media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Bahwa menyangkut jejaring sosial khususnya facebook dengan akun "Sinar Ngawi" hanya sebagai tempat Sharing Link Berita saja. Bila ada akun FB dengan kemiripan nama dan atau beberapa ada history foto,catatan, yang ternyata untuk menawarkan jual beli "ONLINE" maka bukan tanggungjawab kami.----TTD Admin/ceo media SN ----
Custom Search

Rabu, 16 April 2014

Awalnya Tembok Retak, Gedung Perpus DAK 2011 SDN Ngancar Roboh

Gedung Perpustakaan SDN Ngancar Kecamatan Pitu Ngawi roboh

PITU™ Gedung Perpustakaan SDN Ngancar Kecamatan Pitu Ngawi, roboh tepat saat jam pelajaran berlangsung. Meski tak menimbulkan korban jiwa, kondisi gedung yang dibanguan pada 2011 silam dari dana DAK senilai hampir seratus juta dengan sistem lelang penunjukan langsung lewat dinas pendidikan setempat disinyalir akibat buruknya mutu pengerjaan oleh rekanan,(15/4).

Lewat Kepala sekolah, Siti Insiah menjlentrehkan bahwa dirinya sebetulnya telah was-was melihat kondisi perpus sejak dua bulan lalu. Selain retak disana-sini, kuda-kuda gedung tersebut juga mulai terlihat miring.

"Awalnya terdengar suara reruntuhan. beruntung para siswa tidak sedang melakukan kegiatan di gedung perpus, jadi tidak sampai menelan korban," terangnya

"Ketika ambruk, kami belum sempat mengosongkan buku-buku dan barang yang ada di ruang perpustakaan. Sekarang tidak berani masuk, kan belum ambruk semua," lanjutnya.

Masih menurutnya, Proses pembangunanya bukan dari swakelola, tetapi hasil lelang. "Kalau kualitas bangunan sekolah seperti ini, membahayakan siswa. beruntung ambruknya tidak pada saat aktivitas belajar dan mengajar," urai dia lagi.

Sementara Kepala Bidang TK dan SD, Dinas Pendidikan Hartono mengaku, sudah menerima laporan terkait insiden ini. Pihaknya berjanji akan segera menindaklanjuti penyebabnya.

"Sekarang kami belum bisa memberi keterangan lebih banyak, karena besok kami baru bisa melihat ke lokasi," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan terkait rekanan yang mengerja gedung perpus ini, namun yang pasti pihak sekolah merasa dirugikan dengan kejadian ini, lantaran siswa masih dihantui rasa ketakutan serta bisa mengganggu jalannya persiapan Ujian Nasional.
Pewarta: Cung
Editor: Kuncoro


STIKes Dharma Landbouw Latih Mahasiswa Terampil Menulis

STIKes Dharma Landbouw Latih Mahasiswa Terampil Menulis

PADANG™ Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Dharma Landbouw Padang, Sumatera Barat, melatih mahasiswanya untuk terampil menulis yang dikemas dalam Workshop Menulis Kreatif bertajuk “The Power of Writing”. Para calon tenaga medis di sekolah tinggi itu dianggap berpeluang menjadi ‘penulis hebat’ masa depan. (12/4)

Pembekalan keterampilan menulis yang dikemas dalam Workshop Menulis Kreatif bertajuk “The Power of Writing” itu mengundang pembicara Muhammad Subhan dari Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang berbasis di Pare, Kediri, Jawa Timur. Sebanyak 80-an mahasiswa di kampus itu antusias mengikuti jalannya acara.

Dalam materinya Muhammad Subhan mengatakan, keterampilan menulis selayaknya dimiliki setiap orang, termasuk mahasiswa. Dia mengumpamakan, seandainya buku-buku teks yang dibaca dan dipelajari di ruang kelas tidak ada yang menulisnya, tentu tidak akan ada ilmu pengetahuan.

“Laporan akhir mahasiswa juga berupa karya tulis. Tugas-tugas berupa makalah yang diberikan dosen juga karya tulis,” ujar Muhammad Subhan.

Dia menyebutkan pula, seandainya Alquran dan hadist-hadist Nabi tidak ada yang membukukan, umat (Islam) hari ini akan tetap berada di zaman kegelapan (jahiliyah). “Alquran bahkan menekankan pentingnya membaca (iqra’) dan menulis (kataba),” terangnya.

Berkaitan dengan dunia medis, tambah Muhammad Subhan, banyak sekali ide cerita yang dapat ditulis. Di rumah sakit atau puskesmas, bertebaran kisah yang menyentuh hati dan perasaan datang dari bermacam pasien.

“Sudah seharusnya para tenaga medis (dokter, bidan, perawat, dan para medis lainnya) dapat mengutip kisah-kisah itu dan dijadikan sebagai karya tulis yang dapat dibagi manfaatnya kepada pembaca,” ujar Muhammad Subhan.

Ditambahkan, menulis juga tidak mengharuskan mahasiswa yang kelak menjadi tenaga medis mengabaikan tugas-tugas pokoknya. “Tetapi menulis adalah pelengkap yang dapat membuat hidup jadi lebih indah dan menyenangkan,” katanya.

Sementara Ketua STIKes Dharma Landbouw Padang dr. Hj. Rasyidah Rasyid, MPH pada kesempatan itu menambahkan, pembekalan keterampilan menulis untuk mahasiswa didikannya akan menjadi agenda rutin di kampus tersebut.

“Keterampilan menulis ini sangat penting dimiliki mahasiswa kami, setidaknya memudahkan mereka untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah yang diharuskan untuk menulis,” ujarnya.
Kiriman: Rel, tulisan beserta foto menjasi tanggungjawab pengirim

Selasa, 15 April 2014

Laga Kandang, Laskar Ketonggo Main Imbang Hadapi PSIM Yogyakarta

 Laskar Ketonggo Imbangi Permainan PSIM Yogyakarta

NGAWI™ Awali laga dengan agresif, Anak-anak Laskar ketonggo sempat kuasai jalannya permainan. Sayang strategi jitu Persinga Ngawi terbaca tim tamunya, PSIM Yogyakarta pada Laga kandang di stadion Ketonggo. Lewat bomber PSIM Jogyakarta Tri Handoko di menit 22, jebol gawang Persinga, meski akhirnya kedudukan imbang 1-1, (15/04).

Sementara pada menit 26, striker Persinga Zuhri Dwi berhasil menyamakan kedudukan dengan contekan kaki kananya setelah menerima umpan silang dari pemain tengah Usman Galih.

“Perlu kita ketahui PSIM ini kan tim yang lama berlaga di Divisi Utama sedangkan kita baru naik kasta dari Divisi I ke Divisi Utama makanya bersyukur meski curi 1 point,” terang Rully Nere pelatih Persinga.

Pada babak kedua, Rully Nere mengaku dirinya tidak mengubah pola permainan dengan tetap melakukan penestrasi lewat lini tengah. Meski beberapa kali mendapatkan peluang namun lagi-lagi gawang PSIM Jogyakarta yang dijaga ketat Oni Kurniawan tidak berhasil dijebol anak asuhnya meskipun Ntolo Arsene pemain asing asal Kamerun diterjunkan pada menit 54 menggantikan Dwi Cahyono.

Hingga peluit panjang wasit Mohamad Sholeh mengakhiri pertandingan babak kedua Persinga hanya mampu menahan imbang. Dari hasil seri ini Rully Nere menegaskan timnya terkendala pemain belakang sejak hengkangnya Sergei Latinov dari Serbia serta pemain asing lainya seperti Patrick Bojan asal Bosnia dan Jermain Bahtiono dari Afrika Selatan.

Sehingga untuk menghadapi putaran Divisi Utama pihaknya hanya mempersiapkan satu minggu sebelumnya hal ini jelas sangat mempengaruhi pola permainan yang dikembangkan. Sementara Dwi Rianto Jatmiko Manajer Persinga perginya tiga pemain asing tersebut sebagai hal wajar karena selama ini belum adanya kontrak tetap hanya sebatas uji coba
.
“Kalau kehilangan pemain asing saya kira juga tidak karena mereka belum resmi di kontrak jadi hanya sebatas uji coba terhadap mereka,” katanya. Selain itu dengan nilai seri ini pemain Persinga dibawah besutan Rully Nere sangat diharapkan mampu mengubah permainan untuk mencuri point pada pertandingan berikutnya.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro


Senin, 14 April 2014

UN Hari Pertam Dinilai Lancar Tanpa Kendala

Pelaksanaan UN di SMAN 1 Ngawi

NGAWI™ Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dihari pertama, Senin (14/04) diikuti 9.522 pelajar yang terbagi dari 65 lembaga setingkat SMA, SMK, MA ditambah peserta paket C di Kabupaten Ngawi. Kabid Dikmen Diknas setempat, Hadi Suharto memaparkan bahwa pelaksanaan UN dinilai fresh tidak ada satupun dalam kondisi sakit maupun menjalani masa tahanan.

“Pelaksanaan UN saat ini tidak terkendala oleh peserta mereka dalam kondisi baik artinya dikerjakan di lembaga sekolahanya masing-masing,” terang Hadi Suharto Kabid Dikmen Diknas Kabupaten Ngawi.

Sesuai peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan tentang prosedur operasi standar UN pihak Diknas sendiri menerjunkan ribuan pengawas dengan sistem silang.

Yakni, guru di suatu sekolah tidak diperkenankan menjadi pengawas di sekolahnya sendiri selain itu melibatkan pengawas dari lembaga independent seperti dari Unsur Ngawi, STIKP Ngawi dan UIN Malang.

“Hal ini kita lakukan untuk menghindari adanya kecurangan yang dilakukan para siswa, dan selain itu untuk mengantisipasi upaya kecurangan yang dilakukan guru kerja sama dengan siswanya dalam mengerjakan soal-soal ujian,” papar Hadi.

Seperti yang terlihat di SMAN 1 Ngawi pelaksanaan UN pihak lembaga independent menerapkan sistim pengawasan ketat baik peserta UN maupun pengawas ruang yang ditempatkan.

Sukamdi Kepala SMAN 1 Ngawi membenarkan tahun ini peserta UN memang dalam pengawasan dari pihak lain yang berkompeten. Karena UN selain diikuti 292 siswanya juga ditambah dari luar seperti SMA KP dan SMA Ma’arif Ngawi.

“Persiapan dari segi siswa sendiri, kami telah melakukan 'try out' dan penambahan jam belajar siswa melalui bimbingan belajar di masing-masing sekolah. Sedangkan dari segi guru juga telah diberikan pengarahkan dari dinas dan tim rayon," tegas Sukamdi.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro


Minggu, 13 April 2014

Longgar Pengawasan, Disinyalir Formulir A5 Dimobilisasi Ke TPS Tertentu

Disinyalir Formulir A5 Dimobilisasi Ke TPS Tertentu

NGAWI™ Formulir model A5 atau pindah memilih ditengarai dimanfaatkan segelintir oknum untuk dimobilisasi ke TPS tertentu. Tentunya dengan tujuan untuk menambah perolehan suara, sebab hal ini mendasar kenyataan dilapangan, bahwa tak sedikit pemilih yang pindah lokasi tanpa disertai alasan jelas bisa nyoblos dengan kesaktian form A5.

Seperti yang ditemukan Suwarno caleg Partai Golkar wilayah Dapil VI (Widoddaren, Mantingan, Karanganyar) setidaknya mengungkap form A5 yang dipegang 23 pemilih dari luar wilayah yang tertera jelas di daftar pemilih tambahan.

“Dari temuan ini sudah saya laporkan ke panwas tingkat kecamatan maupun kabupaten karena ini bentuk pelanggaran hukum,” terangnya, (13/04).

Suwarno mengatakan merasa tidak ada yang beres dengan form A5 apalagi ada gelagat dimanfaatkan salah satu caleg diwilayahnya. Alasanya, tidak disertai bukti-bukti yang akurat apa motif mendapatkan form A5 tersebut.

Jelasnya lagi, adanya unsur mobilisasi terhadap pemilih untuk melakukan pemungutan suara diluar wilayah sesuai aturanya. Dirinya mencontohkan, ada beberapa warga Ngawi Kota yang seharusnya melakukan pemungutan diwilayah Dapil I namun pindah ke Dapil VI demikian juga dari Dapil IV ke Dapil VI.

“Dalam form A5 itu tidak disertai alasan mengapa diperbolehkan pindah lokasi, pemilih boleh mengajukan pindah memilih karena alasan pekerjaan, tugas belajar atau sedang sakit,” urai Suwarno.

Surat Ashari Ketua KPUD Kabupaten Ngawi menjelaskan pihaknya masih mempelajari terkait temuan dari salah satu caleg partai. “Kita masih mempelajari tentang temuan itu, memang form A5 tidak boleh secara sembarangan dikeluarkan,” tegasnya.

Sementara Ridho Hidayat Ketua Panwaslu Ngawi menerangkan pihaknya sudah menerima laporan adanya dugaan penyimpangan form A5 yang dimanfaatkan caleg guna mendulang suara.

Kasus serupa ucap Ridho, juga terjadi di Kecamatan Ngrambe terkait penghilangan hak pilih pemegang A5 di pondok rehabilitasi Desa Cepoko. Dengan demikian untuk menuntaskan banyak kasus pasca Pemilu 2014, selaku Panwaslu pihaknya menggandeng Banwaslu Jawa Timur.

Kasus lain imbuhnya, terjadi penghitungan ulang di 3 wilayah termasuk TPS 25 Desa Tempuran, Kecamatan Paron ditambah TPS 2,4,6 Desa Gayam, Kecamatan Kendal dan terakhir TPS 1 Desa Dampit, Kecamatan Bringin.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro


.........