PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Senin, 02 Desember 2019

Maksimalkan Pembangunan Infrastruktur Dengan Pavingisasi Jalan desa

profil desa Tambakboyo mantingan ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi- Desa Tambakboyo Kecamatan Mantingan Ngawi, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Saefudin, Kades setempat menjelaskan, dengan program Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 ini, pihaknya masih memprioritaskan infrastruktur jalan dengan melaksanakan pavingisasi.

“Yang jelas kita akan menuntaskan akses jalan menjadi layak, karena dengan begitu akan menunjang segala aktifitas masyarakat menjadi mudah,” terang dia.

Tambahnya, apalagi dengan adanya produksi batu bata merah maka kodisi jalan yang layak tentu saja sangat didambakan warga.

“Bukan saja untuk sektor perekonomian, tapi juga untuk memperlancara masayarakat dalam melakukan berbagai aktifitas seperti pendidikan dan kesehatan,” urai Saefudin.

Mendasar catatan yang dikeluarjan BPS Ngawi tahun 2018, Desa yang memiliki penduduk senanyak 7.907 jiwa ini, dalam sarana dan prasarana kesehatan terdapat 1 Puskesmas serta 2 tempat praktek bidan.

Sedang untuk kegiatan olahraga, terdapat 3 lapangan sepakbola serta beberapa sarana olahraga lainnya.

Dalam kegiatan seni budaya, tercatat satu kegiatan seni wayang kulit, 2 group campursari serta 6 kelompok kegiatan seni lainnya.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro


Minggu, 01 Desember 2019

Mengidentifikasi Potensi Sumber Air Lokal Dalam Rangka Modernisasi Irigasi

Proyek irigasi di kabupaten Ngawi Jatim

SINAR NGAWI™ Ngawi-Perbaikan sarana irigasi sangat perlu guna menjamin ketersediaan air sebagai modal dasar mencapai ketahanan pangan dan sebagai upaya lumbung pangan dunia tahun 2045. Kusumawati Nilam, Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan (Infrawil) pada Bappelitbang, kabupaten Ngawi, mengatakan bahwa sudah saatnya masyarakat petani dilibatkan dalam pengelolaan sistem irigasi.

“Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipasif (PPSIP), merupakan penyelenggaraan irigasi berbasis pada peran serta masyarakat petani, mulai dari pemikiran awal, pengambilan keputusan sampai dengan pelaksanaan,” tegas dia.

Tambahnya, dalam agenda penyusunan dokumen PSETK (Profil Sosial Ekonomi Teknik Kelembagaan) dalam rangka PPSI (Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi) Kabupaten Ngawi, bertempat di Kurnia Convention Hall, Jalan lingkar ring road Ngawi, diantaranya terus melakukan perbaikan lahan dan sarana irigasi untuk menjamin ketersediaan air sebagai modal dasar mencapai ketahanan pangan.

“Ini merupakan program pengelolaan irigasi 5 tahunan dan ditetapkan oleh Bappelitbang, Dinas PUPR dan Dinas Pertanian, yang mana rencana pengembangan jaringan irigasi tersebut meliputi peningkatan jaringan irigasi serta pengembangan jaringan irigasi baru,” jelasnya kemudian.

Ditempat yang sama, Luki lukman, Konsultan regional 4 Jatim, dalam agenda penyusunan dokumen PSETK (Profil Sosial Ekonomi Teknik Kelembagaan), juga mepaparkan bahwa beberapa tahapan yang harus dilakukan, diawali dengan persiapan yaitu pemberitahuan kepada Pemerintah daerah setempat.

“Penelusuran jaringan irigasi dengan observasi di lapangan, data dan analisa data, rekapitulasi untuk skala prioritas, dan penyelesaian serta pelaporan.,” terang Luki, spaan akrabnya.

Sementara hasil temuan di lapangan, beberapa permasalahan terkait irigasi, seperti rusaknya plengsengan, pintu air yang hilang, ada tidaknya air, dan lain-lain, tentunya permasalahan yang berbeda-beda pada suatu daerah irigasi, harus dicarikan solusi yang berbeda-beda juga.

Beberapa diantaranya bisa diselesaikan oleh kelompok tani maupun Hippa sendiri, namun beberapa diantaranya harus diselesaikan Pemerintah, dimasukkan dalam rancangan perda, utamanya dalam penganggarannya.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro


Jumat, 29 November 2019

Resmi Ditetapkan UMK Kabupaten Ngawi 2020 Menjadi Rp 1.913.321,73

Disperindagnaker kabupaten Ngawi jatim

SINAR NGAWI™ Ngawi-Usai ditetapkannya kenaikan upah minimum Kabupaten/ Kota (UMK) 2020 sebesar 8,51% oleh Pemprov Jatim, Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi menggelar sosialisasi. Wiwin Sumarti Kabid Tenaga Kerja dinas terkait memaparkan bahwa, sosialisasi ini dalam rangka peningkatan perlindungan ketenagakerjaan.

“Untuk kabupaten Ngawi besaran upah minimum naik menjadi Rp1.913.321,73,” terang dia.

Tambahnya, dalam sosialisasi UMK ini pihaknya mengundang 50 orang pelaku usaha serta dari Serikat Pekerja Seliruh Indonesi (SPSI) Kabupaten Ngawi.

“Dengan adanya keniaikan UMK ini, diharapkan kesejahteraan pekerja makin meningkat,” tambahnya lagi.

Ditempat yang sama, Suntari Ketua SPSI Kabupaten Ngawijuga memaparkan, bahwa besaran UMK Jatim 2020 ini telah disetujui Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dengan nomor 188/568/KPTS/013/2019.

“Upah Mininum Kabupaten/Kota di Jatim Tahun 2020, tertinggi Rp 4.200.479,19 dan UMK terendah sebesar Rp 1.913.321,73,” terang Suntari.

Berikut Data UMK 2020 Untuk Kabupaten/kota Di Jatim

1. Kota Surabaya : Rp. 4.200.479,19
2. Kab. Gresik : Rp. 4.197,030,51
3. Kab. Sidoarjo : Rp. 4.193,581,85
4. Kab. Pasuruan : Rp. 4.190,133,19
5. Kab. Mojokerto : Rp. 4.179,787,17
6. Kab. Malang : Rp. 3.018.530,66.
7. Kota Malang : Rp. 2.895.502,74.
8. Kota Batu : Rp. 2.794.800,00.
9. Kota Pasuruan : Rp. 2.794,801,59
10. Kab. Jombang : Rp. 2.654.095,87.
11. Kab. Tuban : Rp. 2.532.234,77.
12. Kab. Probolinggo : Rp. 2.503.265,94.
13. Kota Mojokerto : Rp. 2.456,302,97
14. Kab. Lamongan : Rp. 2.423,724,77
15. Kab. Jember : Rp. 2.355.662,90.
16. Kota Probolinggo : Rp. 2.319,796,75
17. Kab. Banyuwangi : Rp. 2.314.278,87.
18. Kota Kediri : Rp. 2.060.925,00.
19. Kab. Bojonegoro : Rp. 2.016.780,00.
20. Kab. Kediri : Rp. 2.008.504,16.
21. Kab. Lumajang : Rp. 1.982.295,10.
22. Kab. Tulungagung : Rp. 1.958.844,16.
23. Kab. Bondowoso : Rp. 1.954.705,75.
24. Kab. Bangkalan : Rp. 1.954.705,75.
25. Kab. Nganjuk : Rp. 1.954.705,75.
26. Kab. Blitar : Rp. 1.954.705,75.
27. Kab. Sumenep : Rp. 1.954.705,75.
28. Kota Madiun : Rp. 1.954.705,75.
29. Kota Blitar : Rp. 1.954.635,76.
30. Kab. Sampang : Rp. 1.913.321,73.
31. Kab. Situbondo : Rp. 1.913.321,73.
32. Kab. Pamekasan : Rp. 1.913.321,73.
33. Kab. Madiun : Rp. 1.913.321,73.
34. Kab. Ngawi : Rp. 1.913.321,73.
35. Kab. Ponorogo : Rp. 1.913.321,73.
36. Kab. Pacitan : Rp. 1.913.321,73.
37. Kab. Trenggalek : Rp. 1.913.321,73.
38. Kab. Magetan : Rp. 1.913.321,73.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro


Kamis, 28 November 2019

Tekan Individualis Anak-Anak Dengan Memperkenalkan Dolanan Tempo Dulu

Disparpora kabupaten Ngawi Jatim

SINAR NGAWI™ Ngawi-Dalam perkembangan digital yang makin pesat, keberadaan dolanan tempo dulu makin tergeser. Suyanto, Kabid kebudayaan Disparpora Ngawi, mengatakan bahwa pihaknya menggelar sosialisasi dan pelatihan permainan tradisional di area wisata pemandian Tawun dengan mengundang puluhan anak-anak Sekolah Dasar (SD).

“Penting sekali memperkenalkan kembali dolanan tempo dulu ini pada anak-anak guna membentuk karakter bermain sambil bersosialisasi dengan teman sebaya,” kata dia.

Tambahnya, perkembangan teknologi memang tidak bisa dilawan, namun setidaknya anak-anak juga perlu bersosialisasi guna membentuk kharakter saling peduli dan bukan individual.

“Gadget yang menjadi mainan anak-anak jaman sekarang ini mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam membentuk perilaku dan pola pikir yang cenderung individual dan kurang peka sosial,” terang lagi.

Untuk menekan pengaruh gawai cerdas tersebut kepada anak-anak maka gaung dolanan tempo dulu perlu ditingkatkan kembali dan perlu dipopulerkan lagi oleh pihak terkait melalui berbagai cara sehingga anak-anak bisa menggemari dolanan tersebut.

“Selain melestarikan budaya mainan tempo dulu, maka sejak dini kita perkenalkan apa permainan jamuran, wayang suket, nekeran, dhelikan dan lain-lain,” pungkasnya.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro


Rabu, 27 November 2019

Desa Banyubiru Lakukan Pavingisasi Jalan Poros Antar Dusun

Profil desa Banyubiru Kabupaten Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Terkenal dengan sentra batik tulis, Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren Ngawi juga mulai menggeliat dengan produksi palawija baik berupa jagung, kacang tanah dan kedelai. Kundari, Kades setempat menuturkan, bahwa meski begitu sebagian besar warga desa masih mengandalkan sektor pertanian padi.

“Melihat kondisi pertanian dan usaha industru kecil menengah yang mulai berkembang, kita prioritaskan penggunaan alokasi Dana Desa (DD) tahun 2019 ini untuk pavingisasi jalan poros masuk Dusun Jenak,” terang dia.

Tambahnya, ketersediaan jalan yang layak tentu saja sangat membatu masyarakat, sehingga baik produksi pertanian ataupun masayarakat yang menekuni produksi batik tulis meningkat.

“Kita akan terus melakukan pembangunan sesuai dengan kebutuhan warga desa,” urai dia lagi.

Desa Banyubiru terbagi dalam 4 dusun, dan yang masuk dalam kategori keluarga prasejahtera sebnyak 828 kepala keluarga (KK), dari jumlah penduduk keseluruhan sebanyak 7.876 jiwa.

Untuk sarana dan prasarana kesehatan, di desa yang lahan pemukiman sekitar 140 hektar ini, terdapat satu Balai Kesehatan Ibu Dan Anak, 8 Posyandu serta satu Puskesmas pembantu.

Sedang untuk pendidikan, ada diantaranya 7 lembaga play group dan juga terdapat 6 Taman Kanak-Kanak (TK).
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro