PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Selasa, 22 April 2014

Home > > 5 Perpus DAK 2011 Di Kec. Pitu Ngawi, Dipastikan Satu Persatu Roboh

5 Perpus DAK 2011 Di Kec. Pitu Ngawi, Dipastikan Satu Persatu Roboh

5 Perpus DAK 2011 Di Kec. Pitu Ngawi, Satu Persatu Dipastikan Roboh

NGAWI™ Perkerjaan Pembangunan ruang perpustakaan dalam program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun yang didanai DAK 2011, khususnya wilayah kecamatan Pitu Ngawi dipastikan satu-persatu roboh. Setelah sebelumnya Gedung perpus SDN Ngancar ambrol teras depannya, kini giliran SDN Satu dan SDN dua Papungan dipastikan tak lama lagi rata dengan tanah,(21/04).

Setidaknya 3 bangunan dari 5 paket kegiatan ini disinyalir dikerjakan oleh rekanan yang sama mengalami kerusakan parah. Belum bisa dipastikan penyebab pastinya, apakah rekanan yang nakal atau memang gagalnya perencanaan oleh konsultan juga bisa jadi lantaran longgarnya pengawasan.

Sementara guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah menyangga bangunan itu menggunakan bambu. Selain itu, atap ruangan berukuran 7 x 7 meter itu, juga sangat membahayakan siswa-siswi sekolah tersebut. Bahkan bangunan dinding diluar perputakaan juga tampak sudah keropos serta bangunan miring.

Kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Papungan Suraya menjelaskan bahwa perupustakaan tersebut rusak sejak sebulan lalu. Bahkan, sekarang sudah tidak difungsikan lagi. Upaya ini dilakukan agar tidak ada korban jiwa jika bangunan itu ambruk total.

Dari pantauan dilokasi, Kuda-kuda yang terbuat dari bahan kayu yang tak layak menjadi faktor utama penyebab melengkungnya bangunan perpus tersebut.

“Jelas melengkung, karena kuda-kuda itu kayunya bukan kayu jati sehingga tak kuat menahan beban. Kami sudah berusaha menyangga tetapi tetap ambrol,” terangnya


Dia menambahkan, ruangan perpus sementara ini dikosongkan guna menghindari korban jiwa.

“Kami menggabung antara Siswa kelas 4 dan 2, meski harus dengan cara bergantian daripada diruang perpustakaan malah membahayakan siswa nantinya,” pungkasnya.
Pewarta: Cung
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda