PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 29 Januari 2014

Home > > Ibas Tekankan Budaya Keduk Beji Sebagai Filosofi Berdemokrasi

Ibas Tekankan Budaya Keduk Beji Sebagai Filosofi Berdemokrasi

Ibas mengunjungi lokasi Wisata Tawun Ngawi

NGAWI™ Mengakhiri kunjunganya selama tiga hari di wilayah Kabupaten Ngawi, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono yang kerap dipanggil Ibas menyempatkan diri mampir ke Taman Wisata Tawun, Desa Tawun, Kecamatan Kasreman. Didampingi Supomo, sang juru kunci, Ibas terpesona dengan binatang bulus dilokasi wisata tersebut,(29/01).

Sambil memberi pakan bulus, Ibas melakukan perbincangan hangat dengan sang juru kunci, dimana tertarik dengan cerita dari ritual Keduk Beji yang digelar setiap satu tahun sekali. “Apa yang terjadi dengan Keduk Beji ada satu pelajaran yang bisa diambil didalamnya, yakni meskipun beda pendapat ataupun pandangan jangan sampai memutuskan tali kerukunan antar sesama,” terang Ibas.

Putra bungsu Presiden SBY ini secara ringkas menjelaskan Wisata Tawun yang identik dengan Keduk Beji didalamnya terkandung sebuah filosofi luhur dalam tata kehidupan. Kaidah tersebut teraktualisasi lewat tarung drajat dimana para pemuda sekitarnya saling pukul menggunakan sebilah kayu.

Meskipun saling melukai satu sama lain dalam ritual tersebut namun sebaliknya menumbuhkan rasa kerukunan antar pemuda dan tidak ada rasa saling dendam. Dengan demikian hikmah dari warisan yang diturunkan secara turun temurun tersebut dapat memberikan pelajaran tersendiri dalam alam berdemokrasi saat ini.

Sebelum mengunjungi Wisata Tawun, Ibas harus berjibaku memantapkan konstituenya yang berada di pelosok wilayah Kabupaten Ngawi untuk memuluskan akses jalanya menuju senayan. Hal ini Kabupaten Ngawi menjadi bagian wilayah Dapil VII Jawa Timur selain Trenggalek, Ponorogo, Pacitan dan Magetan.

Ibas mengemukakan secara geografis Kabupaten Ngawi sangat didukung dengan kondisi tanah untuk mengembangkan sistem pertanian. Pernyataan Ibas tersebut disampaikan dihadapan ribuan petani palawija di Dusun Tegal Duwur, Desa Dero, Kecamatan Padas.

“Yang kita tekankan bagaimana para petani itu mampu bersaing secara pasar sehingga akan mampu mensejahterakan si petani itu sendiri,” urainya lagi. Kupasnya, segala motivasi harus diarahkan ke petani agar semakin produktif dan memberikan kontribusi nyata dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Bentuk pengembangan program pertanian gagasnya, harus didorong oleh Sumber Daya Alam (SDA). Mengurai permasalahan tersebut jelas Ibas, hasil pertanian secara umum baik padi maupun palawija akan memadai dan menjadikan surplus apabila diterapkan teknologi tepat guna.

Masih dihari yang sama Ibas terus blusukan ke sejumlah wilayah kali ini menemui para petani dibawah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mulyo Asri Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi Kota. Dihadapan ratusan pengurus Gapoktan Mulyo Asri, Ibas memberikan bantuan berupa alat pertanian sekaligus beberapa bibit unggul.

Dengan adanya bantuan tersebut papar Ibas, ada satu pemikiran lagi bagaimana motivasi untuk petani dalam mempertahankan ketahanan pangan karena diketahui secara umum Kabupaten Ngawi sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Timur. Tegasnya, harus diperlukan terobosan untuk memotivasi petani lewat Sistem Resi Gudang (SRG).

Karena program tersebut sebagai instrumen penting dalam mendongkrak perekonomian di daerah maupun nasional. Apalagi pungkas Ibas, SRG hadir memberikan payung hukum secara jelas kepada petani lewat pemberian kredit oleh lembaga keuangan baik bank maupun non bank.(pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda