PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Sabtu, 20 April 2013

Home > > Sepekan Sudah Jalur Ngawi-Solo Dilanda Kemacetan

Sepekan Sudah Jalur Ngawi-Solo Dilanda Kemacetan

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |NGAWI™ Akibat antrian panjang kendaraan yang membutuhkan solar disekitar SPBU seperti Mantingan, Sidowayah dan Ngawi Kota, dalam sepekan terakhir meluber hingga ruas jalan utama. Akibatnya jalur dua arah baik dari arah Surabaya maupun dari Solo kemacetan mencapai lebih dari empat kilometer.

“Macetnya jalur Ngawi-Solo ini terjadi ketika ada SPBU yang lagi menerima pasokan BBM terutama solar sehingga saat itu juga kendaraan langsung antri untuk mendapatkan bahan bakar,” terang Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Gatut Wibowo.

Dijelaskanya, untuk mengurai kemacetan lalu lintas dari arah barat dan sebaliknya dengan memindahkan ke jalur alternatif yakni jalur Gendingan-Ngrambe-Jogorogo dan Paron.

Namun apa yang terjadi dari pemindahan rute ini, laju kendaraan sendiri terlihat merayap lantaran lebar jalan tidak memadai untuk kendaraan besar ditambah kondisi jalan penuh dengan lubang. S

ementara seperti yang diungkapkan Ratno (32) sopir kendaraan yang bermuatan kertas asal Surabaya mengaku sudah semalam mengantri di SPBU Sidowayah meski sebelumnya sudah mengetahui bakal terjadi antrian panjang.

“Daripada meneruskan perjalan dengan resiko kehabisan solar ditengah jalan lebih baik saya menunggu meski lama untuk mendapatkan solar,” ungkapnya dengan wajah kesal.

Seperti diketahui untuk saat ini, BBM jenis solar bersubsidi dipastikan pada tahun ini kuotanya dikurangi dari tahun sebelumnya menyusul patokan kuota BBM bersubsidi secara nasional.

Untuk kuota BBM bersubsidi di Jawa Timur, terutama jenis solar bersubsidi pada tahun 2013 hanya dijatah 1,91 juta Kilo Liter (KL) padahal tahun sebelumnya realisasi mencapai 2,08 juta KL. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda