PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 14 November 2012

Home > > Dipastikan 2013 Anggaran Pegawai Naik 67.66 Persen

Dipastikan 2013 Anggaran Pegawai Naik 67.66 Persen

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |NGAWI™ Rupanya eksekutif tetap ngotot menaikan anggaran belanja pegawai tidak langsung maupun belanja langsung pada 2013, sebesar 67,66%, seperti apa yang disampaikan oleh Bupati Ngawi,Ir Budi Sulistyono, dalam laporan nota keuangan rancangan APBD 2013 yang dibacakan dalam rapat paripurna bersama DPRD Ngawi, Selasa (13/11).

Kenaikan belanja pegawai menurut Bupati Ngawi, ada faktor yang mempengaruhinya antara lain kenaikan tunjangan beras, kenaikan gaji pokok PNS dan CPNS sebesar 7 persen. Sehingga dipastikan pada tahun 2013 mendatang belanja pegawai mengalami kenaikan 4,57 persen atau sekitar Rp 37 miliar dari tahun sebelumnya, secara riil dari Rp.813 miliar lebih menjadi sekitar Rp.851 miliar.

“Kita mengakui untuk menekan rasio belanja pegawai merupakan pekerjaan berat,” ungkap Bupati Ngawi, Ir.Budi Sulistyono, usai rapat paripurna DPRD Ngawi. Meskipun satu sisi langkah-langkah efisiensi telah dilakukan, seperti menurunkan standar honorarium pegawai, perjalanan dinas, uang lembur dan anggaran makan serta minum.

Lepas permasalahan tersebut lanjut Ir.Budi Sulistyono, pihaknya tetap berusaha menekan kenaikan belanja pegawai dengan melakukan penghitungan kebutuhan belanja pegawai secara riil. Selain itu dengan melakukan pengurangan terhadap belanja pegawai yang memasuki usia pensiun dan diarahkan ke belanja modal pada tahun mendatang. Sementara dalam laporan Bupati Ngawi juga memaparkan tentang kebijakan untuk mendongkrak peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Diperkirakan tahun 2013 mendatang urai Ir.Budi Sulistyono, PAD Kabupaten Ngawi akan mendapatkan sekitar Rp 1,3 triliun. Untuk mendorongnya perlu dilakukan intensifikasi penerimaan pajak daerah dan restribusi daerah melalui pembenahan sarana dan prasarana.

Lebih dari itu system dan prosedur pemungutan pajak daerah dan restribusi daerah perlu adanya perbaikan. Dilain pihak Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menandaskan meningkatnya anggaran belanja pegawai selama ini dinilai kurang tepat. Jelasnya, masih ditemukan celah guna menekan anggaran belanja pegawai. Salah satunya pada tahun 2013 mendatang banyak PNS yang memasuki masa pensiun sehingga anggaran secara otomatis akan turun. (pr)

Artikel Terkait



1 komentar:

Tokimachi Blok mengatakan...

kebijakan pemerintah menaikan anggaran belanja pegawai negeri menurut saya kuranga tepat, apakah tidak meninjau terlebih dahulu keadaan sosial masyarkat ngawi. saat ini masih banyak masyarakat pedalaman yang keadaan ekonominya masih buruk, banyak anak kecil yang tidak sekolah demi membantu ekonomi keluarga, banyak pemuda yang masih menganggur yang sampai saat ini belum ada solusinya, banyak petani yang mengeluh karena mahalnya harga pupuk dan murahnya harga padi saat panen, masih banyak sarana dan prasarana sekolah di pedalaman yang belum semua terpenuhi, Gedung sekolah yang sudah sudah lanyak, jalan-jalan yang berada di pedalaman desa banyak yang belum diperbaiki, apakah hal ini tidak di jadikan pertimbangkan oleh Pemkab Ngawi, dan sekarang banyak pegawai PNS yang hanya seenaknya saja dalm bekerja, datang tidak disiplin, mengajar tidak benar, jam kerja malah pergi kepasar untuk belanja. mintanya gaji tinggi dan kerjanya cuma leda lede denagn seragam PNS. tahun lalu anggaran APBD 80% untuk belanja pegawai negeri sekarang masih sama, terus kapan masyarakat kecil deperhatikan......apakah menunggui sampai mereka terkena penyakit busung lapar terlebih dahulu ......

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda