PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 14 Maret 2014

Home > > Overload, Pasien Pasca Bersalin RSUD dr.Soeroto Ngawi Tempati Emperan

Overload, Pasien Pasca Bersalin RSUD dr.Soeroto Ngawi Tempati Emperan

Pasien Pasca Bersalin RSUD  dr.Soeroto Ngawi

NGAWI™ Ironis memang nasib para ibu sehabis melakukan persalinan di RSUD Soeroto Ngawi. Bukanya dapatkan tempat yang layak melainkan cukup berteduh di emperan ruang persalinan. Parahnya, dilokasi terbuka ini terlebih disaat musim penghujan bukan tak mungkin ancaman penyakit bakal menyerang pasien bersalin ini.

Anggun Priyani (25) seorang ibu asal Desa Kenongorejo, Kecamatan Padas, Ngawi, dirinya mengaku sedang menunggu bayinya yang dirawat diruang perinatologi sejak 16 Februari lalu.

‘Saat itu saya melahirkan secara premature dan bayinya mempunyai berat 1 kilogram terpaksa dirawat diruang itu (ruang perinatologi-red) dan saya berteduh di emperan sini, kalau dibilang tidak nyaman ya iya tapi gimana lagi,’ keluhnya, Kamis (13/03).

Anggun menjelaskan, sebenarnya ada beberapa ruangan yang berlokasi disisi utara ruang perinatologi yang bisa dimanfaatkan untuk menunggu bayinya. Karena kondisi ruangan yang dimaksdukan ini cukup kotor terpaksa dirinya enggan singgah ditempat tersebut.

Rasa kecewa terkait pelayanan RSUD Soeroto Ngawi kurang maksimal ini juga dirasakan Warsini (40) warga Desa Mangunharjo, Kecamatan Ngawi Kota. Ungkapnya, secara kebetulan dirinya merasakan langsung tinggal di emperan ruang bersalin di RSUD Soeroto Ngawi semenjak putrinya melahirkan lewat operasi caesar.

“Kalau malam disini nyamuknya banyak dan sewaktu hujan kondisinya lebih parah kasihan banget terhadap mereka yang baru melahirkan dan tinggal di emperan seperti ini,” terang Warsini.

Sementara, Pujiono Direktur RSUD Soeroto dengan singkat menjelaskan memang kondisi ruang persalinan tengah overload pasien. Akan tetapi untuk ruang keluarga yang dimanfaatkan para ibu untuk menunggu bayinya yang sedang dirawat di ruang perinatologi sebenarnya sudah disediakan sebanyak 5 ruang penampungan.

“Kalau mereka tinggal diruang perawatan jelas tidak mungkin bagaimana kalau ada pasien yang akan melahirkan dalam kondisi darurat, sebetulnya sudah disediakan ruangan bagi ibu yang menunggu bayinya ini,” kata Pujiono.

Meski demikian Pujiono membenarkan ruang yang peruntukanya untuk para ibu tersebut saat sekarang kondisinya dalam taraf perbaikan.

Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda