PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Minggu, 28 Oktober 2012

Home > > IBM.Silapawana Menemukan Islam Di Saat Tersulit

IBM.Silapawana Menemukan Islam Di Saat Tersulit

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |NGAWI™ Pria berpawakan sedang dengan raut wajah penuh optimisme ini baru saja melangkah ke dunia barunya, meski sebelumnya didera kebimbangan serta ketidak percayaan terhadap dirinya sendiri. Tak satupun orang yang mampu memberikan pencerahan di saat pria paruh baya dengan nama Ida Bagus Made (IBM) Silapawana terseret kedalam lembah hitam.

IBM.Silapawana tumbuh besar dalam lingkungan keras, di saat dirinya pada posisi klimaks tak ayal malah terjerembab sebagai pecandu alkohol dan obat-obatan terlarang. Saat masa sulit tersebut IBM .Silapawana yang sebelumnya mengaku keturunan Bali dan sebagai pemeluk Hindu yang taat, pada tahun 2011 lalu petualanganganya dilembah hitam terpaksa dihentikan oleh aparat penegak hukum saat dalam kondisi sakau sehabis mengkonsumsi narkoba.

Akhirnya sebagai bentuk pertanggung jawaban terhadap perbuatanya, IBM.Silapawana langsung diganjar hukuman penjara 5 tahun dan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Medaeng Surabaya.

Dalam menikmati kehidupan dibalik terali besi yang pengap tersebut, IBM.Silapawana yang belum berumah tangga ini selalu mengintropeksi semua perilaku dibagian awal kehidupanya. Namun, cengkeraman penjara dan sebagai pecandu narkoba tetap menjadi tantangan terberat disaat melewati hari-harinya.

Suatu ketika dalam LP Medaeng Surabaya tersebut, dirinya melihat salah satu nara pidana yang keluar masuk penjara melakukan sholat taubat. Mulai detik itulah, IBM.Silapawana mulai terketuk hatinya. “Ketika saya melihat ada kawan yang benar-benar ingin insyaf dengan melakukan sholat taubat itu, lalu saya bertanya apakah ada dalam ajaran Islam yang namanya sholat taubat,” terang IBM.Silapawana.

Tidak berapa lama si kawanya itu berkata dan menjawab “ada” bahwa dalam agama Islam seberapa besar dosa yang dilakukan umatnya selama dia ingin berbenah dan ingin sadar maka Allah SWT membuka pintu maaf selebar-lebarnya. “Mulai saat itulah saya trenyuh ingin bertaubat meskipun sebelumnya saya ini juga ingin melakukan hal itu,” kenang IBM.Silapawana dengan mata berkaca-kaca.

Akan tetapi untuk segera melakukan taubat dirinya tidak bisa berbuat banyak saat mendekam di LP Medaeng ini. Ternyata Allah SWT serba pemurah hati serta mendengar jeritan tangis selama ini dari IBM.Silapawana.

Pada awal tahun ini LP Medaeng dianggap over load penghuninya tidak sesuai dengan kapasitas yang telah ditentukan. Maka untuk mengurangi beban LP Medaeng, beberapa napi harus dipindahkan ke LP lain yang sekiranya masih mampu menampung napi. Dari kejadian ini IBM.Silapawana temasuk salah satu napi yang dipindahkan ke LP Ngawi.
Di LP Ngawi inilah, IBM.Silapawana bersikeras untuk segera bertaubat sesuai ajaran agama Islam. Dengan dibantu para petugas LP sekitar awal Oktober ini, IBM.Silapawana memutuskan jadi mualaf pindah ke agama Islam.

Dihadapan petugas dari Kementerian agama (Kemenag) Kabupaten Ngawi , IBM.Silapawana mengucapkan kalimat syahadat sebagai tanda bahwa Islam yang diyakininya. Tidak hanya keyakinannya baru demikian juga namanya ditambah menjadi Imam Bagus Maulana Silapawana. Dalam LP Ngawi tersebut dirinya mendapatkan bimbingan materi agama Islam dari para ustadz yang ditunjuk oleh pihak LP. Dengan pindahnya keyakinan itu, Imam Bagus Maulana Silapawana mengaku mendapatkan ketenangan lahir maupun bathin sesuai ajaran Islam merupakan agama yang penuh rahmatan lil alamin.

Apalagi pada 24 Oktober lalu Imam Bagus Maulana Silapawana mendapatkan semangat baru sebagi bentuk support untuk membenahi kehidupanya. Dimana saat itu Bupati Ngawi, Ir Budi Sulistyono, menjenguk dirinya dalam LP Ngawi. “Saya sangat terharu dengan beliau (Ir.Budi Sulistyono-red), meskipun saya yang merupakan kawan lamanya semasa di SMA 5 Surabaya di tahun 1980, disaat sengsara kayak begini beliau masih ingat terhadap kawan lamanya sehingga insyallah apa yang saya lakukan kedepan tidak lain hanya dari kebesaran Allah SWT,” pungkasnya. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda