media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Sabtu, 23 Juli 2016

TNI Berikan Wawasan Kebangsaan Di SMP Negeri 1 Ponorogo

Kapten Inf Kateman memberikan materi Wasbang di SMP Negeri 1 Ponorogo

SINAR NGAWI™ Ponorogo-Bertempat di Aula Lantai 3 SMP Negeri 1 Ponorogo, sebanyak 485 siswa-siswi kelas IX mengikuti materi Wawasan kebangsaan. Dalam ceramahnya, Danramil 0802/01 Ponorogo Kapten Inf Kateman, mengharapkan agar para generasi muda untuk bisa meneruskan cita-cita para pendiri bangsa, yang salah satunya adalah terciptanya masyarakat yang adil dan sejahtera.

“Tentunya sangat penting mempertahankan NKRI dengan semboyan NKRI Harga Mati,” terang dia.

Tambahnya, bahwa sebagai anak didik SMPN 1 Ponorogo harus senantiasa menjaga citra baik dari pada almamater SMPN 1 Ponorogo dengan tidak berbuat tercela di mata masyarakat, terutama dalam dunia pendidikan.

Sedangkan materi yang disampaikan antara lain Wawasan Nusantara, Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia dari zaman kerajaan Sriwijaya sampai dengan Kemerdekaan dan sampai saat ini.

Ditambah dengan wawasan dasar negara Republik Indonesia, UUD 1945, dan pentingnya mempertahankan kedaulatan NKRI, serta wawasan nusantara yang bersumber dari semboyan Bhineka Tunggal Ika.(Oentu/Prspen081)
Editor: Kuncoro

Kamis, 21 Juli 2016

Kejaksaan Lakukan Pendampingan Dana Desa Sebagai Langkah Preventif

Kejari Ngawi Siap lakukan Pendampingan Desa Dalam mengelola DD

SINAR NGAWI™ Ngawi-Dalam hari jadinya korps Adhiyaksa yang ke 56, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi berjanji akan meningkatkan pelayanan sesuai tupoksi yang dimilikinya. Lewat keterangan yang disampaikan Bahrudin, Kepala Kejari setempat menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pendampingan sebagai langkah preventif sesuai instruksi dari pusat khususnya kegiatan dari penggunaan Dana Desa (DD).

“Dana desa sesuai instruksi dari pusat kita itu akan melakukan pendampingan agar kegiatan itu sesuai dengan mekanismenya maupun aturanya. Tentunya kegiatan ini sebagai tindakan preventif untuk mencegah jangan sampai terjadi penyelewengan anggaran,” terang dia.

Tambahnya, Memorandum of Understanding (MoU) dengan para kepala desa melalui Badan Pemberdayaan Desa dan Pemdes (BPM dan Pemdes) Ngawi masih sebatas tahap administrasi yang sampai sekarang ini belum kelar.

Sementara, selama tahun 2016 ini terhitung per Juli untuk pidana khusus (pidsus) ada 3 perkara yang masuk penyidikan sedang 1 kasus diantaranya dihentikan atau dikeluarkanya SP3.

Sedangkan untuk kasus penuntutan yang dilimpahkan ada 6 perkara, eksekusi 8 kasus, grasi 2 perkara dan kasasi 1 perkara.

Tentang dihentikankanya salah satu kasus pidsus urainya, terjadi pada pemungutan PBB-P2 tahun anggaran 2012-2014 di Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar.

Dihentikanya kasus itu sendiri selama penyelidikan hingga dinaikan ke penyidikan tidak cukup bukti.

“Untuk SP3 memang ada dan itu terjadi pada Desa Gemarang karena tidak cukup bukti dan dihentikan pada Mei lalu,” pungkasnya.
Pewarta: pr
Editor: Kuncoro


Rabu, 20 Juli 2016

Warga Meriahkan Rebutan Gunungan Kirab Pusaka Kabupaten Ngawi

Kirab pusaka kabupaten Ngawi berjalan spektakuler

SINAR NGAWI™ Ngawi-Acara Ritual tradisi Kirab Pusaka Kabupaten Ngawi yang digelar empat tahunan ini kembali menyedot perhatian warga, bahkan ada yang datang dari kota terdekat seperti Madiun, Magetan dan Bojonegoro. Kirab Pusaka dan Gunungan dimulai dari Balai Desa Ngawi Purba, Kecamatan Ngawi Kota dengan rute mulai Jalan Cepu, Sukowati, Yos Sudarso dan berakhir di Alun-Alun Merdeka Ngawi.

“Hanya satu kata betul-betul spetakuler mudah-mudahan acara seperti kirab pusaka dan gunungan ini terus digelar tetapi tentunya mendasar waktu yang telah ditentukan yakni empat tahun sekali. Untuk gunungan itu sendiri sesuai filosofinya sebagai sedekah bumi akan kemakmuran yang kita miliki dan dibagikan kepada warga,” ujar Kanang panggilan akrab Bupati Ngawi.

Sedangkan pusaka yang dikirab yang usianya sudah ratusan tahun meliputi dua Tombak Kyai Singkir dan Kyai Songgolangit selain itu Payung Tunggul Warono dan Tunggul Wulung.

Prosesi kirab itu sendiri diawali Prajurit Bergoto sebanyak 160 orang dari Kraton Solo disusul para Senopati 6 orang masing-masing menunggang kuda serta Manggolo yudo 1 orang.

Untuk iring-iringan selain Bupati Ngawi Budi Sulistyono dan Wakilnya Ony Anwar , nampak juga para abdi dalem yang terdiri para kepala SKPD dengan menaiki kereta kuda.

Tidak ketinggalan para kepala Unsur Pimpinan Daerah (Unspinda) pun hadir mulai dengan menaiki kereta dokar mulai Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko dan Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmadi hingga Komandan Kodim 0805.

Sementara, ratusan warga melakukan tradisi rebutan gunungan setinggi dua meter yang berisi hasil bumi seperti makanan, sayuran dan buah. Warga meyakini bahwa makanan dan hasil bumi dalam Gunungan akan mendatangkan berkah dikemudian hari.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Selasa, 19 Juli 2016

Kirab Pusaka, Pemkab Ngawi Esok Datangkan 13 Kereta Kuda Keraton Solo

30 anak-anak berbaju surjan, esok bakal mengkirab gunungan

SINAR NGAWI™ Ngawi-Masih dalam rangka peringatan hari jadi Kabupaten Ngawi yang ke 658 serta acara ritual empat tahunan yakni, kirab Pusaka Gunungan akan digelar esok (20/07-Red). Sukadi seksi kirab dari Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparyapura) setempat memastikan, prosesi sakral ini dimulai sekitar pukul 07.30 WIB start dari Desa Ngawi Purba dan diarak menuju pusat pemerintahan Ngawi.

“Untuk gununganya memang berasal dari hasil bumi seperti sayur maupun buah-buahan demikian juga nasi tumpeng sebagai dasar gunungan komplit dengan lauk pauknya ini bakal diarak masing-masing mengerahkan tiga puluh anak dengan pakaian tradisional jawa, surjan,” ujar dia.

Tambahnya, ritual budaya ‘Rebutan Gunungan’ memang perintah langsung dari Bupati Ngawi Budi Sulistyono untuk melakukan sedekah bumi sebagai filosofi rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas hasil pertanian yang melimpah.

Sedangkan untuk Kirab Pusaka Pemkab Ngawi yang meliputi Tombak Kyai Singkir dan Kyai Songgolangit selain itu Payung Tunggul Warono dan Tunggul Wulung bakal diarak 13 Kereta Kuda dari Keraton Solo.

Terpisah, Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar menerangkan, baik Kirab Pusaka maupun Rebutan Gunungan memang dikemas sedemikian rupa sesuai tradisinya untuk melestarikan serta mewariskan ke generasi muda khususnya Budaya Jawa.

“Selain itu Kirab Pusaka dan Gunungan tentu sangat berkaitan dengan tahun wisata atau Ngawi Visit Years 2017 mendatang,” pungkas Ony sapaan akrabnya.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Senin, 18 Juli 2016

Peringati Hari Jadi Ke 658, Bupati Ajak Generasi Muda Menghargai Warisan Leluhu

Kanang, Sapaan akrab Bupati Ngawi ajak generasi muda untuk menghargai warisan budaya

SINAR NGAWI™ Ngawi-Usai ziarah ke makam leluhur diantaranya Adipati maupun Tumenggung dalam rangka hari jadi yang ke 658, Bupati Ngawi Budi Sulistyono menghimbau adanya refleksi terutama bagi generasi muda, sebagai isyarat untuk menjunjung budaya leluhur sesuai kulturnya yang telah diwariskan sehingga bisa dikenal dan dipahami dari generasi ke generasi.

“Apa yang sudah digariskan oleh para pendahulu kita tentunya harus dilestarikan. Tujuanya tidak lepas warisan budaya maupun histori yang terkandung didalamnya,” ungkap dia.

Tambahnya, para pemimpin terdahulu telah meletakkan sendi-sendi pemerintahan dan kemasyarakatan yang baik dan selalu memperjuangkan hak-hak rakyat pada masanya yang sudah terampas oleh bangsa kolonial.

Dengan demikian bukan mustahil wilayah Ngawi dijadikan Onder Regentschap karena dianggap daerah strategis sebagai jalur ekonomi dan daerah pertahanan kolonial Belanda dengan terbukti dibangunya benteng pertahanan Van Den Bosch.

Seperti diketahui ziarah makam leluhur yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Ngawi bersama jajaranya ini sudah menjadi agenda rutinitas tiap tahunnya.

Makam yang diziarahi antara lain Taman Makam Pahlawan (TMP), Makam RM Tumenggung Poerwodiprodjo (Bupati Ngawi 1887-1902).

Ziarah kemudian dilanjutkan ke makam Raden Adipati Kertonegoro di Gunung Sarean Sine dan makam Raden Patih Ronggolono dan Putri Cempo di makam Desa Tawang Rejo Ngrambe.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro