media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 15 Desember 2017

Jelang Nataru, Bulog Sub Divre Wil XI Jember Nyatakan Stok Beras Aman

Pasar Tanjung Jember

SINAR NGAWI™ Jember-Menghadapi perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Bulog Sub Divre Wil XI Jember bersama Dandim 0824 melakukan operasi pasar di pasar Tanjung Jember, sebagai salah satu langkah antisipasif dalam menjaga stabilitas harga pasar, khususnya mengahadapi Perayaan Nataru yang tinggal beberapa pekan ini.

“Operasi pasar ini sudah kami lakukan dua hari terakhir ini, dan jelang menghadapi perayaan hari-hari besar memang kondisi pasar terkait harga sembako memang selalu mengalami perubahan yang fluktuatif, karena memang tingkat konsumsi masyarakat meningkat,” terang Wakil Kepala Bulog Sub Divre Wil XI Jember Dwiana Puspitasari.

Tambahnya untuk persediaan stock beras terutama Bulog Jember masih tersedia banyak yaitu 42 Ribu Ton lebih yang diperkirakan mencukupi untuk konsumsi masyarakat Jember 16 bulan kedepan.

Masih ditempat yang sama, menyikapi kegiatan tersebut Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Rudianto saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kondisi pasar tersebut memang harus selalu dimonitor oleh berbagai pihak, sehingga tidak ada upaya dari pihak tertentu untuk memanfaatkan memonetum seperti ini untuk mencari keuntungan pribadi.

“kita juga akan memback up dengan tindakan-tindakan lainnya melalui Babinsa jajaran yaitu dengan memonitor diseluruh penjuru wilayah kabupaten Jember terhadap stabilitas harga maupun gudang-gudang penyimpanan sehingga tidak disalah gunakan,” terang Letkol Inf Rudianto.

Kapolres Jember dalam waktu bersamaan yang melaksanakan sidak ke beberapa pasar bersama Kepala Dinas Perdagangan Anas Makruf, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Bulog Sub Divre Wil XI Jember dan lintas sektoral terkait menyampaikan Bahwa untuk kondisi pasar hingga saat ini masih relatif stabil, aman dan belum ada hal-hal yang menonjol baik daging maupun komoditi lain kondisi aman untuk dikonsumsi.

Sementara, untuk beberapa kebutuhan pokok, seperti harga beras premium yang biasanya Rp. 11.500, saat ini sudah mulai naik menjadi Rp. 12.000.

“Beberapa memang mengalami kenaikan namun tidak seberapa, untuk minyak goreng, gula dan lain-lain masih tetap setabil,” terang Yudi, salah satu pedagang di pasar Tanjung Jember.

Lain halnya untuk komoditas daging per kilogram masih relatif stabil harganya yaitu Rp. 110.000/Kg. Sedangka harga cabe sret mengalami kenaikan yang semula Rp. 12.000/Kg saat ini sudah mencapai Rp. 16.000. Kemudian telur ayam semula Rp.22.000/Kg.(sis24)
Editor: Kuncoro

Kamis, 14 Desember 2017

Sidak Ke Desa, Dewan Temukan Jabatan Perangkat Di-PLT-kan Selama 3 Tahun

Profile Desa Kasreman

SINAR NGAWI™ Ngawi-Akhir tahun, anggota Komisi I DPRD Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Desa Kasreman, Kecamatan Kasreman guna melihat kondisi birokrasi desa setempat. Siswanto, sekretaris Komisi I DPRD setempat menegaskan adanya karut marut baik itu birokrasi maupun penganggaran bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD) tahun 2017.

“Dari sitem birokrasi, ini lucu banget terkait proses Plt perangkat desa dengan jabatan rangkap sampai tiga tahun berturut-turut dengan alasan SK nya itu dibuat atau diperbarui setiap tahun padahal proses itu tidak ada dasar aturanya maupun mekanismenya,” terang dia.

Tambahnya, sesuai pengakuan dari perangkat desa sudah ada 3 tahun jabatan rangkap tersebut dilakukan tanpa ada pengisian perangkat baru. Kalau demikian ini dibiarkan jelas Siswanto, akan menutup kesempatan putra desa minimalnya generasi muda desa setempat untuk menjadi perangkat desa.

Sedang mengenai penganggaran bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD) tahun 2017, sidak juga menemukan pekerjaan proyek tanpa dilengkapi papan pengumuman proyek sehingga besaran nilai maupun sumber anggaran tanpa diketahui warga masyarakat setempat.

Kedua, terkait dengan proyek pekerjaan saluran air yang terkesan asal-asalan tanpa memperhatikan perhitungan teknis secara matang. Dimaksudkan asal-asalan beber Siswanto, berkaitan dengan TPT atau ketinggian saluran air yang kurang memenuhi standart.

“Tadi saya tanya ke salah satu perangkat desa setempat kebetulan TPK nya tidak ada menyebutkan jika saluran air yang ada cuma 35 centimeter padahal aturanya paling tidak diantara 70-90 centimeter. Dan paling menyayangkan lagi dia bilang kalau volumenya memang kurang. Terus saya minta harus dibenahi lagi sesuai RAB nya sebab akan saya lihat lagi beberapa hari kedepan,” pungkas Siswanto.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Rabu, 13 Desember 2017

KPU Ngawi Pastikan Pileg 2019 Jumlah Kursi Dapil II Tambah - Dapil IV Kurang

KPU Kabupaten Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi gelar Bimtek penataan daerah pemilihan (Dapil) dan alokasi kursi untuk Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang bertempat di Aula Hotel Sukowati Ngawi. Syamsul Wthoni, Ketua KPU setempat menegaskan, untuk penataan dapil maupun alokasi kursi tidak berbeda jauh dengan pemilu sebelumnya.

“Memang ada perubahan atau pertambahan jumlah penduduk tetapi jumlahnya tidak terlalu signifikan dan berpengaruh pada perubahan dapil itu sendiri,” terang dia.

Tambahnya, penataan ulang Dapil mengacu pada Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK 2). Dimana secara teknis jumlah penduduk Ngawi sebanyak 899.495 jiwa orang akan dibagi dengan jumlah 45 kursi maka akan ketemu dengan Bilangan Pembagi Penduduk (BPPd).

Sedang untuk BPPd atau hitungan kuota suara per kursi di DPRD Ngawi pada Pileg 2019 mendatang tercatat 19.988 suara.

Jika dikaitkan dengan kuota kursi dari Pileg 2014 memang ada peningkatan. Sebab saat itu kuota suara per kursi hanya 17.066 suara mengingat dari jumlah penduduk Ngawi masih berada di angka 767.952 jiwa orang.

Mengenai rancangan Dapil di Kabupaten Ngawi pada Pileg 2019 yang telah disimulasikan masih sama persis dengan Pileg 2014.

Dapil I (Pitu, Ngawi), Dapil II (Kasreman, Padas, Bringin, Karangjati, Pangkur, Kwadungan), Dapil III (Geneng, Gerih, Kendal), Dapil IV (Paron, Kedunggalar), Dapil V (Jogorogo, Ngrambe, Sine) dan Dapil VI (Widodaren, Mantingan, Karanganyar).

“Dari pola perubahan Dapil yang telah disimulasikan tadi hanya ada perubahan pada jumlah kursi khususnya Dapil IV yang dulunya ada 9 kursi nanti berkurang menjadi 8 kursi. Demikian Dapil II dari 9 kursi bertambah menjadi 10 kursi,” pungkasnya.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Selasa, 12 Desember 2017

HUT BRI Ke 122, Ribuan Pelari Ramaikan Acara BRIRUN Di Kebun Raya Bogor

HUT BRI ke 122

SINAR NGAWI™ Bogor-Dalam rangka HUT BRI ke 122, Event BRIRUN 2017 Series yang digelar di Kebun Raya Bogor diikuti sebanyak 5 ribu pelari, (10/12). . Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara RI Rini M. Soemarno, Sandiaga Uno, Walikota Bogor Bima Arya, Direktur Utama Bank BRI Suprajarto serta jajaran Direksi dan Komisaris BRI.

“Bank BRI dengan bangga kembali menyelenggarakan lomba lari berskala nasional sebagai wujud dukungan terhadap perkembangan dan kemajuan dunia olahraga serta pariwisata di Indonesia,” ungkap Suprajarto, Direktur Utama Bank BRI.

Tambahnya, dalam perhelatan ini antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi sangat tinggi, Jumlah peserta yang mendaftar mencapai lebih dari 10.000 orang dari seluruh penjuru Indonesia.

Adapun Para peserta BRIRUN 2017 Bogor Series memperebutkan hadiah total Rp 243 juta, dengan hadiah utama masing-masing berupa Tabungan BritAma senilai Rp 20 juta untuk juara pertama kategori half marathon 21K umum dan 21K ekiden, Rp 15 juta untuk kampiun olympic distance (10K) dan Rp 10 juta untuk peserta yang finish.

pertama di kategori fun race (5K). Selanjutnya, juara kedua dan ketiga 21K akan mendapat hadiah Tabungan BritAma senilai Rp 15 juta dan Rp 10 juta. Untuk juara kedua dan ketiga 10K akan mendapat Tabungan BritAma senilai Rp 10 juta dan Rp 7 juta. Sementara pemenang kedua dan ketiga di nomor 5K akan mendapat hadiah Rp 7 juta dan Rp 5 juta.

Tak hanya itu, para peserta berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah hiburan bernilai ratusan juta rupiah.

Para pelari juga mendapat benefit lain berupa asuransi, karena dicover asuransi jiwa BRILife dengan uang pertanggungan maksimal Rp 10 juta. Ini merupakan bentuk sinergi antara Bank BRI dengan perusahaan anak yang tergabung dalam BRI Group. (HumasBRI)
Editor: Kuncoro

Senin, 11 Desember 2017

Gelar Seminar Batik, Disdagperintaker Ngawi Terapkan Pemasaran e-Commerce

Beli batik khas Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Keanekaragaman motif serta corak Batik khas Ngawi mulai berkembang pesat. Namun hal ini belum dibarengi dengan produksi yang maksimal. Yusuf rosyadi, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian Dan Tenaga Kerja (Disdagperintaker) Ngawi, saat membuka Seminar Batik Bertempat di aula RM Notosuman, menegaskan bahwa industri batik harus diprioritaskan.

“Batik khas Ngawi sudah waktunya untuk diproduksi secara modern, karena untuk macam dan pola batik khas Ngawi sudah didukung oleh kekayaan alam, sosial budaya maupun sejarah,” terang dia.

Tambahnya, dari segi pemasaran juga sudah waktunya melakukan perdagangan elektronik (e-Commerce), guna menjangkau konsumen yang lebih mengglobal dalam masa perkembangan dunia digital maupun dalam rangka menghadapi pasar bebas mendatang.

“Jadi batik bukan saja merupakan hasil karya seni tapi sekaligus merupakan hasil produksi, dengan demikian selain kedepan diharapkan ada peningkatan secara ekonomi, juga budaya kearifan lokal bisa dinikmati secara luas,” terangnya lagi.

Dalam kesempatan yang sama, seminar batik ini juga menghadirkan nara sumber dari Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur (APBJT), diantaranya Siswo, yang justru menekankan akan pentingnya motif dan corak yang menggambarkan kearifan lokal Ngawi.

“Jadi alam maupun budaya yang ada di Ngawi ini bisa menciptakan inspirasi motif dan corak yang lebih banyak lagi, karena Ngawi sangat kaya akan hal itu,” terang Siswo.

Urainya lagi, strategi menjadi pengusaha batik juga dikupas tuntas dalam seminar yang diikutu oleh seluruh perajin batik di Ngawi.

Pengelolaan industri batik yang modern dengan tetap menjaga mutu serta harga yang terjangkau oleh berbagai kalangan sangat ditekankan dalam acara ini, mengingat pangsa pasar batik secara umum, itu sendiri sudah dikenal diseluruh penjuru dunia.

“Karena dengan menggali keragaman kekayaan alam, akan menghasilkan karya batik yang adiluhung,” pungkasnya.
Pewarta: Kun/pAn/sOn
Editor: Kuncoro