PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 02 November 2012

Home > > Masuk Pancaroba Waspadai Ledakan Demam Berdarah

Masuk Pancaroba Waspadai Ledakan Demam Berdarah

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |NGAWI™ Semua pihak diharap mewaspadai akan ancaman demam berdarahdengeu (DBD). Hal inipun dipertegas oleh Jaswadi, Kasi Penyebaran Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, bahwa hingga masuk akhir Oktober tahun ini jumlah penderita demam berdarah mencapai 101 orang dan 6 diantaranya dinyatakan meninggal.

“Peningkatan pasien demam berdarah pada umumnya mereka tidak sadar kalau penyakit yang dideritanya tersebut sangat berbahaya,” terang Jaswadi, Jum’at (2/11).

Kurangnya kesigapan antisipasi penyakit demam berdarah urai Jaswadi, terlihat adanya peningkatan jumlah korban dibanding tahun 2011 lalu tergolong signifikan karena saat itu tercatat sampai akhir Desember hanya 1 orang meninggal dari 107 pasien demam berdarah.

“Saat dibawa ke medis mereka kondisinya sudah melemah dan sebelumnya rata-rata pasien tersebut hanya ditangani memakai obat-obatan biasa ,” bebernya. Dirinya berharap, bila ada gejala terjangkit demam berdarah untuk segera mendatangi medis terdekat guna antisipasi secara dini.

Selain itu seperti kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah di Kecamatan Kedunggalar beberapa waktu lalu lanjutnya sebagai bukti masyarakat kurangya melakukan komunikasi intens dengan pihak medis terhadap ancaman yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypty

Tambah Kasi P2 Dinas kesehatan Kabupaten Ngawi, pencegahan terhadap demam berdarah tidaklah cukup dengan obat-obatan saja namun dengan pemberantasan dari dini terhadap jentik nyamuk aedes aegypty.

Langkah pencegahanya tidak hanya dengan melakukan pengasapan (fogging) melainkan dengan mengontrol keberadaan dan sedapat mungkin menghindari vektor nyamuk pembawa virus dengue ini.

Tindakan tersebut adalah dengan menguras bak mandi dan penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu, menutup rapat tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai lagi yang ada di sekitar rumah. Secara biologis vektor nyamuk pembawa virus dengue dapat dikontrol dengan menggunakan ikan pemakan jentik dan bakteri. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda