media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Bahwa menyangkut jejaring sosial khususnya facebook dengan akun "Sinar Ngawi" hanya sebagai tempat Sharing Link Berita saja. Bila ada akun FB dengan kemiripan nama dan atau beberapa ada history foto,catatan, yang ternyata untuk menawarkan jual beli "ONLINE" maka bukan tanggungjawab kami.----TTD Admin/ceo media SN ----
Custom Search

Sabtu, 20 September 2014

Kali Kedua Paripurna, DPRD Ngawi Percepat Adanya Pimpinan Baru

DPRD kabupaten Ngawi

NGAWI™ Rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh ketua sementara DPRD, Kab. Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko serta wakil sementara, Sarjono membahas tentang penetapan unsur calon ketua dan wakil ketua periode 2014-2019. Bertempat di ruang aula, paripurna ini juga dihadiri oleh 37 anggota serta beberapa tamu undangan lainnya, (17/09).


Dwi Rianto Jatmiko menjelaskan bahwa pada rapat paripurna ke dua ini guna menindaklanjuti percepatan pembentukan unsur pimpinan baru di DPRD Kabupaten Ngawi. Karena tenggang waktu pembentukan unsur pimpinan yang sah dan utuh dilakukan paling lambat tiga bulan.

“Pengumuman dan penetapan unsur pimpinan ini selanjutnya akan diserahkan kepada Gubernur Jatim melalui surat usulan dan rekomendasi dari pimpinan semntara DPRD Ngawi kepada Bupati Ngawi,” terangnya.

Sementara dalam hal pembentukan alat-alat kelengkapan DPRD Ngawi, seperti pembentukan Badan Musyawarah Komisi, Badan Legislasi Daerah, Badan Anggaran, Badan Kehormatan, dan alat kelengkapan lain yang diperlukan dan dibentuk oleh rapat paripurna akan dikembalikan kepada unsur pimpinan yang baru.

“Harapannya semua proses dapat berjalan lancar. Sehingga pelaksanaan tugas dan program kerja para anggota DPRD dapat segera berjalan. Karena, tanpa adanya alat-alat kelengkapan dewan, DPRD Kabupaten Ngawi tidak akan bisa berjalan, semoga semuanya dapat berjalan dengan baik sesuai yang kita harapkan,” Jelasnya.

Dapat dikabarkan pula, keputusan dalam pasal 37 ayat 2 bahwa kedudukan Ketua DPRD ditentukan berdasarkan urutan perolehan kursi terbanyak di DPRD.

Sehingga partai yang berhak menduduki unsur pimpinan sebagai Ketua DPRD Ngawi periode 2014-2019 adalah PDI P, sebagai Wakil Ketua I dari partai Golongan Karya, dan Wakil Ketua II Partai Gerindra, dan Wakil Ketua III dari PKS.
Pewarta: cUnG
Bersponsor



Jumat, 19 September 2014

Jelang Idul Adha, Hewan Kurban Di Ngawi Mulai Merangkak Naik

Harga hewan kurban di kabupaten ngawi 2014

NGAWI™ Jelang Hari Raya Kurban 1435-H, harga sapi serta kambing di pasar hewan Kecamatan Ngawi kota, mengalami kenaikan hampir 25%. Bambang Hariyadi, Kepala UPT Pasar Hewan mengatakan, kenaikan jelang Idul Adha wajar, Namun tentunya harus tetap dikontrol, salah satu caranya dengan menyiapkan stok sapi dan kambing cukup serta layak konsumsi, (19/09).


“Stok sapi di Kabupaten Ngawi saat ini dirasa masih mencukupi tingkat konsumsi dengan jumlah populasi sapi sekitar 14.000 ekor. Seandainya, ada kekurangan pun itu sedikit. Antisipasinya dengan mendroping sapi dari tempat lain. Namun, kami tetap selektif dalam mengambil sapi dari tempat lain, hal ini adalah langkah antisipasi penyakit pada sapi,” ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya tidak memungkiri adanya kenaikan harga sapi yang mencapai dua juta lebih karena menurutnya semakin mendekati hari H justru harga bisa lebih tinggi dipasaran.

“Ya itu memang harinya peternak untuk meraup keuntungan. Hanya saja kenaikannya diantisipasi jangan terlalu tinggi. Disisi lain, pihaknya melakukan pengawasan ekstra agar jangan sampai hewan berpenyakit dijual kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara, salah satu pedagang hewan, Joko mengungkapkan, harga satu ekor sapi dewasa dapat mencapai Rp 17 juta per ekor atau naik Rp 2 juta sejak sepekan terakhir di Pasar Hewan Ngawi. Sementara untuk satu ekor kambing seharga Rp 2,7 juta atau naik Rp 500 ribu.

Namun kata Joko, kenaikan harga hanya pada sapi jenis PO (peranakan ongole-red), karena harga sapi lokal justru menurun. “Harga sapi PO memang naik, tapi sapi lokal harganya malah semakin turun lantaran banyak sapi PO luar daerah yang masuk,” ungkapnya.
Pewarta: CuNg
Editor: Kuncoro



Kamis, 18 September 2014

Tingkatkan Mutu Panen, Petani Tembakau Ngawi Studi Banding Ke Temanggung

cara menanam tembakau

NGAWI™ Setidaknya delapan kelompok tani tembakau asal Kabupaten Ngawi, melakukan studi banding pada tanggal 28 – 29 Agustus 2014 lalu kedarah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Dari kegiatan tersebutkan diharap petani tembakau ini nantinya akan mampu memaksimalkan teknis penanaman tembakau sehak dini hingga pada musim panen.

Dimana sekarang ini Kabupaten Temanggung dikenal salah satu daerah penghasil tembakau yang sukses bekerjasama dengan pabrik rokok. Ervan Cahyono Kabid Perencanaan dan Pengendalian Dinas Hutbun Kabupaten Ngawi mengungkapkan agenda studi banding petani tembakau ke luar daerah merupakan kegiatan rutin setiap tahunya.

“Tujuan studi banding ini agar para petani tembakau yang diwakili 8 kelompok dari 3 kecamatan guna menambah wawasan tentang tembakau itu sendiri,” jelasnya.

Ervan menjelaskan, area tembakau di wilayah Ngawi terhitung sampai 2014 mencapai 2.797,31 Ha terdiri dari 1.110,31 Ha untuk tembakau RAM (Tembakau Madura) dan 1.687 Ha untuk Tembakau Jawa (Lokal).

Sedangkan di Kabupaten Temanggung, area tanaman tembakau lebih luas serta kualitas tembakau yang dihasilkan lebih bagus dan harganya lebih tinggi. Ditegaskan, Dengan adanya studi banding ini yang terpenting bisa menambah wawasan budidaya tembakau dan bias menerapkan pola kemitraan tanaman tembakau.

Terkait kendala harga tembakau yang akhir-akhir ini merosot Irwan juga tidak menampik kenyataan tersebut, dengan permasalahan ini pihaknya telah memfasilitasi kerjasama dengan Perusahaan rokok dengan pedagang tembakau sekitar 4 bulan sebelumnya.
Pewarta: Purwanto
Bersponsor



Rabu, 17 September 2014

Tolak RUU Pilkada, Ribuan Massa Duduki Gedung DPRD Ngawi

berita terkait demo tolak RUU Pilkada

NGAWI™ Massa yang terdiri dari perwakilan pedagang kaki lima maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta Asosiasi Kepala Desa (AKD), mengepung gedung DPRD kabupaten Ngawi. Konsentrasi massa yang berjumlah dua ribu ini membentangkan spanduk yang menyuarakan menolok Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) yang diannggap mencederai aspirasi rakyat, (17/09).


“Karena pada dasarnya kedaulatan tertinggi berada ditangan rakyat jadi apapun alasanya RUU Pilkada ini penuh dengan kedzoliman elit politik di Senayan,” terang Kordinator aksi dari AKD, Siswadi.

Sementra, perwakilan dari aksi massa diterima Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, dan seluruh anggota legislatif dari PDIP, Partai Nasdem, PKB serta Partai Hanura.

Dari hasil pertemuan yang berlangsung singkat tersebut setidaknya aksi massa mendapat dukunganan 23 orang dari 45 anggota DPRD Kabupaten Ngawi yang diberangkatkan melalui partai yang pro penolakan RUU Pilkada.

“Kita sebagai wakil rakyat tetap memperjuangkan aspirasi saudara kita semua tadi dimana RUU Pilkada ini memang harus kita tolak. Jadi yang mereka suarakan secepatnya kita sampaikan ke DPR pusat,” jelas Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Dwi Rianto Jatmiko.

Ditegaskan Antok sapaan akrab ketua DPRD Ngawi, jikac RUU Pilkada dipaksakan akan mencederai rakyat sebagaimana yang diatur UUD 1945. Pada hakekatnya prinsip demokrasi mengakomdasi kedaulatan rakyat, presidensil, pemilihan demokrasi dan otonomi daerah sendiri.

Di waktu yang sama, Bupati Ngawi Budi Sulistyono beranggapan bahwa, dengan munculnya RUU Pilkada sebagai wacana ketimpangan yang terjadi pada elit politik seperti halnya pada UU MD3 yang baru disahkan.

“RUU Pilkada ini menjadikan Bupati maupun Gubernur sebagai kepala daerah tertinggi hanya tunduk terhadap DPRD padahal sejatinya mereka ini hanya mitra dan pemegang kedaulatan tertinggi tetap rakyat,” tandas Kanang spaan akrab Bupati Ngawi.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



Selasa, 16 September 2014

Kemarau Panjang, Wilayah Ngawi Rawan Krisis Air Bersih

berita terkait kekeringan air bersih di kabupaten ngawi

NGAWI™ Dampak kemarau panjang, hampir seluruh desa di kabupten Ngawi rawan terjadinya kelangkaan air bersih. Guna mengantisipasi kekeringan disejumlah daerah, kepala BPBD setempat, Eko Heru Tjahjono memaparkan bahwa pihaknya telah menyiapkan setidaknya 3 truk tanki air bersih guna melakukan droping diwilayah yang terkena dampak kemarau panjang ini, (16/09).


“Sekarang ini saja BPBD sudah melakukan pendistribusian air bersih disejumlah wilayah. Tetapi pada umumnya wilayah Ngawi masih belum begitu terkena dampak akibat kekeringan yang sudah terjadi beberapa bulan terakhir. Akan tetapi pihak kita selalu terbuka menerima laporan kekeringan dari wilayah lainya,” terangnya.

Seperti dilansir sebelumnya, BPBD Kabupaten Ngawi sudah melakukan droping air bersih di titik rawan kekeringan tepatnya 3 kecamatan seperti Karanganyar, Ngawi Kota dan Bringin. Lebih jelasnya lagi Heru mengatakan, droping air bersih itu akan terus dilakukan terutama untuk wilayah yang betul-betul dilanda kekeringan mendasar permintaan warga.

“Untuk teknis pendropingan air bersih selama ini kita kerjasama dengan PDAM yang disesuaikan permintaan warga,” ungkap Heru.

Menurut pemetaan BPBD Kabupaten Ngawi diwilayah Ngawi ada 9 kecamatan yang mengalami krisis air bersih dengan berbagai kategori muai kekeringan yaitu kering keritis, kritis langka, kering terbatas.

Sampai pertengahan September 2014 ini yang diutamakan terlebih dahulu terhadap wilayah dengan kategori kering kritis. Selain Kecamatan Karanganyar juga di Kecamatan Bringin meliputi Desa Dampit, Desa Kenongorejo dan Desa Suruh serta di Kecamatan Pitu seperti Desa Cantel.

Bahkan Heru menyebut, dari luasan wilayah yang sering dilanda kekeringan ada 2 (dua) tingkatan. Untuk kategori I merupakan daerah/kecamatan rawan kekeringan disetiap tahunya seperti Pitu, Bringin, Karangjati, Kedunggalar, Karanganyar dan Widodaren. Sedangkan kategori II masuk di beberapa kecamatan dengan ancaman kekeringan lebih rendah antara lain Ngawi Kota, Gerih dan Geneng.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



.........