media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Senin, 30 Mei 2016

Jelang Rhamadan, Pol PP Bersih-Bersih Tempat Maksiat

Sat Pol PP Ngawi  Lakukan Operasi Di Lokalisasi Alas Aalang

SINAR NGAWI™ Karangjati-Setidaknya 6 yang diduga sebagai Pekerja Sek Komersial (PSK) yang biasa mangkal di Alas Malang Desa Karangjati Ngawi digelandang petugas Sat Pol PP. Rahmad Didik Purwanto Kepala Satpol PP setempat mengungkapkan, jelang masuk rhamadan, pihaknya akan melakukan operasi, selain tempat praktik prostitusi juga akan menyasar beberapa tempat seperti losmen, penginapan, kos maupun hotel.

“Jelasnya operasi penertiban dengan sasaran tempat-tempat prostitusi terus kita lakukan menjelang bulan suci tahun ini. Jangan sampai mengganggu kekhusukan kaum muslim dalam menjalankan ibadah puasa,” kata dia.

Masih menurutnya, untuk enam wanita yang ditengarai sebagai PSK yang terjaring semuanya berasal dari luar daerah seperti Magetan, Ponorogo, Bojonegoro dan Madiun.
Setealah didata petugas para PSK diminta menulis surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi bekerja sebagai perempuan penyedia layanan sek.

“Tentunya surat pernyataan yang mereka buat agar tidak mengulangi lagi pekerjaan yang telah digeluti selama ini. Kalau toh mereka nekat masih saja beroperasi dilokasi itu (Alas Malang-red) atau tempat lainya jelas kita kenakan tindakan selanjuitnya,” tambahnya.

Sementara, dalam waktu derkat Surat Edaran (SE) Bupati Ngawi akan terbit terkait larangan operasi cafe karaoke, dan untuk warung kopi maupun rumah makan selama bulan ramadhan harus tertutup sedemikian rupa bila buka siang hari.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Minggu, 29 Mei 2016

Diduga Ada Kejanggalan, Ujian Perangkat Desa Rencana Digelar Ulang

Ujian perngkat desa semen paron ngawi terancam di gelar ulang

SINAR NGAWI™ Semen-Dianggap ada kejanggalan soal serta kesalahan format masuk praktek komputer, ujian perangkat Desa Semen, Kecamatan Paron, Ngawi guna mengisi kekosongan jabatan Kepala Urusan (Kaur) Keuangan, Pemerintahan dan Umum, membuat sebagian besar peserta ujian menggeruduk panitia di Balai Desa Semen guna mengklarifikasi dan bertanggung jawab atas ujian yang dilaksanakan sehari sebelumnya itu.

“Memang ada kesalahan format masuk pada komputer dan masalah penilaian ujian komputer selain itu ada huruf miring pada naskah soal ujian,” terang Sumarno, salah satu peserta ujian perangkat desa setempat.

Menurutnya, ujian yang dia ikuti ada beberapa kejanggalan terutama pada format yang dimasukan ke materi ujian praktek komputer.

Demikian juga pada semua naskah soal ujian yang patut dicurigai adanya semacam kode huruf yang tercetak miring.

Terkait hal ini Aminu Ketua Ujian Perangkat Desa Semen mengatakan, dirinya secara pribadi hanya sebagai pelaksana dan mengenai lain-lainya sama sekali tidak tahu.

“Kalau saya selaku ketua hanya pelaksana dan lain-lainya tidak tahu,” singkat Aminu.

Terpisah, Suyanto Kepala Desa (Kades) Semen membenarkan, terkait pelaksanaan ujian perangkat desa diwilayahnya memang terindikasi yang disinyalir ada kesalahan di komputer.

Tetapi mengenai huruf miring pada naskah soal ujian selaku Kades dirinya tidak tahu persis karena tidak diharuskan terlalu masuk jauh ke ranah kepanitiaan.

“Solusi terbaik menurut saya mengang lebih baik dilakukan ujian ulang,” tandas dia.

Sementara, Suradji Ketua BPD Desa Semen angkat bicara menurutnya, sesuai kapasitas lembaganya memang berperan sebagai pengawas pelaksanaan ujian.

Namun demikian mengenai tudingan adanya kesalahan di materi ujian komputer maupun di naskah soal ujian menurutnya tidak ada indikasi kesengajaan yang dilakukan oleh panitia.

Seperti huruf miring pada naskah soal ujian kata Suradji tidak lebih adanya kesalahan print out naskah.

“Ini tidak ada indikasi dari panitia dan semua tuntutan peserta tadi kita penuhi dengan melakukan revisi terhadap panitia bukan membentuk panitia yang baru, dan sekaligus menggandeng dari unsur akademisi dalam ujian ulang mendatang” ungkap Suradji.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Sabtu, 28 Mei 2016

Antar Anak Sekolah, Alami lakalantas Akibatkan Penyebrang Jalan Meninggal

Nenek 50 tahun warga Jekitut Beran Meninggal Akibat tertabrak pesepeda motor

SINAR NGAWI™ Beran-Sumiatin(50), warga Jalan Jekitut, Desa Beran Ngawi, meninggal dunia akibat tertabrak sepeda motor. Peristiwa yang terjadi pukul 07.00 WIB, saat itu korban menyebrak jalan A. Yani yang tak jauh dari rumahnya. Dalam waktu bersamaan dari arah utara sepeda motor jenis Yamaha Jupiter nopol AE 3845 LT yang dikendarai Sukiran yang sedang mengantar anak sekolah tiba-tiba menabrak korban.

"Tadi ibu yang korban itu hendak menyeberang ke barat begitu sampai ditengah jalan mendadak ada dua speda motor melaju kencang dan yang belakang ini menabrak ibu itu langsung meninggal," terang Ridho salah satu saksi kejadian.

Sesuai kronologi kejadian, korban saat itu menyeberang dari arah timur Jalan Ahmad Yani, namun baru saja sampai ditengah jalan mendadak dari arah utara ada dua pengendara sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi.

Sedangkan sepeda yang didepan bisa menghindari korban, namun pengendara sepeda motor yang dibelakang jenis Yamaha Jupiter nopol AE 3845 LT yang dikendarai Sukiran warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Ngawi yang tengah membonceng anaknya langsung menabrak korban hingga terpental ke pinggir badan jalan jalan.

Kemudian jenasah Sumiatin yang mengalami luka dibagian kepala langsung di evakuasi petugas ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi.

Sementara Sukiran dan anaknya dilarikan ke RS Widodo Ngawi untuk mendapatkan perawatan akibat luka yang dideritanya.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Jumat, 27 Mei 2016

Jembatan Watualang Digadang Memperlancar Akses Kawasan Industri

Pengumuman lelang tahap II Jembatan Watualang

SINAR Ngawi-Usai tahap I ditahun anggran 2015, jembatan Watualang yang membentang dialiran bengawan Solo wilayah Kecamatan Pitu Ngawi, kini masuk pada tahap akhir pengerjaan dengan nilai kontrak Rp 21 miliar yang kembali dimenangkan oleh PT. Satwiga Mustika Naga. Sudarno Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PU BMCK Ngawi, menerangkan pihaknya akan terus memantau jalannya pekerjaan mega proyek tersebut.

“Kita serba teliti mengingat kepala jembatan sesuai fungsinya sebagai penyangga beban. Tidak salahnya terus kita pantau dari awal sampai finishing nanti agar sesuai dengan kwalitas yang sudah ditentukan,” ungkap dia.

Meski demikian, proyek tahap II dengan pengerjaan talud beton plus kepala jembatan sisi utara dilakukan serba ekstra hati-hati. Mengingat penggunaan jembatan Watualang nantinya jelas sebagai salah satu akses menuju kawasan industri di Kecamatan Pitu yang digadang Pemkab Ngawi.

“Sistem pekerjaan memang terbagi menyesuaikan bagian jembatan yang ada. Kenapa dilakukan hal itu tentunya untuk mempercepat waktu mendasar schedule yang ada dengan tetap memperhatikan mutu kwalitasnya,” urainya lagi.

Masih menurutnya, menyangkut material jembatan yang digunakan dibawah rekanan berasal dari produksi pabrikan tanpa meragukan mutunya.

Dia pun mewanti-wanti kepada rekanan nantinya dalam pemasangan trotoar, slab lantai kendaraan, gelagar atau girder maupun balok diafragma serta bearing atau tumpuan harus sesuai dengan spesifikasi kontruksi jembatan yang

Sementara, tahun berikutnya yakni 2017 akan mempersiapkan kontruksi jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Ngawi Kota dengan Kecamatan Pitu.

Namun pekerjaan jalan diatas lahan 8 ribu meter dengan panjang sekitar 2,5 kilometer yang dibebaskan dari warga setempat pada tahun anggaran 2014/2015 itu diprediksi menelan Rp 25 miliar.

Namun demikian, kata Sudarno masalah sumber anggaran untuk pembuatan jalan itu sendiri sampai sekarang ini memang belum diketahui secara pasti bersumber darimana.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Kamis, 26 Mei 2016

Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok Masih Fluktuatif

Jelang Ramadhan, Harga  Sembako  Di Ngawi Masih Fluktuatif

SINAR NGAWI™ Ngawi-Jelang bulan ramadhan, harga sembako mulai merangkak naik. Terpantau di pasar besar Ngawi, sudah sepekan beberapa kebutuhan pokok naik dikisaran 20 persen hingga 55 persen dari harga normal. Untuk gula dari harga Rp 11 ribu/kg naik menjadi Rp 16 ribu/kg, telur dari Rp 18 ribu/kg menjadi Rp 20 ribu/kg. Sedangkan minyak goreng curah naik dari Rp 9,5 ribu/kg menjadi Rp Rp 11 ribu/Kg.

“Kalau beras harganya tidak ada kenaikan maupun sebaliknya tetapi harga lainya mulai gula dan telur naik luar biasa. Naiknya harga itu kemungkinan dipicu dari meningkatnya permintaan,” terang Gunawan, salah satu pedagang sembako Pasar Besar Ngawi.

Masih menurutnya, stabilnya harga beras juga berlaku pada jenis premium demikian juga jenis beras ketan yang beredar dipasaran meskipun untuk wilayah Ngawi sendiri belum memasuki musim panen.

Sementara harga sayur mayur sampai sejauh ini belum menampakan gelagat naiknya harga dipasar. Meski demikian menurut beberapa pedagang sayur kenaikan harga hanya terjadi pada bawang putih dari Rp 30 ribu/kilogram melesat naik Rp 34 ribu/kilogram tetapi bawang merah harganya masih terkontrol pada kisaran Rp 34 ribu/kilogram.

Sesuai keterangan Eni pedagang sayur mayur Pasar Besar Ngawi, memasuki bulan ramadhan tahun ini secara umum harga sayur mayur tidak seperti tahun sebelumnya yang hampir naik secara keseluruhan.

“Tahun ini saya kira jenis sayur mayur harganya cukup stabil kalau toh naik itu hanya terjadi pada bawang putih. Itu pun juga tidak terlalu besar angka naiknya dan sekarang ini khususnya tomat harganya malah anjlok,” terang Eni.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro