PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 11 Oktober 2019

Sebagai Bentuk Mensejahterakan Warga Kembali Lakukan Pavingisasi Jalan Desa

Profil Desa Jenggrik Kabupaten Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Dengan mengandalkan sektor pertanian sebagai potensi unggulan, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar Ngawi, terus mengupayakan kelancaran akses produksi pertanian. Sahlan, Kaur Keuangan setempat mengatakan, beberapa ruas jalan desa dilakukan perbaikan infrastruktur dengan melakukan pavingisasi yang dianggarkan menggunakan Dana Desa tahun anggaran 2019.

“Tentunya dengan adanya akses jalan yang lancar , maka segala kegiatan yang ada di desa bisa lancar, baik dari segi ekonomi, pendidikan maupun yang lainnya,” terang dia.

Tambahnya kemudian, desa dengan jumlah penduduk sekitar 8385 jiwa serta memiliki luas 993.55 Ha, selain sebgian besar warganya bermatapencaharian pokok sebagai petani, juga nampak berkembang beberapa industri rumahan yang mulai menggeliat.

“Pemerintah desa akan terus memantau serta member pembinaan bagi para pelaku industri usaha kecil ini, sebagai alternatif dan penunjang peningkatan ekonomi warga,” terangnya lagi.

Desa Jenggrik sendiri terbagi menjadi 7 dusun, diantaranya, Dusun Sidowayah, Jenggrik, Jarakan, Watukaras, Tumang, Blembem dan Ngarengan.

Jumlah warga miskin tercatat sebanyak 452 KK, Desa Jenggrik berjarak sekitar 18 Km dari pusat pemerintahan Kabupaten Ngawi.

“Kita akan terus tingkatkan baik sarana maupun prasarana di desa kami, dan sebagian menggunakan dana desa (DD-Red), “ Pungkasnya.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro


Kamis, 10 Oktober 2019

Membangun TPT untuk Memperlancar Akses Pertanian Dan Peternakan

Profil desa Bangunrejo Karanganyar Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Desa Bangunrejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, memiliki memiliki jumlah penduduk 2.747 jiwa dan 465 diantaranya adalah sebgai petani. Ngadiman, Plt Kades setempat mengatakan, untuk tanaman pangan jenis padi, dari luas areal persawahan mencapai 58 hektar lebih, mampu menghasilkan produksi sekitar 5 ton per panen.

“Pembangunan TPT yang menggunakan Dana Desa (DD) tahun 2019 ini masih kita prioritaskan untuk mendongkrak potensi pertanian,” jelas dia.

Tambahnya, dengan melakukan pembangunan Talud Penahan Tanah (TPT), ini berfungsi sebagai penahan bahu jalan agar tidak longsor, sehingga kondisi jalan poros desa lebih terawat dan tertata.

“Adanya akses jalan yang layak, ini sangat membantu warga dalam, baik dari segi ekonomi, pendidikan maupun kesehatan,” tambahnya lagi.

Masih menurutnya, selain sebagian besar warga desa adalah petani, juga tak sedikit yang menekuni wiraswasta, juga mulai berkembang adanya ternak sapi dan bebek.

“Meski hanya sampingan, namun hasil ternak sangat potensial sekali dalam menambah serta memperkuat perekonomian warga desa,” urainya.

Potensi unggulan desa yang kini tengah digarap, yakni untuk sektor produksi tanaman jagung. Diharapkan kedepannya akan terus mengalami peningkatan, baik mutu maupun hasil panennya.

“Karena luasan lahan untuk perkebunan juga mempunyai luasan yang berimbang dengan areal persawahan,” pungkasnya.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro


Rabu, 09 Oktober 2019

Sosialisasi Bidang Cukai, Liquid Vape masuk Kategori Hasil Tembakau Lainnya

Perekonomian sekda kabupaten Ngawi Jatim

SINAR NGAWI™ Ngawi-Pemerintah Kabupaten Ngawi dengan menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPP Bea Cukai) Madiun melakukan sosialisasi keliling guna mensosialisasikan ketentuan bidang cukai. Aries Dewanto, Kabag Administrasi Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Ngawi mengatakan hal ini guna melindungi, mengayomi dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Ada beberapa hal yang perlu dipahami oleh masyarakat mengenai barang barang tertentu yang mempunyai sifat tertentu yang harus kena pita cukai,” terang dia.

Tambahnya, sosialisasi yang dilaksanakan di lima kecamatan di ngawi, yakni Kecamatan Sine, Ngrambe, Jogorogo, Kendal dan Kecamatan Karanganyar ini lebih menekankan mengenai hasil tembakau.

“Jadi mengenai pemahaman Hasil Tembakau Lainya (HPTL), setidaknya ada lima yang merupakan hasil tembakau jenis baru yang juga masyarakat harus memahaminya bahwa produk tersebut juga harus dilekati pita cukai.

Produksi tembakau konvensional berupa rokok pada umunya yang ada dipasaran, pemerintah mulai Peraturan Menteri Keuangan nomor 146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau serta Peraturan Menteri Keuangan nomor 67/PMK.04/2018 tentang Perdagangan Barang Kena Cukai juga menerapkan cukai bagi usaha e-Liquid atai e-Juice.

“Pemerintah mengenakan cukai terhadap cairan rokok elektrik atau vapesudah sejak 1 Juli 2018 sebesar 57 persen, dan telah ditentukan harga jual eceran (HJE) produk tersebut,” punkasnya.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro


Selasa, 08 Oktober 2019

Terapkan Kearifan Lokal Guna Mendongkrak Produksi Tanaman Tembakau

Bintek petani tembakau kabupaten Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Tanaman tembakau bisa menjadi alternatif petani kala musim kemarau panjang. Selain nilai ekonomis yang tinggi, karakteristik tanaman tembakau tidak terlalu banyak membutuhkan air. Meski begitu, ujar Wibowo, Kabid Perkebunan Dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi bahwa para petani harus tetap waspada adanya OPT (organisme pengganggu tanaman).

“Dalam bimbingan teknis ini petani diberi wawasan penerapan pengendalian hama terpadu (PHT), sehingga dalam pengelolaan tanaman budidaya tembakau baik kualitas maupun kuantitasnya meningkat,” kata dia.

Tambahnya, dalam pengendalian hama para petani diberi wawasan pemanfaatan proses pengendalian hama dengan cara mengurangi tindakan yang sekiranya merugikan atau malah justru mematikan perkembangan musuh alami dari hama tersebut.

Dengan menerapkan Good Agriculture Practices (GAP), maka diharapkan bisa meningkatkan produktivitas tanaman tembakau tahun ini (2019).

“Petani harus memahami pengendalian hama ini mendasar pada agroekosistem setempat, dengan demikian baik jenis hama serta takaran penggunaan pestisida tidak sampai merusak habitat lingkungan,” urainya kemudian.

Terpisah, ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) cabang Kabupaten Ngawi, Sojo memaparkan, dengan adanya pembinaan dan pelatihan dari Dispertan setempat, pihaknya juga merasa terbantu, baik dari segi sarana maupun prasarana produksi tembakau.

“Diharapkan dengan bombingan teknis ini bisa memotivasi petani tembakau lebih meningkatkan areal tanamnya,” kata Sojo.

Mengingat, pangsa pasar tembakau terbuka luas, dan secara analisa usaha tani ketika dikelola dengan baik, hasil dari menanam tembakau lebih besar jika dibandingkan dengan menanam padi.

“Diharapkan brand tembakau bisa bangkit kembali dan menjadi ikon tersendiri buat komoditi perkebunan di kabupaten Ngawi,” Pungkasnya.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro


Minggu, 06 Oktober 2019

Produksi Telur Asin Desa Walikukun Mulai Menggeliat

Profile desa walikukun Kabupaten Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Merupakan salah satu sarana dan prasarana peningkatan akses hasil pertanian, akses jalan dari Dusun Walikukun Wetan sampai Dusun Gebang, Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren Ngawi dilakukan pavingisasi dengan anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2019. Ariani, Kaur Keuangan desa setempat menuturkan, hal ini sebagai tindak lanjut dari program sebelumnya.

“Dengan alokasi Dana Desa (DD), kita mengutamakan pembangunan yang berbasis kerakyatan dengan tujuan mendongkrak ekonomi, kesehatan maupun pendidikan warga desa,” terang dia.

Tambahnya, dengan dengan luas lahan sawah 12,6114 hektar, serta ladang 12,420 hektar, warga desa kini juga mulai menekuni produksi telur asin.

“Cukup besar hasil hasil produksinya, dan puhak desa akan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan produksi telur asin ini baik secara kualitas maupun kuantitas,” katanya.

Dengan jumlah penduduk 8.732 jiwa yang terbagi dalam 2,696 Kepala Keluarga (KK), Desa Walikukun terdapat 4 dusun, yang masuk dala keluarga prasejahtera sebanyak 864.

Daru segi kesehatan, terdapat satu Puskesmas, empat apotik, delapan posyandu serta dua rumah bersalin ditambah adanya 2 balai kesehatan ibu dan anak.

Faktor pendidikan juga terdapat terdapat enam gedung taman kanak-kanak (TK), 9 lembaga Sekolah Dasar serta 3 gedung SMP.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro