media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Bahwa menyangkut jejaring sosial khususnya facebook dengan akun "Sinar Ngawi" hanya sebagai tempat Sharing Link Berita saja. Bila ada akun FB dengan kemiripan nama dan atau beberapa ada history foto,catatan, yang ternyata untuk menawarkan jual beli "ONLINE" maka bukan tanggungjawab kami.----TTD Admin/ceo media SN ----
Custom Search

Kamis, 20 November 2014

20 KK Transmigran Asal Ngawi Diberangkatkan Ke Gorontalo Dan Bulungan

berita terkait program transmigrasi

NGAWI™ Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi memberangkatkan 20 Kepala Keluarga atau sekitar 63 keluarga transmigran dengan daerah tujuan Propinsi Kalimantan Utara dan Propinsi Gorontalo. Secara resmi rombongan transmigran diberangkatkan oleh Sunarto Kepala Dinsosnakertrans mewakili Budi Sulistyono Bupati Ngawi dari Aula Kantor Dinsosnakertrans setempat, (20/11).


Sunarto dalam keteranganya, sebanyak 10 KK atau 34 jiwa diberangkatkan ke Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Propinsi Kalimantan Utara. Sedangkan 10 KK lainya yang terdiri dari 29 jiwa diberangkatkan ke UPT Puncak, Kecamatan Pulubala, Kabupaten/Propinsi Gorontalo.

Dalam sambutanya Sunarto Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Ngawi menegaskan, sangat diharapkan para transmigran dari Ngawi ini dapat berhasil sukses sehingga taraf hidupnya baik ekonomi, sosial dan budaya dapat meningkat.

“Sangat kita tekankan tiba di daerah tujuan nanti para transmigran segera dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya. Mereka juga harus lebih giat dalam bekerja sesuai tujuan dari program transmigrasi itu sendiri,” kata Sunarto.

Hematnya, program transmigrasi merupakan program pembangunan nasional yang telah memberikan kontribusi positif salah satunya dapat mengatasi persoalan kemiskinan dan kesempatan kerja pada sektor pertanian di daerah transmigrasi.

“Paling terpenting bagi saudara peserta transmigrasi ini adalah semangat gotong royongnya dan jangan mudah patah semangat sebelum sukses. Karena secara pasti mereka akan melewati masa-masa sulit hingga setahun lebih bahkan dua tahun,” tandasnya lagi.

Untuk daerah tujuan Kabupaten Bulungan kata dia pemerintah khususnya Kabupaten Ngawi melalui anggaran APBD akan memberikan bantuan jaminan hidup selama 1 tahun sedangkan daerah tujuan Kabupaten Gorontalo hanya 3 bulan.

Dipastikan setiap KK jelas Sunarto, secara bertahap akan mendapatkan lahan pertanian seluas 2 hektar ditambah lahan pekarangan sekitar ½ hektar. Menurutnya, sebelum diberangkatkan ke lokasi tujuan, para calon transmigran tersebut telah mendapatkan pembekalan khusus di balai Latihan Ketransmigrasian Yogyakarta.

“Mereka sebelumnya sudah mendapatkan ketrampilan serta materi tentang pertanian. Dan hari ini para transmigran akan singgah terlebih dahulu di Dinsosnakertrans Propinsi Jawa Timur untuk diberikan arahan serta kelengkapan administrasi lainya,” pungkas Sunarto.
Pewarta: Purwanto/ADV
Editor: Kuncoro



Rabu, 19 November 2014

Pemkab Ngawi Sosialisasikan Permendagri Nomor 1 Tahun 2014

Isi peraturan permendagro nomor 1 tahun 2014

NGAWI™ Bupati Ngawi lewat Asisten Pemerintahan Bambang Lestari membuka secara resmi Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan di Ruang Pertemuan Hotel Sukowati. Sosialisasi yang diselenggarakan oleh bagian Hukum Sekretaris Daerah setempat, melibatkan 204 peserta, disntaranya perwakilan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), para kepala bagian setda, camat dan lurah selama dua hari kedepan.

Bambang Lestari dalam sambutanya, mengatakan dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 1 Tahun 2014 tentang pembentukan produk hukum daerah maka dapat dijadikan pedoman dalam penyusunan produk hukum daerah itu sendiri. Baik dalam bentuk peraturan daerah maupun keputusan kepala daerah sejak Permendagri tersebut mulai diberlakukan.

“Dari hasil sosialisasi ini sangat diharapkan kepada aparatur pemerintah daerah khususnya di Ngawi dapat menyusun draft Perda, Perbub maupun keputusan Bupati dengan benar dan lebih baik lagi,” terang Bambang Lestari.

Namun pesanya, dalam pembuatan produk hukum harus memperhatikan berbagai aspek seperti filosofis, sosiologis dan yuridis serta didasarkan pada kewenangan daerah yang bersifat aspiratif bukan duplikatif. Maka secara legal drafting benar dan efektif dalam artian dapat dilaksanakan dan ditaati oleh semua aparat daerah serta masyarakat.

Sekali lagi ditegaskan Bambang Lestari, pembentukan produk hukum daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab dari bagian hukum saja melainkan menjadi tanggung jawab seluruh SKPD. Hal tersebut mengacu pemrakarsa dari tim penyusunan produk hukum daerah yang dibentuk oleh kepala daerah.

Sementara kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Ngawi Idham selaku ketua pelaksana, mengatakan sosialisasi ini bertujuan mengingkatkan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan dalam menyiapkan, mengolah dan merumuskan rancangan produk hukum daerah. Sebagaimana yang diamanatkan dalam Permendagri Nomor 1 Tahun 2014 tentang pembentukan produk hukum daerah.

“Jadi saat ini sudah ada acuanya maka dalam pembentukan produk hukum esensinya sama SKPD dengan bagian hukum, karena selama ini orang itu mengira yang membuat produk hukum itu bagian hukum. Padahal bukan itu, tugas kita hanya verifikasi, sikronisasi dan legal drafting,” pungkas Idham Karima.
Pewarta: Purwanto/ADV
Editor: Kuncoro



Selasa, 18 November 2014

BPJS Beserta DENKESYAH 050402/Mojokerto Gelar Tes Pap Smear

Berita terkait kesehatan wanita dan Pap Smear

Mojokerto™ BPJS Mojokerto bekerjasama dengan Denkesyah 050402/ Mojokerto mengadakan kegiatan tes Pap Smear di wilayah Korem 082/CPYJ bertempat di Denkesyah Mojokerto dengan dokter Mayor Ckm (K) Eni S yang diikuti ibu-ibu PNS jajaran Korem 082/CPYJ dan anggota Persit Kartika Candra Kirana Koorcab Rem 082 PD/Brawijaya. Kegiatan ini di laksanakan selama (4 hari) dari tanggal 18-21 Nopember 2014.

Pap Smear atau Papanicolaou smear merupakan salah satu metode untuk mendeteksi secara dini infeksi HPV yang merupakan penyebab kanker serviks. Nama Pap smear diambil menurut nama dokter Yunani yaitu George N. Papanicolaou, yang merancang metode mewarnai pulasan sampel sel-sel untuk diperiksa. Dokter ini yang merancang metode tes Pap smear sekitar 50 tahun yang lalu.

Sejak ditemukannya metode Pap smear konvensional, maka jumlah kematian akibat kanker serviks menurun. Meski demikian untuk menurunkan risiko terkena kanker serviks, setiap wanita sebaiknya melakan tes Pap smear secara rutin yaitu setiap tahun. Karena beberapa tipe kanker serviks atau kanker leher tertentu telah meningkat jumlahnya.

Mayor Ckm (K) dr. Eni S menyampaikan bahwa Tes Pap Smear atau Papanicolaou Smear merupakan salah satu metode untuk mendeteksi secara dini infeksi HPV (Human Papilloavirus) yang merupakan penyebab kanker seviks.

Tes Pap Smear perlu dilaksanakan secara rutin dengan tujuan untuk mendeteksi / mencegah secara dini terhadap infeksi HPV yang bisa berkembang menjadi sel pre-kanker dan pada tingkat berikutnya menjadi penyebab kanker serviks karena setiap satu jam sekali wanita Indonesia meninggal karena kanker serviks atau kanker rahim.

Pemeriksaan Pap Smear dilakukan pada wanita umur 25 tahun keatas, sudah menikah dan sudah punya anak, (paling tidak setahun sekali), Para wanita sebaiknya memeriksakan diri sampai usia 70 tahun.Pap Smear dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada masa haid. Persiapan pasien untuk melakukan Pap Smear adalah tidak sedang haid, tidak coitus 1 – 3 hari sebelum pemeriksaan dilakukan dan tidak sedang menggunakan obat – obatan vaginal.
Penrem 082/CPYJ
Editor: Kuncoro



Senin, 17 November 2014

Usai Belajar Kelompok, Tiga Siswi SMPN 1 Jogorogo Ditemukan Tewas Tenggelam

beita terkait pelajar siswi smpn 1 jogorogo ngawi tewas di bendungan sunga tanjungsari

NGAWI™ Berpamitan belajar kelompok pada hari minggu kemarin (16/11), ketiga siswi kelas 7 SMPN 1 Jogorogo, Kabupaten Ngawi, ditemukan tewas tenggelam di Bendungan Wiroto, masuk wilayah dusun Gedangan Desa Tanjungsari. Korban ditemukan pada pagi hari (Senin, 17/11), setelah pihak keluarga mendapat informasi warga sekitar, bahwa ketiga korban sempat terlihat bermain di bendungan tersebut.


Ketiga korban adalah, Amilatus Salisu (13), Yuniar Putri Sholikah (13) keduanya beralamat Dusun/Desa Jogorogo, Rt 2/Rw 01, Kecamatan Jogorogo dan Silvia Intan Andaresta (13) warga Dusun Dawung Rejo, Rt 4/Rw 01, Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo.

Kronologi kejadian, menurut saksi warga setempat menjelaskan, pihak keluarga dengan dibantu puluhan warga berusaha mencari keberadaan para korban disekitar bendungan hingga larut malam. Setelah ditunggu ketiga korban juga tidak nongol keberadaanya kemudian pencarian diteruskan keesokan harinya dengan melibatkan petugas dari Polsek Jogorogo dibantu warga.

Jelasnya, puluhan warga berusaha masuk kedalam air sekitar 15 menit dengan menggunakan bilahan bambu selang beberapa menit kemudian jasad salah satu korban atas nama Silvia Intan Andaresta muncul ke permukaan.

Tidak lama kemudian kedua jasad korban juga berhasil ditemukan setelah di cek ketiganya sudah dalam kondisi tewas.

Kemudian jasad ketiga korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Jogorogo untuk dilakukan visum. Akan tetapi atas permintaan masing-masing keluarga korban hanya dilakukan visum luar dari hasilnya rata-rata korban mengalami pendarahan pada hidung, telinga dan bengkak di bagian dada.

Sementara Kapolsek Jogorogo AKP Suroso membenarkan ketiga siswi ditemukan di bendungan dalam kondisi tidak bernyawa setelah pulang belajar dari rumah teman. Untuk penyebab tewasnya ketiga korban diduga lantaran tidak bisa berenang.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



Minggu, 16 November 2014

Pangdam V/BRW Terima Duplikat Piagam Pahlawan Nasional HR. Mohamad Mangoendiprodjo

berita terkait piagam pahlawan nasional

SURABAYA™ Duplikat piagam gelar pahlawan nasional yang di anugerahkan oleh presiden RI kepada Alm. HR. Mohamad Mangoendiprodjo diserahkan kepada keluarga besar Kodam V/Brawijaya yang diwakili oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko, S.Sos. Piagam tersebut diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Prof.Dr.Ir. Indroyono Soesilo, M.Sc di Aula Kodam V/Brawijaya,(14/11).


Mayjen TNI Eko Wiratmoko, S.Sos dalam amanatnya menyampaikan bahwa penganugerahan gelar pahlawan nasional ini akan menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi keluarga besar Kodam V/Brawijaya karena beliau adalah prajurit Brawijaya yang saat itu masih bernama Komandemen III Jawa Timur.

Lebih dari itu, penganugerahan gelar pahlawan nasional ini juga akan menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi penerus prajurit Kodam V/ Brawijaya untuk terus memberikan pengabdian terbaik sekaligus melanjutkan cita-cita perjuangan beliau yaitu mempertahankan dan mengisi kemerdekaan serta terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Salah satu Inspirasi penting yang harus kami petik dan warisi dari Almarhum HR. Muhamad Mangoendiprodjo adalah komitmen pengabdian beliau sebagai prajurit profesional yang terus berfikir dan berbuat hanya untuk kepentingan bangsa dan negara.

Terkait dengan hal itu, sangat penting bagi kami untuk terus menggelorakan semangat pengabdian seperti yang beliau tunjukkan dengan menanamkan dalam sifat dan sikap bagi setiap prajurit TNI khususnya Kodam V/Brawijaya bahwa satu-satunya yang ada dalam fikiran dan tindakan prajurit adalah mengabdi dan terus mengabdi hanya kepada kepentingan Bangsa dan Negara, sekalipun harus mengorbankan jiwa dan raga.

Di akhir amanatnya Pangdam V/Brawijaya atas keluarga besar Kodam V/brawijaya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tulus kepada bapak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman atas penyampaian petikan piagam gelar pahlawan nasional kepada salah satu putra terbaik Kodam V/Brawijaya bahkan juga putra terbaik bangsa dan Negara ini.

Kami bangga karena pengabdian beliau telah diakui oleh Negara dan tentu saja seluruh rakyat Indonesia. Semoga masa-masa pengabdian beliau dapat terus dikenang dan dijadikan rujukan bagi seluruh generasi penerus bangsa khususnya tentang komitmen kepahlawan dan pengabdian kepada bangsa di masa kini dan seterusnya.

Acara penyerahan duplikat piagam gelar pahlawan nasional ini juga dihadiri oleh perwakilan keluarga yaitu cucu dari HR. Mohamad Mangoendiprodjo.
Pusat Pemberitaan KODAM V/BRAWIJAYA
Editor: Kuncoro



.........