PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Kamis, 26 November 2020

Jaring Pengunjung Milenial, Pasar Tradisional Dikemas Menjadi Destinasi Wisata

Pasar Wisata Jogorogo Kabupaten Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Salah satunya guna menarik minat generasi milenial untuk berkunjung ke pasar tradisional, maka perlu kemasan dengan desain yang kekinian sehingga pasar tradisional juga sebagai destinasi wisata.

Sugeng Hariyadi, Kepala bidang pasar, Dinas Perdagangan, Perindustrian Dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi mengatakan bahwa potensi pasar Jogorogo menjadi pasar wisata, bukan tanpa alasan. 

“Sebab, letak pasar Jogorogo yang strategis yang berdekatan dengan beberapa obyek wisata di Ngawi, seperti Srambang, kebu teh Jamus, ATP dan air terjun pengantin, sangat memungkinkan wisatawan untuk mampir di pasar Jogorogo,” kata dia. 

Hasil revitalisasi pasar Jogorogo sebagai pasar wisata, sedemikian rupa sehingga tidak hanya tempat jual beli barang-barang kebutuhan masyarakat, namun demikian ditambah dengan sejumlah daya tarik, seperti ornamen warna warni pada pintu rollingdoor kios, kursi tunggu untuk pengunjung, serta sejumlah tempat swafoto. 

“Ini sangat menarik, karena kita harapkan generasi milenial mau berbelanja di pasar tradisional,” terangnya kemudian. 

Lebih lanjut, pasar Jogorogo sebagai pasar tradisional, dengan mengubah tampilannya yang lebih modern dan menarik, hal tersebut menghilangkan stigma pasar tradisional yang kumuh, sehingga lebih menarik bagi pengunjung, khususnya wisatawan dari luar kota yang berkunjung ke Ngawi. 

“Pasar wisata Jogorogo dapat menampung 495 pedagang dan diharapkan mendapat dukungan penuh dari semua pihak terkait, utamanya pedagang dan pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan dan keindahan pasar,” pungkasnya. 

Pewarta: Tim
Editor : Kuncoro
Copyright : SN


Rabu, 25 November 2020

Ada 3 Kategori Desa Dalam Pelaksanaan Pilkades Serentak Di Ngawi

Pilkades Serentak di Kabupaten Ngawi 2020

SINAR NGAWI™ Ngawi-Terlaluinya berbagai tahapan Pilkades serentak Kabupaten Ngawi pada 23 Desember 2020 mendatang, salah satunya kini tengah memasuki tahapan perpanjangan pendaftaran, khusus untuk daerah yang mempunyai calon kepala desa tunggal.

Kabul Tunggul Winarno, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMP) setempat mengatakan bahwa sejak awal dibuka pendaftaran calon kepala desa pada 19 Oktober hingga 3 Nopember 2020 yang lalu, maka diperoleh data setidaknya ada 3 kategori desa, yaitu desa dengan cakades tunggal, desa dengan cakades 2-5 orang serta desa dengan calon lebih dari 5. 

“Dengan rincian tersebut maka pada masing-masing kategori tentunya ada tindak lanjut yang berbeda,” terang dia. 

Tambahnya, untuk desa dengan cakades 2-5 orang, langsung ditetapkan dan diumumkan serta dilakukan pengundian nomer urut yang sudah dilakukan pada pada 21- 2 November 2020 lalu. Sedangkan untuk desa dengan cakades lebih dari 5 orang, dilakukan seleksi tambahan, sebelum ditetapkan sebagai cakades maksimal 5 cakades saja. 

“Mengenai desa dengan calon tunggal, akan diperpanjang pendaftaran hingga 3 Desember 2020 mendatang yang sekaligus dilakukan penetapan dan pengumuman dilanjut pengundian nomer urut,” katanya lagi. 

Agenda lain yang dilakukan panitia saat ini hingga 16 Desember 2020 yaitu pengadaan perlengkapan pemungutan suara, meliputi logistik pilkades seperti kotak suara, bilik, surat suara, dan lainnya serta logistik untuk protokol kesehatan seperti face shield, masker, dan desinfektan. 

“Pada pelaksanaan pilkades serentak 22 desa di 13 kecamatan di Ngawi, yang kebetulan pelaksanaannya selisih 2 mingguan setelah pilbup, diharapkan dapat berjalan lancar, aman dan sukses,” pungkasnya. 

Pewarta: Pan
Editor : Kuncoro
Copyright : SN


Selasa, 24 November 2020

Ciptakan Kualitas Koperasi, Pengurus Wajib Bersertifikasi Standar Kompetensi

Dinas kopersai dan usaha mikro kabupaten Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Guna meningkatkan kualitas komperasi, setiap pengurus koperasi wajib memiliki sertifikasi standar kompetensi, khususnya pengelola koperasi simpan pinjam maupun unit simpan pinjam, agar menjadi profesional dan akuntabel.

Harsoyo, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ngawi mengatakan bahwa Koperasi sebagai soko guru perekonomian di Indonesia, yang selama ini dikelola secara sederhana sudah saatnya harus dikelola secara profesional. 

“Hal ini dalam rangka mensejahterakan anggotanya dan ikut serta meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegas dia. 

Tambahnya, diklat yang diikuti oleh puluhan pengelola dan pengurus koperasi di Ngawi yang diadakan di RM Notosuman beberapa waktu lalu, diharapkan untuk pengelola dan pengurus koperasi bersertifikat kompetensi, 

Terpisah, Apriliana, nara sumber dari lembaga diklat profesi Kusuma Utama Semarang, disela-sela acara diklat profesi pengurus dan pengelola koperasi, yang berlangsung hari ini di RM. Notosuman Ngawi mengatakan bahwa supaya koperasi bisa bersaing maka pengurus dan pengelola koperasi harus sering mendapatkan pelatihan berbasis kompetensi. 

“Pelatihan manajemen resiko serta pelatihan pengendalian internal sehingga bisa diaplikasikan langsung supaya pengelolaan koperasi lebih profesional dan tidak kalah dengan perbankan,” terang Apriliana. 

Sedangkangkan tujuan diadakannya pelatihan profesi untuk pengelola dan pengurus koperasi tersebut, diharapkan pengelola atau manajer menjadi lebih kompeten dibidangnya, dengan dibuktikan adanya sertifikat kompetensi pengelola koperasi.  

Pewarta: Asri
Editor : Kuncoro
Copyright : SN