media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Senin, 27 Maret 2017

Terpeleset Dari Pematang Sawah, Nenek Renta Ditemukan Meninggal Dunia

Nenek renta asal meninggal di sawah

SINAR NGAWI™ Jogorogo-Warga Jetis, Kecamatan Jogorogo, Ngawi, dikejutkan dengan penemuan mayat di area persawahan sekitar pukul 08.30 WIB. Koran atas nama Minem (80), memang sempat dikabarkan hilang sekitar 3 hari yang lalu. Kapolsek Jogorogo AKP Budi Cahyono membenarkan kejadian ini di wilayah hukumnya, dan mendasar olah TKP, besar kemungkinan korban terpeleset dari pematang sawah.

“Dari keterangan beberapa saksi memang korban sempat hilang beberapa hari sebelum kejadian. Dan Mbah Minem ini ternyata kondisinya sudah pikun jadi ketika mau berjalan di pematang sawah korban terpeleset jatuh hingga meninggal,” terang dia.

Tambahnya, kali pertama mayat korban ditemukan oleh Marbun (55) petani desa setempat yang kebetulan hendak melihat tanaman padinya.

Ketika baru berjalan beberapa langkah disekitar lokasi sawahnya, Marbun dikejutkan dengan sesosok mayat tertelungkup dengan sebagian tubuhnya terendam air.

“Iya tidak mengira kalau saya akan melihat kejadian seperti itu. Setelah saya amati dengan betul ternyata jenasah itu Mbah Minem warga sini yang hilang tiga hari sebelumnya,” terang Marbun.

Sementara, dari hasil pemeriksaan medis terhadap jenasah korban yang dilakukan dr Ririn Panca bahwa korban meninggal disebabkan terjatuh dari pematang sawah.

Sangat dimungkinkan sebelum meninggal korban sempat pingsan namun tidak ada warga yang melihat maupun mengetahui membuat Minem meninggal dilokasi kejadian.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Minggu, 26 Maret 2017

Tali Ikat Lepas, Perempuan Penyandang Disabilitas Terseret Arus Sungai

warga ngawi bunuh diri

SINAR NGAWI™ Ngawi-Perempuan tunawicara (40), warga salah satu desa di Kecamatan Ngawi, hanyut di sungai madiun masuk Desa Kartoharjo, Ngawi sekitar pukul 06.50 WIB. Beruntung nyawanya bisa diselamatkan warga sekitar, dan ditengarai korban saat itu hendak mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dipagar jembatan ring road, namun karena ikatan kain lepas, akhirnya korban jatuh ke sungai.

“Tidak menyangka sebelumnya kalau perempuan diatas jembatan nekat berbuat seperti itu (gantung diri-red). Begitu dia mulai mengikatkan kain selendang dilehernya saya langsung lari menolongnya namun karena kainnya putus dia jatuh ke bawah,” terang Misran, salah satu saksi mata warga sekita.

Tambahnya, posisi korban saat itu sudah tergantung, Misran pun dengan dibantu warga lainya berusaha menarik ke atas namun gagal setelah sambungan kain selendang lepas.

Hal ini membuat tubuh korban yang keseharianya bekerja sebagai buruh cuci terjun bebas ke Kali Madiun hingga terseret arus sungai beberapa ratus meter dari lokasi kejadian sebelum diselamatkan warga menggunakan perahu.

Terpisah, Kapolsek Ngawi Kota AKP Sukisman menjelaskan, setelah berhasil di evakuasi warga saat itu juga korban langsung dilarikan ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk mendapatkan perawatan medis.

Disisi lain dia sendiri belum berani menyimpulkan penyebab pasti aksi korban yang berusaha mengakhiri hidupnya itu. Dia membenarkan sebelum korban melakukan percobaan gantung diri memang menulis sepucuk surat yang isinya tertulis alamat dan nomor handphone.

“Hingga kini kami belum berani menyimpulkan penyebabnya karena masih dilakukan penyelidikan. Sesuai informasi terakhir yang kami terima kondisi korban sudah mulai membaik ketika di rawat di rumah sakit umum,” terang AKP Sukisman.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Sabtu, 25 Maret 2017

Masuk Pekerjaan Lapis Pondasi Jalan, Kondisi Ring Road Ngawi Berdebu

Ring road Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Sejak proyek perbaikan yang berjalan hampir sebulan terakhir, kondisi ring road Ngawi tepatnya sepanjang jalur timur masuk wilayah Desa Mangunharjo, Kecamatan Ngawi Kota, kondisinya berdebu. Hadi Suroso Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Ngawi menegaskan bahwa hal ini tak lepas dari dampak perbaikan jalan dan di bawah tanggung jawab pihak Pemprov Jatim.

“Memang pada proses agregad A atau tahap pemadatan seharusnya ada penyiraman air namun tak jenuh. Artinya jika ada penyiraman air selain berfungsi untuk pemadatan bisa mengurangi efek debu yang ditimbulkan,” terang dia.

Tambahnya, keberadaan debu demikian juga dengan kerikil merupakan dampak langsung dari perbaikan jalan Soekarno-Hatta tersebut.

Terpisah, Menurut keterangan warga setempat, kondisi seperti itu sudah terjadi hampir sepekan lebih akibat perbaikan proyek jalan.

Bahkan dampaknya pun jelas, warga yang bermukim disekitar jalan merasa terganggu kesehatanya berpotensi pada penyakit pernapasan.

“Pokoknya parah banget lihat sendiri kondisinya sangat berdebu demikian juga banyak kerikil yang lepas. Tentu sangat rawan kecelakaan kalau dibiarkan terus menerus karena jarak pandang jadi terbatas belum lagi persoalan pernapasan warga sini,” terang Joko Iswanto warga sekitar Jalan Soekarno-Hatta.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Jumat, 24 Maret 2017

Gelar Bimtek Guna Meminimalisir Penyimpangan Penggunaan Dana Desa

Jumlah Anggaran DD desa di Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Yang ke lima kalinya, Bimbingan Teknis (Bimtek) Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Permendes PDTT) tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa 2017, digelar. Achmad Roy Rozano Kabid Pemerintahan Desa, DPMD Ngawi, menjelaskan bahwa hal ini dilakukan karena penggunaan Dana Desa harus terserap maksimal, efektif dan tepat sasaran.

“Sudah menjadi komitmen sejak awal bahwa anggaran yang masuk ke desa harus secepatnya diserap. Tetapi penggunaan anggaran itu sendiri harus teridentifikasi semuanya, jangan sampai terjadi penyimpangan dan keluar dari juknis yang ada,” terang dia.

Tambahnya, secara teknis penggunaan anggaran desa wajib hukumnya untuk dipahami oleh pihak desa. Seperti yang dilakukan di Balai Desa Gelung, Kecamatan Paron, puluhan bendahara umum desa termasuk para kepala desa dari dua kecamatan baik Paron dan Kedunggalar mendapatkan bekal untuk merealisasikan APBDes 2017 ini.

“Jadi mereka bisa merencanakan penggunaan Dana Desa disesuaikan dengan skala prioritas yang ada,” urainya lagi.

Dan perlu diketahui dalam perencanaan APBDes nanti harus ada komunikasi terus baik itu koordinasi maupun lainya dengan kita.

“Jangan sampai ada kekeliruan waktu SPJ baru disampaikan kepada kita,” jelas Roy demikian panggilan akrabnya,” pungkas Roy.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Kamis, 23 Maret 2017

Antisipasi Dini, Satlantas Polres Ngawi Dialog Bareng Dengan Puluhan Tukang Ojek

ojek online di Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Meski keberadaan ojek online belum merambah kota Ngawi, namun guna mengantisipasi peristiwa bentrok antar jasa angkutan konvensional dengan penyedia angkutan berbasis aplikasi dibeberapa kota besar, pihak Unit Dikyasa Satlantas Polres Ngawi bersama UPT Terminal Kertonegoro mensosialisasikan tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan kepada puluhan tukang ojek.

“Para tukang ojek memang perlu diberikan pemahaman yang total terkait kegiatanya. Jangan sampai keberadaan tukang ojek seperti di Ngawi ini saling rebutan penumpang yang berakibat gesekan dengan penyedia jasa angkutan lain termasuk mereka harus taat akan aturan,” terang Ipda Nur Hidayat Kanit Dikyasa Satlantas Polres Ngawi.

Tambahnya, keberadaan tukang ojek yang biasa mangkal di lokasi strategis baik didalam kota maupun tempat tertentu jangan sampai mengganggu tertibnya lalu lintas. Justru sebaliknya, para tukang ojek diajak menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas saat melayani penumpang.

Ditempat yang sama, Ali Imron Kepala UPT Terminal Kertonegoro Ngawi mengatakan, setidaknya ada 47 tukang ojek yang berhasil dikumpulkan untuk mendapatkan bekal ilmu berlalu lintas.
Bahkan untuk menjaga tertibnya para tukang ojek kata Ali, pihaknya mengeluarkan semacam Kartu Tanda Anggota (KTA) demikian juga rompi kepada para tukang ojek yang biasa mangkal di sekitar Terminal Kertonegoro.

“Bagi kami kehadiran tukang ojek sangat diperlukan sebagai penyedia jasa angkutan. Dengan demikian mereka pun sangat kami perhatikan keberadaanya mengingat apapun alasanya mereka mencari rejeki demi menghidupi keluarganya,” tegas Ali Imron.

Hanya saja tambah Ali, sejak 1 Maret 2017 lalu kendaraan ojek seperti sepeda motor maupun bentor memang dilarang masuk area terminal. Akan tetapi mereka tetap diperbolehkan mangkal di depan terminal yang sudah disediakan tempatnya.

“Kalau orangnya atau tukang ojeknya silahkan masuk kedalam terminal untuk mencari calon penumpang tetapi untuk kendaraanya memang dilarang masuk. Selain itu sesuai rencana kami diberikan rompi gratis agar calon penumpang bisa mengenali mereka tetapi untuk sekarang masih terkendala anggaran,” pungkas Ali Imron.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


 
close