PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 20 Juni 2014

Home > > Akibat Hujan Deras, Puluhan Hektar Sawah Di Kecamatan Paron Gagal Panen

Akibat Hujan Deras, Puluhan Hektar Sawah Di Kecamatan Paron Gagal Panen

Harga gabah terbaru di kabupaten Ngawi

PARON™ Akibat hujan lebat pada kamis petang (19/06), sedikitnya puluhan hektar areal persawahan di kecamatan Paron ngawi dipastikan gagal panen. Kondisi batang padi yang roboh, membuat petani urung panen raya yang sedianya dilaksanakan pada pekan depan. Meski belum bisa dipastikan, namun diprediksi kerugian yang dialami petani mencapai ratusan juta rupiah.


“Memang tidak diduga kalau bakal terjadi hujan padahal ini kan masuk musim terang, lihat sendiri akibat hujan kemarin malam roboh semua padi itu,” Terang Abdul Rohman (52), petani asal Desa Teguhan, Kecamatan Paron.

Luas areal sawahnya sekitar 2 hektar membuat Parmo tidak mampu berbuat banyak yang sedianya padi mau dipanen seminggu kemudian tapi kini malah diterjang angin roboh rata dengan tanah. “Biasanya kalau tidak roboh mampu menghasilkan sekitar 18 ton tapi tidak tahu juga kalau sudah begini kondisinya,” singkatnya.

Sementara, anomali cuaca di wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur menjadi ancaman yang besar bagi pencapaian target produksi padi panen panen kedua musim ini. Kondisi itupun akan membawa dampak yang besar dalam perekonomian dan kehidupan masyarakat.

“Kalau bicara dampaknya terhadap perekonomian saya kira tidak begitu besar meskipun cuaca jelang panen memang tidak bersahabat,” terang Yuli Astuti Kabid Produksi Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Ngawi, Jum’at (20/06).

Diakuinya, dibeberapa wilayah Ngawi yang menjadi sentral pertanian padi tengah diselimuti cuaca ekstrim. Hujan yang tidak diduga sebelumnya malah sering terjadi di saat padi memasuki musim panen antara Juni sampai Juli 2014.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda