media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Selasa, 24 Januari 2017

Ramah Lingkungan, TNI Bersama Petani Memproduksi Insektisida Organik

TNI Bersama Petani Mojokeerto Memproduksi Insektisida Organik

SINAR NGAWI™ Mojokerto-Selain menekan biaya produksi, pembuatan insektisida organik juga diharapkan mengurangi ketergantungan para petani akan bahan kimia. Seperti yang dilakukan oleh kelompok tani “Rukun Tani” yang dibantu oleh Babinsa Banyulegi Koramil 0815/08 Dawarblandong Kodim 0815 Mojokerto dan petugas PPL, mengembangkan insektisida organik yang tentunya lebih ramah lingkungan.

“Tentunya Insektisida organik ini, lebih murah dan ramah lingkungan karena bahan bakunya ada di sekitar kita,” terang Serda Udin Muhammad Muslim.

Untuk bahan-bahanpun mudah didapat seperti, Gedebok pisang yang sudah busuk 8 Kg, Sirih 1 Kg, Tembakau kering 1 Kg dan Air 20 liter.

Untuk cara pembuatannya, bahan ditimbang terlebih dulu sesuai takaran, kemudian bahan-bahan tersebut dihaluskan .

Setelah itu bahan dicampur menjadi satu kemudian dimasukkan ember atau galon atau sejenisnya dan ditutup selama 1 hari 1 malam. Dan untuk satu gelas air mineral Insektisida Organik dicampur air 1 tangki handsprayer. (Penrem 082/CPYJ )
Editor: Kuncoro

Senin, 23 Januari 2017

Ambrolnya Proyek DD Senilai Hampir Setengah Milyar, Dewan Segera Panggil Kades

Proyek TPT Dana Desa (DD) desa pelang lor hancur

SINAR NGAWI™ Ngawi-Ambrolnya talud penahan jalan (TPT), yang dianggarkan lewat Dana Desa (DD) 2016 kisaran Rp. 457 juta, sepanjang 60m dengan ketinggian 16m masuk wilayah Kali Bedal, Dusun Pelanggarem, Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, pihak dewan lewat keterangan Siswanto Wakil Ketua Komisi I DPRD Ngawi, akan memanggil Kepala Desa serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa setempat.

“Pihak kami dalam hal ini dewan akan secepatnya memanggil mereka yang terlibat dalam proyek talud itu baik desa maupun dinas. Soalnya kejadian ambrolnya talud itu sudah menjadi ajang pembicaraan publik sehingga apapun itu harus ada yang bertanggung jawab,” terang dia.

Tambah legislator dari PKS ini, bahwa pemanggilan kepada yang bersangkutan harus secepatnya, mengingat dewan sendiri sudah ada desakan dari berbagai pihak untuk melakukan pengawalan terhadap proyek tersebut.

Lanjutnya, dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi I DPRD Ngawi pada Jum’at pekan kemarin, (20/01), ada beberapa item pekerjaan proyek talud dinilai menyalahi prosedur.

“Dan perlu diingat lagi setahu kami proyek talud seperti dipinggiran kali semacam ini harus dibedakan dengan talud ditengah sawah terkait konstruksinya. Kalau terjadi seperti ini terus ambrol siapa yang rugi jelas masyarakat desa setempat kan,” urai Siswanto.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Minggu, 22 Januari 2017

Tabung Las Karbit Meledak, Pemilik Bengkel Mengalami Luka-Luka

Bengkel las karbit di desa semen paron ngawi meledak

SINAR NGAWI™ Paron-Warga Desa Semen, Kecamatan Paron, Ngawi, dibuat kaget oleh suara dentuman keras tepat ditengah hari sekitar pukul 11.30 WIB, yang berasal dari sebuah bengkel las. Meski tak ada korban jiwa namun ledakan tabung las karbit yang diduga mengalami kebocoran ini mengakibatkan pemilik bengkel, Sumali (55), mengalami luka-luka serta kondisi bengkel porak-poranda.

“Ledakan itu murni dari tabung las karbit yang bocor ketika korban melakukan proses pengelasan dengan las listrik. Karena tabung karbitnya bocor langsung saja api menyambar dan meledak,” ungkap AKP I Wayan Murtika, Kapolsek Paron.

Mendasar kronologinya, saat itu korban (sumali-Red), sedang melakukan pengelasan mesin perontok padi dengan las listrik. Pada saat bersamaan diduga tabung las karbit bocor sehingga percikan api las listrik langsung menyambar tabung tersebut dan meledak hebat.

Akibat kejadian itu tabung las karbit yang terbuat dari baja hancur dan merusak dinding serta menimbulkan kobaran api. Untungnya kobaran api berhasil dipadamkan warga sekitar sehingga tidak sampai membakar bangunan bengkel las ini.

“Kaget mendengar suara itu soalnya keras sekali dan saya langsung menduga pasti yang meledak itu bengkel las itu. Setelah saya keluar rumah sudah melihat Pak Sumali ini teriak minta tolong,” terang Sunardi, salah satu saksi mata yang rumahnya tepat didepan bengkel las tersebut.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Sabtu, 21 Januari 2017

PNS Jemput Anak Pulang Sekolah, Satpol PP Layangkan Surat Ke Diknas

PNS ngawi dilarang jemput anak pulang sekolah

SINAR NGAWI™ Ngawi-Menindaklanjuti himbauan lisan Bupati Ngawi terkait larangan bagi PNS lingkup Pembkab Ngawi melakukan aktivitas diluar kantor saat jam kerja, kecuali, memang ada kegiatan yang mengharuskan keluar kantor, Rahmad Didik Purwanto Kepala Satpol PP setempat mengeluarkan surat edaran kepada Diknas Ngawi, karena banyaknya PNS yang menjemput putra-putrinya saat pulang sekolah.

“Sebenarnya surat edaran itu kami alamatkan ke Diknas bukan Satpol PP yang langsung action,” terang dia.

Tambahnya, secara teknis Diknas memerintahkan kepada satuan lembaga pendidikan khususnya SD dan TK maupun PAUD yang berada di wilayah Kecamatan Ngawi Kota untuk mensosialisasikan larangan ini kepada wali murid terutama yang PNS.

Terpisah, Bupati Ngawi Budi Sulistyono melarang para Pegawai Negeri Sipil (PNS) melakukan aktivitas diluar kantor pada saat jam kerja. Kecuali, ada penugasan dari atasan atau ada sesuatu kegiatan yang mengharuskan keluar kantor apalagi hanya beralasan untuk menjemput anak di sekolah.

“Keluar kantor pada jam kerja disatu sisi diperbolehkan selama ada penugasan maupun menghadiri suatu kegiatan yang erat kaitanya dengan kedinasanya. Tetapi kita melarang kalau mereka hanya beralasan jemput anak sekolah karena biasanya itu bablas ke mana-mana dan tidak secepatnya balik lagi ke kantor,” terang Kanang panggilan akrab Bupati Ngawi.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Jumat, 20 Januari 2017

Copot Pintu Bilik Kamar Warung, Petugas Gabungan Lakukan Operasi Di Dawung

Satpol PP Ngawi gelar operasi warung remang-remang

SINAR NGAWI™ Ngawi-Petugas gabungan dibawah komando Satuan Polisi Pamong Praja Ngawi melakukan penutupan warung remang-remang di Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo. Puluhan petugas gabungan dari Satpol PP, Polres Ngawi unit Provost, Sub Denpom/1-2 Ngawi, Koramil dan Polsek Jogorogo, melakukan pencopotan daun pitu bilik kamar yang disinyalir dijadikan tempat perbuatan asusila.

“Proses penutupan warung remang-renag ini sudah sesuai dengan tahapanya setelah ada surat peringatan dua kali sebelumnya,” terang Didik Rahmad Purwanto Kepala Satpol PP Ngawi.

Tambahnya, karena tidak digubris maka pihanya menutup paksa dan jika mereka buka praktek lagi kamar-kamar ini akan kita bongkar secara paksa pula.

“Intinya mulai hari ini jangan ada lagi tempat seperti iniu, kalau ada akan kita sikat tetapi sebatas buka warung monggo silahkan,” terangnya lagi.

Untuk warung remang-remang di Alas Malang yang jumlahnya mencapai 14 warung kata Didik, sangat berpotensi dilakukan penutupan paksa menggunakan alat berat mengingat tempatnya berada di satu lokasi.

Hanya saja secara teknis penutupan di Alas Malang akan kerjasama dengan pihak pemerintahan desa sebab lahan yang ditempati milik tanah asset desa setempat.

“Kalau di lokasi ini (Alas Malang-red) kita akan kerjasama dengan desa sebab lokasinya itu ada di tanah milik desa. Tetapi sangat kita harapkan sebelum ditutup paksa pihak desa harus segera memberikan sosilisasi ke tempat-tempat itu untuk menutup dan meninggalkan lokasi bagi pengelola yang bukan asli warga Desa Karangjati,” pungkas Didik.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro