media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 20 April 2018

Blangko tercukupi, Warga Yang Masih Ber-Suket Diharap Segera Urus e-KTP

Disdukcapil Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Jelang pelaksanaan Pilgub Jatim 2018, pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Ngawi meyakinkan bahwa ketersedian blangko KTP elektronik (e-KTP) sekarang ini mencapai 21 ribu lembar. Sugeng Wiyono Kepala Disdukcapil setempat mengatakan bahwa dengan demikian antara proses pekerekaman dengan ketersediaan blangko tercukupi.

"Jumlahnya sangat terpenuhi artinya antara proses perekaman dengan keberadaan blangko yang kita terima dari Kemendagri," terang dia.

Tambahnya, dari proses perekaman yang dilakukan hingga kini tercatat hanya 12 ribu warga. Dengan angka itu dipastikan sampai akhir tahun 2018 ini tidak ada lagi kendala menyangkut proses e-KTP.

Sehingga secara fisik bagi warga yang sebelumnya hanya mengantongi suket segera registrasi langsung mendatangi kantor Dispendukcapil Ngawi untuk memproses e-KTP.

Pada pelaksanaan Pilgub Jatim 2018 yang tinggal menghitung waktu tersebut tidak ada satupun persoalan surat identitas.

Terlebih keberadaan e-KTP sebagai persyaratan untuk memberikan suara melalui TPS pada proses pemungutan suara nantinya. Sekali lagi Sugeng menghimbau kepada warga untuk segera mengurus kartu identitas kependudukan itu.

"Semuanya saja yang sebelumnya hanya mempunyai suket diharapkan datang ke kantor dan tidak boleh diwakilkan. Karena ada proses registrasi untuk mendapatkan dokumen kependudukan secara fisik itu," pungkas Sugeng.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Kamis, 19 April 2018

Jumlah Tetap, Pembagian Wilayah Dan Penomoran Dapil Di Ngawi Berubah

KPU Kabupaten Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Mendasar Surat keputusan (SK) dari KPU Pusat tertanggal 4 April 2018, maka secara resmi terjadi perubahan penomoran serta perubahan wilayah daerah pemilihan (Dapil), khususnya Dapil 1 Dan Dapil 2. Samsyul Wathoni Ketua KPU setempat membenarkan hal ini, dan kini pihaknya tengah melakukan sosialisasi.

"Kepastian perubahan dapil dan nomornya sudah turun dari pusat. Jadi kami KPU di daerah secepatnya menyesuaikan dan mensosialisasikan," terang dia.

Tambahnya, perubahan Dapil utamanya terjadi di Dapil Ngawi 1 dan Dapil Ngawi 2. Seperti sebelumnya Dapil Ngawi 1 hanya terdiri 2 wilayah kecamatan antara Pitu dan Ngawi Kota.

Tetapi kini ditambah Kecamatan Kasreman yang sebelumnya masuk area Dapil Ngawi 2 bersama 5 wilayah kecamatan lainya yakni Bringin, Karangjati, Kwadungan, Pangkur dan Padas.

Dampak lain pun berimbas pada jumlah alokasi kursi untuk Dapil Ngawi 1. Dimana sebelumnya hanya 6 kursi kini menjadi 7 kursi. Hal itu juga berdampak pada penyusutan jumlah alokasi kursi di Dapil Ngawi 2 yang sebelumnya ada 9 kursi kini tinggal 8 kursi. Perubahan lain sesuai keputusan KPU Pusat terjadi pada penomoran Dapil.

Untuk Dapil Ngawi 4 (Paron-Kedunggalar) sekarang berubah menjadi Dapil Ngawi 6. Perubahan itu terus menyesuaikan, Dapil Ngawi 6 (Mantingan-Widodaren- Karanganyar) berubah menjadi Dapil Ngawi 5. Dan terakhir untuk Dapil Ngawi 5 (Jogorogo-Ngrambe-Sine) berubah menjadi Dapil Ngawi 4.

"Dengan perubahan Dapil diharapkan persaingan parpol akan lebih dinamis lagi untuk mendulang jumlah kursi. Dinamikanya juga akan berubah," pungkasnya.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Rabu, 18 April 2018

Pamit Buang Hajat, Nenek 73 Tahun Ditemukan Meninggal Hanyut Di Sungai

Desa pelang Kidul

SINAR NGAWI™ Ngawi-Setelah sehari sebelumnya dikabarkan hanyut di sungai masuk wilayah Desa Pelang Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, nenek renta 73 tahun warga setempat ditemukan warga sekitar pukul 05.30 WIB. Kapolsek Kedunggalar AKP Sukisman membenarkan kejadian ini diwilayah hukumya, dan korban atas nama Jinem mendasar olah TKP dipastikan meninggal akibat terseret arus sungai.

"Penyebabnya murni akibat tenggelam disungai memang ada beberapa luka pada tubuhnya akibat benturan ketika terseret arus sungai. Jadi pihak keluarganya sudah menerima kejadian ini sebagai musibah," terang dia.

Tambahnya, awal mula penemuan jazad nenek ini kali pertama ditemukan warga tersangkut diantara batu cadas disungai setempat.

Penemuaqn inipun langsung dilaporkan petugas kepolisian melalui perangkat desa setempat.
Sermentara jarak penemuan jasad Jinem dengan lokasi awal atau titik hilangnya korban beradius sekitar 3 kilometer.

Seperti diketahui, pada Selasa pagi, (17/04), sekitar pukul 07.00 WIB korban pamit kepada Pani anaknya untuk buang air besar disungai.

Namun setelah ditunggu hingga siang hari keberadaan korban tidak kunjung pulang kerumah. Hingga akhirnya bersama warga sekitar keberadaan korban dicari disekitar sungai hingga larut malam.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Selasa, 17 April 2018

Tak Ada Korban Jiwa, Tabrakan 3 Bus Dan 1 Mini Bus Macetkan Jalur Ngawi-Solo

Kecelakaan Bus di Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Kecelakaan yang melibatkan tiga bus AKAP yakni Mira, Eka serta Sumber Selamat serta satu mini bus plat merah, terjadi di Km 08-09 masuk Desa Sooko, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, sekitar pukul 12.00 WIB. Kapolres Ngawi Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu saat dikonfirmasi via seluler menerangkan, meski tak ada korban jiwa namun puluhan korban mengalami luka-luka.

"Kalau penyebabnya dari kecelakaan itu tadi jelas faktor human error, karena ada stu bus yang terlalu memaksa menyalip tanpa memperhitungkan ada kendaraan lain didepanya," terang dia.

Tambahnya, data yang diperoleh dari Polres Ngawi menyebutkan, kejadian bermula ada bus pariwisata berjalan dari arah barat (Mantingan) searah dibelakangnya ada dua sepeda motor.

Dan dibelakangnya lagi melintas bus Mira nopol S 7526 US melintas dengan kecepatan tinggi demikian juga mobil Toyota Innova nopol N 19 DP. Sedangkan dari arah timur atau berlawanan melintas bus Eka (Patas) nopol S 7523 US.

Sebelum kejadian bus Mira hendak mendahului kendaraan lain tapi sayangnya haluanya terlalu ke kanan hingga bertabrakan dengan bus Eka.

Akibatnya bus Eka terpental masuk ke area persawahan demikian juga bus Mira usai kejadian badan bus melintang tepat di tengah badan jalan.

Sedangkan bus Sumber Selamat bernopol W 7184 UY yang posisinya dibelakang Toyota Innova dibuat masuk ke parit setelah berusaha menghindari tabrakan tersebut.

Guna mengetahui pasti dari penyebab kecelakaan sampai sekarang ini terus meminta keterangan saksi usai dilakukan olah TKP.

Untuk para penumpang maupun sopir bus yang mengalami luka langsung dilarikan ke RS At Tin Ngawi demikian juga Puskesmas Gemarang.

“Usai kejadian untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas semua kendaraan dialihkan sementara ke jalur tol Ngawi-Solo,” pungkasnya.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Senin, 16 April 2018

Wanita 63 Tahun Disekap Kawanan Perampok, Puluhan Juta Melayang

Perampokan di Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Kapolsek Kedunggalar AKP Sukisman saat dikonfirmasi menjelaskan, dari hasil olah TKP serta mendasar keterangan beberapa saksi atas peristiwa penyekapan dan perampokan dengan korban Kinawati (63), warga Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, diprediksi pelaku berjumlah 5 orang dan kawanan perampok ini berhasil membawa kabur uang tunai maupun perhiasan emas.

“Diprediksi pelaku berjumlah 5 orang, dan 3 orang pelaku bertugas mengikat tangan serta menutup mulut korban dengan lakban dan dua orang lainya yang berada didalam rumah. Setelah itu para pelaku memaksa korban untuk memperlihatkan lokasi penyimpanan uang tunai maupun perhiasan emas,” terang dia.

Tambahnya, setelah korban tidak berkutik, kawanan rampok ini memaksa korban menyerahkan sejumlah harta bendanya seperti uang tunai Rp 7,5 juta, perhiasan emas berupa gelang, kalung, liontin, cincin dengan total 35 gram.

Selain itu berbagai merek rokok pun digasak hingga mencapai 108 slop. Jika ditotal jumlah kerugian yang dialami nenek Kinawati mencapai Rp 35 juta.

Disinyalir para pelaku merupakan jaringan perampok antar daerah. Untuk melakukan pengungkapan akan kasus tersebut Opsnal Reskrim Polres Ngawi dilibatkan.

Dia memastikan sebelum melancarkan aksinya para perampok mempelajari situasi dan kondisi rumah korban. Setelah dirasa cukup aman para pelaku memulai aksi perampokan pada Kinawati yang terjadi pada pukul 02.30 dini hari.

"Pagi tadi kita lakukan olah TKP dan pemeriksaan para saksi dan korban. Disebutkan jumlah pelaku sekitar 5 orang mereka masuk melalui pintu rumah bagian belakang," Pungkas AKP Sukisman.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro