PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Minggu, 29 Desember 2013

Home > > Saling Lempar Tanggungjawab Terkait Rusaknya Alat Deteksi Dini Banjir

Saling Lempar Tanggungjawab Terkait Rusaknya Alat Deteksi Dini Banjir

Daerah rawan banjir wilayah kabupaten/kota

NGAWI™ Keberadaan pendeteksi dini banjir atau EWS (Early Warning System) yang dipasang dibeberapa jembatan wilayah Kabupaten Ngawi tak lebih pajangan belaka. Meski sudah ada yang rusak namun pihak Perum Jasa Tirta I malah tutup mata terbukti salah satu EWS diatas Jembatan Desa Kendung, Kecamatan Kwadungan, Ngawi, sama sekali tidak berfungsi.

Lamidi salah satu warga setempat mengatakan alat pendeteksi banjir diketahui tidak berfungsi saat terjadinya banjir satu pekan lalu.

“Saat itu permukaan air sampai atas bibir sungai bahkan sempat menenggelamkan beberapa areal sawah, nyatanya alat itu (EWS-red) tidak berbunyi sama sekali,” jelasnya, (29/12).

Tak ayal lagi membuat warga yang rumahnya dekat dengan Sungai Madiun secara bergiliran harus rela mengontrol permukaan banjir bilamana air bah datang semua warga melakukan evakuasi secara dini.

Urai Lamidi, sebagai warga dekat dengan sungai dirinya mengaku kecewa terhadap pihak yang memasang alat pendeteksi banjir tersebut. “Saya tidak tahu siapa yang memasang mending kalau sekedar pajangan lebih baik dicopot saja alat EWS itu,” beber Lamidi.

Dengan sikap yang dinilai kurang pro aktif dari Perum Jasa Tirta I membuat berang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi dan langsung mengkroscek alat EWS di beberapa titik yang ada.

Bahkan BPBD sendiri tidak mampu berbuat banyak terkait kerusakan EWS karena kapasitas pengelolanya jelas dibawah Balai Besar Bengawan Solo (BBWS).

“Seharusnya mereka cepat merespon keluhan dari pihak kita apalagi wilayah Ngawi merupakan daerah rawan banjir,” kata Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Kabupaten Ngawi.

Tepatnya setahun lalu Perum Jasa Tirta I telah memasang alat EWS di 8 wilayah yang dianggap rawan banjir meliputi Desa Ngawi Purba yang ditempatkan dititik pertemuan kali Madiun dengan Bengawan Solo serta di 7 jembatan meliputi Ngunengan, Ketanggi, Klitik, Kendung, Purwosari, Simo dan Kwadungan.

Apabila dalam waktu dekat alat EWS belum diperbaiki, ancam BPBD akan meminta Bupati Ngawi untuk menyurati kembali kepada Perum Jasa Tirta I.(pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda