PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 16 Januari 2013

Home > > Nagih Janji, Ratusan Petani Mataraman Long March Datangi SBY

Nagih Janji, Ratusan Petani Mataraman Long March Datangi SBY

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |NGAWI™ Ratusan petani asal Kabupaten Blitar tiba di wilayah Ngawi sebagai tindak lanjut nagih janji terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Para petani berkekuatan 110 orang yang tergabung Front Perjuangan Petani Mataraman (FPPM) singgah sementara di gedung Eka Kapti Ngawi sebelum melanjutkan long march ke Istana Negara Jakarta.

Seperti yang diungkapkan Moh Trianto selaku koordinator dari aksi long march menyebutkan, mereka berangkat dari Blitar pada 11 Januari lalu menuju Jakarta sebagai upaya menuntut janji dari Presiden SBY.

Dengan mengambil start dari makam Bung Karno, mereka dibekali mantel plastik bila sewaktu-waktu dalam perjalanan terkena guyuran hujan. “Aksi ini yang jelas sebagai tuntutan kami selaku petani terhadap Presiden SBY pada tahun 2007 lalu yang berjanji akan mendistribusikan tanah seluas 9,27 hektar ke petani,” ungkap Moh Trianto, Selasa (15/1).

Urainya, mereka diperkirakan akan menempuh 740 km dengan waktu delapan hari agar sampai ke istana Jakarta. Aksi nekat ini dilakukan guna mendapatkan tanah redis yang selama ini usaha mereka selalu mengalami kegagalan.

Tanah yang dituntut tersebut tambah Moh Trianto, ada sekitar tujuh lokasi tanah bekas perkebunan, yang diperjuangkan agar bisa dibagikan ke rakyat, di antaranya, Perkebunan Swarubuluroto, Perkebunan Sengon, Perkebunan Nyunyur, Perkebunan Gondang Tapen, Perkebunan Karangnongko, Perkebunan Gambar.

Dan mereka berharap pemerintahan dibawah kepemimpinan SBY melaksanakan reformasi agraria sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Agraria.

Kemudian, rombongan petani ini keesokan harinya singgah ke kantor DPRD Kabupaten Ngawi sebelum melanjutkan long march.

Sambil berorasi ratusan petani langsung diterima ketua dewan setempat. Secara terpisah Dwi Rianto Jatmiko selaku Ketua DPRD Ngawi kepada media saat dikonfirmasi menanggapi positif kedatangan mereka.

Apalagi perjuangan ratusan petani asal Blitar tersebut secara dilakukan secara tulus untuk memperjuangkan nasibnya. “Sangat salut apa yang diperjuangkan oleh saudara kita dari Blitar ini mudah-mudahan perjuanganya akan membuahkan hasil,” jelas Dwi Rianto Jatmiko. Usai melakukan pertemuan, ratusan petani tersebut melanjutkan kembali long march menuju Jakarta. (pr/kns)

Artikel Terkait



1 komentar:

Anonim mengatakan...

Kita dukung yang manjadi tuntutan FPPM.... SBY selaku pemimpin negeri ini harus bisa melaksanakan amanah UUD 1945. Sekaligus koreksi, bahwa rombongan FPPM tidak mengunjungi kantor DPRD, tetapi pihak Ketua Dewan yang didampingi beberapa anggota dewan lainya mendatangi mereka di Gedung Eka Kapti

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda