PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Kamis, 16 Januari 2020

Disdukcapil Ngawi Terbitkan Empat Ribu Suket Guna Atasi Blangko e-KTP Yang Kosong

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Terjadi kekosongan blangko identitas kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Ngawi terpaksa mengeluarkan 4.000 suket (surat Keterangan) para pemohon.

Ngawi-Terjadi kekosongan blangko identitas kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Ngawi terpaksa mengeluarkan 4.000 suket (surat Keterangan) para pemohon.

Sugeng Kepala Disdukcapil setempat mengatakan bahwa, kejadian menipisnya dan kekosongan blangko e-KTP terjadi sejak Juni 2019 lalu.

“Kami sudah berulangkali meminta kiriman blangko dari pusat namun pengiriman selalu kurang mendasar kebutuhan yang ada,” terang dia.

Tambahnya, untuk bulam inisedianya akan mendapatkan 10 ribu blangko e-KTP dari Kementerian Dalam Negeri. Padahal mendasar kebutuhan saat ini sesuai permintaan 36 ribu blangko.

“Dari jumlah itu hanya cukup untuk memenuhi 6 ribu pemohon yang sudah melakukan perekaman awal dan sisanya 4 ribu bagi pemegang suket,” tambahnya.

Meski begitu, ungkapnya memastikan pelayanan kependudukan di Dispendukcapil tetap berjalan normal.

“semua pemohon yang telah mendapatkan suket bisa mendapatkan e-KTP ketika blangkonya sudah diterima,” pungkasnya.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Rabu, 15 Januari 2020

20 Adegan Rekonstruksi Diperagakan Oleh Tersangka Pembunuhan Janda Bella

Pembunuhan janda cantik di Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Setidaknya ada 20 adegan yang diperagakan oleh tersangka pembunuhan janda Bella yang ditemukan nyaris tanpa busana di ladang jagung.

Kasat reskrim Polres Ngawi M. Khoirul Hidayat mengatakan bahwa rekontruksi pembunuhan yang dilakukan oleh Muhamad Iqbal Maulana (19) memperagakan sebanyak 20 adegan.

“Rekontruksi atau reka ulang ini dilakukan untuk memperjelas kasus tersebut juga peran tersangka,” terang dia.

Tambahnya, rekrontruksi dimulai dari saksi mengambil motor, pinjam motor dari keluarganya sampai saksi bertemu dengan tersangka hingga dibawa ke tempat kejadian perkara (TKP) sampai pelaksanaan eksekusi.

Diketahui mendasar hasil rekontruksi, korban meninggal akibat pukulan menggunakan menggunakan kunci motor.

“Saat ditinggal tersebut pengakuan dari tersangka sendiri keadaaan lemas dan tidak tahu apakah sudah meninggal atau belum selanjutnya korban ditinggal begitu saja.,” sambungnya.

Diwartakan sebelumnya Warga Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu, Ngawi dibuat geger dengan penemuan mayat perempuan yang nyaris tanpa busana,

Belakangan diketahui, korban bernama Belladiar Ulul Azmi (24) janda warga Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

“Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP dan/atau 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro



Senin, 13 Januari 2020

Lelang Dini, PUPR Ngawi Disebut Belum Mengajukan Proses Pengadaan Barang Jasa

Unit Layanan Pengadaan Barang Dan Jasa (ULP)

SINAR NGAWI™ Ngawi-Kesiapan lelang dini guna percepatan realisasi pelaksanaan kegiatan di bulan Januari 2020 di Kabupaten Ngawi belum mencapai progres yang diinginkan.

Mamik Subagyo, Kabg Pengadaan Barang/Jasa setempat menjelaskan bahwa dari 6 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang digadang melakukan lelang dini, nyatanya hingga warta ini diturunkan (13/01) baru tiga OPD saja OPD yang mengajukan surat untuk proses pengadaan barang dan jasa.

“Baru 3 OPD yang mengajukan surat untuk proses lelang unit kerja pengadaan barang dan jasaPemkab Ngawi,” terang dia.

Tambahnya, ke tiga OPD tersebut yakni, Dinas lingkungan hidup, Dinas kesehatan dan Dinas perdagangan, perindustrian dan tenaga kerja.

“Dan untuk tiga OPD lainnya, dari PUPR, Dinas Kominfo dan RSUD dr Suroto Ngawi, sampai saay ini belum juga mengajukan kegiatan pelelangan,” tambahnya kemudian.

Berbagai regulasi baru yang tercantum dalam PP no 16 tahun 2018, tentang pengadaan barang dan jasa Pemerintah, dimaksudkan untuk mempermudah semua pihak, baik OPD, pihak rekanan dan juga Pemkab Ngawi.

Pengadaan barang dan jasa dapat melalui pengadaan langsung, penunjukan langsung serta e-purchasing berdasarkan besaran anggaran yang diajukan.

“Memanfaatkan perkembangan IT saat ini dibuka layanan pengadaan barang dan jasa secara elektronik, yang dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas,” pungkasnya.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro