media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Bahwa menyangkut jejaring sosial khususnya facebook dengan akun "Sinar Ngawi" hanya sebagai tempat Sharing Link Berita saja. Bila ada akun FB dengan kemiripan nama dan atau beberapa ada history foto,catatan, yang ternyata untuk menawarkan jual beli "ONLINE" maka bukan tanggungjawab kami.----TTD Admin/ceo media SN ----
Custom Search

Rabu, 01 Oktober 2014

Bukan Kelasnya Sekdin, Pejabat Pelaksana Tugas PU-BMCK Harus Selevel

berita terkait pensiunnya bambang hariyono ces

NGAWI™ Pensiunnya sang pejabat abadi, Bambang Haryono CES dari singgasana kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Ngawi, membuat atmosfir SKPD yang konon lahannya proyek ini makin memanas. Bupati Ngawi, Budi Sulistyono langsung ambil sikap, bahwa untuk Pejabat Pelaksana Tugas (PLT), harus diisi dengan yang selevel, dan bukan sekelas Sekretaris Dinas (sekdin), (01/10).


“Tetapi yang jelas tidak ada eselon dibawahnya yang merangkap diatasnya. Harus selevel..! Bisa staf ahli bisa juga kepala dinas pengairan. Kalau masalah lobi-lobi saya tidak mau, apalagi mereka-reka pokoknya tunggu saja,” kata Budi Sulistyono.

Pun rumor makin berkembang setelah Hadi Suroso, yang kini masih menduduki kepala dinas PU Pengairan Dan Pertambangan yang kemudian di- PLT-kan di PUBMCK, bisa dipastikan bakal menggantikan posisi seniornya, Ces, Sapaan akrab Bambang Ces.

“Soal jabatan merangkap itu tidak masalah karena dulunya Pak Bambang (Bambang Haryono CES-red) merangkap di PU Pengairan,” tegas Kanang panggilan akrab Budi Sulistyono.

Kepastian siapa yang menduduki di PU BMCK Kanang sesuai janjinya paling lambat akan terisi pada akhir Desember 2014. Alasan lain Kanang dengan melakukan double posisi jabatan terhadap diri Hadi Suroso tidak lain awal dari program perampingan dalam tubuh Pegawai Negeri Sipil (PNS) selama ini.

Sementara Hadi Suroso sendiri yang digadang menduduki PU BMCK tidak mau komentar terhadap rencana posisinya. Hal ini tidak lepas semua keputusan ada ditangan bupati yang mempunyai kewenangan melakukan mutasi jabatan.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



Selasa, 30 September 2014

DPRD Ngawi Paripurnakan Pengesahan Ketua Dan Wakil Ketua Difinitif

berita terkait pelantikan ketua dan wakil ketua DPRD ngawi

NGAWI™ DPRD Kabupaten Ngawi gelar rapat paripurna bertempat di lantai II gedung dewan setempat. Pada agenda kali ini, selain penyampaian dan pengesahan, juga sekaligus resmi melantik ketua serta wakil ketua difinitif periode 2014-2019. Sementara acara ini dihadiri Bupati Ngawi beserta wakil juga tamu undangan lainnya dari seluruh jajaran SKPD dan Unspida(30/09).


Dwi Rianto Jatmiko sebagai ketua DPRD dari PDIP dan ketiga wakilya yakni Sarjono dari Golkar, Maryoto dari PKS dan Sulistyanto dari Gerindra. Pelantikan ke empat orang Ketua DPRD Kabupaten Ngawi mendasar Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur No171.404/609/0112014.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Ngawi Aris Bawono Langgeng atas nama Gubernur Jawa Timur langsung memimpin dalam pengambilan sumpah jabatan ketua dan wakil ketua DPRD. Dalam agenda pelantikan terlihat Dwi Rianto Jatmiko atau biasa disapa Antok masih menduduki kembali sebagai ketua DPRD kedua kalinya setelah sebelumnya di kursi yang sama untuk periode 2004-2009.

Bertahanya Antok tidak lepas dari PDIP yang mendulang suara 15 kursi dari 45 kursi DPRD hasil Pileg sebelumnya. Apalagi Antok sendiri yang berangkat lewat Dapil IV Paron-Kedunggalar secara by name meraup 14.855 suara terbanyak dari sekian anggota legislatif lainya.

Sementara untuk wakil ketua Maryoto dan Sarjono merupakan wajah lama anggota DPRD Kabupaten Ngawi sebelumnya. Sedang Sulistyanto dalam posisi diuntungkan sebagai wajah baru langsung menduduki wakil ketua hal ini berkaitan langsung dengan perolehan Partai Gerindra mencapai 5 kursi.

“Semua pengalaman dari periode sebelumnya sebagai bahan evaluasi yang akan datang. Dan kita harapkan di lembaga ini baik alat kelengkapan dan fraksi bisa bersinergis lagi,” terang Antok.

Selaku pimpinan tertinggi di DPRD, Antok tetap memposisikan diri atas nama lembaga sesuai fungsinya dalam pengawasan, budgeting dan legislasi demi realisasinya pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Dalam waktu dekat janjinya, akan menuntaskan sisa pekerjaan yang belum rampung dilembaganya seperti badan anggaran, badan legislasi, badan kehormatan dan pembentukan komisi.

Mengenai tanggapan atas RUU Pilkada yang disahkan DPR RI dia tetap menunggu mekanisme dari pusat dengan melakukan monitoring. Satu sisi bebernya, UU Pilkada tetap dalam posisi dilema bisa diundangkan jika presiden mengesahkan dan uji materi di MK yang diajukan pemohon dikabulkan.

“Untuk Ngawi ini Pilkada akan dilaksanakan pada Mei 2015 mendatang. Tetapi UU Pilkada tidak serta merta bisa dipakai menjadi acuan pelaksanaan karena selama ini masih rawan gugatan. Pada intinya kita tetap menunggu informasi dari pusat sesuai perkembanganya,” pungkas Antok.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



Senin, 29 September 2014

Disnakan Kabupaten Ngawi Periksa Kesehatan Hewan Kurban

berita tentang harga hewan kurban

NGAWI™ Tim kesehatan Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnak) Kabupaten Ngawi lakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar hewan tepatnya di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi Kota. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa hewan ternak kurban Idul Adha itu aman dari penyakit beresiko khususnya penyakit anthrax, (29/09).

“Setelah kita lihat secara bersama tadi sebagian besar kondisi hewan sapi dan kambing lumayan bagus kondisinya hanya satu dua yang terkena penyakit itupun jenis penyakit mata dan sifatnya tidak membahayakan. Sedang untuk penyakit anthrax hewan yang kita periksa semuanya aman,” terang Sunito Kepala Disnak Kabupaten Ngawi.

Terkait hasil sidak, dengan ditemukan penyakit mata Disnak sendiri tetap merekomendasikan untuk tetap dipasarkan dengan alasan penyakit mata tidak beresiko dan berpotensi menular kepada manusia.

“Pada dasarnya sidak yang dilakukan ini tidak ingin hewan ternak calon kurban ini mengidap penyakit beresiko seperti Anthrak, Rabies, Pes, dan Flu Burung termasuk leptospirosis yang dikhawatirkan menular terhadap manusia. Sedang sapi yang terkena penyakit mata dagingnya masih layak dikonsumsi,” ungkapnya.

Sunito menyatakan, mendekati Idul Adha nanti, Disnak akan terus akan melakukan pengawasan intensif ke sejumlah tempat penampungan hewan ternak calon kurban.

Tidak hanya menyangkut penyakit hewan calon korban Disnak setempat tetap melakukan kegiatan serupa yang diarahkan terhadap sejumlah daging dalam rangka mengantisipasi adanya daging berformalin atau gelonggongan yang diedarkan di pasar.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



Minggu, 28 September 2014

Fun Bike TNI – POLRI Bersama Masyarakat Digelar Serentak Se Indonesia

berita terkait HUT TNI yang ke 69

SURABAYA™ Dalam rangka hari jadi TNI yang ke-69, Kodam V/Brawijaya gelar Fun Bike TNI-Polri Bersama Masyarakat dengan start/finish Lapangan Kodam V/Brawijaya. Acara ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dengan peserta sebanyak 16.657 orang di Kodam V/Brawijaya dan sebanyak 105.286 orang di seluruh Jawa Timur, (28/09).

Gubernur Jawa Timur Soekarwo dengan didampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko, Pangarmatim, Gubernur AAL, Wakapolda, Danrem 084/BJ dan Walikota Surabaya melepas ribuan peserta Fun Bike yang di bagi menjadi dua kali start/pemberangkatan.

Setelah melepas peserta Fun Bike, Pangdam V/Brawijaya beserta Gubernur Jatim dan pejabat lainnya turut serta ikut gowes. Acara fun bike ini akan menempuh jarak kurang lebih 29 KM dari lapangan Kodam V/Brawijaya (start) melalui Jl.R. Wijaya.

Kemudian diteruskan Jl.Gajah Mada – Jl.Gunung Sari – Jl.Joyoboyo – Jl.Marmoyo – Jl.Raya Wonokromo – Jl. Ahmad Yani – Jl.Raya Juanda – Brigif-1/Mar (Check Point) – Jl.Ahmad Yani – Jl. Wonokromo – Jl.Diponegoro – Jl.Ciliwung – Jl.Adityawarman – Jl.Hayam Wuruk – Jl.Kesatrian dan kembali lagi ke Lapangan Kodam V/Brawijaya (finish).

Selain keluarga TNI serta Polri, fun bike ini juga diikuti ribuan masyarakat umum yang terdiri dari komunitas sepeda dan kalangan masyarakat lain.
Pusat Pemberitaan KODAM V/BRAWIJAYA
Editor: Kuncoro



Sabtu, 27 September 2014

Pasca Penggerebekan Sapi Gelonggongan, Disnak Dituding Selama Ini Lalai

berita terkait penggerebekan sapi gelonggongan

NGAWI™ Pasca digerebeknya Tempat Pemotongan Hewan (TPH) milik Sukamto di kelurahan Pelem, keacamatan Ngawi kota, menyeruak kabar tak sedap bahwa Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnak) Kabupaten Ngawi selama ini disinyalir oleh beberapa pihak telah melakukukan pembiaran praktik nakal penggelonggongan sapi di TPH tersebut.


“Kalau Disnak baru melakukan penggerebekan itu bisa dipertanyakan kapasitasnya selama ini. Kemungkinan terlalu lamanya main mata atau kongkalikong dengan TPH yang akhirnya ketahuan boroknya oleh masyarakat sendiri,” kata Wahyudiono salah satu warga sekitar TPH, (27/09).

Tambah Wahyudiono, sapi yang digelonggong di TPH milik Sukamto prakteknya sudah lama bahkan warga mengetahui ulah nakal yang dilakukanya.

“Saya tidak percaya kalau Disnak baru tahu ada sapi gelonggongan seperti komentarnya itu. Apalagi saya perkirakan ada oknum tertentu yang sengaja menjadi beking dibelakang lagian operasi menjelang lebaran atau waktu tertentu terus dilakukan,” tegas Wahyudiono.

Sementara dengan adanya nada miring ini, Sunito selaku Kepala Disnak Kabupaten Ngawi, saat dikonfirmasi awak media belum ada jawaban meski telah dihubungi via HP.

Lain pihak, Budi Sulistyono Bupati Ngawi yang terjun langsung ke lokasi TPH terlihat berang dan meminta pemilik TPH harus mempertanggungjawabkan ulahnya. Dia menegaskan kelakuan menggelonggongkan sapi sebelum dipotong merupakan perbuatan yang jauh dari unsur kemanusian.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



.........