media online pemberitaan kabupaten ngawi
PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Bahwa menyangkut jejaring sosial khususnya facebook dengan akun "Sinar Ngawi" hanya sebagai tempat Sharing Link Berita saja. Bila ada akun FB dengan kemiripan nama dan atau beberapa ada history foto,catatan, yang ternyata untuk menawarkan jual beli "ONLINE" maka bukan tanggungjawab kami.----TTD Admin/ceo media SN ----
Custom Search

Selasa, 22 April 2014

5 Perpus DAK 2011 Di Kec. Pitu Ngawi, Dipastikan Satu Persatu Roboh

5 Perpus DAK 2011 Di Kec. Pitu Ngawi, Satu Persatu Dipastikan Roboh

NGAWI™ Perkerjaan Pembangunan ruang perpustakaan dalam program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun yang didanai DAK 2011, khususnya wilayah kecamatan Pitu Ngawi dipastikan satu-persatu roboh. Setelah sebelumnya Gedung perpus SDN Ngancar ambrol teras depannya, kini giliran SDN Satu dan SDN dua Papungan dipastikan tak lama lagi rata dengan tanah,(21/04).

Setidaknya 3 bangunan dari 5 paket kegiatan ini disinyalir dikerjakan oleh rekanan yang sama mengalami kerusakan parah. Belum bisa dipastikan penyebab pastinya, apakah rekanan yang nakal atau memang gagalnya perencanaan oleh konsultan juga bisa jadi lantaran longgarnya pengawasan.

Sementara guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah menyangga bangunan itu menggunakan bambu. Selain itu, atap ruangan berukuran 7 x 7 meter itu, juga sangat membahayakan siswa-siswi sekolah tersebut. Bahkan bangunan dinding diluar perputakaan juga tampak sudah keropos serta bangunan miring.

Kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Papungan Suraya menjelaskan bahwa perupustakaan tersebut rusak sejak sebulan lalu. Bahkan, sekarang sudah tidak difungsikan lagi. Upaya ini dilakukan agar tidak ada korban jiwa jika bangunan itu ambruk total.

Dari pantauan dilokasi, Kuda-kuda yang terbuat dari bahan kayu yang tak layak menjadi faktor utama penyebab melengkungnya bangunan perpus tersebut.

“Jelas melengkung, karena kuda-kuda itu kayunya bukan kayu jati sehingga tak kuat menahan beban. Kami sudah berusaha menyangga tetapi tetap ambrol,” terangnya


Dia menambahkan, ruangan perpus sementara ini dikosongkan guna menghindari korban jiwa.

“Kami menggabung antara Siswa kelas 4 dan 2, meski harus dengan cara bergantian daripada diruang perpustakaan malah membahayakan siswa nantinya,” pungkasnya.
Pewarta: Cung
Editor: Kuncoro


Senin, 21 April 2014

Rekapitulasi Surat Suara Di Ngawi Ramai Interupsi

 Rekapitulasi suara Pemilu 2014 di KPUD Ngawi diwarnai ketegangan

NGAWI™ Rapat rekapitulasi perhitungan suara Pemilu Anggota DPRD, DPD dan DPR Pemilu 2014 di KPUD Ngawi selama dua hari mulai 20-21 April sempat diwarnai ketegangan. sejumlah saksi parpol saling melontarkan interupsi atas data yang disampaikan masih menyisakan beberapa kejanggalan pada DPT, hingga indikasi terjadinya penggelembungan jumlah pemilih, (21/4).

Pada hari pertama ketegangan berawal ketika Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ngawi Kota membacakan perolehan hasil perolehan suara sempat tertunda tiga kali lantaran saat entri data pemilih salah memasukan kolom.

Lagi-lagi ketegangan terjadi pada hari kedua kali ini malah lebih fatal atas data yang disampaikan PPK Kendal dimana terjadi penggelembungan jumlah pemilih. Kontan saja pembacaan perolehan suara masing-masing parpol dihentikan sambil menunggu revisi ulang.

Seperti yang disampaikan PPK Kendal antara jumlah pemilih terdaftar dalam daftar pemilih tambahan (form DPTb) jumlahnya 298 pemilih. Akan tetapi yang tertera dalam jumlah pengguna hak pilih dalam daftar pemilih tambahan (DPTb/tambahan dari TPS lain) jumlahnya membengkak 53 pemilih atau menjadi 351 pemilih.

Nur Wahyudi saksi dari Partai Demokrat data invalid yang disampaikan PPK Kendal besar kemungkinan terjadi ketika pemilih yang belum terdaftar sebelumnya ketika melakukan pemungutan suara dengan bekal identitas KTP tidak dicatat dalam form DPTb.

“Tadi kata PPK Kendal memang pemilih tambahan ketika melakukan pencoblosan tidak terlebih dahulu dicatat namun langsung diberikan kartu suara,” katanya.

Lain halnya yang disampaikan Syamsul Watoni Bagian Divisi Teknik KPUD Ngawi terjadinya beberapa kali penundaan pembacaan rekapitulasi PPK hanya bersifat administrasi. Tegasnya, penundaan terpaksa dilakukan untuk memperbarui data yang disampaikan sebelum dibacakan kembali.

Apalagi masing-masing saksi parpol tidak mempersoalkan kesalahan data administrasi tersebut karena hasil akhir sama sekali tidak mempengaruhi perolehan suara partai. Sesuai pengamatan media dari lokasi rekapitulasi suara di gedung serbaguna Eka Kapti ditemukan jumlah pemilih yang belum terdaftar dalam DPT angkanya masih cukup tinggi. Hal ini bisa dibuktikan dari pemilih yang terlampir dalam form DP KTP/KK mencapai ratusan orang.

Bisa jadi dengan temuan tersebut membuktikan kinerja KPUD Ngawi saat pemutakhiran DPT masih dipertanyakan. Meskipun satu sisi pemilih yang belum tercatat dalam DPT secara sah dilegalkan dengan pemakaian KTP maupun KK sebagaimana diatur Pasal 150 UU nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilu DPR, DPD dan DPRD.

Seperti data yang diambil dari Dapil IV (Paron-Kedunggalar) dengan DPT 142.854 namun jumlah pemilih yang memakai KTP mencapai 780 pemilih. Dari 19 kecamatan angka yang paling tinggi pemilih yang belum terfadaftar terjadi di Kecamatan Widodaren yang masuk Dapil VI, dari 150 TPS dengan DPT 52.901 pemilih ditemukan 894 pemilih.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro


Minggu, 20 April 2014

Rekapitulasi Pileg Di Ngawi, NasDem Mensinyalir Adanya Penggelembungan Suara

Yayuk tuding KPPS mempermainkan hasil perolehan suara yang dibuktikan dengan form C1

NGAWI™ Rekapitulasi hasil suara Pemilu 2014 yang dilakukan KPUD Ngawi bertempat di gedung serba guna Eka Kapti Ngawi sempat diwarnai tudingan adanya indikasi penggelembungan suara salah satu parpol. Habib Assegaf salah satu pengurus Partai NasDem Kabupaten Ngawi menegaskan bahwa pada form C1 tidak sama dengan plano di KPPS, (20/04).

Kejadian perubahan hasil penghitungan suara terlihat jelas di 23 TPS dari 5 kecamatan masuk Dapil II meliputi Pangkur, Kasreman, Padas, Karangjati dan Padas. Jelasnya, dugaan penggelembungan suara terjadi pada salah satu parpol dimana hasilnya tidak sesuai yang dibawa saksi Partai Nasdem.

“Setelah saksi-saksi kami menyerahkan C1 dari KPPS penjumlahanya tidak signifikan,” terang Habib Assegaf.

Sementara Suprapto salah satu KPPS dari Desa Sumber, Kecamatan Pangkur, membantah kalau pihaknya melakukan kecurangan terhadap hasil rekapitulasi dengan menggelembungkan suara untuk salah satu parpol.

“Sebetulnya tidak ada yang dimaksudkan penambahan suara itu hanya saja karena faktor kelelahan mungkin kesalahan tulis, namun C1 yang dibawa saksi-saksi selain dari Partai Nasdem itu sama dengan plano, cuma yang beda hanya C1 yang dibawa saksi Partai Nasdem,” tegasnya.

Sedangkan Yayuk Sri Rahayuningsih Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Ngawi membenarkan kalau toh pegangan utama hasil suara parpol memang C1 lampiran dari masing-masing saksi. Namun sesuai perkembanganya C1 tidak bisa sebagai pedoman perolehan suara padahal didalamnya ada beberapa kekeliruan mulai penulisan sampai penjumlahan.

Yayuk, menganggap wajar kalau partainya merasa keberatan terhadap hasil suara yang dibawa saksinya selisih dengan hasil di plano.

“Dari C1 memang ada kekeliruan yang kita dapat dari 23 TPS berbeda, maka kita minta merekomendasikan bisa membuka kembali C1 plano karena sesuai peranya ini sebagai master yang kita jadikan patokan dan untuk hitung ulang C1 tadi sifatnya hanya klarifikasi saja,” terangnya.

Terkait penyimpangan hasil suara ini Yayuk meminta kepada KPUD kedepanya untuk merekrut KPPS yang siap dari segi SDM. Selain itu terkait honor anggota KPPS juga perlu ditambah sehingga seimbang dengan resiko kerjanya.

“Jangan sampai alasan kekeliruan ini hanya mendasar kelelahan, jadi kedepanya bisa dijadikan pembelajaran bagi KPUD, dan hasil klarifikasi tadi kita terima dan tidak menuntut apapun,” pungkasnya.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro


Sabtu, 19 April 2014

Bupati Ngawi: Peran PKK Sangat Penting Dalam Mendulang Prestasi

Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-42 Kab. Ngawi

NGAWI™ Dalam rangka peringati hari Kesatuan Gerak PKK Ke-42, Yang mengambil tempat di Gelanggang Olahraga, (GOR) Bung Hatta, Bupati Ngawi Budi Sulistyono berpesan bahwa peran PKK sangat penting dalam mendukung prestasi Kab.Ngawi. Harapnya agar masyarakat mulai dari tingkat Pemerintah Daerah sampai pada tingkat Desa senantiasa bisa selalu membantu kegiatan PKK, (16/04).

Acara yang di yang digelar ini selain dihadiri Antik Sulistyono selaku Ketua TP PKK, Wabup Ngawi Ony Anwar, ST beserta istri selaku Wakil Ketua TP PKK juga nampak tamu undangan serta semua anggota dan jajaran SKPD.

Sementara Pada kesempatan yang sama, Bupati Ngawi yang juga Tim Pembina PKK Kab.Ngawi dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat Ngawi patut berbangga terhadap prestasi-prestasi PKK.

Diantaranya dari PHBS tingkat Nasional hingga menjadi nominator penilaian Posyandu Tingkat Nasional, Pemanfaatan Toga Tingkat Nasional.

Semua prestasi-prestasi itu didapat berkat peran dan semangat kinerja ibu-ibu PKK di wilayah masing-masing.

Kanang, sapaan akarb bupati Ngawi juga menegaskanpada semua undangan agar selalu membantu setiap kegiata ibu-ibu PKK mulai dari Posyandu, PAUD, Lansia.

Tambahnya lagi akan pentingnya peran ibu-ibu PKK dalam mengembangkan Kabupaten Ngawi yang kemudian dilanjutkan dengan memberikan Piala dan Piagam penghargaan terhadap pemenang Lomba 10 Program PKK dan Lomba Program Bina Keluarga Berencana.
ADV

Jumat, 18 April 2014

Warga Geneng Dihebohkan Dengan Penemuan Boneka Mirip Jenglot

Boneka mirip jenglot yang dirawat Sulani warga Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Ngawi

GENENG™ Warga Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Ngawi, dihebohkan dengan penemuan sebuah benda mirip jenglot. Boneka tersebut memiliki tinggi kurang dari lima centimeter, bertaring, rambut gondrong, kuku tajam, dan bola mata melotot. Warga meyakini benda yang kini dirawat Sulani (60) warga setempat adalah jenglot.


“Kalau dilihat memang sangat menyeramkan apalagi jenglot itu kayaknya masih hidup terlihat bola matanya seperti melihat sesuatu,” terang Suyadi salah satu warga sekitar, Jum’at (18/04).

Sedangkan Sulani sendiri menuturkan tepatnya kemarin sore, Kamis (17/04), sekitar pukul 16.00 WIB salah satu putranya Tetek Deni Prasetyo (17) membawa kotak kecil berwarna hijau gelap berisi sebuah boneka yang mirip jenglot dari areal pemakaman yang berjarak kurang dari 50 meter dari rumahnya.

“Kalau yang didalam kotak itu jenglot saya sendiri tidak tahu pokonya kalau dilihat sangat menyeramkan, dan boneka itu diambil anak saya setelah mendapat informasi dari anak-anak kecil lainya yang bermain di pemakaman,” jelas Sulani.

Dari penemuan boneka mirip jenglot tersebut, kini rumah Sulani banyak didatangi warga sekitar yang ingin melihat kebenaran apakah jenglot atau tidak.

Sementara Tetek Deni Prasetyo saat dikonfirmasi menjelaskan dirinya dikagetkan dengan teriakan anak kecil dari dalam pemakaman yang katanya melihat hantu.
“Kalau tidak salah ada tiga anak sekitar sini tengah bermain didalam makam dan tahu-tahu menemukan benda itu,” terangnya.

Namun lain dikatakan Idris Afandi warga Kabupaten Magetan yang kebetulan melihat langsung. Urainya, secara umum, jenglot memiliki bentuk seperti manusia, lengkap dengan dua kali serta panjang rambut yang bahkan melebihi panjang tubuhnya sendiri.

“Jenglot itu bukan benda mati akan tetapi ia hidup, namun tak ada yang pernah tahu kapan bergerak,” kupasnya.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro


.........