media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 02 Desember 2016

Realisasi Satker Pengelola Dana Cukai Masih Pakai SOTK lama

Pagu anggranan DBHCHT kabupaten Ngawi TA 2016

SINAR NGAWI™ Ngawi-Aries Dewanto Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi mengatakan bahwa bentuk dana bersifat terkait rencana program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2016, telah telah dilimpahkan pada 9 satuan kerja (Satker), dengan nilai hampir mendekati 10 miliar Rupiah.

“Specific grant program kegitan mendasar pagu anggaran telah kita realisasikan kebeberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) penerima, dan kita harapkan bisa maksimal dalam penyerapannya,” terang dia.

Tambahnya, pihaknya sendiri telah melakukan sosialisasi ketentuan perundang-undangan dibidang cukai kepada masyarakat maupun pemangku kepentingan.

Mendasar data yang ada, Satker pengelola angaran DBHCHT sesuai Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) yang lama yang mendapatkan anggaran paling tinggi yakni Dinas Perkebunan dan Kehutanan menangani program peningkatan kualitas bahan baku dengan besar anggaran Rp.4.009.886.506.

Sedangkan yang paling rendah dalam kemampuan penyerapan dalah Kantor lingkungan hidup yang hanya mematok pagu pada kisaran Rp. Seratus juta.

Sementara, dana cukai untuk Dinas UMKM dan Peridustrian sejumlah Rp, 600.000.000, Dinas Peternakan dan Perikanan sebesar Rp. 2.600.000.000, Dinkes Rp. 1.100.000.000, dan untuk BagianAdministrasi Perekonomian sendiri menganggarkan Rp. 315.000.000, sedangkan Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar sebesar Rp.157.000.000.

Jadi untuk jumlah keseluruhan penggunaan dana cukai untuk Kabupaten Ngawi sebesar Rp.9.986.886.506 ditambah dengan dana Block Grand yang diterimakan untuk DPPKA Kabupaten ngawi sebesar Rp. 7.971.721.494, dengan demikian angka anggaran mencapai Rp. 17.958.608.000.
Pewarta: Son
Editor: Kuncoro


Kamis, 01 Desember 2016

Sejumlah Kawasan Permukiman Di Ngawi Terendam Banjir Hingga 1 Meter

Bengawan Solo meluap, Ngawi terendam banjir hingga 1 meter

SINAR NGAWI™ Ngawi-Intensitas hujan yang meningkat dalam sepekan terakhir, sejumlah kawasan perkotaan Ngawi mulai tergenang banjir akibat luapan Bengawan Solo serta luberan sungai Madiun. Seperti di Lingkungan Gang Pudak, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Ngawi Kota, air mulai menggenangi permukiman sejak Rabu kemarin, (30/11), dan tak kurang dari 25 KK, terpaksa mengungsi di tempat yang lebih aman.

“Warga yang rumahnya terkena luapan banjir harus mengungsi ke rumah kerabatnya atau juga ada yang memilih bertahan,” terang Rahmad warga Kelurahan Margomulyo.
Tambahnya, ketinggian air yang menggenangi pemukimanya bervariasi ada yang 30 centimeter tetapi ada juga 1 meter.

Banjir semacam ini terangnya, mendasar pengalaman tahun lalu bisa terjadi lebih dari empat hari bahkan satu pekan. Namun dalam kurun waktu tersebut tinggi banjir memang pasang surut tergantung intensitas hujan.

Pemandangan yang sama juga terjadi di RT 04/RW 02, Lingkungan Mulyorejo, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Ngawi Kota, menurut keteranganya dilokasi ini banjir mulai merambah pemukiman sejak empat hari lalu.

Tetapi kondisinya naik turun hanya saja sejak dua hari terakhir malah mengalami kenaikan terus secara perlahan terbukti ketinggian air mencapai 1 meter.

Seperti kata Nanang Ketua RT 04 Lingkungan Mulyorejo, luapan Bengawan Solo setidaknya menggenangi 16 rumah terdiri 27 KK dari 78 jiwa. Untuk mengantisipasi banjir susulan bersama warga terus memantau pergerakan air dari Bengawan Solo yang berjarak tidak kurang 100 meter itu.

“Banjir dilingkungan RT sini sudah terjadi empat hari lalu dan itupun naik turun. Untuk sementara sebagian warga ada yang mengungsi di tempat yang lebih tinggi dan aman namun sebagian lagi ke rumah saudaranya,” terang Nanang.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Rabu, 30 November 2016

Apel Nusantara Bersatu, Ribuan Warga Kenakan Ikat Kepala Merah Putih

warga Ngawi ikuti apel nusantara bersatu

SINAR NGAWI™ Ngawi-Puluhan ribu warga Ngawi dari berbagai kalangan baik dari tokoh agama, masyarakat, pelajar, pemuda, pencak silat, legislative, eksekutif serta TNI-Polri, mengikuti Apel Nusantara Bersatu di Alun-Alun Merdeka, dengan mengenakan ikat kepala warna merah putih sebagai lambang kecintaan terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Bersama Pak Dandim (Letkol Inf M.Triyandono-red) dengan kita semua yang melibatkan seluruh komponen masyarakat mencoba menggugah kembali jiwa nasionalis yang ada didalam diri kita masing-masing. Dan alhamdulilah di Ngawi ini ternyata sangat luar biasa,” terang Kanang, sapaan akrab Bupati Ngawi.

Tambahnya, apel yang digelar dengan melibatkan semua komponen masyarakat di Ngawi ini tidak lain untuk menggugah kembali jiwa nasional berkebangsaan dengan semangat jiwa patriotisme.

Hal senada juga disampaikan Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmadi, dirinya menilai pasca reformasi yang digulirkan semangat nasionalis dengan jiwa berkebangsaan terkesan mulai luntur. Hal inilah harus di eksplor lagi melalui Apel Nusantara Bersatu sebagai dasar penguatan untuk memperkokoh kembali rasa nasionalis dan rasa kecintaan terhadap NKRI.

“Pasca reformasi seperti diketahui bersama seakan jiwa nasionalis itu telah mulai luntur. Maka kondisi semacam itu menjadikan pekerjaan kita bersama bagaimana menggelorakan kembali semangat nasionalis berkebangsaan sesuai empat konsensus nasional didalam Republik Indonesia ini,” tegas AKBP Suryo Sudarmadi.

Masih ditempat yang sama, Dandim 0805/Ngawi Letkol Inf M.Triyandono menegaskan bawasanya Apel Nusantara Bersatu bukan suatu acara seremonial belaka yang digelar tanpa ujung pangkalnya.

Tetapi apel yang melibatkan puluhan ribu peserta dengan berbagai macam latar belakang didasari atas keprihatinan akan kondisi bangsa dewasa ini.

Atas inisiasinya ini dia berharap, makna yang didapat dari apel sebisa mungkin bisa menyentuh jiwa sanubari setiap individu warga masyarakat dari peserta itu sendiri dan ditularkan ke warga lainya bagaimana untuk mempertahankan kedaulatan NKRI yang penuh kebhinekaan ini.

“Apapun alasanya NKRI harga mati maka tidak dibenarkan apabila ada upaya tertentu yang mengancam atas kedaulatan bangsa kita. Tentu menyemangatkan kembali kecintaan terhadap tanah air harus kita gali bersama-sama,” terang dia.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Selasa, 29 November 2016

Dinsosnakertrans Fasilitasi Pemulangan Jenazah TKW Asal Ngawi

TKW asal Ngawi Meninggal Di Taiwan

SINAR NGAWI™ Ngawi-Iswahyuni(30), TKW warga Desa Randusongo, Kecamatan Gerih Ngawi, yang meninggal di Taiwan dalam kecelakaan bermotor saat berangkat kerja pada Jum’at lalu(25/11), sekitar pukul 07.00 waktu setempat, kini tinggal menunggu proses administrasi pemulangan jenazah ke rumah duka. Hal ini dibenarkan oleh Sunarto, Kepala Dinsosnakertrans setempat saat dikonfirmasi pewarta.

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak PJTKI yang memberangkatkan serta dari UP3TKI jawa timur untuk melakukan proses pemulangan jenazah,” terang dia lewat sambungan telepon.

Tambahnya, pihak keluarga korban juga telah datang ke kantor (Dinsosnakertrans –Red), yang intinya melakukan koordinasi untuk secepatnya membantu kepulangan korban.

“Jadi untuk saat ini jenazah masih ada disana (Taiwan-Red), dan masih dilakukan otopsi dan kami pantau terus perkembangannya," terangnya lagi.

Diulas kembali, Iswahyuni (30) perempuan yang menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan dikabarkan meninggal setelah terlibat kecelakaan kendaraan bermotor di Bali Long Road, Tamsui, New Taipei, pada Jum’at kemarin, (25/11), sekitar pukul 07.00 waktu setempat.

“Pihak keluarga dirumah baru tahu kalau korban ini meninggal dari kakaknya yang ada di Jakarta kemarin pagi, yang mengatakan jika Iswahyuni meninggal akibat kecelakaan ketika hendak berangkat kerja,” terang Mukiman paman korban melalui via selular, Sabtu (26/11).

Mendengar kabar tersebut jelasnya lagi, keluarga pun dibuat kaget tidak begitu saja mempercayai kabar kematian korban.

Lantas salah satu keluarga dirumah langsung menghubungi kakak korban yang lain dan kebetulan juga ada di Taiwan ternyata memang benar jika adiknya meninggal.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Minggu, 27 November 2016

Penataan Potensi Sumberdaya Kehutanan Dan Pekebunan

Sosialisasi data statistik Dishutbun Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Hutan dan kebun salah satu fungsi penyangga kelangsungan kehidupan lokal, regiaonal, nasional maupun global. Maka dalam menata data kondisi kawasan kehutanan dan perkebunan harus tersaji secara riil. Masih mengambil tempat di gedung PKK, pihak Dishutbun Ngawi gelar sosialisasi penyusunan statistik penetapan kawasan hutan serta kawasan perkebunan.

“Kita harus sinkronkan data antara pusat dengan yang di daerah, sehingga akan mempermudah dalam mengambil kebijakan serta pembangunan , “ terang Ervan Cahyono Kabid Perencanaan dan Pengendalian Dinas Hutbun Ngawi.

Tambahnya, jenis Informasi kehutanan antara lain meliputi potensi dan kondisi sumberdaya hutan. Sedangkan mengenai hasil pencapaian target pembangunan kehutanan dan perkebunan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan data pendukung lainnya.

Tak kalah penting, untuk penggalian data juga meliputi jumlah, baik terkait letak dan luas areal hutan tanaman rakyat, letak dan luas areal hutan rakyat, letak dan luas areal hutan kemasyarakatan, pengelolaan Hutan Bersama masyarakat (PHBM), serta pembangunan masyarakat desa hutan (PMDH).

“Dengan demikian Kedepan diharap selain ekonomi masyarakat meningkat, juga kelestarian alam akan terjaga”, pungkasnya.
Pewarta: son
Editor: Kuncoro