PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Senin, 14 Juli 2014

Home > > Antisipasi Daging Kwalitas Rendah, Disnak Ngawi Lakukan Operasi Pasar

Antisipasi Daging Kwalitas Rendah, Disnak Ngawi Lakukan Operasi Pasar

Harga daging segar di kabupaten Ngawi

NGAWI™ Guna mengantisipasi peredaran daging kwalitas rendah jelang lebaran 2014, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Ngawi sidak kesejumlah pasar di wilayahnya. Tim Disnak langsung menyasar kios daging dengan alat Meat PH meter. Hasilnya, ditemukan daging sapi dalam kondisi setengah busuk di pasar Beran-Ngawi ditambah ayam tiren di pasar Kendal, (14/07).


Sunito Kadin Disnak Ngawi mengatakan, dalam operasi yang dilakukan masih ada pedagang dengan sengaja menjual daging dalam kondisi beku atau sudah diawetkan di mesin pendingin.

“Dari beberapa monev yang kita lakukan secara umum bagus semua, cuma di pasar Kendal kemarin memang ada ayam yang mati lalu disembelih demikian juga di pasar Beran ada daging yang warnanya pucat,” terangnya.

Dari temuan tersebut Disnak mengaku sudah memanggil pedagang yang terbilang nakal untuk dilakukan pembinaan jangan sampai mengulangi berjualan daging dengan kondisi yang sama.

Sidak sendiri Sunito menegaskan, sudah melakukan terhadap 20 pasar baik tradisional maupun milik Pemkab Ngawi. Terkait sidak sendiri jelasnya tetap akan dilakukan sampai mendekati lebaran untuk mengantisipasi daging busuk maupun glonggongan.

“Sidak seperti sekarang ini pasti kita lakukan secara terus, hal ini bertujuan memberikan kenyamanan bagi konsumen daging di wilayah Ngawi,” ungkap Sunito.

Sedangkan Tri Wahyuni Kabid Kesehatan Hewan Disnak Kabupaten Ngawi, dari hasil sidak tahun ini tidak ditemukan daging bercacing maupun glonggongan.

Meski demikian, dirinya meminta kepada konsumen sebelum membeli daging harap diperiksa dari warna maupun bau daging. “Untuk memastikan daging itu layak atau tidak untuk dikonsumsi jelas kita memberlakukan operasi ketat dengan mengukur tingkat derajat keasaman daging,” kupasnya.

Urai Tri Wahyuni, ciri-ciri daging atau ayam yang tidak layak konsumsi, berwarna pucat dan kualitas airnya banyak. Ketika ditekan tidak kembali ke bentuk semula, ini disebut sebagai daging glonggongan. Sedangkan daging ayam tiren berwarna kebiruan. Model potongannya juga terlihat lebih kecil, beda dengan ayam yang dipotong pada hari yang sama dengan penjualan.
Advertorial


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda