media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Sabtu, 24 Juni 2017

Cari Ikan Di Bengawan Solo, Kakek 70 Tahun Meninggal Tenggelam

kakek 70 asal Ngawi meninggal tenggelam di bengawan solo

SINAR NGAWI™ Pitu-Kakek 70 tahun warga Kricak, Desa Karanggeneng, Kecamatan Pitu, Ngawi, ditemukan meninggal dunia di sungai saat mencari ikan. Bersama warga, jasad Jirin (korban-Red), ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB. Kapolsek Pitu AKP Subandi, saat dikonfirmasi pewarta membenarkan kejadian ini diwilayah hukumnya, dan setelah melakukan olah TKP, jasad korban diserahkan keluarganya untuk dimakamkan.

“Ketika korban ditemukan meninggal warga langsung memberitahukan kejadian itu kepada kami. Saat itu juga petugas bersama tim medis meluncur ke lokasi yang disebutkan untuk melakukan visum dan olah TKP,” kata dia.

Medasar informasi yang ada, pada pukul 09.00 WIB korban pamit ke Supriyadi yang tidak lain anak kandungnya untuk mencari ikan di Bengawan Solo yang lokasinya tidak jauh dari rumah.

Namun hari menjelang siang atau pukul 10.30 WIB Jirin tidak lekas pulang ke rumah membuat Supriyadi merasa curiga dan menyusul ke lokasi tempat korban mencari ikan.

Begitu sampai di bantaran Bengawan Solo hanya mendapati jaring ikan milik korban.

Merasa curiga terhadap sesuatu hal lantas memberitahukan kepada warga sekitar dan perangkat desanya.

Puluhan warga pun langsung turun ke lokasi kejadian dan berusaha mencari korban dengan melakukan penyelaman. Hanya butuh waktu satu jam lebih jasad korban berhasil ditemukan.

“Saat ditemukan kondisi Mbah Jirin sudah meninggal dilokasi kejadian,” terang Subani warga setempat.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Jumat, 23 Juni 2017

Jalin Komunikasi Sosial, Dandim 0816/Sidoarjo Turun Langsung Bagikan Takjil

Dandim 0816/Sidoarjo Bagi Takjil

SINAR NGAWI™ Sidoarjo-Dimuali sekitar pukul 17.00 WIB, tepatnya di depan kantor Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo Jl. A. Yani no. 4 terjadi keramaian dan antrian warga masyarakat karena ingin berbondong-bondong kebagian takjil buka puasa yang diberikan secara langsung oleh Dandim 0816/Sidoarjo Letnan Kolonel Inf Fadli Mulyono bersama FKUB Kabupaten Sidoarjo.

“Ini sebagai sarana komunikasi sosial Kodim 0816/Sidoarjo dengan masyarakat secara luas demi terciptanya situasi dan kondisi yang aman dan nyaman selama 24 Jam menjelang hari raya Idul Fitri,” Dandim 0816/Sidoarjo Letnan Kolonel Inf Fadli Mulyono.

Selain itu Fadli sapaan akrabnya juga mengapresiasi kepada Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sidoarjo untuk saling hidup berdampingan, dan ini adalah potensi indahnya kebhinneka tunggal ika-an,

Maih menurutnya, bahwa kegiatan sosial ini harus terus dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan lainnya, tidak hanya di bulan ramadhan saja, namun pada setiap kesempatan mari bersama-sama membantu sesama dalam hal kebaikan dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

Sementara, Beni salah satu warga yang ikut antri takjil, menyampaikan sangat mengapriasi dan salut kepada TNI khususnya Kodim 0816/Sidoarjo.

“Sangat senang dengan kegiatan ini, dan jarang lo seorang Komandan yang mau ikut bagi takjil di jalan,” terang dia.
Editor: Kuncoro

Rabu, 21 Juni 2017

Dishub Ngawi Himbau Truk Material Tak Melintas Di Jalur Mudik Lebaran 2017

arus mudik di Ngawi Jatim

SINAR NGAWI™ Ngawi-Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi menyatakan untuk angkutan barang jenis truk gandeng lebih dari dua sumbu mulai H-4 Lebaran tahun 2017 ini dilarang melintas. Tumiran Robes Kabid Lalu-Lintas Dishub Ngawi menegaskan, pembatasan angkutan barang yang lebih dari dua sumbu dengan beratnya lebih dari 14 ribu kilogram ini dilarang melintas di jalan nasional.

“Pelarangan melintas bagi kendaraan truk sebagaimana yang disebutkan itu sesuai dengan surat edaran Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan yang dikeluarkan 31 Mei 2017 lalu. Truk-truk ini dilarang melintas mulai H-4 sampai H+3 Lebaran,” terang dia.

Tambahnya, selain truk gandeng pihaknya juga mengimbau angkutan yang mengangkut bahan materil galian seperti pasir tidak melintasi jalur mudik selama H-7 sampai H+7 lebaran.

Namun pengecualian hanya berlaku pada kendaraan truk yang mengangkut bahan pokok, BBM, dan BBG. Kendaraan angkutan tersebut diperbolehkan untuk melintasi jalur mudik.

Terpisah Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin menjelaskan, untuk meminimalisasi pelanggaran selama masa larangan melintas diberlakukan, Satlantas Polres Ngawi bersama jajaran Dishub melakukan patroli rutin disepanjang lintasan jalur mudik diwilayahnya.

Antara lain dari titik Mantingan – Ngawi, Ngawi – Talok maupun ke arah Maospati Madiun.

“Untuk menekan pelanggaran truk pada saat pemberlakuan aturan ini kami bekerjasama jajaran dari Dinas Perhubungan akan lakukan patroli rutin secara estafet dari titik ke titik. Tentunya para sopir mentaati aturan ini jika tidak pasti dikenai sangsi,” terang AKP Rukimin.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Selasa, 20 Juni 2017

Pedagang Pakaian Pasar Besar Ngawi Raih Omzet Hingga Puluhan Juta Per Hari

Pasar besar Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Sejumlah pedagang pakaian jadi di Pasar Besar Ngawi kebanjiran pembeli jelang sepekan lebaran 2017. Gimin, salah satu pedagang yang menempati los pasar besar Ngawi mengaku bahwa dirinya mampu menjul hingga 100 potong pakaian jadi per hari dan kenaikan omzet kali ini lebih besar dibanding pada perayaan Idhul Fitri tahun lalu.

“Dalam sepekan saja para pembeli baju buat lebaran mengalami peningkatan yang cukup drastis hingga mencapai 100 persen,” kata dia.

Tambahnya, kurang dari satu minggu sebelum lebaran ini dirinya mengaku kebanjiran penghasilan mampu mendapatkan Rp 25 juta setiap harinya sedangkan di saat hari normal hanya sekitar Rp 4 juta sampai Rp 6 juta.

Selain itu Gimin mengaku barang daganya yang dipajang sejak pagi tersebut mayoritas dibeli masyarakat hampir 90 persen diantaranya pakaian jenis jeans sedangkan busana anak-anak, remaja dan pakaian muslim lainya tidak mengalami peningkatan.

“Biasanya kita jauh hari sebelum mendekati lebaran terlebih dahulu kulakan pakaian dengan paket besar dari Solo maupun Semarang dan kalau stok menipis secepatnya kita penuhi lagi,” ungkap Gimin yang menekuni berjualan pakaian sejak tahun 2003 ini.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Senin, 19 Juni 2017

Lintas Koordinasi Guna Antisipasi Penumpukan Kendaraan Di Exit Tol Ngawi

exit tol Ngawi Jatim

SINAR NGAWI™ Ngawi-Ratusan personel Polres Ngawi disiagakan untuk mengantisipasi penumpukan kendaran maupun meminimalisir angka kecelakaan baik roda dua maupun empat pada arus mudik lebaran 2017 di jalur perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja mengatakan, hasil pemetaan yang ada kemacetan diprediksi bakal terjadi di ruas antara titik Gendingan sampai Sidowayah.

“Dibukanya exit tol diwilayah Widodaren maka kita prediksi akan terjadi penumpukan kendaraan, namun hal ini pun telah kami antisipasi dengan melakukan koordinasi linas wilayah,” terang dia.

Tambahnya, untuk kendala tersebut bisa diantisipasi dengan melakukan lintas koordinasi dengan petugas di wilayah Jawa Tengah terutama di Sragen.

Menurutnya, diperlintasan masuk titik Paldaplang Sragen bakal diberlakukan sistem buka tutup untuk mencegah kemacetan di pintu keluar masuk wilayah Ngawi.

Pungkas Kapolres Ngawi, untuk petugas yang menempati pos pengamanan memang bakal ditambah terutama di lokasi rawan macet seperti di pintu keluar tol masuk wilayah Kecamatan Widodaren.

Mengingat dilokasi ini bakal terjadi lintas pertemuan arus kendaraan dari arah Mantingan maupun dari tol sendiri.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro