media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 18 Oktober 2017

Terekam CCTV, 3 Kawanan Pencuri Bobol Brangkas SMKN I Geneng

Pencurian di SMKN I geneng Ngawi

SINAR NGAWI ™ Geneng-Setidaknya kerugian ditaksir mencapai Rp.50 juta lebih, akibat ruang administrasi SMKN 1 Geneng yang berada di Jalan Raya Ngawi-Geneng masuk Desa Geneng, Kecamatan Geneng, Ngawi dibobol maling. Kapolsek Geneng AKP Widodo membenarkan kejadian ini di wilayah hukumnya, dan kini tengah memburu pelaku yang aksinya terekan CCTV.

"Pelaku terekam kamera CCTV jumlahnya ada tiga orang semuanya pakai penutup kepala. Para pelaku berhasil masuk dengan cara mencongkel pintu depan kantor," terang dia.

Tambahnya, ada beberapa tempat penyimpanan uang tunai dirusak pelaku dan uangnya diambil dan peristiwa ini baru diketahui sekitar pul 06.15 WIB.

Mendasar kronologi, Nita Kuswoyo salah satu pegawai TU SMKN 1 Geneng hendak membuka ruang administrasi namun dikejutkan dengan kondisi tempat kerjanya tersebut berantakan. Setelah di cek ada beberapa kunci laci meja rusak termasuk satu kotak amal pun raib isinya.

Akibat kejadian itu uang tunai dengan total Rp 54 juta lebih raib digondol maling.

Uang puluhan juta itu sendiri terdiri dari uang sekolahan yang disimpan bendahara senilai Rp 45 juta, uang arisan Rp 5,2 juta, uang pribadi milik salah satu staf TU Rp 3,5 juta dan uang kotak amal Rp 1 juta.

Sementara, untuk memburu para pelaku langsung dilakukan olah TKP melibatkan tim identifikasi Polres Ngawi disamping itu meminta keterangan para saksi maupun pelapor.

Kemungkinan sebelum melakukan pembobolan para pelaku mempelajari situasi keamanan tempat sasaranya.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Selasa, 17 Oktober 2017

Dinas Lingkungan Hidup Ngawi Bidik Budidaya Tanaman Tembakau Organik

Budidaya tembakau organik di Ngawi

SINAR NGAWI ™ Ngawi-Pelatihan pertanian organik di Seloliman Kecamatan Trawas Mojokerto Jatim, merupakan satu cara untuk mengurangi dampak negatif akibat dari sistem pertanian konvensional. Didik Soemartiyono Kabid Penataan dan kapasitas lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Ngawi menegaskan, dengan teknologi tepat lingkungan maka secara ekonomis dapat membantu petani.

“Dalam pelatihan dasar-dasar pertanian organik di Seloliman pada tanggal 23 sampai 24 September lalu, maka untuk wilayah Kabupaten Ngawi kini membidik sektor tanaman tembakau organik,” terang dia.

Tambahnya, secara historis petani tembakau untuk wilayah Ngawi telah turun-temurun serta potensi andalan khususnya untuk wilayah kecamatan Karangjati, maupun beberapa di wilayah kecamatan lainnya.

“Untuk memberikan pengetahuan tata cara penggunaan maupun pembuatan pupuk organik, kita telah melakukan studi banding pelatihan diwilayah Mojokerto,” tambahnya lagi.

Urai Didik lagi, Budidaya organik mencakup beberapa syarat, diantaranya Mencakup beberapa beberapa syarat diantaranya, Pemilihan Varietas, Lama Masa Konversi, Keragaman Dalam Produksi Tanaman, Kebijakan Pemupukan, Pengelolaan Hama, Penyakit, Gulma dan Zat Pengatur Pertumbuhan dan Mencegah Kontaminasi.

Untuk jenis pupuk organiksendiri ada dua macam, yang pertama pupuk organik cair, seperti NPK cair, sluri dan Bio urin.

“Sedang yang padat bisa berupa pupuk kandang maupun pupuk kompos,” pungkasnya.
Pewarta: Kun/sOn
Editor: Kuncoro


Senin, 16 Oktober 2017

Obyek Wisata Goa Selomangkleng Dijadikan Ajang Kirab Budaya

Wisata goa Selomangkleng Kota Kediri

SINAR NGAWI ™ Kediri-Warga Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri melakukan kirab budaya yang dimulai dari Kantor Kelurahan Pojok dan finish di wisata Goa Selomangleng serta ditutup dengan pagelaran seni budaya oleh Disparyapura setempat. Kirab budaya terdiri dari 45 kelompok dari berbeda latarbelakang, diantaranya kelompok PKK, seni tradisional jaranan.

Danramil Mojoroto, Kapten Inf Arifin yang turut bergabung dengan para partisipan memakai pakaian tradisional, sedangkan Bati Tuud Koramil Mojoroto, Peltu Suharno bergabung dengan partisipan memakai pakaian batik dalam kirab budaya yang memulai start di Kantor Kelurahan Pojok.

Menurut Erly Ernawati, selaku Kepala Kelurahan Pojok, kegiatan tersebut diadakan dengan harapan bisa meningkatkan daya kreativitas para warga dan warga memang diminta untuk menggali potensi yang ada untuk ditampilkan dalam bentuk kirab.

Selama kirab berlangsung, para partisipan sangat atraktif hingga menuju garis finish di Goa Selomangleng ditambah beberapa kelompok tidak henti-hentinya meneriakkan yel-yel atau lagu-lagu.

Ditempat terpisah, Nur Muhyar selaku kepala Disbudparpora Kediri menjelaskan bahwa pada pagelaran ini menceritakan perjalanan cerita Panji dan merupakan pelestarian budaya non benda.

Selain sebagai upaya pelestarian, dengan adanya Panji Gunung ini dapat mengedukasi masyarakat agar mengetahui sejarah kejayaan Kediri pada masa lampau.

Dari penjelasan Peltu Suharno, sudah untuk kesekian kalinya Koramil 03/Mojoroto turut berpartisipasi dalam kirab budaya yang diadakan Kelurahan Pojok. Terlepas dari keikutsertaannya, Peltu Suharno berharap budaya yang mengedepankan ciri khas daerah terutama Kediri, harus tetap dilestarikan.(Penrem 082/CPYJ )
Editor: Kuncoro

Minggu, 15 Oktober 2017

Dapat Restu, Bupati Anas Dampingi Gus Ipul Dalam Pilgub Jatim 2018

Cagub Jatim 2018

SINAR NGAWI ™ Ngawi-Ketua Umum PDIP, Megawati restui duet Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Abdullah Azwar Anas sebagai pasangan Cagub Jatim 2018. Dan sekaligus menyudahi rumor politik yang berkembang, sebab ada sederet nama yang muncul mendampingi Gus Ipul antara lain Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Emil Dardak Bupati Trengalek hingga Tri Rismaharini.

Pengumuman resmi dari orang nomor satu partai berlambang banteng moncong putih tersebut disampaikan di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro 58, Menteng, Jakarta Pusat mulai pukul 09.30 WIB, Minggu (15/10).

Untuk Gus Ipul sendiri yang sekarang ini masih menduduki menjabat Wakil Gubernur Jatim demikian juga Abdullah Azwar Anas (Anas) masih menyelesaikan tanggungjawabnya sebagai Bupati Banyuwangi.

Seperti yang disampaikan Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, di Jatim perlu adanya kolaborasi politik antara Nahdliyin dan Marhaen.

Jika itu bisa dilakukan bisa mewakili semua kepentingan politik di Jatim untuk lima tahun kedepan pasca Pilkada jatim 2018.

“Persatuan antara Nahdliyin dan Marhaen itu jawaban kemenangan pasangan calon PDI Perjuangan bersama PKB atau NU di Jawa Timur,” demikian kata Ahmad Basarah.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Sabtu, 14 Oktober 2017

Masyarakat Ikuti Pelatihan Tata Rias Pengantin Tingkat Dasar

LPK ZALZA DEWA Widodaren Ngawi

SINAR NGAWI ™ Ngawi-Guna memberikan bekal ketrampilan bagi masyarakat, Lembaga Kursus Dan Pelatihan (LPK) Zalza Dewa yang beralamat di Desa Widodaren, Kecamatan Widodaren Ngawi menggelar pelatihan rias pengantin tingkat dasar. Lely Agustin Rusdiana Indah, peilik serta penyelenggara pendidikan luar sekolah ini menegaskan bahwa pesertanya berjumlah 15 orang.

“Kemarin hari Kamis (12/10), telah dilakukan pertemuan yang sekaligus pembukaan selain para peserta hadir, juga hadir pula dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi yang membidangi kegiatan ini,” terang Lely sapaan akrabnya.

Tambahnya, pendidikan non formal ini diselenggarakan oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan tujuan memberikan bekal pengetahuan guna meningkatkan kecakapan hidup serta mengembangkan potensi diri.

“Jadi nantinya para peserta akan diberikan pelatihan tingkat dasar rias pengantin dan diharapkan setelah ini bisa melanjutkan kejenjang rias pengantin yang profesional,” terang dia.

Peserta sendiri akan diberikan pelatihan dan pendidikan selama 200 jam, yang akan dibagi menjadi beberapa jam untuk perharinya.

“Nanti tiap hari akan kita berikan pengetahuan selama dua jam, dan kita harapkan setelah ini selesai, para peserta pelatihan minimal bisa mandiri guna menambah ekonomi keluarga,” urainya lagi.

Sementara, Lembaga Kursus dan Lembaga Pelatihan merupakandua satuan pendidikan Nonformal seperti yang tertera dalam pasal 26 ayat (4) UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Secara umum dalam pasal 26 ayat (5) dijelaskan bahwa Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro