PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Minggu, 31 Maret 2013

Home > > PAUDNI Diknas Ngawi Terkesan Umbar Bocah Teguhan

PAUDNI Diknas Ngawi Terkesan Umbar Bocah Teguhan

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |NGAWI™ Bila lembaga pendidikan dibawah Ditjen PUDNI lainnya selalu Membol-membol rutin terima dana bantuan, maka tak demikian dengan Taman Kanak-Kanak(TK) Nawa Kartika, Dsn Teguhan, Ds Teguhan Paron Ngawi. Generasi penerus bangsa ini terkesan ditelantarkan oleh pihak Diknas Setempat. Terbukti, 10 tahun sudah Proposal bantuan selalu tak terealisasi.

Akibatnya perlengkapan, sarana dan prasarana sekolah masih jauh yang diharapkan oleh para anak didik. Seperti yang dirasakan TK Nawa Kartika di Dusun Teguhan, Desa Teguhan, Kecamatan Paron.

Pihak pengelola TK setempat berharap pemerintah memberikan perhatian sehingga bangunan fisik tidak semakin merana. Seperti yang disampaikan Budiono pendiri TK Nawa Kartika setempat kepada media kemarin, (27/3).

Menurutnya sejak TK yang dirintis sejak tahun 2003 lalu hingga sekarang sama sekali belum terjamah bantuan dari pemerintah padahal dirinya sudah mengajukan dua kali proposal bantuan kepada Dinas Pendidikan Ngawi namun hingga kini sama sekali tidak digubris.

“Padahal TK ini sudah saya daftarkan registrasinya akan tetapi pemerintah belum mengulurkan bantuan keuangan sejak berdiri sepuluh tahun lalu,” terang Budiono.

Dirinya menuturkan untuk sementara operasional TK yang dibinanya hanya mengandalkan bantuan swadaya dari wali murid ditambah dari kantongnya sendiri. Selain itu untuk melengkapi sarana pendidikan dirinya rela menggadaikan SK PNS yang dimiliki ke Bank hanya demi membangun gedung untuk menampung sekitar 30 murid yang ada.

“Kalau jumlah murid yang ada disini rata-rata setiap tahunya ada 30 anak dan itupun kita kelola semaksimal mungkin sesuai kemampuan kita,” ungkap Budiono.
Bahkan dirinya menyebut sesuai Permendiknas No.36 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Pendidikan Nasional, TK masuk di dalam PAUD.

Direktorat PAUDNI seharusnya TK yang dikelola mendapatkan bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah melalui pos APBN senilai Rp 3 miliar lebih. “Tapi nyatanya dasar atau aturan sesuai Permendiknas tersebut belum dapat kita nikmati hingga sekarang ini,” ulasnya.

Sementara Kabid PAUDNI Diknas Ngawi, Dra Retno Wahyu W, dirinya mengaku sudah melakukan semua program terkait TK maupun PAUD dengan melakukan pendataan untuk diajukan ke pemerintah pusat.

Namun pihaknya ketika ditanya mengenai program bantuan tahun 2013 ini belum bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Alasannya, pihak pemerintah disaat memberikan bantuan semacam block grand dilakukan secara mendadak tanpa adanya tahapan atau ajuan yang dikehendaki.

“Selama ini khususnya tahun 2013 kami belum tahu apakah ada bantuan atau tidak,” terang Dra Retno Wahyu W. Hanya saja dirinya selaku Kabid PAUDNI memberikan data rekapitulasi PAUD di wilayah Kabupaten Ngawi.

Sesuai pembeberanya jumlah dibawah naungan PAUDNI Kabupaten Ngawi ada 1.280 lembaga terdiri kelompok bermain ada 400 lembaga, TK tercatat 481 lembaga, Pos PAUD atau taman posyandu ada 373 lembaga, TPA terhitung ada 11 lembaga dan SPS selain PAUD ada 15 lembaga. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda