media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Minggu, 25 September 2016

Penerapan Pengendalian Hama Terpadu Pada Tanaman Tembakau

Petani Tembakau Ngawi Dibekali Pengendalian Hama Terpadu

SINAR NGAWI™ NGAWI-Guna meningkatkan Suber Daya Manusia (SDM) serta meningkatkan pendapatan khususnya petani tembakau, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ngawi menggelar rapat bidang Penerapan Pengendalian Hama terpadu (PHT). Irwan Esti Cahyono, Kabid Perencanaan dan Pengendalian Dishutbun setempat menerangkan, program ini diikuti oleh 9 kelompok tani tembakau di 3 Kecamatan.

“Sehinggga nantinya ada peningkatan kesejahteraan petani dengan cara budidaya tembakau yang tepat dan berkuwalitas ,” terangnya.

Masih menurutnya, petani tembakau juga harus menyadarai akan dampak lingkungan akibat dari perkebunan tembakau, baik yang berupa pencemaran maupun penurunan kualitas lingkungan hidup.

“Utamanya dalam pengendalian hama. Jadi petani diberi wawasan pemanfaatan proses pengendalian hama dengan cara mengurangi tindakan yang sekiranya merugikan atau malah justru mematikan perkembangan musuh alami,” tambah Irwan sapaan akrabnya..

Kegiata yang diikuti oleh kelompok tani tembakau yang berasal dari 3 kecamatan, yakni Karangjati, Bringin, dan Gerih ini menekankan sinergitas antara penerapan pengendalian hama dan pengendalian organisme pengganggu tananaman yang ramah lingkungan sehingga bisa berdampak peningkatan produksi hasil tembakau yang sehat dan ramah lingkungan.

“Petani harus memahami pengendalian hama ini mendasar pada agroekosistem setempat, dengan demikian baik jenis hama serta takaran penggunaan pestisida tidak sampai merusak habitat lingkungan,” pungkasnya.
Pewarta: ADV/son
Editor: Kuncoro


Jumat, 23 September 2016

DPRD Ngawi Segera Selesaikan Perda Perubahan SOTK

DPRD Kabupaten Ngawi Segera Selesaikan Perda Perubahan SOTK

SINAR NGAWI™ Ngawi-Panitia Khusus (Pansus) V DPRD Ngawi lakukan studi banding ke Kota Cimahi dalam beberapa hari kedepan untuk mencari referensi penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK). Ketua DPRD setempat, Dwi Rianto Jatmiko membenarkan, jika hal ini erat kaitanya perubahan PP Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah.

“Karena Cimahi memang sudah menetapkan tentang Perda SOTK tersebut, maka kita perlu mencari referensi kesana” terang dia.

Tambahnya, dibawah komando Amirul Yati Pansus V bakal mencari gambaran dasar pembentukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bakal diberlakukan per 31 Desember 2016 mendatang.

Antok, demikian sapaan akrabnya pun tidak mengelak jika pemerintah daerah sekarang ini harus menyusun dua versi anggaran maupun program, pertama versi yang kewenangannya ditarik provinsi maupun pusat.

Atau versi sesuai dengan Permendagri Nomor 31 tahun 2016 tentang pendoman penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) 2017 paling tidak minggu pertama Oktober 2016 nanti harus dimasukan.

Sisi lain ketika disinggung tentang SOTK mendasar PP Nomor 18 Tahun 2016 tersebut Antok mengingatkan, harus disesuaikan dengan urusan kewenangan, Kedua menyesuaikan dengan bobot, analisasi beban kerja.

SOTK baru yang akan muncul itu, dengan berbagai tipe, baik tipe A, tipe B dan tipe C. Sesuai dengan beban kerja yang diserahkan kepad SKPD dimaksud.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Kamis, 22 September 2016

Terdakwa Pelaku Tindak Asusila, Oknum Guru Divonis 13 Tahun Penjara

Cabuli Murid, Guru di Ngawi Kena vonis 13 tahun penjara

SINAR NGAWI™ Ngawi-WG (38) oknum guru salah satu SMP di Ngawi yang didakwa melakukan tindak asusila atas muridnya sendiri, oleh Pengadilan Negeri (PN) setempat, dijatuhi vonis 13 tahun penjara. Vonis ini lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 15 tahun penjara. Dan pihak WG melalui kuasa hukumnya Sugito akan melakukan banding terhadap putusan tersebut yang dianggap sangat berat.

“Tentunya kita minta tes DNA untuk mengetahui siapa ayah dari anak itu namun sama sekali tidak dikabulkan padahal untuk pembuktian DNA itu sendiri tidak sulit,” terang Sugito.

Bebernya, dengan tes DNA seperti yang diminta maka secara biologis akan diketahui jelas siapa ayahnya. Dan apabila hal itu dilakukan kemudian terbukti bahwa ayah dari bayi itu merupakan WG maka pihaknya mempersilahkan majelis hakim menjatuhi hukuman seberat-beratnya.

Selain langkah banding pihaknya akan mengupayakan gugatan perdata atas kasus klienya tersebut.

Terpisah, menanggapi hasil vonis yang dijatuhkan WG, Suyanto selaku JPU mengatakan apa yang dijatuhkan terhadap terdakwa sudah tepat.

Apalagi WG selaku terdakwa sejak awal tidak mengakui atas perbuatanya yang dilakukan terhadap saksi korban. Jika melakukan banding tentu hak sepenuhnya bagi WG dan pihaknya pun mempersilahkan.

Seperti yang dikabarkan, kasus yang menyeret WG ini bermula dari laporan seorang siswi salah satu SMP di Ngawi sebut saja Mawar (16) ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Ngawi pada 28 Mei 2015 lalu. Dan saat pelaporan Mawar tengah hamil 5 bulan yang diduga dilakukan oleh WG.
Pewarta: pr
Editor: Kuncoro


Rabu, 21 September 2016

Rampungkan RTRW Guna Ciptakan Peluang Investasi Daerah

Revisi tata ruang wilayah Kabupaten Ngawi ciptakan berinvestasi yang aman dan mudah

SINAR NGAWI™ Ngawi-Revisi Tata ruang wilayah (RTRW) kabupaten Ngawi, kini tengah memasuki tahapan proses penyusunan fakta dan analisa tentang perubahan yang mendasar uu 26 tahun 2006 tentang tata ruang. Kabid Prasarana Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah setempat, Agus Sutopo menjlentrehkan bahwa, hal ini dilakukan guna membuka peluang investasi bagi masyarakat.

“Jadi di dalam pemanfatan tata ruang serta proses perizinan yang pro kepada masyarakat ini guna menciptakan peluang berinvestasi,” terang dia.

Tambahnya, dengan adanya perubahan ditingkat provinsi maupun pusat serta dampak adanya Jalan Tol, ruas Mantingan-Ngawi-Kertosono, bisa dipastikan sedikit banyak akan mengalami perubahan khususnya potensi kewilayahan.

“Dengan adanya pedoman potensi ditiap wilayah, bagi masyarakat secara umum akan memudahkan bentuk investasi di Ngawi,” jelasnya lagi.

Masih menurutnya, dalam pelaksanaan pembangunan tahunan maupun lima tahunan, itu harus memperhatikan kondisi daya dukung maupun daya tampung wilayah. Maka secara filosofi dalam pembentukan RTRW adalah merupakan awal dari suatu perencanaan.

“Kedepannya sesuai Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK-Red), akan memberikan panduan peruntukan pemanfatan ruang, sehingga masyarakat dalam melakukan usahanya akan lebih nyaman dalam bertinvestasi,” pungkas Agus, sapaan akrabnya.
Pewarta: kun/Son
Editor: Kuncoro


Selasa, 20 September 2016

Hanya Beda Jam, Dua Truk Terguling Di Lokasi Berdekatan

Jalur tengkorak Ngawi-Solo dalam sehari dua truk terguling di lokasi yang sama

SINAR NGAWI™ Ngawi-Meski tak ada korban jiwa, setidaknya dalam sehari saja terjadi dua kecelakaan dilokasi yang sama yakni diruas Ngawi-Solo, tepatnya pada kilometer 12-13, masuk Desa Sooko, Kecamatan Kedunggalar. Kecelakaan tunggal terjadi pada dini hari, dengan korban truk tronton terguling, serta 12 jam kemudian sebuah truk tanki pengangkut tetes juga mengalami nasib serupa di lokasi hampir berdekatan.

“Iya benar satu hari ini ada dua truk terguling di Desa Sooko. Dan akibat kecelakaan ini terpaksa kami buka tutup jalan untuk memperlancar arus kendaraan biar tidak macet,” terang Kasatlantas Polres Ngawi AKP Miftahul Amin.

Sesuai kronologi, truk tronton nopol L 8126 UB, yang disopiri Teguh (40) warga Kabupaten Sumenep, Madura, ini melaju dari arah timur dengan kecepatan sedang.

Mendadak sampai dilokasi kejadian dari arah yang berlawanan muncul sebuah bus yang belum diketahui identitasnya melaju dengan kecepatan tinggi.

Untuk menghindari tabrakan, Teguh banting stir ke kiri namun nahas truknya malah terguling keluar bahu jalan.

Dan selang sore harinya, truk tangki pengangkut tetes tebu dengan nopol S 8336 UP yang dikemudikan Muhung (45) warga Kecamatan Kepanjen, Malang, melaju dari Solo menuju Surabaya.

Namun apes, truk tangki yang mengangkut tetes tebu 14 ton ini pun melaju dengan kecepatan sedang, namun akibat sebuah kendaraan jenis Avanza melakukan pengereman mendadak.

Untuk menghindari tabrakan tentu sang sopir truk tangki mencoba menghindar ke kiri. Lagi-lagi sial, truk dengan tujuan akhir Kabupaten Mojokerto ini pun terguling ke kiri setelah kehilangan keseimbangan.
Pewarta: kun/ad
Editor: Kuncoro