media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Selasa, 28 Juni 2016

Salah Satu Sebab Silpa Tinggi Akibat Terlambatnya Juknis Penyerapan

Salah Satu Sebab Silpa Kab. Ngawi Tinggi Akibat Terlambatnya Juknis Penyerapan

SINAR NGAWI™ Kota. Dalam lanjutan paripurna pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (LPP APBD) 2015, masih berkutat tingginya angka Silpa. Budi Sulistyono Bupati Ngawi dihadapan anggota dewan setempat mengatakan terkait Sisa Lebih Penggunaan Anggaran sampai tahun 2015 lalu yang mencapai Rp 347,3 miliar, lebih dikarenakan akibat berbagai faktor lapangan.

“Naiknya angka Silpa ini memang banyak faktor tetapi tidak ada suatu program besar kita yang diambil dari Silpa itu seperti yang tercover dalam RPJMD. Karena apa RPJMD itu sendiri bagian dari penjabaran visi misi berisikan program selama lima tahun. Sedangkan Silpa baru diketahui pada pertengahan tahun berikutnya,” terang kanang, Sapaan akrab Bupati Ngawi.

Jelasnya lagi, pembengkakan Silpa terjadi akibat pelampauan pendapatan mulai dari PAD, dana perimbangan hingga pendapatan daerah yang sah. Demikian pula penerimaan dana transfer tunjangan profesi guru PNSD melebihi kebutuhan riil.

Disusul nilai belanja yang bersumber dari dana BLUD belum dapat terealisasi secara maksimal lantaran keterbatasan tenaga operasional peralatan medis. Ditambah belanja bersumber dari DAK belum terserap secara maksimal akibat keterlambatan juknis.

Sementara itu Dwi Rianto Jatmiko/Antok Ketua DPRD Ngawi mengapresiasi komitmen eksekutif untuk melakukan langkah pasti guna menekan laju angka Silpa.

Termasuk membuat postur anggaran yang lebih ideal sehingga untuk mengantisipasi terjadinya surplus ditahun anggaran berikutnya.

“Tentunya kami mensuport langkah pemerintah untuk menekan Silpa ini. Jangan sampai penyerapan tidak maksimal karena terbebani masalah juknis seperti salah satu faktornya itu tadi. Dan kami optimis eksekutif bisa melangkah itu,” pungkas Antok.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Senin, 27 Juni 2016

Dalam Kurun Pancawarsa Terakhir, Silpa Bengkak Hampir Setengah Triliun

Dalam Pancawarsa Terakhir, Silpa Kabupaten Ngawi Hampir Setengah Triliun

SINAR NGAWI™ Kota-Paripurna hari pertama, dengan agenda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (LPP APBD) Ngawi TA 2015, DPRD setempat menyoal bengkaknya sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa), pada pancawarsa terakhir. Fraksi Golkar, lewat jubirnya Sugito, menandaskan, pemanfaatan Silpa harus matang dan Pemkab Ngawi segera mencari solusi.

“Silpa kalau terus membengkak tentunya sangat merugikan tentunya Pemkab Ngawi harus membuat terobosan dalam menekan laju Silpa,” ujar dia.

Tambahnya, terobosan yang dimaksudkan antara lain, setiap awal tahun anggaran setiap SKPD harus segera melakukan penyerapan sesuai ploting program kerja sebelum masuk akhir tahun.

Hal senada juga disampaikan Fraksi Nurani Demokrat, anggaran yang tercover APBD tidak lain uang rakyat. Sehingga patut disayangkan jika anggaran yang telah disediakan untuk belanja program kerakyatan tidak terserap bisa berakibat terhadap kesejahteraan masyarakat secara umum.

Fraksi Nurani Demokrat melalui jubir Amirul Yati menandaskan, selama lima tahun terhitung tahun anggaran 2010 sampai 2015 angka Silpa terus merangkak naik dan diketahui angka Silpa berada di titik klimaks mencapai Rp 347,3 miliar.

Ditempat yang sama, Dwi Rianto Jatmiko, Ketua DPRD Ngawi sebelumnya pernah mengatakan, pihaknya mewanti-wanti kepada pemerintah daerah dalam P-APBD 2016 ini harus lebih fokus merancang postur anggaran yanga artinya nilai belanja ditahun anggaran berikutnya bisa ditutupi dengan silpa tahun 2015 sebesar Rp 347,3 miliar.

“Jadi kedepanya pihak Pemkab Ngawi harus bisa merancang postur anggaran yang ideal sehingga nilai belanja akan disesuaikan dengan kekuatan APBD itu sendiri,” terang Antok, sapaan akrabnya.

Sementara, Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar mengakui ada sisi kelemahan sewaktu penggunaan anggaran pada tahun-tahun sebelumnya. Tentunya saran legislatif sebagai acuan dasar untuk lebih memprioritaskan program kerja ditahun berikutnya.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Sabtu, 25 Juni 2016

Ngabuburit Sambil Menikmati Indahnya Seni Menyusun Keseimbangan Batu Kali

Pelkaku seni dari komunitas Gravity Ngawi, unjuk kebolehan di wisata Selondo

SINAR NGAWI™ Jogorogo-Lokasi wisata Selondo di Desa Ngrayudan, Jogorogo Ngawi, dipastikan ramai pengunjung utamanya guna ngabuburit atau menunggu saatnya berbuka puasa. Namun kali ini pengunjung makin ramai karena adanya aksi komunitas Gravity Ngawi, yang unjuk kebolehan menyusun batu kali dengan keseimbangan yang sedemikan rupa sehingga nampak indah dan mengundang decak kagum.

“Asyik kok menumpuk batu seperti itu, saya yakin tidak sembarang orang bisa melakukanya. Karena apa secara tekniknya saja sulit sekali apalagi pekerjaan seperti itu butuh kesabaran meskipun terlihat sepele,” ujar Yogi warga sekitar lokasi.

Sementara pelaku seni menumpuk batu dari komunitas Gravity Ngawi Yosef Danni Kurniawan mengatakan, awal seni gravity yang ditekuni selama ini hanya faktor kebetulan.

Tidak lepas dari acara wiwitan ‘Kebo Ketan’ yang dibesut seniman Bramantyo Prijosusilo pada Mei 2016 di Alas Margo, Desa Begal, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi.

“Awalnya waktu itu ada acara wiwitan kebo ketan di Alas Margo ada batu berserakan. Dan saya tertarik apalagi pernah melihat di you tube dimana Michael Grab melakukan seperti itu dan saya coba ada beberapa batu saya tumpuk kebetulan Mas Bram (Bramantyo Prijosusilo-red) melihat dan bilang bagus untuk dilanjutkan,” terang Yosef sapaan akrabnya.

Kemudian sejalan waktu dirinya memilih wisata Selondo sebagai lokasi yang ‘pas’ untuk menampilkan seni gravity. Terlebih dilokasi yang menjadi destinasi wisata warga Ngawi tersebut banyk ditemukan batu kali. Satu sisi alasanya, batu di sungai Selondo tidak perlu di eksploitasi lagi melainkan bisa langsung di eksplorasi menjadi seni yang unik.

Dikatakan Yosef yang tidak lain salah satu PNS dari Dinas Pengairan Ngawi, teknik menumpuk bata sebetulnya bukan hal yang susah tetapi terletak pada tiga titik pengait yang ada di masing-masing permukaan batu itu sendiri. Tiga titik yang dia maksudkan, berlaku pada semua ukuran batu baik kecil maupun besar yang tentunya mempunyai daya keseimbangan bilamana ditumpuk.

“Sebetulnya semuanya hanya kesenian bagaimana kita menyenangkan diri menumpuk batu mencari keseimbangan dan bisa berdiri. Tentunya terletak pada kesabaran mencari tiga titik keseimbangan yang ada pada batu,” pungkas Yosef.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Jumat, 24 Juni 2016

Postur Anggaran Tak Cermat, Silpa Bengkak Hingga Ratusan Miliar

Gelar paripurna LPP APBD 2015, silpa ngawi capai ratusan miliar

SINAR NGAWI™ Ngawi-Lewat keterangan Tri Pujo Handono, Sekretaris DPRD Kabupaten Ngawi, bahwa Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2015, pastinya akan diparipurnakan pada pekan depan selama dua hari (27-28/06). Masih menurutnya, hal ini dilakukan agar jalannya rapat paripurna LPP APBD ini bisa tuntas sebelum lebaran.

“LPP itu jelas digelar awal pekan depan selama dua hari. Jadwalnya untuk hari pertama pandangan umum fraksi dan dilanjutkan pada hari kedua jawaban bupati,” ujar dia.

Terpisah, Dwi Rianto Jatmiko/Antok Ketua DPRD setempat menegaskan akan fokus pada pembahasan LPP terkait Silpa 2015 yang membengkak hingga Rp 347,3 miliar.

Tambahnya, selama ini angka silpa dari tahun ke tahun terus membengkak menyiratkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi kurang cermat dalam perencanaan postur anggaran.

Seperti diketahui apabila merujuk LPP APBD 2015 lalu, laporan keuangan Pemkab Ngawi memang sesuai standart akuntansi sehingga layak mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Kamis, 23 Juni 2016

Petani Ponorogo Dapat Bantuan Alsintan 952 Unit

Petani Ponorogo dapat bantuan alat mesin pertanian sebanyak 952 unit

SINAR NGAWI™ Ponorogo-Bertempat di halaman gudang benih Pertanian, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni secara simbolis melakukan penyerahan bantuan alat mesin pertanian. Ipong, sapaan akrab Bupati Ponorogo, menegaskan bahwa bantuan ini diharap dapat meningkatkan kualitas dan kuantintas produk petani, sehingga program swasembada pangan segera terwujud.

“Walaupun di wilayah Kabupaten Ponorogo untuk hasil pertanian sudah melebihi target akan tetapi karena tuntutan program pemerintah dalam rangka swasembada pangan kita harus melaksanakan modernisasi pertanian,” terang dia.

Masih menurutnya, para petani agar mengurangi dalam penggunaan pupuk-pupuk kimia karena akibat dari penggunaan pupuk kimia yang berlebihan akan mengurangi kesuburan tanah sehingga akan berpengaruh terhadap produktifitas hasil pertanian.

Maka dari itu kedepan sudah seharusnya para petani kembali menggunakan pupuk organik supaya produktifitas hasil pertanian akan lebih meningkat, dan bagi para petani yang menerima Alsintan agar merawat dan menggunakan alat tersebut dengan baik supaya tahan lama.

Sementara rincian bantuan Alsintan yang di serahkan sebanyak 952 unit antara lain Mini Combine Harvester sebanyak 50 unit, Combine Harvester sedang sebanyak 15 unit.

Sedangkan Corn Combine Harvester sebanyak 1 unit, Power Threser Padi sebanyak 10 unit, Corn Sheller sebanyak 48 unit, Power Threser Multiguna sebanyak 134 unit.

Dan untuk Hand Traktor sebanyak 234 unit, Pompa air sebanyak 126 unit, Rice Transplanter sebanyak 35 unit, Traktor Roda 4 sebanyak 6 unit, Mini Backhoe sebanyak 4 unit dan Hand Sprayer sebanyak 289 unit.(Prspen081)
Editor: Kuncoro