PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Selasa, 08 April 2014

Home > > Tanpa Listrik, Dua Dusun Di Ngawi Terang - Terangan Pilih Golput

Tanpa Listrik, Dua Dusun Di Ngawi Terang - Terangan Pilih Golput

Puluhan Tahun Tanpa  Listrik, Dua Dusun Di Ngawi Tegaskan Pilih Golput

KARANGANYAR™ Di era serba elektronik seperti sekarang ini ternyata tidak sepenuhnya dinikmati warga. Seperti yang terjadi di dua dusun yakni Dusun Suren dan Dusun Waru masuk Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar-Ngawi, hingga kini sekitar 400 warga belum pernah mendapatkan aliran listrik di wilayah. Akibatnya wargapun terpaksa Golput pada Pemilu kali ini.


“Kami hidup di dusun sini sudah beberapa puluh tahun, namun kenyataanya belum ada listrik yang masuk makanya dengan tegas para warga tidak akan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) atau golput,” terang Sukardi salah satu warga Dusun Suren, Senin (07/04).

Bebernya, langkah golput yang dilakukan warga di wilayah dusunya tersebut tidak lain sebagai protes terhadap pemerintah. Apalagi pada pemilu sebelumnya mereka selalu dikecewakan dengan sejumlah calon legislative (caleg) yang akan mengupayakan aliran listrik masuk di dusunya.

“Sudah bosan mas dengan janji caleg yang katanya mau membantu listrik masuk di dusun sini pada pemilu lalu tapi mana kenyataanya terbukti hanya tinggal janji tanpa realisasi,” jelasnya lagi.

Bahkan warga sendiri sejak 2007 sudah beberapa kali meminta ijin secara tertulis kepada KPH Perhutani namun jawabanya tidak memuaskan dan selalu ditolak. Ijin tertulis yang dibuat tersebut jelas Sukardi karena wilayah dusunya ada disekitar wilayah hutan secara otomatis jaringan listrik menuju dusunya pasti melintasi kawasan hutan milik KPH Perhutani.

Komentar yang sama juga dilontarkan Suparmi, sebagai warga dusun tanpa listrik dirinya merasa perlu gerakan nyata yakni dengan melakukan sikap golput pada pemilu nanti.

“Kasihan bagi anak-anak ketika mau belajar ketika waktu malam, dengan penerangan cuma lampu sentir berbahan bakar minyak tanah tidak sepenuhnya bisa konsentrasi proses belajarnya,” ungkap Suparmi.

Sementara dari pengamatan media langsung ke lokasi terlihat para warganya membuat poster berisi ancaman golput yang terpampang jelas disebuah poskamling. Rata-rata dari pengakuan warga sangat mengharapkan kepada pemerintah daerah untuk memfasilitasi adanya listrik.

Namun setelah ditunggu beberapa tahun kenyataanya tidak ada satupun kebijakan maupun keputusan yang memperbolehkan listrik masuk Dusun Suren dan Dusun Waru.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda