel tersebut menegaskan, bahwa dengan apel gelar pasukan ini menandakan kesungguhan dari aparat keamanan, tidak boleh ada underestimate, lakukan pengelolaan pengamanan secara maksimal. (mc0803).
Editor: Kuncoro

Senin, 18 September 2017

Bus Tabrak Bus 1 Tewas, Polisi Tetapkan Sopir Eka Sebagai Tersangka

Tabrakan bus eka di Ngawi

SINAR NGAWI ™ Ngawi-Selang beberapa jam usai terjadinya tabrakan antara antara Bus Eka kontra Bus Pariwisata Arjuna Samba yang terjadi di jalur rawan Ngawi-Solo tepatnya kilometer 31-32 masuk Desa Kedungmiri, Kecamatan Mantingan, Ngawi sekitar pukul 00.30 WIB dini hari tadi, Satlantas Polres Ngawi menetapkan SG (45), sopir Bus Eka warga Sragen Jawa Tengah menjadi tersangka.

“Sesuai hasil olah TKP dan keterangan para saksi , SG sopir Bus Eka langsung kami tetapkan sebagai tersangka atas kasus tabrakan dengan bus pariwisata yang menyebabkan satu orang penumpang meninggal dilokasi kejadian,” terang Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin.

Tambahnya, SG dijerat dengan Pasal 310 ayat 4 Junto Pasal 229 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun.
Sebab, SG diduga kuat telah melanggar tata cara mendahului kendaraan didepanya tanpa memperdulikan kendaraan lain dari arah berlawanan.

Dimana saat kejadian itu, SG selaku sopir Bus Eka nopol S 7360 US jurusan Surabaya-Yogyakarta nekat menyalip kendaraan truk didepannya dengan melanggar marka lalu-lintas pada kondisi jalan tikungan.

“Setelah melalui interogasi, sopir telah mengakui kesalahanya dan meminta maaf kepada pihak keluarga korban. Dengan kasus ini dia selaku sopir akan mempertanggungjawabkan secara hukum dan berjanji tidak akan mengulangi lagi kasus yang sama,” urai AKP Rukimin.

Sementara mendasar keterangan dari beberapa saksi menyebut, peristiwa tragis ini bermula Bus Eka nopol S 7360 US yang dikemudikan SG (45) warga Desa Karangjati, Kecamatan Kalijambe, Sragen melaju kencang dari arah Ngawi menuju Solo.

Sedangkan dari arah berlawanan melaju dengan kecepatan sedang Bus Pariwisata Arjuna Samba nopol B 7067 FGA yang dikemudikan Tri Susilo (46) warga Desa Wotan, Kecamatan Pulung, Ponorogo.

Ketika sampai dilokasi kejadian dengan kondisi jalan menikung Bus Eka menyalip kendaraan didepanya dengan melanggar marka jalan akibatnya langsung terjadi tabrakan dari arah depan dengan Bus Pariwisata Arjuna Samba.

Dari kejadian ini SG sopir Bus Eka sempat terjepit kabin bus namun berhasil diselamatkan petugas Satlantas Polres Ngawi yang datang dilokasi.

Sedangkan penumpang yang tewas jenazahnya langsung di evakuasi ke RSUD dr Soeroto Ngawi dan penumpang yang mengalami luka-luka dilarikan ke Puskesmas Mantingan.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro