PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Kamis, 23 Mei 2019

Kembangkan Sektor UMKM, Disperindagnaker Ngawi Gelar Pasar Murah

Pasar murah di Kabupaten Ngawi jatim

SINAR NGAWI™ Ngawi-Masuk pertengahan bulan Ramadan danb jelang hari raya Idul Fitri 1440 H, Dinas Perindustrian Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperindagnaker) Kabupaten Ngawi mengadakan kegiatan pasar murah selama dua hari di Alun-alun Merdeka. Acara bertajuk pasar murah negeri ramah ini dibyka langsung oleh Bupati Ngawi, Budi Sulistyono Kanang.


“Gelaran pasar murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat menengah ke bawah dan betul-betul dapat dimanfaatkan dan tidak disalahgunakan oleh oknum masyarakat tertentu untuk mengambil keuntungan dengan cara dijual kembali,” terang dia.

Tambahnya, pemerintah daerah dan stake holder terkait serta bekerja sama dengan puluhan usaha mikro kecil menengah di Ngawi, yang akan menyediakan aneka sembako dan tentunya dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran.

Ditempat yang sama, Yusuf Rosyadi Kepala Disperindagnaker setempat juga menguraikan bahwa, Selain stand sembako juga terdapat juga stand untuk aneka kue lebaran, fashion, aksesoris, handy craft atau kerajinan serta furniture.

“ Juga kita fasilitasi adanya stand jasa lain-lain seperti penukaran uang dan juga pemeriksaan kesehatan,” terang Yusuf.

Sementara pasar murah akan digelar selama 2 hari, tanggal 22-23 mei 2019 bertempat di alun-alun Ngawi dan acara berlangsung dimulai pukul 08.00 WIB sampai jam 17.00 WIB, untuk kisaran dari telur perkilo Rp. 22.000, minyak goreng perliter Rp.10.500, gula pasir perkilo Rp.10.800, mie instan satu dos Rp. 85.000, mie goreng Rp. 90.000 satu dos, dan beras perkilo Rp. 9000.

“Selanjutnya kegiatan gelaran pasar murah tersebut dapat menjadi wadah silaturahmi dan sarana interaksi sosial religius serta menjadikan dunia usaha khususnya UMKM yang ada di Ngawi lebih berkembang,” pungkas Yusuf.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro


Minggu, 19 Mei 2019

Usaha Mebel Di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Berkembang Pesat

Profil desa Widodaren Kec. Widodaren Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Dalam menciptakan kesejahteraan warga, sektor industri kreatif yang bahan bakunya ramah kearifan lokal, mendapat penangan serius oleh pihak desa. Yamini, Kepala Desa Widodaren, Kecamatan Widodaren Ngawi mengungkapkan, usaha yang masuk dalam UKM (Kecil Menegah), pihaknya kini terus mengeksplor baik dibidang meubelair maupun perikanan, khususnya budidaya lele.

“Sarana dan prasarana akan kita kembangkan terus, terutama untuk kases jalan guna memperlancar produksi maupun distribusi hasil desa,” terang dia.

Tambnahnya, dengan menggunanakan Dana Desa (DD), tahun anggaran 2019, pihaknya membangun serta memperbaiki akses jalan maupun kjembatan.

Dengan demikian, urainya kemudian bahwa dengan langkah awal ini maka diperlukan penataan sedemikian rupa, sehingga akan terjadi kesinambungan antara pertanian, peternakan dan usaha kreatif lainnya.

“Intinya dalam setiap pembangunan tetap mengutamakan kebutuhan masyarakat desa, sehingga bailk secara ekonomi, kesehatan dan pendidikan, semua warga desa bisa terjamin,” katanya.

Desa yang memiliki lahan persawahan seluas 205.22 hektar, dari total luas desa 498,909 hektar, maka produksi padi masih menjadi unggulan di desa ini.

Da untuk catatan perkembangan ekonomi warga desa, maka sebanyak 7.196 jiwa, yang masuk dalam kategori warga prasejahtera sebaynyak 595 kepala keluarga (KK).


Dalam pembagian wilayah, Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Ngawi terbagi dala 4 dusun, yakni Dusun Kedungprahu, Widodaren lor, Widodaren Kidul serta Dusun Bulung.

“Untuk peternakan sendiri, yakni berupa ternak sapi dan kambing juga mengalami perkembangan yang pesat,” pungkasnya.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro


Jumat, 17 Mei 2019

Ngawi Kejar Target Bertahap Guna Penuhi Ruang Terbuka Hijau 30 Persen

Ruang Terbuka Hijau perkotaan Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), mendapat perhatian penting guna menjaga keseimbangan kualitas lingkungan wilayah perkotaan. Dodi Aprilasetia, Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan di DLH Ngawi, menjelaskan bahwa keberadaan RTH bukan saja sebagi ikonik maupun sebagai sarana wisata namun juga untuk menjaga keseimbangan kualitas lingkungan.

“RTH mempunyai arti penting dalam penataan pembangunan di perkotaan, sehingga pengadaannya membutuhkan perencanaan yang matang untuk menjaga keseimbangan kualitas lingkungan perkotaan,” terang dia.

Tambahnya, hal ini juga mendasar pada Undang-undang no. 26 tahun 2007 tentang penataan ruang perkotaan, yang mana harus ada sekitar 30 % wilayah kota berupa RTH, dengan rincian 20 % untuk RTH publik dan 10% untuk RTH privat.

Dijelaskanya lagi, anggaran untuk pengadaan untuk pengadaan RTH tidak sepenuhnya disediakan oleh apbd, namun sebagian dikucurkan oleh pemerintah pusat melalui dirjen RTH, salah satunya seperti pembangunan RTH benteng pendem sebesar 850 juta dikucurkan dari pemerintah pusat.

Mengenai pembiayaan RTH yang tidak sedikit tersebut juga dilakukan dengan pengadaan secara bertahap, namun dipastikan tahun 2019 ini, sudah memenuhi target 30 %.

Untuk RTH publik atau RTH yang dimiliki dan dikelola oleh pemkab seluas 1.719.89 hektar atau 21,78 %, sedangkan untuk RTH privat atau RTH yang dimiliki institusi tertentu atau perorangan seluas 1.000.31 hektar atau 12,66 %.

“RTH yang dimiliki Ngawi saat ini menyebar di beberapa tempat diantaranya di kompleks terminal kertonegoro, taman candi, tawun, benteng pendem, kepatihan, taman sukowati, taman dungus, alun-alun merdeka Ngawi, kanan kiri jalur kolektor dan taman hutan kota Ir Sukarno,” pungkas dia.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro


Rabu, 15 Mei 2019

Door ! Tiga Terduga Begal Motor Di Ngawi Ini Dilumpuhkan Petugas

Aksi begal motor di Ngawi jawa Timur

SINAR NGAWI™ Ngawi-Berakhir sudah petualangan begal motor yang dalam sebulan ini membuat resah warga. Jajaran Satreskrim Polres Ngawi terpaksa menembak kaki ketiga terduga pelaku, yakni Put(21) warga Dusun Madiasri, Desa Jururejo, Kecamatan Ngawi Abd (19) asal Dusun Gendingan Kidul, Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, serta Arg (20) warga Dusun Bedegan, Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren.

“Terduga Pelaku yang jumlahnya tiga orang ini terpaksa dilumpuhkan setelah berusaha kabur ketika hendak ditangkap,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.

Tambahnya, ketiga pelaku melakukan pembegalan sepeda motor di dua lokasi kejadian yang berbeda.

Kejadian pertama masuk wilayah Desa Jatigembol, Kecamatan Kedunggalar, terjadi pada Rabu, (24/04/2019) dengan korban Milawati (33) warga Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Ngawi.

Selanjutnya aksi ketiganya terjadi di selatan overpass tol tepatnya Jalan Siliwangi masuk Dusun Madiasri, Desa Jururejo, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi korbanya saat itu Ibnu Attoilah (17) santri Ponpes Arba’i Qohar Jambangan, Kecamatan Paron.

Dalam menjalankan aksinya para begal motor ini mengintai korban terlebih dahulu. Setelah masuk di jalan sepi baru melancarkan aksinya dengan memepet korban dan menendangnya hingga jatuh.

Pengungkapan kasus begal itu setelah polisi melakukan olah TKP dan penyelidikan. Kemudian mengarah ke satu orang dari tiga pelaku begal. Polisi menangkap salah satu terduga pelaku pada Senin, (13/05).

Dari keterangan inilah polisi langsung melakukan pengejaran pada dua pelaku lainya.

“Ternyata dua pelaku lainya itu berada di Yogyakarta namun terus kita pancing agar balik ke Ngawi. Tepat pukul 07.00 WIB Selasa kemarin itu kita sergap sesaat turun dari bus di wilayah Gendingan,” pungkas dia.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Jumat, 10 Mei 2019

Empat Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Operasi Gabungan Cipta Kondisi

Satuan Polisi Pamong Praja Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Masuk Ramadan, korps penegak perda, Satpol PP Ngawi gencar lakukan penertiban dalam operasi gabungan Cipta Kondisi bersama Kepolisian dan PM. Arif Setiyono, Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Pol PP setempat mengegaskan bahwa dari sejumlah tempat kost serta hotel, didapati setidaknya empat pasangan yang bukan suami istri kemudian diberikan pembinaan.

“Tujuan operasi gabungan cipta kondisi ini, guna memberikan rasa nyaman dan aman selama memasuki bulan Ramadan dan kedepan akan terus kita tindak lanjuti,” terang dia.

Tambahnya, dari ke empat pasangan bukan suami istri ini diberikan sanksi pembinaan dengan menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Tindakan mereka ini, jelas melanggar Perda nomor 1 tahun 2017, tentang ketenteraman dan ketertiban umum, dan dapat dikenai pidana kurungan tiga bulan,” tegasnya lagi.

Arif melanjutkan, bahwa ada dua perempuan yang masih dibawah umur yang ikut diamankan dari tempat kost, dimana keduanya belum mempunyai identitas.

“Keduanya masih kita tahan, karena sesuai pengakuannya mereka tidak lulus SMP, dan keduanya warga salah satu desa yang ada di Kecamatan Geneg dan Kecamatan Kendal,” pungkasnya.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro