PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 04 Januari 2012

Home > > TIDAK MAU KEBAKARAN JENGGOT, KANANG BUTUH YANG MUDA

TIDAK MAU KEBAKARAN JENGGOT, KANANG BUTUH YANG MUDA

| NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar tentangTidak mau di cap mesin pemerintahanya melempem Bupati Ngawi,Ir Budi Sulistyono, terpaksa lakukan TUNE-UP diberbagai lini guna menggeber laju roda pemerintahannya, terbukti, kini telah diambil langkah tegas dengan memutasi 228 PNS dilingkungan pemkab Ngawi, Senin (2/1).

Terlihat jelas dari data yang ada sejumlah pejabat muda dijajal kepiawaianya menata birokrasi untuk memulihkan dari musim ‘paceklik’ di era kepemimpinanya. Betapa tidak, di awal pemerintahanya sebagai Bupati Ngawi, Kanang (sapaan akrabnya) dihantam badai devisit tidak kurang 40 miliar.

Dengan dasar demikian inilah memungkinkan Kanang memasang pejabat muda yang mempunyai integritas, loyal, professional dan mempunyai wawasan pembangunan ke depan yang lebih elegant. Seperti Indah Kusumawardhani menahkodai Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB), Eko Purnomo yang sebelumnya bertengger di kabag humas pemkab Ngawi digeser menduduki kursi sekretaris Disporabudpar Ngawi, sedangkan M Sodiq Tri menempati kursi empuknya sebagai kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM dan Pemdes). “Untuk kedepanya kepada pejabat muda ini kita pacu sesuai dengan bidangnya,” terang Bupati Ngawi,Ir Budi Sulistyono.

Kemudian saat ditanya lebih jauh terkait kekisruhan soal tenaga honorer atau tenaga non CPNS dan PNS yang akhir-akhir ini banyak dijadikan bahan pembicaraan publik. Kanang tidak menampik hal tersebut, bahkan dirinya juga mengakui ada dua SKPD yang tenaga honorernya berjubel hingga ratusan jumlahnya seperti Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (DPP2).

Dengan demikian selaku Bupati, pihaknya berharap terhadap kedua SKPD ini bisa membekali para tenaga honorer yang sebelumnya diperbantukan untuk menggeliatkan pemerintahannya kalau dihitung sekitar 550 tenaga kontrak. “Mereka bisa melamar kembali sebagai tenaga magang dengan begitu bisa mendapatkan berbagai ilmu kewirausahaan lewat semacam kursus nantinya, dimana juga dilengkapi dengan fasilitas komputer agar menguasai ilmu informatika selain itu mereka kedepanya bisa mandiri sesuai skillnya masing-masing,” tegas Kanang.

Tidak tanggung-tanggung Kanang mempercayakan kepada kepada Lamudjiono sebagai kepala Dishub yang ditinggal pensiun oleh terdahulunya Suprayitno demikian halnya dengan DPP2 dipasrahkan kepada Bambang Supriyadi. Kedua pejabat ini menurut Bupati Ngawi diarahkan bisa menyelesaikan permasalahan di kedinasannya masing-masing.

“Untuk sebulan kedepan kita pantau apakah mereka bisa membuat terobosan untuk mendongkrak kinerja ataukah mereka malah sebaliknya, soalnya kami butuh pejabat yang mau menjalankan pemerintahan ini dengan tidak setengah hati,” imbuhnya. Pada mutasi kemarin untuk pejabat eselon tingkat II ada 13 orang, sedangkan eselon III sebanyak 62 orang dan untuk pejabat eselon IV tidak kurang 139 orang. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda