PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 24 Januari 2014

Home > > Diduga Flu Burung, Ratusan Bebek Di Ngawi Mati Mendadak

Diduga Flu Burung, Ratusan Bebek Di Ngawi Mati Mendadak

cara beternak bebek atau itik

NGAWI™ Ratusan unggas jenis bebek di Desa/Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, ditemukan mati secara mendadak diduga akibat serangan flu burung atau avian influenza (AI) dalam sebulan terakhir. Sukardi (73) seorang petani unggas asal Desa Paron menjelaskan bebeknya terhitung dari awal tahun ini sudah 500 ekor mati secara mendadak.


“Rata-rata setiap harinya yang mati itu antara 10 ekor sampai 15 ekor tanpa sebab yang jelas cuma kemungkinan akibat flu burung seperti yang dibilang orang-orang sekitar sini dan itupun terjadi sudah sebulan lamanya sehingga bebek yang tersisa sekitar 1 ribu ekor dari 1,5 ribu ekor,” terang Sukardi, Jum’at (24/01).

Akibatnya, Sukardi sebagai peternak unggas lebih dari 30 tahun ini harus menanggung kerugian yang ditaksir mencapai Rp 5 juta. Jelasnya, kematian ternak bebeknya tersebut ditandai kejang-kejang pada tubuhnya dengan mata bebek mulai membiru selang 15 menit kemudian bebeknya ini langsung mati.

Kejadian semacam itu terus berlangsung setiap hari terhadap bebek lainyaternaknya yang mulai berumur 2 bulan.

“Biasanya ketika bebek-bebek itu mau mati diawali tubuhnya berputar-putar dan matanya berwarna biru kalau sudah demikian dipastikan akan mati dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Guna mencegah agar tidak tertular terhadap bebek lainya yang masih sehat Sukardi menegaskan setiap bebek mati langsung dibakar. Kerugian yang mencapai jutaan rupiah ini juga dibenarkan Suminah (58) istri Sukardi bebernya, kalau penyakit semacam flu burung itu tidak segera dihentikan dengan melakukan langkah pencegahan hampir dipastikan kerugian akan makin bertambah.

“Untuk mencegah penyakit yang mematikan itu, kita sebagai peternak yang awam terhadap kesehatan tidak tahu harus berbuat apa hanya saja mudah-mudahan pihak pemerintah membantu kita soal penangkalan penyakit,” urai Suminah.

Tri Wahyu Yulistyani Kabid Keswan Disnak Kabupaten Ngawi menuturkan sampai sejauh ini pihaknya secara resmi belum menerima laporan terkait unggas yang mati diduga akibat serangan flu burung di Kecamatan Paron. Meski demikian Disnak Kabupaten Ngawi akan secepatnya mengambil langkah melakukan pencegahan.

“Memang sampai hari ini belum ada kabar tentang serangan flu burung di wilayah Paron itu hanya saja bilamana ada kita akan secepatnya ke lokasi tersebut untuk melihat dari dekat,” kupas Tri Wahyu.(pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda

 
close
Banner iklan disini