media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Senin, 25 Mei 2015

PANGDAM V BRAWIJAYA Kunjungi Pembangunan RTLH Dan TMMD

Berita foto video terbaru sinar ngawi: PANGDAM V BRAWIJAYA Kunjungi Pembangunan RTLH Dan TMMD

SN™ SURABAYA- Pangdam V Brawijaya, Eko Wiratmoko meninjau pembangunan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) di wilayah Kodim 0831 Surabaya Timur serta mengunjungi kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-94 di Desa Sana Laok, Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan, Madura, dimana dimana TMMD ini berlangsung selama 21 hari sejak pembukaan tanggal 7 Mei lalu dan akan berakhir pada 27 Mei 2015.

“Kegiatan TMMD yang difokuskan pada dua sasaran yaitu sasaran fisik terutama pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana fasilitas umum lainnya yang menjadi kebutuhan masyarakat ,” Jelas Dandim Pamekasan kepada Pangdam, (25/05).

Dije;laskannya pula, untuk sasaran non fisik diarahkan untuk mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas masyarakat desa.

Selain itu, Kodim 0826 Pamekasan juga memberi penyuluhan bekerjasama dengan dinas terkait dalam hal kesehatan, Keluarga Berencana, Pembinaan Bintal Rohani, Penyuluhan Narkoba, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, pertanian serta peternakan.

Diakhir kunjungannya Pangdam memberikan bingkisan kepada seluruh prajurit yang sedang melaksanakan tugas TMMD sebanyak 150 bingkisan, yang diserahkan secara simbolis kepada dua orang perwakilan prajurit.
Pen084/JT
Editor: Kun


Minggu, 24 Mei 2015

Hamil Tua, Peri Penunggu Sendang Ngiyom Ngawi Minta Dibuatkan Rumah

Pria yang menikahi peri danyang sendang di Ngawi sibuk membuatkan rumah bagi istrinya

SN™ NGAWI-Kodok Ibnu Sukodok yang kini telah menjadi suami sah makluk beda alam yakni Danyang Peri penunggu Sendang Ngiyom di hutan Begal, Kecamatan Kedunggalar Ngawi, yang bernama Roro Setyowati, berencana akan membuatkan singgasana untuk istri tercintanya. Dikabarkan, sosok peri cantik ini tengah hamil tua dengan kondis kembar dampit, sejak perhelatan pernikahannya digelar delapan bulan lalu.

“Memang sebelum melangsungkan perkawinan dengan Kodok di alam manusia, Setyowati telah meminta agar Sendhang Margo dan Sendhang Ngiyom di Alas Begal untuk diperbaiki, karena telah rusak dan semakin rusak sejak era reformasi itu,” kata Bramantyo Prijosusilo, sang seniman nyentrik yang akan menggelar Happening Art pembangunan rumah pada 6-7 Juni 2015 mendatang.

Selain itu, Bram panggilan akrab pri berjenggot lebat ini secara lugas membeberkan, seni kejadian “Dhanyang Setyowati Sukodok Membangun Rumah” merupakan karya dalam prosesnya memerlukan waktu panjang.

Diawali dengan rapat “kumbakarnan” bersama jajaran Pemkab Ngawi dan Perhutani di rumah Bramantyo di Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren, pada tanggal 10 Mei lalu.

Dan dilanjutkan dengan pemasangan kain mori melingkari kedua sendhang bersama masyarakat desa khususnya yang tinggal ditepian hutan pada 14 Mei.

Setelah acara puncak nanti 6-7 Juni itu maka prosesnya akan terus bergulir dan diolah sampai pada akhir Oktober 2015.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro


Sabtu, 23 Mei 2015

Hadang Laju OK, PKB Dan Gerindra Bentuk Koalisi

Berita foto dan video terkini Sinar ngawi: inilah profile calan bupati dan wakil bupati ngawi 2015

SN™ NGAWI-Jelang Pilbup Ngawi Desember mendatang, kubu dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP), yakni PKB dan Partai Gerindra sepakati perjanjian politik. Meski belum tetapkan pasangan calon yang akan diusung, namun keduanya memproklamirkan diri sebagai koalisi pengusung bakal calon Bupati dan bakal calon wakil Bupati. Muncul prediksi, hal ini bisa menjadi hadangan laju duet incumbent OK.

"Setelah lakukan komunikasi politik, kami berdua sepakat berkoalisi," kata Ketua DPC PKB Ngawi Khoirul Anam Mukmin, (22/05).

Secara parlemen, koalisi kedua partai tersebut sudah mengantongi modal untuk maju menjadi pengusung cabup-cawabup pada pilkada nanti. Mengingat, Gerindra memiliki 5 kursi dan PKB 4 kursi. Sehingga total modal koalisi itu menjadi 9 kursi atau 20 persen dari jumlah keseluruhan kursi di DPRD Ngawi.

"Maka dari itu kami harus melakukan koalisi agar bisa langsung mengusung cabup-cawabup," terangnya.

Gus Anam, sapaan akrab Khoirul Anam Mukmin sempat membocorkan, ada dua nama yang diusulkan dari internal maupun eksternal partai. Di internal, kata dia, namanya diusulkan oleh sebagian besar pengurus.

Sedang, dari luar ada nama Jumirin masuk daftar sebagai calon yang ingin menumpang partai berlambang bola dunia tersebut.

"Namun tidak menutup kemungkinan ada nama-nama lain yang ingin maju menggunakan kendaraan kami (koalisi PKB-Gerindra-red)," paparnya.

Sementara, Ketua DPC Gerindra Ngawi Aswan Hadi Najamudin menyebut kesepakatan koalisi merupakan hasil komunikasi politik yang dilakukannya sejak beberapa minggu lalu.

Beda dengan PKB, pihaknya menyebut sudah ada empat nama yang mendaftarkan diri ke partainya.

Namun demikian, pihaknya belum memutuskan siapa nama yang akan diusung. Gerindra tetap melangkah dengan mekanisme partai yang sudah ditentukan.

"Kami akan jaring dulu, di survei dan diajukan ke DPW dan DPP,’’ tandasnya Najamudin.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro


Jumat, 22 Mei 2015

Kejari Ngawi Tingkatkan kasus Proyek PAM-STBM Ke Penyelidikan

Berita foto video terkini sinar Ngawi: inilah bocoran nama-nama yang tersandung kasus dugaan koruspsi proyek PAM-STBM

SN™NGAWI-Kejaksaan Negeri Ngawi akui terbitkan surat perintah penyelidikan terkait kejanggalan proyek pembangunan penyedia air minum dan sanitasi total berbasis masyarakat (PAM-STBM), senilai Rp 287 juta di Desa Begal, Kec. Kedunggalar yang seharusnya rampung 2014 namun hinggi kini belum selesai. Tim penyidik segera memanggil rekanan serta pejabat lingkup Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

“Ini kan sudah masuk penyelidikan maka secepatnya kami akan memintai keterangan pihak-pihak terkait,” terang Iwan Arto Koesomo Kasi Intelijen Kejari setempat,(21/05).

Lanjutnya, hal ini tak lepas dari tindak lanjut tahapan pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) yang dilakukan tim penyelidik sebelumnya.

Langkah itu dilakukan untuk mempercepat pengusutan kasus dugaan korupsi yang mendasar evaluasinya memang mengarah adanya dugaan penyimpangan pekerjaan proyek seperti halnya di Kecamatan Paron dan Mantingan.

Disisi lain, sempat dikabarkan masyarakat Desa Begal mendesak tim jaksa penyidik mengusut tuntas dugaan penyimpangan proyek pembangunan PAMSTBM. Itu menyusul pekerjaan konstruksi di desa setempat hingga saat ini kondisinya merana.

Akibatnya, masyarakat setempat tak kunjung merasakan fungsi sanitasi air minum padahal sesuai manfaatnya pengadaan PAMSTBM itu sejatinya untuk meng-cover kebutuhan air bersih masyarakat di desa itu.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro


Kamis, 21 Mei 2015

PUBMCK Ngawi Pastikan Denda Hasil audit BPK Adalah RP 4,3 Miliar

Berita foto video terkini sinar ngawi: Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK untuk kabupaten Ngawi

SN™ NGAWI-Munculnya dua versi angka denda terkait hasil audit BPK terhadapa kegiatan proyek infrastruktur TA 2014, pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (PUBMCK) Kabupaten Ngawi angkat bicara. Hadi Suroso Kepala PU BMCK setempat membatah bila denda BPK sebesar Rp 3,6 miliar. Dikatakannya, sesuai Surat Tanda Setoran (STS) untuk 37 titik proyek yang dikerjakan 25 rekanan, dendanya sebesar Rp 4,3M lebih.


“Sesuai temuan awal audit BPK angka denda lebih besar bahkan mencapai Rp 4,9 miliar. Namun setelah dilakukan klarifikasi sebanyak 2 kali timbulah nilai angka Rp 4,3 miliar,” terangnya, (21/05).

Tandasnya kemudian, surat dari BPK itu, disampaikan ke masing-masing PPK melalui Inspektorat Pemkab Ngawi bukan ke pihak lain. Dani secara rinci tahu akan denda dari tahapanya adalah pihak PU BMCK mendasar penyampaian konsep temuan dari BPK.

Masih dalam masalah yang sama, Kepala Inspektorat Kabupaten Ngawi, Yulianto Kusprasetyo saat dikonfirmasi via telepon mengatakan kronologi LHP BPK memang melalui kedinasanya baru disampaikan ke leanding sector yang kompeten.

“Inspektorat itu kan mengikuti terus dari pemeriksaan sampai berakhir dan itu yang diperiksa bukan segi keuangan saja,” urai Yulianto Kusprasetyo.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro