PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 15 Maret 2019

Dua Perusahaan Pelat Merah Di Ngawi Punya Direktur Baru

Direktur PDAM dan Direktur Sumber bhakti

SINAR NGAWI™ Ngawi-Setelah rekrutmen pada Nopember 2018 lalu, Bupati Ngawi Budi Sulistyono, bertempat di ruang data melantik dua direktur, yakni PD Sumber Bhakti serta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Kanang, demikian sapaan akrab Bupati Ngawi menegaskan, dengan kepemimpinan yang baru ini bisa membawa dampak kemajuan bagi kedua perusahaan pelat merah tersebut.

“Untuk PDAM, harus ada profit baik berupa aset maupun investasi sehingga kalau ada beban berupa pinjaman bisa dicicil,” jelas dia.

Tambahnya, mengenai kesejahteraan karyawan juga harus menjadi prioritas, selain tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

“Sumber Bhakti adalah pure bisnis, jadi dalam kondisi sangat terpuruk ini harus mampu menghidupi dirinya, serta harus bisa melakukan manuver agar bisa bangkit kembali,” terangnya lagi.

Ditempat yang sama, Dwi Indarto, direktur PDAM yang baru saat dikonfirmasi pewarta menegaskan sesegera mungkin melakukan konsolidasi internal serta mengusahakan sumberdaya yang ada dengan melakukan langkah-langkah teronosan kinerja yang baik agar hutang perusahaan yang ada bisa terlunasi.

“Mengingat PDAM mempunyai dua sisi, yakni sisi masyarakat atau segi sosialnya, serta sisi profit atau keuntungannya, jadi selain melayani masyarakata kita dituntut untuk memiliki keuntungan,” terang Dwi Indiarto.

Anang Aprihanto, dalam waktu yang sama dilantik sebagai direktur PD Sumber Bhakti, berjanji akan melakukan solusi dan melakukan beberapa unit usaha baru, sehingga perusahaan yang konon dalam beberapa dekade mati suri ini bisa bangkit kembali.

“Dalam waktu singkat akan melakukan beberapa unit usaha perusahaan seperti percetakan dan lainnya yang sempat dipihak-ketigakan akan kita ambil alih kembali, serta melakukan usaha baru berupa katering,” terangnya.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro


Selasa, 12 Maret 2019

Kemendikbud Muhadjir Effendy Terapkan Mitigasi Bencana Bagi Siswa

Mitigasi bencana bagi para siswa di Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Dalam kunjungan di Ngawi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, mengingatkan pentingnya mitigasi bencana bagi para peserta didik. Hal ini mendasar instruksi presiden dan telah disusun kurikulum tentang kebencanaan sesuai dengan daerah masing-masing. Untuk wilayah Ngawi yang paling dominan adalah bencana banjir.

“Telah disusun kurikulum kebencanaan walaupun ini tidak menjadi mata pelajaran, karena meskipun telah menjadi kurikulum tidak harus menjadi mata pelajaran,” terang dia.

Tambahnya, pihaknya dalam melakukan penyusunan kurikulum kebencanaan bekerjasama dengan UNICEF serta Badan Penanggulangan Nasional Bencana (BNPB).

“Jadi dengan adanya kurikulum mitigasi bencana, maka aka nada pembekalan serta pemahaman sehingga para peserta didik mampu menghindari bencana sedini mungkin,” urainya lagi.

Ditempat yang sama Bupati Ngawi Budi Sulistyono menekankan agar Dinas Pendidikan (Dindik) segera melakukan evaluasi sekolah-sekolah yang langsung terdampak musibah banjir.

“Harus menyeluruh, baik peralatan sekolah, gedung sekolah ataupun siswa serta orangtua siswa itu sendiri yang terdampak banjir ini untuk segera terdata,” terang Kanang, sapaan akrabnya.

Musibah banjir sempat melanda 26 desa dari 6 kecamatan wilayah Ngawi, selain melanda pemukiman warga, serta ribuan hektar persawahan terancam gagal panen, juga mengakibatkan beberapa fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.

“Ada beberapa gedung maupun penunjang pendidikan yang mengalami kerusakan, dan kita secepatnya melakukan evaluasi karena hal ini akan dilaporkan secara khusus ke pihak Kemendikbud,” pungkasnya.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro


Sabtu, 09 Maret 2019

Dampak Banjir, Ribuan Hektar Areal Persawahan Di Ngawi Rawan Gagal Panen

Kondisi Banjir di Ngawi terkini hari ini

SINAR NGAWI™ Ngawi-Musibah banjir yang melanda 26 desa dari 6 kecamatan wilayah Ngawi, membuat sedikitnya 1.016 hektar areal perawahan diprediksi rawan gagal panen. Data yang diperoleh dari Dinas Pertanian (Disperta) setempat juga secara detail tercatat 3.746 petani sangat merasakan dampak dari musibah banjir ini lantaran usia tanaman padi yang rata rata sudah 80 hingga 90 hari terendam banjir.

“Terpaksa harus dipanen dengan resiko basah seperti ini daripada membusuk,” ungkap Sutikno petani asal Desa Purwosari, Kecamatan Kwadungan, Ngawi.

Hal ini juga dilakukan oleh para petani di Kecamatan Kwadungan dari 8 desa terpaksa mempercepat masa panen.

Pemandangan seperti itu bisa dilihat di beberapa desa antara lain Purwosari, Dinden, Kendung, Simo, Tirak, Sumengko, Pojok dan Mojomanis.

Sedangkan di Kecamatan Geneng terparah di Desa Kasreman hampir 200 hektar lahan sawah terendam.

Padahal wilayah ini belum memasuki masa panen dengan usia berkisar antara 70-80 hari.

Dampaknya pun jelas, jika banjir tidak lekas surut potensi gagal panen didepan mata dan petani pun dibuat pasrah.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Kamis, 07 Maret 2019

Gubernur Khofifah Instruksikan Penanganan Korban Banjir Harus Maksimal

Banjir di Ngawi tahun 2019 makin meluas

SINAR NGAWI™ Ngawi-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir di wilayah Ngawi, Jawa Timur, diantaranya Desa Jenangan, Kecamatan Kwadungan. Kedatangan orang nomor satu di Jawa Timur ini didampingi Bupati Ngawi Budi Sulistyono, yang sekaligus membagikan bantuan sembako dan melakukan dialog dengan warga.

“Bersama Bupati Ngawi untuk melihat langsung kondisi korban banjir dan nantinya akan kita evaluasi untuk menyelesaikan masalah ini,” terang dia.

Tambahnya, untuk menjaga kondisi kesehatan para korban banjir termasuk memastikan kesiapan medis maupun makanan. Diharapkan, penanganan korban banjir dilakukan secara maksimal.

Ditempat yang sama Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengatakan, bencana banjir yang melanda daerahnya terjadi pada beberapa kecamatan seperti Kwadungan, Pangkur, Padas dan Ngawi Kota.

Banjir yang melanda pemukiman maupun area persawahan itu terjadi akibat meluapnya Kali Madiun dalam dua hari terakhir.

“Untuk menangani korban banjir sudah kita siapkan baik dari sisi medis maupun mendirikan beberapa titik dapur umum untuk menyuplai makanan siap saji. Sekarang ini kita terus mendata cakupan wilayah yang terkena dampak banjir,” ungkap Bupati Ngawi
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Rabu, 06 Maret 2019

Sertu Juhartono Selamatkan Balita 6 Bulan Yang Terseret Banjir Madiun

Kondisi terkini sungai madiun di Ngawi

SINAR NGAWI™ Madiun-Anggota Babinsa Koramil 09/Saradan, Sertu Juhartono berhasil selamatkan balita 6 bulan yang terseret banjir yang melanda beberapa Kecamatan di Madiun. Kapendam V/Brawijaya, Kolonel Inf Singgih Pambudi Arinto membenarkan bahwa anggota TNI telah menyelamatkan balita akibat terseret banjir di Dusun Temboro, Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun.

“Benar, itu anggota TNI-AD, Babinsa Koramil Saradan, dan bayi tersebut merupakan anak dari pasangan Waimin dan Sriyati bernama Akifa Naila yang masih berusia 6 bulan," terang dia.

Tambahnya, Proses evakuasi berawal dari adanya laporan warga yang memberitahukan keberadaan seorang bayi yang terseret arus banjir di Dusun tersebut.

“Danramil langsung memberitahukan ke anggota Babinsa itu. Kebetulan, lokasi Sertu Juhartono tidak jauh dari tempat kejadian,” urainya lagi.

Sementara, hingga saat ini, personel TNI-AD bersama pihak BPBD setempat masih melakukan evakuasi terhadap para korban banjir.

Rencananya, warga akan ditempatkan di posko darurat.
Editor: Kuncoro